Review Titanfall 2: Jauh Melebihi Harapan!

Reading time:
November 10, 2016

Desain Campaign yang Cerdas

Kami berangkat dengan perasaan skeptis bahwa Titanfall 2 bisa menawarkan sesuatu yang baru dan berbeda untuk genre yang bisa dibilang, sudah dieksploitasi habis-habisan.
Kami berangkat dengan perasaan skeptis bahwa Titanfall 2 bisa menawarkan sesuatu yang baru dan berbeda untuk genre yang bisa dibilang, sudah dieksploitasi habis-habisan.

Sejujurnya, kami berangkat dari sudut pandang yang sangat skeptis ketika menantikan kehadiran Titanfall 2, terlepas dari fakta bahwa ia hadir dengan mode campaign single player yang sebenarnya sudah diminta gamer sejak seri pertamanya yang terhitung revolusioner di kala itu. Memang kita berbicara soal Respawn yang sepak terjang orang-orangnya di era COD 4: Modern Warfare memang pantas untuk diacungi jempol. Namun inovasi seperti apa lagi yang bisa ditawarkan oleh sebuah game FPS yang selama ini memang berfokus untuk membunuh musuh di depan Anda dan bergerak berlanjut ke titik selanjutnya? Apalagi konsep futuristik dengan exoskeleton yang memungkinkan Anda untuk berlari di dinding atau melakukan double jump bukan lagi terhitung sesuatu yang baru. Dan Respawn pun datang “menampar” kami dengan kualitas yang tak pernah diprediksikan sebelumnya.

Ketika trailer campaign pertama ini dirilis, ada kesan bahwa Respawn memang berusaha membuat seri ini tak berbeda jauh dengan film drama. Bahwa alih-alih berfokus pada perang antara Militia dan IMC, Anda akan berhadapan dengan omong-kosong cerita soal hubungan antara manusia dan mesin yang sepertinya sudah dieksplorasi berkali-kali oleh berbagai medium kreatif yang lain. Berita baiknya? Tenang saja, Anda tak akan bertemu dengan fokus cerita seperti ini. Respawn berhasil meracik mode campaign ini tetap mengacu pada perang besar Militia dan IMC, sekaligus Cooper sebagai seorang prajurit yang punya misi penting. Hubungan antara Cooper dan BT yang ternyata punya kepribadian tersendiri hanyalah bumbu yang diracik manis di atasnya, menghasilkan momen dramatis dan terkadang, lucu. Jadi Anda tak perlu khawatir soal itu.

Berita baiknya? Campaign ini tak berakhir jadi
Berita baiknya? Campaign ini tak berakhir jadi “drama” antara manusia dan robot yang mungkin terkesan kuat dari trailer yang sempat dirilis sebelumnya.
Ada titik cerita dimana Anda berperan hanya sebagai Cooper. Namun jika bersama BT, Anda bisa memilih untuk mengendalikannya atau membiarkan AI menanganinya layaknya di mode multiplayer, sementara Anda beraksi sendiri sebagai pilot.
Ada titik cerita dimana Anda berperan hanya sebagai Cooper. Namun jika bersama BT, Anda bisa memilih untuk mengendalikannya atau membiarkan AI menanganinya layaknya di mode multiplayer, sementara Anda beraksi sendiri sebagai pilot.

Satu yang membuat mode campaign Titanfall 2 ini begitu luar biasa adalah fakta bahwa ia diracik dengan begitu cerdas. Ini bukan FPS yang biasa Anda temui dan Anda bisa merasakan bahwa Respawn memolesnya dengan begitu baik. Gameplay utamanya sendiri  terhitung standar, dimana seperti layaknya sebuah game FPS, fokus Anda adalah menghabisi musuh yang ada dan bergerak menuju ke area selanjutnya. Jika Anda pernah mencicipi multiplayer Titanfall pertama, feel yang ia usung tetap sama. Namun yang berbeda di sini hanyalah fakta bahwa sesi Anda bermain sebagai seorang pilot dan mengendarai BT aka Titan Anda akan bergantung pada sesi cerita itu sendiri. Namun menariknya? Ketika Anda bersama di satu area yang sama, Anda bisa memilih untuk mengendarai Titan atau bertempur langsung sebagai seorang Pilot dengan BT yang dikendalikan AI. Setidaknya kebebasan seperti ini dipertahankan.

