Review Overwatch: Eksekusi Konsep yang Luar Biasa!

Reading time:
June 1, 2016

Bagaimana Dengan Masa Hidupnya?

Seperti yang sempat kami bicarakan di impresi open beta kemarin, tulisan
Seperti yang sempat kami bicarakan di impresi open beta kemarin, tulisan “Blizzard” sebenarnya sudah bisa jadi jaminan tersendiri untuk eksistensi Overwatch.

Kami sempat merekomendasikan Anda game ini secara terbuka lewat artikel impresi betanya dan tak  ragu untuk lebih meminta Anda untuk mempertimbangkan game ini daripada Battleborn misalnya, apalagi jika Anda berencana memainkannya di konsol. Salah satu alasan yang kami lemparkan? Karena ini adalah game Blizzard. Melihat sepak terjang developer yang satu ini, yang tak pernah malu untuk mengakui kesalahan mereka dan memperbaikinya seperti apa yang gamer inginkan seperti di kasus Diablo 3 misalnya, apalagi dengan dukungan komunitas yang fanatik, Overwatch tak akan hilang dari eksistensi dalam waktu dekat. Anda tak perlu ragu ia akan berakhir menjadi Evolve jilid 2 yang sudah ditinggalkan oleh gamer di minggu awal rilis.

Server sejauh ini berjalan stabil.
Server sejauh ini berjalan stabil.
Ia minim masalah teknis, setidaknya dari versi PS4 yang kami jajal. Tak ada bug, tak ada glitch, semuanya berjalan lancar. Sesuatu yang cukup menakjubkan untuk sebuah game berbasis multiplayer.
Ia minim masalah teknis, setidaknya dari versi PS4 yang kami jajal. Tak ada bug, tak ada glitch, semuanya berjalan lancar. Sesuatu yang cukup menakjubkan untuk sebuah game berbasis multiplayer.

Lantas, bagaimana dengan versi finalnya? Kami hadir dengan berita baik. Di awal rilis, terlepas dari antusiasme yang begitu tinggi, server tampil sangat stabil. Kami tak pernah kesulitan untuk terhubung dengan permainan kapanpun kami inginkan dengan sisi teknis pendukung lain yang juga tak bermasalah sama sekali. Tidak ada konsep pay to win karena semua microtransactions berpusat pada item-item kosmetik yang didistribusikan dalam beragam tingkat kelangkaan tanpa mempengaruhi permainan sama sekali. Apakah Anda bisa mendapatkan item-item ini tanpa membayar uang ekstra? Sangat bisa, namun Anda harus melewati proses grinding level dengan elemen RNG yang tak bisa ditebak di dalamnya. Berita baiknya? Anda tak akan mendapatkan item ganda sama sekali, sehingga lebih banyak item yang Anda buka dari lootbox akan memperbesar kesempatan Anda membuka varian item kosmetik yang lebih langka.

Kosmetik saat ini masih jadi motivasi utama.
Kosmetik saat ini masih jadi motivasi utama.
Beberapa kosmetik dalam tingkat kelangkaan
Beberapa kosmetik dalam tingkat kelangkaan “Legendary” bahkan menawarkan perubahan signifikan pada visual karakter.

Pertanyaan finalnya, apakah Anda akan menemukan motivasi untuk terus bermain? Ini yang mungkin jadi kekhawatiran utama kami. Overwatch memang game yang super fun dan adiktif, namun ia tak punya “tujuan akhir” selain item-item kosmetik legendaris yang mungkin baru bisa Anda dapatkan setelah Anda terlibat dalam banyak pertempuran. Ini adalah masalah klasik sebuah game berbasis multiplayer yang tak mudah diselesaikan memang. Valve membuat DOTA 2 begitu adiktif lewat beragam cara, tak hanya dari item kosmetik baru yang secara konsisten muncul, tetapi juga menawarkan konsep permainan lebih serius via MMR (Ranked Match) yang menyediakan sarana buat gamer untuk menikmati game mereka di level yang berbeda. Kedua hal inilah yang belum terlihat di Overwatch selama beberapa minggu awal rilis. Mode Ranked baru akan meluncur Juli 2016 mendatang dan tak ada update karakter dan kosmetik baru selama proses review ini terlepas dari janji Blizzard untuk terus mendukungnya di masa depan. Mencari sebuah motivasi untuk terus terjun di Overwatch, apalagi digempur banyak game raksasa baru, akan jadi tantangan tersendiri.

Untuk tipe gamer seperti kami yang butuh motivasi lebih kuat untuk kembali selain sekedar kesempatan bersenang-senang, Overwatch mudah kehilangan daya magisnya. Apalagi jika Anda termasuk gamer yang sering membeli game-game terbaru.
Untuk tipe gamer seperti kami yang butuh motivasi lebih kuat untuk kembali selain sekedar kesempatan bersenang-senang, Overwatch mudah kehilangan daya magisnya. Apalagi jika Anda termasuk gamer yang sering membeli game-game terbaru.

Di mata kami sekarang? Overwatch mulai berganti fungsi dari game yang secara konsisten memenuhi hari-hari kami menjadi game yang hanya muncul berkala.  Game yang kami sentuh ketika kami merindukan sebuah game fun untuk menghabiskan waktu dan tak lebih. Tak seperti DOTA 2 yang akan terus memanggil kami dari lembah kegelapan terlepas game baru seperti apapun yang kami nikmati saat ini, Overwatch masih belum memberikan motivasi yang kuat dan definitif untuk terus kembali dan terlibat di game shooter yang satu ini. Semoga saja, mode Ranked nantinya akan menawarkan solusi untuk hal ini. Update untuk karakter baru atau item kosmetik berbeda untuk dikejar dalam bulan-bulan awal rilis juga bisa berakhir manis.

