Detroit: Become Human Janjikan Visual Menawan

Author
David Novan
Reading time:
June 30, 2016

detroit become human8
Potensi visual yang bisa dikeluarkan oleh console selalu bergantung pada kemampuan developer gamenya. Contoh yang paling gamblang dari pernyataan tersebut telah terbukti dengan tingginya tingkat kualitas visual yang bisa didongkrak dari PS2 di masa akhir hidupnya. Kini pada PS4, potensi yang begitu luas kembali terbentang, dan inilah yang ingin digali lebih dalam oleh kreator Heavy Rain, Quantic Dream, dan diperlihatkan di hadapan gamer melalui game terbarunya nanti, Detroit: Become Human.

Melalui tampilan visual yang diperlihatkan Detroit: Become Human ketika E3 2016 lalu, terlihat jelas tingginya kualitas visual di sana. Ternyata, inilah yang menjadi ambisi dari boss Quantic Dream, David Cage. Melalui game terbarunya, ia ingin memperlihatkan bahwa fitur visual yang tinggi dapat mendorong PS4 untuk melalui batasan yang ada sekarang. Semua itu diharapkan Cage dapat tercapai dengan bantuan engine game barunya, yang diutamakan untuk menyempurnakan sisi sinematografi dari gamenya.

Quantic Dreams berambisi menjadikan Detroit sebagai game dengan kualitas visual yang memanjakan mata.
Quantic Dreams berambisi menjadikan Detroit sebagai game dengan kualitas visual yang memanjakan mata.

Beberapa fitur visual yang didorong oleh Quantic Dream melalui Detroit: Become Human diantaranya adalah shader kulit, rambut, dan mata. Tingginya proses shader yang terjadi di dalam game terlihat jelas dengan semakin realistisnya tampilan permainan. Semua teknis yang ada di baliknya tentu saja bukan untuk dimengerti semua orang, dan Cage sangat mengerti itu. Ia hanya berkata, selama gamer puas dengan tampilan visualnya, maka Quantic Dream telah berhasil mencapai tujuannya.

 

Source: GameSpot

Load Comments

JP on Facebook


PC Games

April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…
January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…

PlayStation

May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…
April 29, 2021 - 0

Review RETURNAL: Surga Seru di Neraka Peluru!

Apa yang langsung muncul di benak Anda begitu kita berbicara…
April 23, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Toylogic & Square Enix (NieR Replicant ver.1.22474487139…)!

Tidak perlu menyelam terlalu jauh. Melihat nama “ver.1.22474487139…” yang didorong…
April 23, 2021 - 0

Preview RETURNAL: Brutal, Gila, Menyenangkan!

Ada yang istimewa memang saat kita membicarakan hubungan antara Sony…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…