Ketika game FPS dengan sistem Titan punya aksi parkour yang lebih intuitif daripada Mirror's Edge: Catalyst yang seharusnya menjadikan fitur tersebut sebagai basis gameplay utama.
Ketika game FPS dengan sistem Titan punya aksi parkour yang lebih intuitif daripada Mirror’s Edge: Catalyst yang seharusnya menjadikan fitur tersebut sebagai basis gameplay utama.
Perlahan tapi pasti mulai
Perlahan tapi pasti mulai “menyelami” peran sebagai Cooper itu sendiri, Anda mulai akan memikirkan dan mengantisipasi jalur apa saja yang bisa Anda ambil untuk menuju ke tempat selanjutnya.

Yang mengagumkan adalah desain level yang ada. Tak sekedar berfokus pada aksi saja, Titanfall 2 akan memaksa Anda berpikir lewat puzzle-puzzle kecil yang harus Anda selesaikan dengan kemampuan platforming sebagai seorang Pilot. Anda harus berpikir soal jalur berlari di dinding mana yang harus Anda pilih untuk mencapai momentum yang tepat agar bisa melompati satu atau dua buah jurang ke titik selanjutnya. Anda tahu jelas bahwa jarak seperti ini tak akan bisa dicapai dengan sekedar melakukan double jump saja dengan jetpack Anda. Percaya atau tidak? Adalah animasi dan eksekusi intuitif lah yang membuat sesi seperti ini terasa luar biasa. Anda seperti “menyatu” dengan sang pilot dan otak Anda akan mulai secara otomatis memikirkan ragam jalur alternatif dan solusi platforming yang bisa ditempuh.  Kami sendiri tak ragu menyebut bahwa sesi platforming Titanfall 2 ini terasa lebih menarik, menantang, dan nyaman dibandingkan dengan Mirror’s Edge: Catalyst dari DICE yang seharusnya menjadikan fitur ini sebagai fokus utama. Sebaik itu.

Tak sekedar soal parkour dan platforming saja, desain level dan sekuens cerita yang muncul juga adalah salah satu hal yang membuat kami jatuh hati pada Titanfall 2 ini. Ada satu sesi misi yang bahkan tak pernah kami pikir akan muncul di game yang satu ini dan berakhir menjadi bukti taji Respawn sebagai sebuah developer. Di salah satu sesi campaign ini, Cooper mendapatkan sebuah alat kecil yang memungkinkannya untuk melompat dari masa  sekarang ke masa lalu dan sebaliknya. Si masa lalu, Anda bertemu dengan fasilitas yang masih berjalan sempurna, sementara di masa sekarang ia sudah hancur berantakan dengan begitu banyak api dan rongsokan. Anda juga akan berhadapan dengan dua tipe musuh yang berbeda, pasukan IMC di masa lalu ataupun makhluk buas Frontier di masa sekarang. Di misi inilah kami jatuh hati.

“Ah.. palingan juga game FPS bia…. wait, TIME TRAVEL???!!”
Desain cerdas di satu level ini saja sudah cukup untuk membuat kami jatuh hati.
Desain cerdas di satu level ini saja sudah cukup untuk membuat kami jatuh hati.

Pertama, karena desain seperti ini tak pernah diprediksikan sebelumnya. Kemampuan untuk berjalan melintasi waktu? Rasional untuk sebuah game yang sudah memuat sebuah robot raksasa yang bahkan punya kepribadian di dalamnya, namun tetap jadi sesuatu yang mengejutkan. Kedua? Tak sekedar gimmick, Respawn meracik sebuah level dengan tantangan puzzle yang memanfaatkan konsep tersebut dengan baik. Ada kalanya Anda harus berganti timeline secepat mungkin untuk memastikan dinding tempat Anda melakukan wallrun bertahan, atau untuk menghindari ancaman tertentu. Ketiga? Ia juga hadir dengan elemen konsekuensi. Bahwa musuh-musuh IMC yang Anda bunuh di masa lalu, akan berakhir jadi mayat yang sudah membusuk ketika Anda melompat ke masa sekarang. Bahwa robot yang Anda hancurkan di masa lalu, misalnya, juga tak akan aktif di masa sekarang. Keren dan kreatif adalah dua kata yang tepat untuk menjelaskan, hanya satu level ini saja.

