10 Logika Paling Aneh di Game RPG!

Reading time:
April 25, 2016
feat-image

Apakah sebuah game harus logis untuk bisa dinikmati? Jika dibandingkan apa yang mungkin atau tidak mungkin dicapai di dunia nyata, maka ketidaklogisan video game justru jadi sesuatu yang kita sambut dengan baik. Kemampuan untuk terbang, kekuatan untuk membunuh para dewa, serangan yang tak lagi memerhatikan hukum fisika, hingga cerita soal megalomaniac yang berusaha punya status yang sama dengan Tuhan jadi “makanan” yang justru memperkaya sensasi fantasi yang ada. Video game memang tak harus sesuai dengan apa yang bisa atau tidak bisa kita lakukan di kehidupan kita sehari-hari, namun tetap saja, agak sulit untuk terkadang tidak membandingkan keduanya. Ada beberapa mekanisme yang bahkan menjadi sebuah “standar” yang selalu kita temukan di genre tertentu. Salah satunya? Tentu saja, RPG.

Role Playing Game adalah genre yang berusaha menangkap identitas dalam sebuah permainan peran yang solid. Genre RPG ini sendiri terbagi ke dalam dua kelompok besar yang biasanya menawarkan cita rasa yang berbeda – RPG Barat dan RPG Jepang. RPG Jepang diidentikkan dengan kisah cerita yang biasanya lebih linear dan sistem pertarungan yang cukup tertutup, sementara RPG Barat menawarkan kebebasan untuk menentukan karakter namun sering tak didukung jalinan cerita yang solid. Anda yang sering memainkan game-game RPG, terutama yang berasal dari Jepang, sudah pasti akan berhadapan dengan banyak logika absurd yang mengitari genre yang satu ini. Sesuatu yang terlalu sering Anda temui hingga Anda bahkan tak lagi melihatnya sebagai sesuatu yang aneh.

Lantas, dari semua logika aneh di game-game RPG selama ini, manakah yang menurut kami pantas menyandang status sebagai yang paling aneh? Berikut adalah list versi JagatPlay:

  1. Kiamat? Senang-Senang Dulu Dong!

golden saucer

Berapa sering Anda bertemu dengan skenario sebuah game RPG, Barat ataupun Jepang, yang berakhir dengan usaha untuk melenyapkan dan semua eksistensinya di dalamnya? Meteor yang tengah dalam posisi jatuh ke dunia, menara yang terlihat jahat muncul di tengah lautan luas, hingga daratan yang tiba-tiba terangkat ke angkasa. Banyak game RPG yang memosisikan Anda sebagai pahlawan yang harus menghentikan akhir dunia seperti ini. Namun jarang sekali Anda akan menemukan batas waktu yang mendesak. Dunia mau kiamat? Ini justru dilihat sebagai usaha untuk mulai mengejar dan menyelesaikan side-side quest lainnya yang mungkin butuh puluhan jam tersendiri untuk diselesaikan. Saatnya menundukkan monster paling kuat, mencari equipment legendaris, atau mungkin menghabiskan waktu untuk memancing varian ikan super langka untuk achievement tertentu. Kiamat bukan akhir segalanya di game RPG. Ia adalah indikator untuk mulai terlibat dalam aksi bersenang-senang yang lain.

  1. Makin Sekarat, Makin Hebat

limit break

Hampir semua karakter game RPG, setidaknya untuk RPG Jepang di masa lalu, tampaknya punya kecenderungan untuk tampil sebagai karakter masokis. Diperkuat dengan senjata dan rangkaian skill yang bisa membasmi musuh manapun secara instan, banyak dari mereka yang menolak untuk tampil habis-habisan sejak awal pertarungan. Sebagai gantinya? Mereka lebih memilih untuk dipukul dan disiksa terlebih dahulu, kalau bisa sampai sekarat, baru menggunakan seluruh variasi serangan andalan yang mereka bisa mereka eksekusi. Semakin dekat dengan kematian, semakin kuat pula karakter Anda. Mereka seperti menikmati setiap pukulan yang dilemparkan musuh kepada mereka dan melihatnya sebagai cambuk untuk berjuang lebih baik. Jika harus diaplikasikan ke dunia nyata? Bayangkan sebuah kasus dimana Anda harus lompat dari lantai dua sekolah dan mengalami patah kaki dan tangan, baru otak Anda bisa berjalan dengan baik ketika berhadapan dengan soal ujian tersulit sekalipun. Worth it? Anda yang memutuskan.

  1. Kantong Ajaib

item list

Jika ada satu hal yang bisa Anda pelajari dari seorang karakter RPG adalah bagaimana efisiensinya mereka mengatur inventory mereka tanpa ekstra usaha sama sekali. Mereka tak perlu membawa tas besar, keledai, atau bahkan truk untuk membawa semua item dan equipment yang ada. Bayangkan saja, mereka bisa membawa 99 buah Potion yang notabene berbentuk sebuah botol gelas kecil, 20 buah pedang, 40 buah biji bulu binatang, 30 tulang naga, hingga 99 buah botol Ether untuk memulihkan kemampuan magic mereka. Bayangkan kerepotan seperti apa yang harus Anda tempuh jika berusaha membawa barang-barang yang sama di dunia nyata. Membawa dua buah gelas minuman di rumah saja sudah cukup sulit, apalagi membawa 99 buah gelas sekaligus sembari dikejar monster raksasa yang berusaha memangsa Anda. Bayangkan kerepotan yang sama juga untuk mengelompokkan setiap dari mereka ke dalam kategori yang sama untuk mempermudah penggunaan di masa depan.

  1. Oi, Mukulnya Gantian!

lost odyssey

Jika Anda termasuk penggemar JRPG di masa lalu dan sesi gaming Anda sering ditonton anggota keluarga Anda, baik orang tua ataupun kakak / adik, maka ini komentar yang sudah pasti tak asing lagi di telinga Anda. Sebuah game turn-based RPG sebenarnya punya konsep yang seru ketika diaplikasi dalam bentuk video game, namun hampir tak punya celah untuk rasionalisasi ketika membandingkannya dengana apa yang terjadi di dunia nyata. Mengapa? Karena genre game RPG ini meminta Anda untuk menyerang secara bergantian! Bayangkan sebuah skenario perkelahian di sekolah atau di jalan yang tak sengaja Anda temui dan berakhir dengan sistem pukul-pukulan yang bergantian. Dilarang membalas ketika dipukul dan hanya boleh memukul ketika memang sudah tiba gilirannya. Kami yakin Anda akan tertawa terbahak-bahak karenanya.

Pages: 1 2 3
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…

PlayStation

May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…
May 12, 2021 - 0

Ratchet & Clank – Rift Apart: “Emas” Playstation 5 Selanjutnya!

Usia yang masih “muda” bukan berarti menjadi alasan untuk tidak…
May 10, 2021 - 0

Review Resident Evil Village: Aksi Minim Ngeri!

Sebuah siklus? Sebuah strategi yang nyatanya berhasil? Atau memang rutinitas…
May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…