Review Uncharted 4 – A Thief’s End: Penutup yang Manis!

Reading time:
May 19, 2016

Presentasi Mengagumkan!

Uncharted 4: A Thief's End adalah salah satu game dengan visual terciamik yang pernah kami cicipi.
Uncharted 4: A Thief’s End adalah salah satu game dengan visual terciamik yang pernah kami cicipi.

Sebelum kita berangkat lebih jauh membahas sisi gameplay dan cerita yang selama ini jadi kekuatan Naughty Dog, rasanya hampir mustahil untuk tak membicarakan sisi kualitas visualnya yang luar biasa untuk sebuah game konsol. Naughty Dog sebenanrya sudah memberikan sedikit “preview” soal visual ini sejak pengenalan pertamanya via trailer teaser dan screenshot, namun bukan sesuatu yang  mengherankan jika banyak yang skeptis bahwa hasil akhirnya akan berbeda. Lagipula tren seperti ini sering terjadi dengan developer lain, dimana game rilis final ternyata tak terlihat serupa dengan apa yang diperkenalkan di trailer. Namun begitu Anda menjajalnya pertama kali? Semua keraguan tersebut akan hilang. Uncharted 4: A Thief’s End adalah satu game dengan visual terbaik yang pernah dirilis di pasaran, tak hanya di konsol tetapi juga lintas platform.

Ia hadir dengan tekstur kulit dan pakaian yang terlihat realistis.
Ia hadir dengan tekstur kulit dan pakaian yang terlihat realistis.
Berguling di lumpur? Baju juga akan kotor karenanya dengan sisa noda yang menempel.
Berguling di lumpur? Baju juga akan kotor karenanya dengan sisa noda yang menempel.

Sebaik apa? Anda bisa melihat sendiri dari serangkaian screenshot yang sempat kami sematkan di artikel preview kemarin atau artikel review saat ini. Kualitas tekstur yang ditawarkan, seperti kulit wajah misalnya, membuat detail karakter terlihat begitu memesona. Hal yang sama juga terjadi di semua elemen visual yang ada, termasuk pakaian yang memang terlihat seperti kain hingga sekedar rambut. Ragam efek visual  yang muncul karena interaksi dengan lingkungan seperti baju yang bisa kotor karena lumpur yang menempel hingga sekedar rambut yang basah juga membuatnya terlihat mengagumkan. Namun detail visual seperti ini bukanlah satu-satunya hal yang membuat presentasi game Naughty Dog fantastis.

Seperti menyaksikan sebuah film layar lebar, karakter-karakter ini terasa begitu hidup. Mereka penuh emosi dengan dialog dan interaksi yang fantastis.
Seperti menyaksikan sebuah film layar lebar, karakter-karakter ini terasa begitu hidup. Mereka penuh emosi dengan dialog dan interaksi yang fantastis.
Anda seolah bisa
Anda seolah bisa “menangkap” keraguan Elena di scene ini.

Seperti yang mereka terapkan di The Last of Us, proses pengembangan Uncharted 4 juga diracik seperti halnya sebuah film lewat proses motion capture keseluruhan tubuh. Para pengisi suara harus memerankan adegan yang ada secara fisik, dan kemudian didigitalisasi ke dalam karakter game yang ada. Maka efeknya? Kemampuan bercerita yang lebih kuat. Paduan visual dan voice acting yang begitu hidup akan membuat Anda merasa seperti menikmati sebuah film layar lebar yang terasa begitu emosional dan hidup di saat yang sama. Anda bisa merasakan kesedihan dan kekecewaan Elena, rasa cemas Drake, ketakutan Sam, atau bahkan amarah Nadine di saat yang sama. Pengambilan kamera sinematik dan kualitas tata cahaya yang luar biasa membuat game ini mudah membuat Anda jatuh hati.

Kerennya lagi? Naughty Dog juga sepertinya memikirkan hampir semua kemungkinan yang bisa terjadi untuk memastikan cerita berjalan begitu mulus terlepas dari aktivitas apapun yang dilakukan gamer. Salah satu contohnya? Ketika Anda berada di Madagascar.