Namun daya tarik keempat yang pantas untuk dibicarakan adalah pertanyaan soal bagaimana Respawn mengeksekusi hal ini. Karena konsep perjalanan waktu secara instan yang bisa Anda lakukan dengan satu tombol ini benar-benar memuat dua dunia dengan kondisi, tekstur, dan objek yang berbeda satu sama lain. Bagaimana caranya, bahkan untuk versi PS4 yang kami jajal, mereka memastikan bahwa tak ada lagi proses render atau loading sama sekali ketika berpindah dunia dengan instan seperti ini? Anda benar-benar bisa berpindah tanpa masalah. Kerennya lagi? Semua posisi musuh dan objek yang akan terus berada di posisi yang sama ketika Anda berpindah timeline dan baru bereaksi jika Anda kembali. Ini jadi bukti ekstra bagaimana komitmen dan kreativitas Respawn meraciknya.

Bagaimana cara mereka membuat Anda bisa berpindah lingkungan secara instan tanpa kesulitan render, adalah pencapaian sisi teknis tersendiri.
Bagaimana cara mereka membuat Anda bisa berpindah lingkungan secara instan tanpa kesulitan render, adalah pencapaian sisi teknis tersendiri.
Anda bisa memilh respon setiap kali bercakap dengan BT.
Anda bisa memilh respon setiap kali bercakap dengan BT.

Maka satu misi “sederhana” yang membuat kami jatuh hati ini menjadi awal kekaguman bagaimana Respawn mengkombinasikan cerita yang solid dan gameplay yang menawan di mode campaign Titanfall 2 ini. Walaupun punya satu garis cerita linear, mereka memberikan kesempatan bagi Anda untuk memilih respon untuk setiap pertanyaan BT, yang memang lebih mudah untuk membangun kedekatan emosional tertentu. Bahwa di atasnya, mereka masih bisa melapisinya dengan ragam adegan sinematik yang bahkan bisa membuat film-film Hollywood menangis. Walaupun terhitung mode yang baru, ada sensasi familiar karena kedekatan desain yang mirip dengan mode multiplayer Titanfall pertama dan kedua itu sendiri. Alih-alih terjepit dalam satu lorong saja, Anda tetap ditawarkan sebuah dunia yang cukup terbuka dengan musuh yang datang dari ragam arah untuk Anda tundukkan.

Satu desain lain yang begitu kami apresiasi adalah Respawn tak menyuntikkan omong kosong QTE di atasnya. Anda melawan IMC, Anda akan berhadapan dengan para petingginya, dan selamat, Anda juga akan disuguhi dengan pertarungan boss yang epik di campaign Titanfall 2 ini. Masing-masing boss yang menantang Anda dengan Titan mereka masing-masing ini harus Anda tundukkan tanpa QTE sama sekali. Bermanuver dan bertempur hingga titik darah penghabisan, melemparkan apa yang bisa Anda melemparkan, dan berharap ia akan menghasilkan sesuatu yang Anda inginkan. Mengintegrasikan karakter antagonis dalam pertempuran boss seperti ini adalah langkah yang manis dan pantas untuk diacungi jempol. Ia bahkan menjadi highlight dari experience Titanfall 2 di mata kami, terutama pertarungan melawan salah satu boss – Viper yang terjadi di atas pesawat. Fakta bahwa ia terasa berbeda dengan Titan-Titan biasa yang Anda hadapi di perjalanan membantu menguatkan sensasi bahwa Anda memang tengah berhadapan dengan sesuatu  yang istimewa.

Pertempuran boss secara frontal, tanpa omong kosong QTE.
Pertempuran boss secara frontal, tanpa omong kosong QTE.
Mode campaign Titanfall 2 berakhir mengejutkan. Rasa skeptis kami seperti
Mode campaign Titanfall 2 berakhir mengejutkan. Rasa skeptis kami seperti “ditampar” kuat oleh Respawn dengan kualitas yang mereka tawarkan.

Mode campaign Titanfall 2 adalah sesuatu yang istimewa, sebuah pengalaman FPS yang familiar, menyegarkan, tetapi juga luar biasa di saat yang sama. Respawn terlihat memikirkan panjang konsep seperti apa yang hendak mereka usung dan kemudian membuatnya lebih berkesan lewat desain level, gameplay yang intuitif, hingga pertempuran boss yang epik. Semuanya dilapisi dengan dramatisasi seperti yang bisa Anda harapkan dari tim sama yang meracik COD 4: Modern Warfare di masa lalu. Kami datang dengan perasaan skeptis, dan pulang dengan sensasi mengejutkan yang memuaskan.

