Review Uncharted 4 – A Thief’s End: Penutup yang Manis!

Reading time:
May 19, 2016

Multiplayer: Fun Tapi Tak Esensial!

Untuk Anda yang ingin menikmati lebih banyak porsi Uncharted 4, apalagi jika Anda sudah berhasil menyelesaikan mode ceritanya di tingkat kesulitan tertinggi, punya mode multiplayer untuk diselami. Tak seperti mode single player yang berjalan di 30fps, Naughty Dog memastikan mode multiplayer ini bisa berjalan di 60fps yang tentu saja membuat pengalaman bermain kompetitif yang jauh lebih nyaman. Pandangan kami soal mode ini? Ia memang fun dan cukup menangkap esensi apa yang Anda sukai dari Uncharted 4. Tapi esensial? Tidak. Uncharted 4: A Thief’s End tetaplah sebuah game yang lebih menitikberatkkan pada mode single player dengan jalinan cerita yang ada.

Anda yang sudah sempat membaca impresi beta kami di masa lalu akan menemukan informasi yang tak banyak berbeda di review mode multiplayer ini, karena memang basis mekanisme yang sama. Dibagi ke dalam beberapa mode klasik kompetitif yang ada termasuk Team Deathmatch, dua buah tim akan saling bertempur satu sama lain untuk sebuah objektif yang sederhana.

Mode multiplayer Uncharted 4 menawarkan ekstra kesenangan, namun tak esensial.
Mode multiplayer Uncharted 4 menawarkan ekstra kesenangan, namun tak esensial.
Anda bisa mengatur Loadout untuk membawa beragam senjata, equipment, sidekicks, perk, dan tentu saja - Mystical yang semuanya bisa diakses dengan mata uang yang Anda dapatkan selama permainan.
Anda bisa mengatur Loadout untuk membawa beragam senjata, equipment, sidekicks, perk, dan tentu saja – Mystical yang semuanya bisa diakses dengan mata uang yang Anda dapatkan selama permainan.

Anda akan diberi kesempatan untuk memodifikasi Loadout yang ada. Di sistem ini, Anda bisa memilih untuk menggunakan varian item dan equipment untuk satu senjata utama (Rifle / SMG), satu senjata kedua (handgun), equipment tambahan (seperti Mines / Grenade / Medkit) berbasis jumlah LP yang terbatas. Setiap equipment atau senjata yang Anda gunakan akan memotong jumlah LP dalam porsi tertentu. Jika masih tersisa, Anda bisa menyematkan lebih banyak hal, dari AI pendukung, Mystical yang bisa memberikan kekuatan supranatural pada karakter yang ada, hingga beragam perk yang bisa memberikan buff tertentu. Sisanya? Anda tinggal bersenang-senang.

Selama permainan, setiap aksi Anda akan berkontribusi untuk menambah sejumlah mata uang in-game yang bisa Anda gunakan untuk beragam aksi. Uang ini bisa digunakan untuk memperkuat equipment yang Anda bawa ke dalam pertempuran, “membeli” sebuah senjata berat yang lebih mematikan, atau memanggil Sidekicks – karakter berbasis AI yang punya peran dan tugasnya masing-masing bergantung pada loadout seperti apa yang Anda bawa. Sisanya? Mengumpulkan mata uang lain bernama Relic lewat kemenangan atau objektif tambahan untuk membeli beragam item kosmetik, dari karakter, model pakaian, model senjata, hingga beragam taunt kocak yang bisa Anda gunakan di dalam pertempuran.

Kemenangan dan objektif lain akan menghasilkan mata uang lain bernama Relics yang bisa digunakan untuk membeli ragam item kosmetik / karakter berbasis RNG.
Kemenangan dan objektif lain akan menghasilkan mata uang lain bernama Relics yang bisa digunakan untuk membeli ragam item kosmetik / karakter berbasis RNG.
Pertempuran yang berjalan cepat membuatnya bisa dinikmati tanpa butuh banyak strategi.
Pertempuran yang berjalan cepat membuatnya bisa dinikmati tanpa butuh banyak strategi.

Apakah fun? Iya, walaupun kami harus mengakui bahwa mode multiplayer terfavorit kami dari Naughty Dog masih mengakar di The Last of Us yang mampu memproyeksikan sensasi survival horror-nya dengan begitu sempurna di sana. Mode multiplayer Uncharted 4 adalah sesuatu yang lebih lugas, dimana segala sesuatnya bergerak cepat dan berujung pada usaha Anda untuk membunuh musuh yang Anda temui secepat mungkin tanpa ada banyak strategi berjalan di dalamnya. Ia memang mengintegrasikan elemen seperti grappling hook di dalamnya, namun ia berkontribusi tak lebih di mobilitas area yang kini memang punya elemen vertiakl di dalamnya. Mode ini memang fun, tetapi esensial? Tidak.

Begitu Personal

A Thief's End, sebuah sub-judul yang sudah jelas mengindikasikan akhir dari Nathan Drake itu sendiri.
A Thief’s End, sebuah sub-judul yang sudah jelas mengindikasikan akhir dari Nathan Drake itu sendiri.

