Bungie Sebabkan Kerugian Besar Untuk Sony Akibat Kegagalan Marathon
Efek kegagalan Marathon akhirnya terungkap berkat laporan finansial terbaru Sony, sebabkan kerugian besar yang membuat nilai Bungie anjlok drastis.
Game extraction shooter terbaru dari Bungie, Marathon, memang tidak bisa dipungkiri mengalami kegagalan yang cukup besar semenjak rilis hingga sekarang. Namun skala dan dampaknya selama ini hanya menjadi spekulasi belaka, setidaknya sampai Sony berikan laporan keuangan terbarunya yang akhirnya berikan gambaran jelas akan seberapa parah kerugian yang dihasilkannya.
Melalui laporan finansial terbaru Sony, muncul konfirmasi akan adanya impairment loss sebesar USD 765 juta atau sekitar Rp12 triliun yang berkaitan langsung dengan studio pengembang Destiny tersebut. Artinya, nilai Bungie yang ketika diakuisisi pada Juli 2022 sebesar USD 3.6 miliar telah merosot drastis di bawah batas yang bisa ditoleransi.

Yang paling mencolok, sekitar USD 565 juta dari total kerugian itu terjadi hanya dalam kuartal terakhir. Beberapa pihak menilai kondisi ini sangat berkaitan dengan performa Marathon, extraction shooter terbaru Bungie yang dirilis pada 5 Maret 2026 lalu. Game tersebut memang langsung menuai respons negatif sejak hari pertama peluncurannya.
Sebagian besar kritik mengarah pada gaya visual yang dianggap tidak bersahabat di mata, user interface yang sangat rumit, hingga pendekatan gameplay extraction shooter yang dinilai terlalu memaksakan inovasi di genre yang sebenarnya sudah cukup padat kompetitor.
Situasi semakin memburuk ketika melihat data pemain di Steam. Saat laporan finansial Sony dirilis, Marathon hanya mampu mempertahankan sekitar 6.000 pemain aktif dengan peak harian sekitar 15.000 pemain saja. Untuk ukuran game live service berskala besar yang menjadi harapan Sony, angka tersebut jelas jauh dari target.
Marathon bahkan disebut kalah bersaing dengan berbagai extraction shooter lain yang sudah lebih lama hadir di pasar. Kondisi ini membuat kekhawatiran terhadap masa depan Bungie semakin besar, terutama setelah Sony mulai mencatat penurunan nilai aset studio tersebut dalam laporan keuangannya.
Pada kesempatan yang sama, Sony juga mengungkap operating income mereka turun 24% secara tahunan dan berada di bawah ekspektasi analis. Meski PS5 hampir mencapai milestone 100 juta unit terjual, pertumbuhan penjualannya kini mulai melambat akibat kesulitan suplai komponen global yang masih berlangsung.
Kasus Bungie sendiri mulai dianggap sebagai salah satu contoh terbesar akan risiko akuisisi mahal di industri game modern. Jika proyek-proyek Bungie berikutnya gagal memperbaiki performa finansialnya, besar kemungkinan rencana melebur studio itu ke dalam PlayStation Studios secara menyeluruh akan semakin cepat terwujud.
Bagaimana menurut Anda mengenai kerugian besar yang ditimbulkan oleh Bungie terhadap Sony, akibat kegagalan Marathon itu?