Belajar dari Tech Test

Jika hanya mengacu pada Tech Test yang sempat dilakukan Respawn sebelum rilis saja, game ini bisa berakhir mimpi buruk. Untungnya, Respawn mengaplikasikan hampir semua feedback dan kritik gamer dari masa itu.
Jika hanya mengacu pada Tech Test yang sempat dilakukan Respawn sebelum rilis saja, game ini bisa berakhir mimpi buruk. Untungnya, Respawn mengaplikasikan hampir semua feedback dan kritik gamer dari masa itu.

Jika Anda sempat membaca impresi kami soal Tech Test yang sempat dilemparkan Respawn untuk Titanfall 2 untuk beberapa waktu lalu, maka Anda akan mengerti mengapa kami berangkat dengan sensasi yang skeptis di awal. Karena alih-alih mempertahankan atau menyempurnakan apa yang disukai gamer di Titanfall pertama, Tech Test tersebut justru membuat Titanfall 2 terasa seperti klon “murah” Call of Duty modern dengan ekstra Titan di dalamnya. Kritik mengemuka dan gamer mulai mempertanyakan apa yang hendak dicapai oleh Respawn dengan desain seperti ini, apalagi dengan beberapa skill yang terasa terlalu overpowered. Untungnya, mimpi buruk tersebut tak terjadi. Menerima feedback gamer dan mengubah apa yang memang butuh diubah, mode multiplayer Titanfall 2 di versi final juga tak kalah fantastis.

Penyempurnaan dilakukan dan hasilnya, sensasi gameplay sebaik di versi pertama namun dengan variasi mode, pilot, dan Titan yang lebih banyak. Ini mungkin kalimat yang paling tepat untuk menyederhanakannya. Pertempuran berjalan secepat yang Anda bayangkan, dengan AI dalam pertempuran yang masih memainkan peran penting di dalam mode seperti Bounty Hunter yang kini jadi favorit ataupun Attrition yang tepat jadi alternatif. Gerak karakter cepat dengan skill yang juga memfasilitasi hal tersebut, Bounty Hunter misalnya akan memaksa kedua kubu untuk terus terlibat dalam satu pertempuran yang intens. Berita baiknya? Cooldown untuk tiap Titan yang ada juga terasa secepat seri pertama. Bahkan untuk Anda yang tak berkontribusi banyak dalam pertempuran pun akan masih bisa, setidaknya meluncurkan Titan Anda sekali, itupun di skenario terburuk. Dengan pertempuran berbasis objektif dengan Pilot yang bisa bergerak cepat dan Titan yang selalu hadir di medan pertempuran, Anda bisa memprediksi segila dan seseru apa mode multiplayer Titanfall 2 itu sendiri.

Ia tetap sebuah game multiplayer yang cepat dan intens.
Ia tetap sebuah game multiplayer yang cepat dan intens.
Lebih banyak varian Pilot, Lebih banyak varian Titan, lebih baik.
Lebih banyak varian Pilot, Lebih banyak varian Titan, lebih baik.

Variasi memang menjadi kekuatan baru Titanfall 2. Kini ada lebih banyak variasi Pilot dengan ragam kekuatan yang untungnya, tak selamanya berfokus di mobilitas. Ada kemampuan grappling hook yang memang bisa membuat Anda menjelajah satu tempat lebih cepat, tetapi juga ada pilot dengan kemampuan Sonar yang akan membantu tim mengetahui letak musuh yang lain. Begitu juga dengan Titan, alih-alih sekedar berbeda sifat soal tanky dan mobile, kini ada ragam varian yang masing-masing hadir dengan senjata, status, dan varian serangan yang berbeda-berbeda. Dari kehadiran Scorch yang pelan, tanky, namun punya serangan area yang kuat hingga Ronin yang “tempe” namun punya serangan melee berbentuk pedang yang mematikan. Proses balancing yang cukup baik dengan setiap varian ini berhasil membuatnya jadi konten tambahan yang menyempurnakan multiplayer seri kedua ini. Setidaknya ia kini memfasilitasi gaya bermain yang jauh lebih beragam dibandingkan seri pertama.

Sisanya,Anda akan berhadapan dengan standar banyak gamer multiplayer FPS saat ini – membangun Loadout Anda sendiri. Senjata akan dibuka berdasarka level karakter dengan kustomisasi kosmetik yang lumayan beragam. Anda bisa membawa satu senjata utama dan satu senjata kedua, yang juga bisa berisikan ragam senjata Anti-Titan di dalamnya. Konsep seperti ini, terutama dari fakta bahwa mekanisme menunggangi Titan seperti di seri pertama yang dihilangkan, justru berakhir membuat efektivitas Pilot untuk mencederai Titan menjadi lebih baik. Senjata-senjata anti-Titan ini terhitung efektif untuk menghasilkan tingkat kerusakan yang tinggi. Berita baiknya? Tak seperti senjata utama dengan peluru tak terbatas, senjata anti-Titan ini tetap punya jumlah peluru untuk sistem yang lebih seimbang.