Kesimpulan

Overwatch JagatPlay PART 1 (40)
? Kami sangat merekomendasikan game yang satu ini untuk Anda miliki, terlepas apakah Anda punya teman bermain atau akan melompat sebagai solo player yang mencicipinya bersama pemain lain dari seluruh dunia. Ia menyenangkan, ia adiktif, ia indah, ia diperkuat dengan karakter yang punya kesan kuat, dan ia punya komunitas yang solid. Untuk sementara ini, kami bahkan tak ragu untuk menyebutnya sebagai kandidat terkuat untuk game yang menawarkan sensasi multiplayer terbaik di tahun 2016 ini.

Overwatch adalah sebuah game dengan konsep unik yang berhasil dieksekusi dengan manis hampir di semua elemen yang ada, tak ada lagi kalimat yang lebih tepat untuk menjelaskan game yang satu ini. Sulit untuk tidak jatuh hati dengan game racikan Blizzard ini dari konsep dan mekanik gameplay yang membuka ruang untuk bersenang-senang begitu besar di tengah atmosfer kompetitif yang kentara, sekedar desain musik yang cukup untuk membuat Anda merasa heroik, desain karakter yang keren dari sisi visual dan juga kepribadian, hingga rangkaian skill yang berhasil memperkuat peran masing-masing karakter ini tetap bersinar dan punya ruang untuk beradaptasi. Overwatch adalah sebuah game kompetitif super adiktif yang luar biasa. Blizzard kembali berhasil membuktikan sentuhan magis mereka yang memang tak perlu diragukan lagi.

Kami sendiri hanya punya dua keluhan tak signifikan untuk game yang satu ini, walaupun bisa saja ia berakhir menghilang dengan lebih banyak update di masa depan. Pertama adalah pemilihan fitur “Play of the Game” yang masih mengundang lebih banyak tanda tanya. Karakter-karakter yang masuk sebagai higlight utama yang disiarkan ke semua player tersebut masih berfokus hanya pada karakter-karakter penyerang yang berhasil membunuh banyak musuh secara instan dengan serangan Ultimate yang ada. Algoritmanya tidak berpusat pada seberapa signifikan peran Anda, sehingga membuat support sulit masuk ke dalam scene yang satu ini. Keluhan kedua? Motivasi. Ia masih gagal menawarkan sebuah alasan yang kuat untuk membuat Anda kembali atau membawa permainan ke tingkat yang baru.

Jadi, menyambung pertanyaan dari masa beta kami, pantaskah Overwatch dilirik? Kami sangat merekomendasikan game yang satu ini untuk Anda miliki, terlepas apakah Anda punya teman bermain atau akan melompat sebagai solo player yang mencicipinya bersama pemain lain dari seluruh dunia. Ia menyenangkan, ia adiktif, ia indah, ia diperkuat dengan karakter yang punya kesan kuat, dan ia punya komunitas yang solid. Untuk sementara ini, kami bahkan tak ragu untuk menyebutnya sebagai kandidat terkuat untuk game yang menawarkan sensasi multiplayer terbaik di tahun 2016 ini.

Kelebihan

  • Atmosfer dunia yang keren
  • Desain karakter yang ciamik
  • Musik yang terasa heroik
  • Gameplay super fun!
  • Mode permainan berbasis objektif
  • Skill karakter yang unik
  • Adiktif

Kekurangan

Need more motivation!
Need more motivation!
  • Pemilihan “Play of the Game” masih dipertanyakan
  • Motivasi untuk terus bermain yang lemah

Cocok untuk gamer: yang senang dengan game-game multiplayer fun, senang dengan desain karakter Overwatch yang mereka temukan di dunia maya

Tidak cocok untuk gamer: yang tak punya koneksi internet stabil, lebih senang dengan game yang punya tema serius dan penuh darah.

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

June 17, 2021 - 0

JagatPlay: Interview dengan Tom Hegarty & John Ribbins (OlliOlli World)!

Tidak semua gamer mungkin pernah mendengar game yang satu ini,…
June 17, 2021 - 0

Menjajal OlliOlli World: Game Skateboard Imut nan Ekstrim!

Berapa banyak dari Anda yang seringkali melewatkan judul game-game “kecil”…
May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…
May 19, 2021 - 0

Review Rising Hell: Melompat Lebih Tinggi!

Kualitas game indie yang semakin solid, tidak ada lagi kalimat…

PlayStation

June 16, 2021 - 0

Review Final Fantasy VII Remake INTERGRADE (+ INTERMISSION): Selangkah Lebih Sempurna!

Mencapai sebuah keberhasilan untuk konsep yang di atas kertas nyaris…
June 11, 2021 - 0

Review Ninja Gaiden – Master Collection: Bak Tebasan Pedang Tua!

Apa nama franchise yang menurut Anda melekat pada nama Koei…
June 8, 2021 - 0

Review Ratchet & Clank – Rift Apart: Masuk Dimensi Baru!

Menyebut Insomniac Games sebagai salah satu developer first party tersibuk…
June 8, 2021 - 0

Preview Guilty Gear Strive: LET’S ROCK!

Nama besar Arc System Works sebagai salah satu developer game…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…