Review DOOM: \m/ !

Reading time:
May 26, 2016
DOOM Part 1 jagatplay (1)

Keraguan, ini adalah pikiran yang sempat terlintas di otak kami setelah Bethesda akhirnya mengumumkan kelahiran kembali seri Doom dengan screenshot dan trailer demo gameplay yang ada. Walaupun Bethesda terhitung berhasil melakukan keajaiban dengan Wolfenstein lewat “The New Order” dan “The Old Blood” yang di mata kami berakhir jadi kejutan yang fenomenal, DOOM terlihat begitu generic. Apakah sebuah game yang berusaha menawarkan sensasi gameplay klasik seperti game FPS masa lalu masih punya ruang untuk berhasil di tengah gempuran game-game action yang kini mulai berjuang melebur banyak elemen gameplay untuk sensasi yang lebih kompleks? Kekhawatiran itu juga semakin menguat setelah impresi masa beta yang berfokus di sisi multiplayer ternyata berakhir tak menyakinkan. Namun keraguan tersebut berubah ketika DOOM akhirnya dirilis ke pasaran.

Anda yang sempat membaca preview kami sebelumnya tampaknya sudah punya sedikit gambaran soal apa yang ditawarkan oleh DOOM. Berbeda dengan keraguan kami di awal bahwa ia akan mampu menawarkan sesuatu yang baru dan berbeda, DOOM ternyata berhasil tampil super menarik lewat eksekusi mode single player-nya yang pantas untuk diacungi jempol. Bethesda dan Id Software seolah berhasil menciptakan sebuah produk yang tak hanya menarik untuk gamer yang sudah sempat mencicipi sebuah seri DOOM sebelumnya tetapi juga gamer “muda” yang baru hendak mengenal franchise yang punya sejarah cukup panjang ini. Sementara dari sisi visual, untuk versi konsol yang kami cicipi di Playstation 4, ia cukup memanjakan mata dengan framerate 60fps yang menurut kami, jadi salah satu keputusan terbaik yang diambil oleh Bethesda itu sendiri.

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh DOOM? Mengapa kami hanya menyertakan emoticon “\m/” untuk menjelaskan sensasi yang ia tawarkan? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda!

Plot

Anda terbangun dari sebuah peti mati yang berhasil diambil oleh UAC dari neraka.
Anda terbangun dari sebuah peti mati yang berhasil diambil oleh UAC dari neraka.

Jadi, apakah ini adalah sebuah seri reboot atau sekuel? Untuk sementara ini, sulit untuk diputuskan. Karena walaupun hanya mengusung nama “DOOM” saja tanpa embel-embel angka di dalamnya, ada kesan bahwa dasar cerita yang dibangun juga mengakar pada sosok karakter utama  – Doom Guy yang sama dengan seri DOOM 1 & 2. Anda mendapatkan referensi cerita yang muncul dari seri-seri lawas tersebut, reaksi para Iblis yang sudah takut padanya sejak awal permainan, dan juga timeline cerita yang jika diperhatikan seksama memang sesuai dengan apa yang terjadi di dua seri pertama tersebut. Berita baiknya? Anda tetap bisa menikmatinya sebagai sebuah seri terpisah dan Bethesda sendiri menyebutnya lebih ke sebuah seri reboot.

Tak ada waktu untuk pemanasan, aksi pertama ketika Anda terbangun adalah mematahkan kepala iblis. Sebuah aksi yang sepertinya sudah jadi reflek.
Tak ada waktu untuk pemanasan, aksi pertama ketika Anda terbangun adalah mematahkan kepala iblis. Sebuah aksi yang sepertinya sudah jadi reflek.
Berusaha menyelamatkan markas UAC di Mars yang kini dipenuhi oleh para iblis, Anda pun bersiap untuk beraksi.
Berusaha menyelamatkan markas UAC di Mars yang kini dipenuhi oleh para iblis, Anda pun bersiap untuk beraksi.

DOOM tetap menawarkan kombinasi plot antara setting futuristik dan kekuatan supranatural.  Untuk mencari sumber daya yang lebih baik, UAC (Union Aerospace Corporation) membangun sebuah markas di Mars. Solusi yang mereka temukan? Sumber yang tak pernah Anda prediksi sebelumnya, sebuah energi bernama “Argent” yang mereka panen langsung dari neraka. Namun ternyata, teknologi tak akan bisa memenuhi godaan para iblis yang ceritanya sudah menyebar dari masa lampau. Mereka yang terpengaruh pun mulai tak lagi sekedar “tertarik” untuk menambang lebih banyak energi Argent, tetapi juga meneliti para iblis yang tinggal di neraka dan berhadapan dengan mereka. Hingga mereka menemukan satu peti makam yang dikurung dengan begitu banyak runes di atasnya.

Fasilitas yang seharusnya digunakan untuk memanen energi neraka untuk sumber daya ini ternyata punya rahasia gelap di dalamnya.
Fasilitas yang seharusnya digunakan untuk memanen energi neraka untuk sumber daya ini ternyata punya rahasia gelap di dalamnya.
Apa yang sebenarnya terjadi? Mampukah si Doom Guy mengatasi ancaman yang satu ini?
Apa yang sebenarnya terjadi? Mampukah si Doom Guy mengatasi ancaman yang satu ini?

Maka mau tidak mau, pertambangan energi Argent ini juga berakhir jadi sebuah portal yang tak hanya memungkinkan  manusia masuk ke neraka, tetapi juga beragam iblis dari neraka untuk masuk ke dunia. Di tengah kehancuran UAC yang penuh darah dan kematian, karakter utama yang kita gunakan – Doom Guy – yang selama ini tertidur di dalam peti yang berhasil diangkat dari neraka tersebut tiba-tiba bangun. Bersenjatakan sebuah pakaian khusus bernama  Praetor Suit, Doom Guy pun kembali beraksi. Ia berusaha membuktikan kembali apa yang membuat para iblis dari Neraka begitu takut padanya di masa lalu, sekaligus menyelamatkan UAC dari malapetaka yang lebih besar lagi.

Lantas, apa yang sebenarnya terjadi dengan UAC? Siapa pula yang bertanggung jawab hingga para iblis ini berhasil melompati dimensi dan menyerang Mars? Tantangan seperti apa yang harus dihadapi oleh Doom Guy kita? Jawaban dari semua pertanyaan ini bisa Anda dapatkan dengan memainkan DOOM ini.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…
January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…

PlayStation

May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…
April 29, 2021 - 0

Review RETURNAL: Surga Seru di Neraka Peluru!

Apa yang langsung muncul di benak Anda begitu kita berbicara…
April 23, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Toylogic & Square Enix (NieR Replicant ver.1.22474487139…)!

Tidak perlu menyelam terlalu jauh. Melihat nama “ver.1.22474487139…” yang didorong…
April 23, 2021 - 0

Preview RETURNAL: Brutal, Gila, Menyenangkan!

Ada yang istimewa memang saat kita membicarakan hubungan antara Sony…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…