Tata cahaya yang menakjubkan!
Tata cahaya yang menakjubkan!
Salah satu efek hujan badai paling realistis yang pernah kami temui.
Salah satu efek hujan badai paling realistis yang pernah kami temui.

Ini mungkin salah satu contoh terkuat mengapa Naughty Dog pantas mendapatkan acungan jempol. Selama perjalanan Anda menggunakan mobil jeep tersebut, Sam akan terus berbicara dan bertukar cerita dengan Sully soal banyak hal. Namun di sisi lain, chapter ini juga menawarkan banyak reruntuhan yang memberikan kebebasan bagi Anda (Nathan Drake) untuk memberhentikan mobil, keluar, bersenang-senang, dan melanjutkan kembali perjalanan sebebas yang Anda inginkan.  Lantas, bagaimana jika Anda melakukannya di tengah cerita Sam, misalnya? Alih-alih langsung melewatkannya begitu saja, Naughty Dog menangani potensi ini dengan cara yang lebih elegan. Begitu Anda keluar, Sam akan langsung menghentikan ceritanya dan ikut aksi apapun yang tengah Anda lakukan. Dan jika Anda sudah berada di dalam mobil, ia akan menyelutuk, “Oh ya, sampai dimana cerita gua tadi?” dan kemudian melanjutkan cerita. Sebuah penanganan yang menurut kami, pantas untuk mendapatkan acungan jempol tersendiri.

Ia juga menangani beberapa hal kecil seperti percakapan dengan baik, misalnya.
Ia juga menangani beberapa hal kecil seperti percakapan dengan baik, misalnya.
Presentasi Uncharted 4: A Thief's End ada di level tersendiri.
Presentasi Uncharted 4: A Thief’s End ada di level tersendiri.

Uncharted 4: A Thief’s End adalah sebuah pencapaian tersendiri dari sisi estetika, sebuah fakta yang tak akan bisa diganggu gugat. Ia hadir dengan detail visual memesona, desain lingkungan yang menakjubkan, presentasi emosi yang terasa begitu hidup, percakapan yang alami, yang kesemuanya membungkus elemen gameplay dan ceritanya dengan begitu baik. Ia memukau hampir di semua lini yang ada.

Lebih Terbuka

Sensasi gameplaynya sendiri cukup familiar jika Anda sempat mencicipi tiga seri sebelumnya. Namun kini, dengan ekstra inovasi.
Sensasi gameplaynya sendiri cukup familiar jika Anda sempat mencicipi tiga seri sebelumnya. Namun kini, dengan ekstra inovasi.

Lantas, bagaimana dari sisi gameplay-nya sendiri? Jika harus dibandingkan dengan tiga seri terakhir Uncharted, seri keempat ini memang tidak menawarkan sesuatu yang revolusioner yang membuatnya terasa seperti sebuah game action yang baru. Ia tetaplah sebuah game action dengan pendekatan khas Uncharted yang selama ini kita kenal. Ia tetap diperkuat dengan tiga buah elemen gameplay utama: action, platforming, dan tentu saja, puzzle. Apakah ini berarti Naughty Dog tak menawarkan inovasi apapun di dalamnya? Tentu saja tidak. Uncharted 4 berhasil meramu formula yang terasa familiar ini dan menambahkan beberapa elemen gameplay baru yang berhasil menghasilkan pendekatan yang cukup berbeda.

Salah satu yang cukup signifikan adalah desain dunia yang kini jauh lebih luas dan terbuka.
Salah satu yang cukup signifikan adalah desain dunia yang kini jauh lebih luas dan terbuka.
Salah satu chapter bahkan memungkinkan Anda untuk menjelajahi gugusan pulau kecil dengan bebas.
Salah satu chapter bahkan memungkinkan Anda untuk menjelajahi gugusan pulau kecil dengan bebas.
Sementara salah satu sesi mengendarai mobil juga menyuntikkan sedikit elemen puzzle di dalamnya.
Sementara salah satu sesi mengendarai mobil juga menyuntikkan sedikit elemen puzzle di dalamnya.

