Review Trials of The Blood Dragon: Menguji Kesabaran dan Presisi!

Author
David Novan
Reading time:
June 24, 2016

Gameplay Sederhana

Permainan yang diperlihatkan pada Trials of The Blood Dragon sebenarnya sangat sederhana. Setiap stage akan menantang Anda untuk bergerak dari titik awal ke finish menggunakan beragam cara, mulai dari menggunakan motor, troli, hingga berjalan kaki sambil menembaki musuh. Namun demikian, game ini tidak semudah yang terdengar, karena pengendalian kendaraan dalam game ini memiliki trik yang cukup sulit untuk dikuasai.

Pilih tingkat kesulitan permainan; apakah Anda hanya anak ayam atau...
Pilih tingkat kesulitan permainan; apakah Anda hanya anak ayam atau…

Penguasaan yang paling sulit adalah motor, yang malahan paling sering digunakan dalam game ini. Karena bentuk permainan yang platformer, maka Anda tidak perlu khawatir menyetir arah motornya. Anda hanya perlu menekan gas saja. Akan tetapi hanya menekan gas saja akan memberikan tantangan yang berat untuk Anda, karena Anda juga perlu mengatur arah badan pengemudinya!

Ada banyak plesetan ikon era 80-an di dalam game ini, seperti MTV menjadi WTF!
Ada banyak plesetan ikon era 80-an di dalam game ini, seperti MTV menjadi WTF!

Misalnya ketika Anda menemui lompatan yang cukup tinggi, untuk kemudian mendarat ke daratan di bawahnya. Berkat fitur mengendalikan badan pengemudinya, maka Anda perlu menggerakkan ke depan atau belakang badannya supaya bagian depan motor mengikutinya. Bila Anda terlalu banyak menarik badan ke belakang, maka motor akan terbalik ke belakang di udara, dan akan berakhir dengan pengemudinya menghantam daratan! Sama saja bila terlalu ke depan, motor akan memelintir ke depan dan lagi-lagi pengemudinya terlebuh dahulu yang mencium aspal!

Ruangan Roxanne dan Slayter menjadi hub untuk memilih stage
Ruangan Roxanne dan Slayter menjadi hub untuk memilih stage

Konsep mengendalikan badan tersebut mungkin terasa mudah bila sering dimainkan. Namun pada kenyataannya, menempatkan posisi badan yang tepat sesuai dengan landasan mendaratnya tidak mudah. Karena game ini seringkali memutar kameranya sehingga orientasi ketika mengendalikan badan menjadi berantakan. Alhasil, kami kembali menekan tombol restart karena ban motor berada di atas ketika mendarat!

Banyak momen ketika Anda terpaksa sering mati karena halangan yang begitu epik
Banyak momen ketika Anda terpaksa sering mati karena halangan yang begitu epik

Ketika berjalan kaki, permainan menjadi lebih mudah. Untuk itu, Anda hanya perlu menekan tombol arah saja untuk menggerakkan karakter, menunduk, atau melompat. Pada beberapa kesempatan, Anda juga akan diminta untuk menembak musuh atau obyek ketika berjalan, dengan bantuan mouse. Setelah Anda mulai terbiasa menembak, barulah game ini menggabungkan mengemudikan motor dengan menembak, sehingga Anda perlu menggandakan konsentrasi ketika berkendara! Beberapa kali kami sampai mengulang hingga puluhan kali karena ketika menembak posisi badan telat diubah, berakhir dengan karakter kami mencium tanah lagi!

Layaknya platformer sejati, tidak lengkap rasanya tanpa melalui jebakan mematikan
Layaknya platformer sejati, tidak lengkap rasanya tanpa melalui jebakan mematikan

Tidak Ada Fitur Tambahan

Semua hal yang dapat dimainkan dan dinikmati dari Trials of The Blood Dragon berada pada saat di lapangan saja. Itupun tidak menambahkan adanya rahasia atau fitur tersembunyi di dalamnya. Ketika kami berada di luar lapangan, misalnya di ruangan Roxanne dan Slayter, kami hanya menemukan poster untuk memilih stage yang dimainkan, melihat rekor waktu yang berhasil kami cetak, serta mendengarkan musik saja. Tidak ada tambahan gameplay yang menarik perhatian.

Kapan lagi Anda bisa naik motor di atas misil!
Kapan lagi Anda bisa naik motor di atas misil!

Waktu yang Anda dapatkan di dalam permainan kemudian akan dibandingkan dengan rekor lain di server Ubisoft. Waktu tersebut serta berapa banyak Anda menekan tombol restart akan dihitung menjadi rangking. Bila Anda memang berambisi untuk selalu mendapatkan nilai bagus untuk rekor, terutama karena itu dibandingkan pada pemain di seluruh dunia, maka Anda akan seringkali mengulang stage. Karena kesalahan kecil saja di dalam stage dapat menyebabkan kegagalan besar.

Artistik dalam game ini patut mendapatkan pujian!
Artistik dalam game ini patut mendapatkan pujian!
Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

September 29, 2021 - 0

Review SAMUDRA: Dalam Lautan Dalam Pesan!

Berkembang dengan signifikan selama beberapa tahun terakhir ini, para talenta…
August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…
June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…

PlayStation

October 15, 2021 - 0

Review Demon Slayer – Kimetsu no Yaiba- The Hinokami Chronicles: Pemuas Para Fans!

Meledak dan langsung menjadi salah satu anime yang paling dicintai…
October 6, 2021 - 0

Review Far Cry 6: Revolusi yang Minim Revolusi!

Sebuah franchise shooter andalan, posisi inilah yang harus dipikul oleh…
October 1, 2021 - 0

Review Lost Judgment: Peduli Rundungi!

Sebuah langkah yang jenius atau ekstrim penuh resiko yang terhitung…
September 27, 2021 - 0

Review Diablo II Resurrected: Bentuk Baru, Cinta Lama!

Blizzard dan kata “remaster” sejauh ini memang bukanlah asosiasi yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…