Review BOUND: Menari Demi Kebahagiaan!

Reading time:
August 30, 2016
Bound jagatplay (9)

Ketika pertama kali ia diperkenalkan lewat teaser-teaser pendek yang muncul, banyak gamer yang langsung jatuh pada kesimpulan bahwa Sony Santa Monica memang tengah mengerjakan sebuah seri God of War terbaru. Ingat, ini terjadi sebelum seri terbaru tersebut memang diperkenalkan di ajang E3 2016 kemarin. Teaser yang memperlihatkan kaki mungil yang menari serta pita yang berputar di sekitarnya tersebut ternyata berakhir menjadi sebuah game eksperimental bernama  BOUND, yang dikembangkan bersama dengan developer lain – Plastic. Terlihat seperti sebuah game unik lewat beberapa trailer awal, kesempatan untuk mencicipi game ini akhirnya tiba. BOUND secara resmi dirilis untuk Playstation 4.

Harus diakui, kami termasuk gamer yang berangkat dengan sedikit perasaan skeptis bahwa game ini bisa tampil memesona. Sebuah game eksperimental seperti ini memang harus “didekati” dengan perspektif yang berbeda, karena ia bisa saja berakhir menjadi sebuah game dengan konten yang tak pernah bisa Anda prediksi sebelumnya. Namun, game-game seperti ini tak selalu berakhir jadi sebuah proyek fantastis. Ada banyak kasus game seperti ini di luar sana yang gagal mengeksekusi konsep yang ditawarkan menjadi sebuah game yang menarik untuk dicicipi. Porsi eksperimen untuk mencapai satu agenda tertentu terlalu besar hingga ia melupakan jati dirinya sebagai sebuah video game. Di sisi lain, tak sedikit yang justru berhasil dan diakui merupakan game-game dengan pendekatan luar biasa seperti Her Story atau Stanley Parable misalnya.

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Bound ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang menjadikan tarian sebagai sumber kebahagiaan? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

Plot

Bound bukanlah game yang Anda kira.
Bound bukanlah game yang Anda kira.

Bound bukanlah sebuah game yang Anda kira. Terlepas dari bahan promosi yang membawa Anda pada sebuah dunia fantasi yang abstrak, ia ternyata punya kekuatan plot yang cukup untuk menggetarkan hati, apalagi jika Anda memang sempat menempuh kesulitan yang sama di masa lalu.

Ia dibuka dengan adegan seorang karakter wanita yang tengah hamil tua, berjalan pelan menyusuri pantai yang indah. Langkah kaki yang pelan bergerak penuh keraguan, namun di sisi lain, seperti memperlihatkan sebuah komitmen yang kuat untuk terus melangkah. Tubuhnya yang semakin berat membuatnya harus beristirahat di beberapa titik sebelum sampai ke tujuan utama. Duduk dan melamun, ia terus melihat sebuah buku ilustrasi kecil yang ia bawa setiap kali beristirahat. Sebuah buku yang memperlihatkan begitu banyak karakter yang unik dan ragam lingkungan yang ia gambar sendiri. Sebuah dunia yang menjadi basis Bound.

Sang ibu hamil inilah yang sebenarnya menjadi
Sang ibu hamil inilah yang sebenarnya menjadi “karakter utama” game yang satu ini.
Berjalan pelan di pantai dengan buku ilustrasi kecil yang terus ia bawa, Bound adalah dunia fantasi yang ia racik.
Berjalan pelan di pantai dengan buku ilustrasi kecil yang terus ia bawa, Bound adalah dunia fantasi yang ia racik.
Dunia dimana Anda berperan sebagai putri bernama Princess yang diminta sang ibu untuk menyelamatkan Kerajaannya yang berada di ambang kehancuran.
Dunia dimana Anda berperan sebagai putri bernama Princess yang diminta sang ibu untuk menyelamatkan Kerajaannya yang berada di ambang kehancuran.

Di dunia ilustrasi tersebut, Anda berperan sebagai seorang putri kerajaan tanpa nama yang hanya dipanggil sebagai “Princess”. Tak lagi damai, kerajaannya yang berada di ujung kehancuran membuatnya harus mengambil tindakan. Sang ratu yang notabene merupakan si ibu pun meminta Princess ini untuk mengalahkan si monster raksasa yang menjadi sumber segala masalah. Princess menurut, namun kekuatannya saat ini bahkan tak mampu menggores sang monster sama sekali. Ia pun meminta bantuan seorang makhluk raksasa lain bernama Saviour yang terkurung di dalamnya Kerajaan untuk mencapai misi tersebut.

Ia harus bertarung melawan sebuah monster raksasa yang diyakini merupakan sumber segala masalah.
Ia harus bertarung melawan sebuah monster raksasa yang diyakini merupakan sumber segala masalah.

Lantas, akankah Princess berhasil menyelamatkan Kerajaan yang ia cintai tersebut dari sang monster? Darimana pula datangnya monster tersebut? Apa hubungannya dengan ilustrasi yang dibuat oleh sang ibu hamil yang tampaknya jadi karakter “utama” game yang satu ini? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

PC Games

May 11, 2022 - 0

Review Rogue Legacy 2: Banyak Anak, Banyak Masalah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Rogue Legacy 2 ini?…
April 21, 2022 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Jeremy Hinton (Xbox Asia)!

Menyambut rilis PC Game Pass untuk Indonesia, kami berkesempatan untuk…
April 18, 2022 - 0

Review Grammarian Ltd: Indo Versus Inggris!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Grammarian Ltd ini? Mengapa kami…
January 13, 2022 - 0

Review God of War PC: Dewa di Rumah Baru!

Sepertinya sudah menjadi rahasia umum bahwa Sony kini memang mulai…

PlayStation

March 30, 2022 - 0

Review Stranger of Paradise – FF Origin: Ayo Basmi CHAOS!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Stranger of Paradise: Final Fantasy…
March 23, 2022 - 0

Review Ghostwire – Tokyo: Berburu Setan Jepang!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Ghostwire: Tokyo ini? Mengapa…
March 21, 2022 - 0

Review Elden Ring: Cincin Menuntut Nyawa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan Elden Ring? Lantas, mengapa kami menyebutnya…
March 4, 2022 - 0

Preview Elden Ring: Senyum Merekah di Balik Tangis Darah!

Elden Ring akhirnya tersedia di pasaran dengan beberapa formula baru…

Nintendo

April 6, 2022 - 0

Review Kirby and The Forgotten Land: Ini Baru Mainan Laki-Laki!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kirby and the Forgotten…
March 25, 2022 - 0

Review Chocobo GP: Si Anak Ayam Kini Serakah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Chocobo GP ini? Mengapa…
March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…