Sebagai gamer yang mengikuti sepak terjang Uncharted sejak seri pertama, Nathan Drake adalah bagian yang tak terpisahkan dari industri game. Ia sudah tumbuh dari sekedar sebuah karakter protagonis untuk sebuah game action belaka menjadi ikon untuk tak hanya Sony dan produk Playstation mereka, tetapi juga industri game itu sendiri. Seorang penjelajah yang mengisi kekosongan genre dan tema yang dulu hanya ditawarkan oleh Tomb Raider, kemudian meramunya menjadi sesuatu yang berbeda. Kerennya lagi? Setiap seri yang dilemparkan oleh Naughty Dog tak pernah sekedar soal Nathan Drake dan petualangan barunya dengan ekstra kota tersembunyi yang terdengar klise. Setiap seri berubah menjadi bukti dari pertumbuhan dua hal: Naughty Dog sebagai developer dan Nathan Drake sebagai karakter. Dan kini di seri keempatnya, semuanya harus berakhir.

Maka nama “Thief’s End” itu mengundang banyak tanda tanya karena Naughty Dog terus menegaskan bahwa seri keempat ini memang akan menjadi akhir dari segalanya, akhir dari Nathan Drake dan Uncharted yang selama ini kita kenal. Ada ketakutan bahwa Naughty Dog tak akan mampu mengakhiri perjalanan ini dengan pantas dan seharusnya, sesuatu yang tampaknya tumbuh jadi hak untuk sosok Nathan Drake itu sendiri. Namun untungnya, keraguan itu tinggal keraguan belaka. Karena tak hanya sekedar visual, gameplay, dan ragam inovasi yang berusaha mereka suntikkan di sana, ia juga hadir dengan fokus cerita yang mengagumkan. Sebuah jalinan cerita yang membuat seri ini berakhir jadi seri yang terasa paling personal dan emosional bagi kami sendiri. Dan kami tak bisa lagi meminta lebih.

Jalinan kisah yang dibangun terasa emosional dan personal di saat yang sama.
Jalinan kisah yang dibangun terasa emosional dan personal di saat yang sama.
Kami tak bisa meminta lebih untuk sebuah akhir dari salah satu karakter ikonik industri game ini.
Kami tak bisa meminta lebih untuk sebuah akhir dari salah satu karakter ikonik industri game ini.

Kesempatan untuk mengeksplorasi masa lalu Drake dan memahami latar belakang dari nama “Drake” yang selama ini ia sandang, merasakan sendiri keseriusannya untuk tak lagi terlibat dalam beragam aksi “gila” masa lalunya untuk sebuah hidup yang lebih stabil dengan wanita yang ia cintai, hingga pemahaman mengapa ia begitu merindukan dan berusaha melindungi sosok kakak laki-lakinya yang justru baru diperkenalkan di seri yang satu ini. Yang terbaik? Naughty Dog berhasil membuat akhir kisah sang pencuri ini menjadi sesuatu yang memuaskan. Bahwa tak ada lagi konklusi yang lebih baik untuk sosok Nathan Drake setidaknya dari perspektif kami. Anda bisa merasakan semua emosi di sini, dari ketegangan, keraguan, amarah, kebahagiaan, hingga pengkhianatan. Ini adalah sebuah seri Uncharted yang lebih “dewasa” dan “realistis”.

Nadine Ross, karakter wanita favorit kami yang baru!
Nadine Ross, karakter wanita favorit kami yang baru!

Satu-satunya yang kami keluhkan dari sisi cerita mungkin hanyalah sosok antagonis utama, Rafe yang menurut kami tak cukup kuat untuk menarik perhatian di seri yang satu ini. Hal ini bertolak belakang dengan karakter baru lainnya – Nadine Ross yang super badass, sosok prajurit wanita yang bahkan tak bisa ditangani oleh Nathan dan Sam di saat yang sama karena kekuatan yang ia miliki. Seandainya saja mereka bisa menawarkan karakter yang lebih punya kedekatan emosional dengan Drake bersaudara sebagai musuh utama, ceritanya mungkin akan punya “ekstra tendangan” di sisi villain. Tetapi secara garis besar, Naughty Dog kembali memenuhi apa yang Anda harapkan.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

PC Games

May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…
May 19, 2021 - 0

Review Rising Hell: Melompat Lebih Tinggi!

Kualitas game indie yang semakin solid, tidak ada lagi kalimat…
May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…

PlayStation

June 11, 2021 - 0

Review Ninja Gaiden – Master Collection: Bak Tebasan Pedang Tua!

Apa nama franchise yang menurut Anda melekat pada nama Koei…
June 8, 2021 - 0

Review Ratchet & Clank – Rift Apart: Masuk Dimensi Baru!

Menyebut Insomniac Games sebagai salah satu developer first party tersibuk…
June 8, 2021 - 0

Preview Guilty Gear Strive: LET’S ROCK!

Nama besar Arc System Works sebagai salah satu developer game…
May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…