Salah satu yang paling kentara? Adalah usaha untuk membuatnya tak terasa begitu linear dibandingkan seri-seri sebelumnya. Beberapa bagian cerita di dalam game ini hadir dengan sebuah dunia luas yang menunggu untuk Anda jelajahi, bahkan terkadang dengan ekstra kendaraan seperti mobil dan kapal yang mudah dikendalikan. Kerennya lagi, kehadiran kendaraan ini juga bukan sekedar untuk mobilitas saja, tetapi juga terintegrasi dengan gameplay. Ketika Anda mengendalikan mobil di Madagascar misalnya, ada beberapa titik dimana Anda harus mengaitkan derek untuk bisa mencapai daerah yang lebih tinggi. Namun sensasi terbuka tersebut tak hanya terjadi ketika Anda melakukan eksplorasi seperti ini saja. Ia juga mengintegrasikan sensasi sama ketika Anda harus bertarung dengan pasukan musuh yang ada.

Keterbukaan ini juga diterapkan di sisi gameplay biasa. Tak lagi harus mengangkat senjata, opsi untuk bermain stealth yang lebih aman kini difasilitasi dengan lebih optimal.
Keterbukaan ini juga diterapkan di sisi gameplay biasa. Tak lagi harus mengangkat senjata, opsi untuk bermain stealth yang lebih aman kini difasilitasi dengan lebih optimal.
Semak-semak tinggi ini akan jadi sahabat Anda yang senang bermain secara stealth.
Semak-semak tinggi ini akan jadi sahabat Anda yang senang bermain secara stealth.

Beberapa pertempuran memang masih berjalan linear dan meninggalkan kesan seperti halnya seri Uncharted yang lama. Namun di beberapa titik cerita, Anda akan berhadapan dengan sebuah area luas yang dijaga beberapa pasukan yang membuka kesempatan bagi Anda untuk “membersihkan” mereka dengan cara apapun yang Anda inginkan. Anda ingin membunuh mereka membabi buta? Silakan. Tetapi tentu saja dengan resiko tersendiri. AI musuh di Uncharted 4 juga salah satu yang pantas kami acungi jempol karena sifat mereka yang begitu dinamis untuk beradaptasi dengan aksi Anda. Jika Anda terlalu berfokus untuk menghabisi satu musuh yang terus bersembunyi di depan, maka tinggal tunggu waktu hingga Anda ditembaki dari belakang oleh musuh yang bahkan Anda tak sadar dari mana datangnya. Opsi lain? Tentu saja stealth yang kini difasilitasi dengan lebih maksimal. Anda kini bisa bersembunyi di semak-semak untuk menghindari pandangan musuh yang kini punya indikator seperti halnya Metal Gear, lari ketika ketahuan dan kembali masuk ke mode stealth, serta membersihkan area dengan cara yang lebih minim resiko. Ada kebebasan seperti ini di Uncharted 4.

Grappling hook!
Grappling hook!
Tak sekedar eksplorasi, Anda juga bisa menggunakannya untuk ekstra keuntungan selama pertempuran.
Tak sekedar eksplorasi, Anda juga bisa menggunakannya untuk ekstra keuntungan selama pertempuran.

Salah satu pendekatan lain yang berbeda adalah sistem platforming yang kini juga menawarkan satu ekstra perlengkapan baru – grappling hook. Dengan tali yang bisa dilempar Nathan Drake tanpa kesulitan ini, Anda bisa mencapai banyak tempat yang lebih jauh dengan ekstra momentum atau sekedar mencapai tempat yang lebih tinggi dengan memanjatnya. Percaya atau tidak, ia juga menambahkan strategi baru ketika bertempur. Anda bisa menggunakan tali untuk ekstra mobilitas ketika bertempur karena Anda tentu bisa bergerak lebih cepat untuk menyergap musuh dari atas atau sekedar lari dari pertempuran yang berjalan panas. Namun sayangnya, Anda tak bisa menggunakannya sebebas yang Anda inginkan. Seperti game platformer pada umumnya, hanya area tertentu saja yang bisa digunakan sebagai akses untuk grappling hook ini, baik ketika eksplorasi maupun ketika bertarung. Maka seperti seri Uncharted sebelumnya, Anda tak hanya akan disibukkan dengan sekedar bertahan hidup melewati rentetan peluru musuh, tetapi juga usaha untuk memanjat tebing, gedung tinggi, dan reruntuhan kuno.