Dengan senjata Anti-Titan yang ada, Pilot tak berakhir jadi sekedar
Dengan senjata Anti-Titan yang ada, Pilot tak berakhir jadi sekedar “target” ketika melawan robot-robot raksasa ini.
Sistem loadout dipertahankan, dengan Burn Cards yang kini digantikan dengan fitur bernama Boost.
Sistem loadout dipertahankan, dengan Burn Cards yang kini digantikan dengan fitur bernama Boost.

Titanfall 2 juga memutuskan untuk membuat Burn Cards yang jadi salah satu fungsi unik di seri pertama dan menggantinya dengan sistem bernama Boost. Cara sederhana menjelaskan Boost adalah mengasosiasikannya dengan perk atau streak dari Call of Duty, dimana Anda di titik tertentu, akan bisa menggunakannya. Ia akan memberikan keuntungan strategis tertentu, dari buff sementara hingga memunculkan ragam senjata seperti Tick atau bahkan Turret sekalipun ke dalam peta. Anda bisa membeli Boost ini secara langsung dengan menggunakan mata uang in-game yang memang butuh sedikit proses grinding, atau mencapai level tertentu untuk membukanya secara cuma-cuma.

Ada perasaan yang sangat lega melihat bahwa Respawn menjawab semua keraguan di Tech Test dengan memperbaiki begitu banyak hal yang dikeluhkan gamer di kala itu. Ia masih terasa seperti seri Titanfall yang Anda kenal, game yang sama cepat dan intensnya, namun kini dengan lebih banyak varian konten dan mode baru yang tak kalah menarik. Dua jempol untuk mode yang satu ini.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

November 4, 2025 - 0

Review Trails in the Sky 1st Chapter: Remake Terindah Untuk Game JRPG Klasik

Trails in the Sky 1st Chapter menjadi remake yang teramat…
June 21, 2025 - 0

Review Clair Obscur Expedition 33: RPG Turn-Based nan Indah, Seru, & Memilukan

Clair Obscur: Expedition 33 menjadi bukti akan pentingnya passion dan…
June 19, 2025 - 0

Review Monster Hunter Wilds: Keindahan Maksimal di Tengah Derasnya Adrenalin

Monster Hunter Wilds berhasil gabungkan beragam elemen terbaik dari seri…
November 29, 2024 - 0

Palworld Dan Terraria Crossover Event Akan Hadir Pada 2025

Palworld dan Terraria umumkan event crossover yang akan digelar pada…

PlayStation

November 4, 2025 - 0

Review Trails in the Sky 1st Chapter: Remake Terindah Untuk Game JRPG Klasik

Trails in the Sky 1st Chapter menjadi remake yang teramat…
June 21, 2025 - 0

Review Clair Obscur Expedition 33: RPG Turn-Based nan Indah, Seru, & Memilukan

Clair Obscur: Expedition 33 menjadi bukti akan pentingnya passion dan…
June 19, 2025 - 0

Review Monster Hunter Wilds: Keindahan Maksimal di Tengah Derasnya Adrenalin

Monster Hunter Wilds berhasil gabungkan beragam elemen terbaik dari seri…
December 7, 2024 - 0

Preview Infinity Nikki: Game Indah Di Mana Baju Adalah Pedangmu

Kesan pertama kami setelah memainkan Infinity Nikki selama beberapa jam;…

Nintendo

November 4, 2025 - 0

Review Trails in the Sky 1st Chapter: Remake Terindah Untuk Game JRPG Klasik

Trails in the Sky 1st Chapter menjadi remake yang teramat…
June 30, 2025 - 0

Review Nintendo Switch 2: Upgrade Terbaik Untuk Console Terlaris Nintendo

Nintendo Switch 2 merupakan upgrade positif yang telah lama ditunggu…
July 28, 2023 - 0

Review Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Tak Sesempurna yang Dibicarakan!

Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang tak sesempurna yang dibicarakan…
May 19, 2023 - 0

Preview Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Kian Menggila dengan Logika!

Apa yang ditawarkan oleh Legend of Zelda: Tears of the…