PlayTest: Gaming dengan Samsung Gear VR!

Author
David Novan
Reading time:
January 29, 2016

Game First Person Adventure

(Anda bisa melihat sebagian pencitraan game-game tersebut via gambar yang Anda temukan di Google, seperti yang kami sematkan di bawah ini. Karena kesulitan teknis tertentu, kami tak bisa menyediakan screenshot dari Gear VR kami sendiri. Namun kami bisa meyakinkan Anda bahwa kami menjajal semua judul yang kami sertakan di artikel.)

Pengalaman bermain yang diberikan oleh VR ketika ditempatkan pada kamera orang pertama adalah yang paling intense dibandingkan jenis game lain. Sebab, pada jenis game ini kami seakan bergerak di dunia lain tanpa benar-benar merasakan sensasi menggerakkan badan. Tingkatan Immersive yang terjadi bahkan sempat membuat kami bergidik. Pasalnya, perangkat VR ini mampu melipatgandakan ketegangan bermain karena semuanya terasa seperti nyawa kami jadi taruhannya.

Playtest Samsung Gear VR jagatplay (8)

Game yang paling mencekam dan berkesan dalam pada kategori ini adalah Dreadhalls. Game horor tanpa menggunakan VR saja sudah mencekam, apalagi bila terasa seperti kami sendiri yang ada di dalamnya! Ditambah lagi kami menggunakan perangkat suara headphone in-ear yang mengisolasi suara dari luar. Kesunyian penuh horor menjadi luar biasa mengerikan ketika tiba-tiba ada bisikan di belakang telinga dan kami menoleh sekuat tenaga ke sana! Karena Samsung Gear VR menggunakan teknik Gyro, maka kamera akan mengikuti arah kepala, sama seperti dunia asli!

Playtest Samsung Gear VR jagatplay (9)

Ketika kami memainkan game horor tersebut, bahkan kami perlu sering melakukan break hanya demi menenangkan detak jantung. Untuk skala immersive yang selalu dikejar oleh game, game jenis ini adalah yang terbaik! Seandainya tampilan visualnya bisa lebih ditingkatkan ke level game kaliber AAA, maka kami bisa memastikan dunia gaming akan pindah era menuju masa keemasan keduanya.

Satu kelemahannya adalah sebaiknya Anda tidak memainkannya ketika duduk. Sebab, sensasi berjalan tanpa kaki Anda menapak di tanah akan membuat kepala Anda terasa ringan, seperti melayang. Bila Anda tidak kuat, hal ini bisa membuat mual dan muntah. Meskipun pada jenis game lain hal ini tidak terasa, tetapi pada kamera orang pertama hal ini sangat kentara dan patut diperhatikan.

Game Dengan VR Sebagai Penggerak Kamera

Jenis game ini jauh lebih tenang dan kurang intense dibandingkan game sebelumnya. Biasanya sudut pandang dari game berada di level yang lebih tinggi, kemudian kami menggunakan arah pandang kepala sebagai pengganti ibu jari di controller untuk menggerakkan kamera. Meskipun tidak terkesan luar biasa, tetapi pada prakteknya jauh lebih berguna  dan membantu. Apalagi bila Anda perlu menggerakkan kamera dengan cepat ke arah tertentu.

 

Playtest Samsung Gear VR jagatplay (10) Playtest Samsung Gear VR jagatplay (11)

Game dengan jenis ini yang sangat berkesan untuk kami adalah Temple Run VR, Herobound: First Steps, dan Shironeko VR Project. Temple Run VR adalah game running yang genrenya sangat populer di gamer casual perangkat mobile. Sedangkan Herobound dan Shironeko adalah game RPG action. Menurut kami, penggunaan kamera berbasis VR adalah hal yang sangat menyenangkan dan sekaligus memudahkan.

 

Playtest Samsung Gear VR jagatplay (12) Playtest Samsung Gear VR jagatplay (13)

Hal itu terbukti pada semua game tersebut. Pada Temple Run, kami dapat dengan mudah menyesuaikan kamera untuk melihat halangan yang ada jauh sebelum ia sampai. Patut dicatat bahwa untuk memainkan semua game ini sebaiknya Anda menggunakan bantuan controller Samsung. Touchpad yang ada di sisi kanan Gear VR memang dapat membantu, tetapi cukup sulit untuk digunakan pada gerakan refleks.

Playtest Samsung Gear VR jagatplay (14) Playtest Samsung Gear VR jagatplay (15)

Sedangkan pada game RPG action, kamera VR selain memudahkan juga memberikan kesan kedalaman atau Visual Depth. Hal inilah yang menjadi dasar dari visual 3D VR dan semua itu dapat dipersembahkan dengan baik. Selain itu, sudut kamera VR juga dapat digunakan untuk meng-highlight beberapa obyek di dalam permainan. Jadi, ia juga memudahkan jalannya permainan dan di saat bersamaan tidak memerlukan waktu banyak untuk terbiasa. Bila dibandingkan dengan waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan kepekaan gerakan ibu jari ketika menggerakkan Thumb Stick di controller, gerakan kepala jauh lebih natural dan gamer casual sekalipun dapat langsung menggunakannya dengan ahli.

