Review Danganronpa – Trigger Happy Havoc: Misterius, Seru, Sadis!
Murder Time!
Pembunuhan pasti terjadi di dalam game ini. Itu sebabnya Anda harus selalu siap untuk mengejar bukti dan mengamankan diri Anda dari hukuman Monokuma dengan menemukan pembunuhnya. Setiap kali pembunuhan terjadi, maka jumlah tersangkanya akan selalu berkurang. Namun, bukan berarti penyelesaiannya akan semakin mudah. Sebab, semua siswa yang ada di sini memiliki kemampuan yang luar biasa dalam bidangnya, dan mereka dapat dengan kreatif membuat pembunuhan yang sulit untuk dipecahkan.

Ketika pembunuhan telah terlaksana, maka menjadi tugas Anda untuk menyelidikinya. Melalui olah TKP, Anda nantinya akan menemukan bukti yang dapat digunakan untuk menghancurkan pendapat yang ambigu di ruang sidang. Bukti tersebut tersimpan sebagai “Truth Bullet.” Peluru berisi bukti tersebut nantinya akan digunakan dalam persidangan dalam debat ala aksi baku tembak. Terdengar aneh memang, tetapi fitur inilah yang membuat Danganronpa Trigger Happy Havoc begitu seru untuk dimainkan.

Bukti tidak hanya berupa kondisi di TKP saja. Beberapa perkataan dan kesaksian dari siswa lain juga dapat menjadi peluru di ruang sidang nanti. Namun, ada kalanya beberapa bukti justru tidak diperlukan dan hanya memperbanyak jumlah opsi bukti saja nantinya. Jadi, Anda harus siap dan memperhatikan dengan seksama bukti mana yang sebenarnya berguna nanti. Apalagi setelah nantinya daerah sekolah baru dibuka di Chapter berikutnya. Semakin luas daerah pencarian, maka bukti ambigu yang dapat ditemukan juga akan bertambah!

Persidangan Bersama Monokuma
Pada akhirnya, semua bukti tersebut akan Anda bawa ke ruang sidang. Aksi di ruang sidang akan sangat berbeda dengan sebelumnya. Perubahan gameplay yang sangat kentara tersebut sama seperti mengubah game graphics novel menjadi game shooter. Ya, pada persidangan, Anda akan menggunakan bukti yang didapatkan pada masa investigasi ke dalam Truth Bullet untuk menembak perkataan siswa yang tidak tepat.

Mulanya, Anda masih dibantu untuk memilih peluru mana yang akan ditembak. Peluru tersebut berisi topik bukti yang ditemukan, misalnya senjata pembunuhannya adalah pisau dapur. Ketika terjadi debat nonstop di antara siswa, menjadi tugas Anda untuk membidik peluru tersebut ke argumen yang tidak tepat. Contohnya, ketika ada yang mengatakan pisaunya tidak diketahui dari mana, padahal ada bukti bahwa pisau yang digunakan adalah pisau dapur. Arahkan bidikan ke perkataan tersebut, yang biasanya berwarna berbeda, dan tembak!

Debat nonstop merupakan saat yang dapat membuat bingung. Sebab, mereka tidak akan berhenti berbicara ketika Anda mencerna apa yang sedang terjadi. Meskipun pada awalnya teks dengan warna berbeda dapat membantu untuk menentukan argumen yang lemah, tetapi tidak demikian untuk seterusnya. Karena, nantinya akan banyak perkataan yang diwarnai, tetapi bukan itu sebenarnya target dari bukti Anda! Untungnya, Anda dapat melambatkan waktu dengan menggunakan fitur Adrenalin. Namun, fitur tersebut terbatas waktunya, jadi Anda harus hati-hati menggunakannya.

Setelah perdebatan memasuki babak yang memanas, Monokuma membuatnya menjadi lebih memusingkan dengan memberikan beberapa peluru bukti untuk dipilih! Jadi, ketika Anda mendengarkan debat nonstop, Anda bukan hanya harus menembak argumen yang tepat, tetapi juga dengan peluru yang tepat! Jumlah peluru yang disertakan akan bertambah bila Anda memilih tingkat kesulitan yang tinggi.

Lalu, apa jadinya bila Anda salah menembak atau menggunakan bukti yang salah? Maka level Influence Anda akan berkurang; bila habis maka argumen Anda tidak akan dipercaya lagi dan game over! Selain itu, perlu diingat bahwa semua yang terjadi di dalam persidangan terjadi dalam real-time dan diberikan waktu. Bila waktunya habis, maka otomatis Anda akan kalah! Oleh karena itu, tidak perlu khawatir bila Anda sering melakukan kesalahan. Selama Anda dapat mengulangnya kembali dengan menggunakan file save sebelum persidangan!

Argumen Penutup
Sama seperti persidangan sungguhan, setelah semua bukti disampaikan Anda akan diminta untuk menyampaikan argumen penutup. Gunanya untuk meyakinkan siswa lain bahwa tersangka pembunuhan benar-benar pembunuhnya, melalui rangkaian kejadian yang dirangkum ke dalam lembaran komik. Gambar di sana memperlihatkan kejadian langkah demi langkah yang sangat menarik.

Namun, gambar di dalam komik tersebut belum lengkap, karena ada beberapa kolom yang kosong. Kolom tersebut mewakili bukti yang Anda temukan. Untuk melengkapinya, Anda harus memilih salah satu gambar di bagian bawah komik yang merepresentasikan kejadian sesungguhnya. Semakin panjang urutan pembunuhan, maka semakin banyak kolom yang perlu diisi.
Ketika mengisinya, Anda akan mendapatkan bantuan mengenai apa yang seharusnya ada di kolom tersebut. Hanya dengan mengklik kolom kosong, Anda akan menemukan petunjuk mengenai kejadian di kolom tersebut, misalnya senjata apa yang digunakan atau apa yang dilakukan oleh pelakunya. Namun, perlu diingat bahwa semua itu dilakukan dengan batasan waktu. Ketika Anda mulai merangkai komik tersebut, Anda akan diberikan waktu beberapa menit yang dapat ditemukan di pojok atas layar.

Setelah semua terangkum dengan baik, bukan berarti pembunuhnya begitu saja menyerah. Ia masih akan melawan dengan beragam argumen lain yang mudah tidak masuk akal. Anda akan menemukan minigame baru, misalnya menekan tombol klik mouse dengan irama, seperti pada game rythm. Setelah itu, barulah Anda akan melemparkan bukti terkuat yang tidak dapat dilawan lagi dan pembunuhnya tertangkap!











