Hideo Kojima Puji Desain Game di Film Seri Westworld

Reading time:
November 2, 2016
westworld

Anda termasuk penggemar film seri Barat? Sudah berumur 18 tahun dan “kebal” dengan semua konten ketelanjangan yang sepertinya tak pernah bisa dipisahkan dari film-film HBO? Maka kami tak bisa lagi merekomendasikan kepada Anda – Westworld.

Ia sendiri  mengusung tema yang mungkin akan menarik di mata gamer. Di masa depan, dengan teknologi yang sudah begitu maju, game tak lagi terbatas pada teknologi virtual reality ataupun augmented reality. Kita mulai membawa sebuah dunia “fantasi” ke dunia nyata lewat robot-robot yang dihidupkan layaknya manusia, lengkap dengan kepribadian dan fungsi biologis. Fungsinya? Seperti halnya NPC, mereka diciptakan untuk berinteraksi dengan Anda – para player yang sanggup membayar untuk menjalani hidup yang tak akan bisa Anda dapatkan di dunia nyata. Namun pelan tapi pasti, robot-robot NPC ini mulai menyadari eksistensi mereka sendiri.

Westworld ternyata juga menyihir salah satu pelaku industri game ternama yang saat ini tengah mengembangkan sebuah game baru berjudul Death Stranding. Benar sekali, kita berbicara soal Hideo Kojima. Dalam tweet terbarunya, Kojima secara terbuka memuji desain game yang ada di Westworld dan menyebut bahwa visi game yang diungkapkan oleh karakter Anthony Hopkins adalah apa yang ingin ia capai di teori desain gamenya sendiri.

Karakter Antony Hopkins yang berperan sebagai Dr. Ford menyatakan demikian, “Mereka datang karena ketidakjelasannya, karena detail yang ada. Mereka kembali karena mereka menemukan sendiri sesuatu yang baru, sesuatu yang membuat mereka jatuh hati. Mereka tidak mencari cerita yang menjelaskan siapa diri mereka. Mereka sudah tahu mereka itu siapa. Mereka semua ke sini karena mereka ingin merasakan sedikit sensasi menjadi seseorang yang mereka impikan”.

Sayang, Kojima sendiri tak berbagi detail apakah visi seperti inilah yang hendak ia kejar di Death Stranding yang masih misterius tersebut atau tidak. Westworld is indeed awesome..

 

Load Comments

PC Games

May 11, 2022 - 0

Review Rogue Legacy 2: Banyak Anak, Banyak Masalah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Rogue Legacy 2 ini?…
April 21, 2022 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Jeremy Hinton (Xbox Asia)!

Menyambut rilis PC Game Pass untuk Indonesia, kami berkesempatan untuk…
April 18, 2022 - 0

Review Grammarian Ltd: Indo Versus Inggris!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Grammarian Ltd ini? Mengapa kami…
January 13, 2022 - 0

Review God of War PC: Dewa di Rumah Baru!

Sepertinya sudah menjadi rahasia umum bahwa Sony kini memang mulai…

PlayStation

March 30, 2022 - 0

Review Stranger of Paradise – FF Origin: Ayo Basmi CHAOS!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Stranger of Paradise: Final Fantasy…
March 23, 2022 - 0

Review Ghostwire – Tokyo: Berburu Setan Jepang!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Ghostwire: Tokyo ini? Mengapa…
March 21, 2022 - 0

Review Elden Ring: Cincin Menuntut Nyawa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan Elden Ring? Lantas, mengapa kami menyebutnya…
March 4, 2022 - 0

Preview Elden Ring: Senyum Merekah di Balik Tangis Darah!

Elden Ring akhirnya tersedia di pasaran dengan beberapa formula baru…

Nintendo

April 6, 2022 - 0

Review Kirby and The Forgotten Land: Ini Baru Mainan Laki-Laki!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kirby and the Forgotten…
March 25, 2022 - 0

Review Chocobo GP: Si Anak Ayam Kini Serakah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Chocobo GP ini? Mengapa…
March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…