Game Dengan VR Sebagai Sarana Membidik

Berkat keluwesan gerakan kamera akibat bantuan gyro di Gear VR, maka akurasi bidikan juga dapat meningkat luar biasa. Ketika kami menggunakan ibu jari di Thumb Stick untuk menggerakkan crosshair, bisa dipastikan akan butuh waktu lama dan jam terbang tinggi hanya demi mendapatkan akurasi yang memadai. Sedangkan untuk menjadi ahli menembak kepala dalam sekejap, maka dibutuhkan waktu lebih lama lagi. Namun, tidak demikian dengan bantuan VR. Hal ini terbukti ketika kami memainkan game shooter VR di perangkat ini.

Playtest Samsung Gear VR jagatplay (16)

Ketika kami memainkan Shooting Showdown 2 VR dan Protocol Zero, kemudahan membidik ketika menggunakan VR langsung terasa. Meskipun pada awalnya cukup canggung, tetapi hanya perlu waktu singkat saja sampai kami terbiasa menggunakannya. Pada Protocol Zero, menembak kepala musuh yang jaraknya jauh sekalipun menjadi mudah. Begitu pula dengan menembak target pada Shooting Showdown 2 VR. Namun, untuk menembak musuh yang bergerak dibutuhkan waktu lebih lama untuk membiasakan diri dengan akurasi gerakan kepala. Akan tetapi bila dibandingkan dengan penggunaan stik, cara VR jauh lebih mudah.

Playtest Samsung Gear VR jagatplay (17)

Sedangkan untuk game yang menggunakan VR sebagai sarana menggerakkan benda atau menyetir kendaraan, tampaknya masih kurang nyaman untuk digunakan. Hal ini sempat kami rasakan ketika bermain PolyRunner VR. Untuk dapat menghindari halangan di stage lebih lanjut, kami harus dapat dengan cepat dan responsif membanting setir. Artinya, beban bantingan setir tersebut akan dirasakan oleh leher. Bila Anda tidak ingin leher pegal, sebaiknya jangan menggunakan pengendalian VR untuk bermain game semacam ini.

Video VR

Menonton video dengan menggunakan VR memiliki kesan yang sangat positif. Walaupun awalnya cukup asing karena kami bisa melihat sisi yang biasanya tak terlihat di dalam video, tetapi kebebasan tersebut meninggalkan nuansa yang tidak pernah kami rasakan sebelumnya. Pada Gear VR, ketajaman video yang dihasilkan tergantung pada Smartphone yang menampilkannya. Untungnya, Smartphone Samsung memiliki kualitas layar unggulan. Jadi, kami dapat melihat video dengan jelas dan tajam.

 

Playtest Samsung Gear VR jagatplay (18)

Playtest Samsung Gear VR jagatplay (19)Video yang paling berkesan menurut kami adalah Battle for Avenger Tower dan Jurassic World: Apatosaurus. Pada video promosi Avenger tersebut, kami berada dalam sudut pandang Ironman ketika berada di Avenger Tower. Saat kami dibawa ke dalam pertempuran melawan Ultron, penilaian kami langsung meningkat luar biasa tinggi! Ternyata berada di tengah pertempuran mereka dan memiliki kebebasan untuk menoleh membuatnya menjadi lebih seru!

 

Playtest Samsung Gear VR jagatplay (20) Playtest Samsung Gear VR jagatplay (21)

Pada Jurassic World, kami dibawa untuk melihat dinosaurus. Mulai dari dinosaurus tersebut tertidur, kemudian mendekati muka kami, sampai ia kembali ke tempat tidurnya lagi ternyata begitu mengesankan! Pada video ini, kesan kedalaman 3D-nya begitu terasa. Bila nantinya video VR dapat dinikmati dengan harga murah, tentunya pengalaman menonton seperti ini akan memberikan kesan mendalam untuk setiap orang.

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…
May 19, 2021 - 0

Review Rising Hell: Melompat Lebih Tinggi!

Kualitas game indie yang semakin solid, tidak ada lagi kalimat…
May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…

PlayStation

June 11, 2021 - 0

Review Ninja Gaiden – Master Collection: Bak Tebasan Pedang Tua!

Apa nama franchise yang menurut Anda melekat pada nama Koei…
June 8, 2021 - 0

Review Ratchet & Clank – Rift Apart: Masuk Dimensi Baru!

Menyebut Insomniac Games sebagai salah satu developer first party tersibuk…
June 8, 2021 - 0

Preview Guilty Gear Strive: LET’S ROCK!

Nama besar Arc System Works sebagai salah satu developer game…
May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…