Battlefield 1 Jadi Rilis Tersukses DICE

Reading time:
November 8, 2016
battlefield-1-multiplayer-jagatplay-121

Popularitas DICE sebagai developer memang tak bisa dipandang sebelah mata. Studio yang berdiri di bawah bendera raksasa EA ini memang diberi tanggung jawab untuk menangani banyak game raksasa, sekaligus menyempurnakan Frosbite Engine yang kini jadi andalan banyak proyek-proyek terbaru mereka. Apakah DICE punya asosiasi yang kuat dengan kualitas? Tidak selalu, karena banyak game mereka yang berakhir dinilai terlalu standar atau bahkan di bawahnya. Apakah DICE punya asosiasi dengan kesuksesan dari sisi penjualan? Sulit untuk tidak mengatakan iya untuk pertanyaan yang satu ini. Bahkan game teranyar mereka yang baru dirilis beberapa waktu lalu memecahkan rekor tersendiri.

Pilihan DICE dan EA untuk mengamini keinginan gamer dan mengembalikan tema perang klasik via Battlefield 1 sepertinya terbayar manis. Walaupun sama sekali tak berbagi angka pasti, DICE memastikan bahwa Battlefield 1 adalah rilis tersukses dan terbesar di sepanjang karir mereka. Beberapa data menarik dibagikan dalam satu infografik, dimana gamer ternyata sudah menghabiskan 59 juta jam akumulatif di minggu pertama, bertarung dengan 1.6 juta buah Behemoths, dengan lebih 9 juta jam untuk mode Operations ditelurkan. Ini tentu saja, angka yang terhitung fantastis.

rendition1.img

EA dan DICE sendiri masih belum angkat bicara sebenarnya berapa banyak Battlefield 1 yang terjual , baik secara fisik ataupun digital, setidaknya hingga saat ini. Game action dengan pengalaman multiplayer yang luar biasa ini kini tersedia untuk Playstation 4, Xbox One, dan tentu saja – PC. Bagaimana dengan Anda sendiri? Berapa banyak dari Anda yang masih sibuk dengan Battlefield 1 saat ini?

Load Comments

PC Games

May 23, 2022 - 0

Review Trek to Yomi: Estetika Sinema Masa Lampau!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Trek to Yomi ini? Mengapa…
May 11, 2022 - 0

Review Rogue Legacy 2: Banyak Anak, Banyak Masalah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Rogue Legacy 2 ini?…
April 21, 2022 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Jeremy Hinton (Xbox Asia)!

Menyambut rilis PC Game Pass untuk Indonesia, kami berkesempatan untuk…
April 18, 2022 - 0

Review Grammarian Ltd: Indo Versus Inggris!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Grammarian Ltd ini? Mengapa kami…

PlayStation

March 30, 2022 - 0

Review Stranger of Paradise – FF Origin: Ayo Basmi CHAOS!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Stranger of Paradise: Final Fantasy…
March 23, 2022 - 0

Review Ghostwire – Tokyo: Berburu Setan Jepang!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Ghostwire: Tokyo ini? Mengapa…
March 21, 2022 - 0

Review Elden Ring: Cincin Menuntut Nyawa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan Elden Ring? Lantas, mengapa kami menyebutnya…
March 4, 2022 - 0

Preview Elden Ring: Senyum Merekah di Balik Tangis Darah!

Elden Ring akhirnya tersedia di pasaran dengan beberapa formula baru…

Nintendo

April 6, 2022 - 0

Review Kirby and The Forgotten Land: Ini Baru Mainan Laki-Laki!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kirby and the Forgotten…
March 25, 2022 - 0

Review Chocobo GP: Si Anak Ayam Kini Serakah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Chocobo GP ini? Mengapa…
March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…