Apalah arti sebuah seri Uncharted tanpa sesi puzzle.
Apalah arti sebuah seri Uncharted tanpa sesi puzzle.
Journal Drake tetap bisa diandalkan untuk ekstra clue memecahkan setiap dari mereka.
Journal Drake tetap bisa diandalkan untuk ekstra clue memecahkan setiap dari mereka.

Sisanya adalah tetap hadirnya elemen yang membuat seri Uncharted berbeda dengan game-game action kebanyakan, puzzle. Dengan masih mengandalkan journal tulisan Drake sebagai clue, Anda akan didorong untuk memutar otak dan menyelesaikan ragam masalah yang tak sulit untuk ditangani dengan sedikit logika ini. Mencocokkan gambar, mencari hubungan, memutar simbol, ia akan menghadirkan tantangan yang tak akan sampai membuat Anda frustrasi. Bagaimana jika otak Anda menolak untuk bekerjasama dan progress permainan Anda terhenti? Seiring dengan waktu Anda “terjebak”, clue yang diberikan oleh teman AI Anda akan semakin jelas dan akhirnya, berujung pada kunci jawaban yang eksplisit. Anda tak akan sampai harus menyerah untuk urusan ini saja.

Kombinasi antara ketiga elemen gameplay: puzzle, platforming, dan action dengan ekstra inovasi membuat Uncharted 4 tetap rasa familiar tetapi juga segar di saat yang sama.
Kombinasi antara ketiga elemen gameplay: puzzle, platforming, dan action dengan ekstra inovasi membuat Uncharted 4 tetap rasa familiar tetapi juga segar di saat yang sama.

Uncharted 4: A Thief’s End mungkin menawarkan sensasi game action yang lebih lugas dan tanpa embel-embel elemen RPG yang saat ini sepertinya sudah jadi norma standar untuk genre yang satu ini. Progress karakter justru muncul dari sisi cerita dan bukan gameplay. Anda mungkin merasa bahwa pendekatan seperti ini terasa kuno dan tak lagi relevan dengan cara kerja industri game saat ini, namun tidak di Uncharted 4. Porsi aksi, eksplorasi via platforming, dan puzzle yang cukup berimbang, apalagi dengan cerita dan interaksi karakter yang memenuhi di setiap jedanya membuat pengalaman yang ia tawarkan tak berakhir monoton ataupun repetitif. Anda akan menikmati setiap detiknya. Walaupun harus diakui, di beberapa chapter, kami merasa ada sesi yang terlalu panjang dan dibuat-buat. Satu-satunya kelemahan yang kami temukan di game yang satu ini.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

PC Games

June 17, 2021 - 0

JagatPlay: Interview dengan Tom Hegarty & John Ribbins (OlliOlli World)!

Tidak semua gamer mungkin pernah mendengar game yang satu ini,…
June 17, 2021 - 0

Menjajal OlliOlli World: Game Skateboard Imut nan Ekstrim!

Berapa banyak dari Anda yang seringkali melewatkan judul game-game “kecil”…
May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…
May 19, 2021 - 0

Review Rising Hell: Melompat Lebih Tinggi!

Kualitas game indie yang semakin solid, tidak ada lagi kalimat…

PlayStation

June 16, 2021 - 0

Review Final Fantasy VII Remake INTERGRADE (+ INTERMISSION): Selangkah Lebih Sempurna!

Mencapai sebuah keberhasilan untuk konsep yang di atas kertas nyaris…
June 11, 2021 - 0

Review Ninja Gaiden – Master Collection: Bak Tebasan Pedang Tua!

Apa nama franchise yang menurut Anda melekat pada nama Koei…
June 8, 2021 - 0

Review Ratchet & Clank – Rift Apart: Masuk Dimensi Baru!

Menyebut Insomniac Games sebagai salah satu developer first party tersibuk…
June 8, 2021 - 0

Preview Guilty Gear Strive: LET’S ROCK!

Nama besar Arc System Works sebagai salah satu developer game…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…