Menjajal Titanfall 2 – Tech Test: Tak Terasa Istimewa!

Reading time:
August 29, 2016
Titanfall 2 Tech Test (1)

Anda bisa membicarakan apa saja soal Titanfall yang diracik oleh Respawn Entertainment dan EA di tahun 2014 silam, namun akan sulit untuk membantah bahwa ia termasuk salah satu game yang cukup revolusioner di kala itu. Ia memang mengusung sistem shooter cepat ala Call of Duty sebagai basis, tetapi kesempatan untuk memanggil Titan – sebuah robot raksasa ke dalam pertempuran sembari bermanuver dengan super cepat secara vertikal menawarkan sebuah pendekatan game shooter yang pantas untuk diacungi jempol. Apalagi, ia juga menawarkan beberapa inovasi “unik” yang terbayar manis, seperti menghadirkan musuh AI di dalam medan pertempuran untuk berkontribusi tertentu pada jalannya pertempuran hingga mengkombinasikan mode campaign dengan multiplayer yang ada. Titanfall adalah sebuah proyek awal yang potensial.

Berangkat dari semua daya tarik inilah, antisipasi terhadap seri kedua yang sudah diumumkan sejak beberapa bulan yang lalu – Titanfall 2 menguat. Ini berarti kita bisa merasakan dan melihat langsung pendekatan inovatif seperti apa lagi yang akan mereka tawarkan, di luar mode single-player campaign yang dipastikan hadir. Berangkat dari apa yang kita dapatkan di seri pertama, tentu sesuatu yang rasional untuk mengantisipasi bahwa kita akan menemukan hal-hal baru yang akan mengukuhkan status Titanfall 2, sebagai sebuah standar game shooter multiplayer yang baru. Untuk memastikan rilis yang stabil dan masalah teknis yang minim, Respawn Entertainment dan EA akhirnya menyelenggakan sebuah Tech Test untuk gamer Playstation 4 dan Xbox One di dua kesempatan yang berbeda.

Sayangnya, Tech Test ini justru meninggalkan lebih banyak keraguan daripada sensasi optimis. Lantas, apa yang ia tawarkan? Mengapa kami menyebut bahwa sesi tech test ini tak terasa istimewa? Berikut adalah impresi utama kami:

Visual yang Serupa

Titanfall 2 masih menggunakan engine yang sama dengan seri pertamanya - Source.
Titanfall 2 masih menggunakan engine yang sama dengan seri pertamanya – Source.

Berbeda dengan beberapa game yang berhasil menawarkan kualitas visualisasi memesona lewat implementasi engine baru untuknya, Respawn sepertinya lebih memilih untuk mempertahankan Source – engine sama dengan yang digunakan di seri pertama – sebagai basis untuk Titanfall 2 ini. Memainkannya di Playstation 4 yang notabene merupakan konsol “terkuat” di pasaran saat ini, kualitas visualnya tak terlihat banyak berbeda dibandingkan dengan sang seri pertama tersebut. Beragam detail memang masih muncul, terutama dari ragam efek visual yang ada, namun tak terlihat seperti sebuah game yang istimewa. Berita baiknya? Kompensasi dari pendekatan seperti ini membuatnya bisa dimainkan di framerate 60fps yang tentu saja, esensial untuk ukuran sebuah game multiplayer dengan ritme cepat seperti ini. Namun setidaknya, Anda kini akan mendapatkan efek depth of field yang lumayan memesona.

Untuk game generasi saat ini, ia memperlihatkan visual yang cukup detail namun tak terlihat istimewa.
Untuk game generasi saat ini, ia memperlihatkan visual yang cukup detail namun tak terlihat istimewa.
BOOM!
BOOM!

Namun berbeda dengan seri pertama yang menawarkan atmosfer yang fantastis, apalagi dengan ragam binatang atau daerah liar yang menghiasi medan pertempuran, Titanfall 2, setidaknya di Tech Test kali ini, sepertinya gagal menawarkan hal tersebut. Dua map yang ditawarkan di Tech Test kali ini keduanya berasal dari medan pertempuran urban yang terlihat begitu klise dan serupa jika dibandingkan dengan game-game shooter dengan cita rasa serupa yang lain. Berbeda dengan Titanfall pertama yang lokasinya cukup padat untuk memastikan gerak cepat para Pilot yang terkoordinasi, map di Titanfall 2 justru punya level vertikal yang lebih rendah dan seolah diracik untuk memfasilitasi pendekatan gameplay yang lebih direct seperti halnya seperti Call of Duty dan sejenisnya. Ukuran peta kini menjadi lebih “rendah”. Namun tentu saja, ini bisa jadi berakhir lebih baik di versi final nanti mengingat masa beta ini memang didesain tak lebih dari sekedar Tech Test saja.

Atmosfer untuk dua peta pertempuran di Tech Test ini juga tak terasa menarik.
Atmosfer untuk dua peta pertempuran di Tech Test ini juga tak terasa menarik.
Berbeda dengan seri pertama yang memberikan ruang padat untuk bermanuver, peta Tech Test ini justru memperlihatkan hal sebaliknya.
Berbeda dengan seri pertama yang memberikan ruang padat untuk bermanuver, peta Tech Test ini justru memperlihatkan hal sebaliknya.

Dari sisi visual, setidaknya dari mode multiplayer yang ada, Titanfall 2 memang tak terlihat istimewa sama sekali. Ia menawarkan kualitas yang hampir sama dengan sang seri pertama dengan peningkatan yang tak terlihat signifikan. Namun setidaknya, dari desain Titan, karakter, dan musuh AI yang Anda temui, Anda masih akan mendapatkan kesan sebuah game Titanfall yang familiar di dalamnya.

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

September 29, 2021 - 0

Review SAMUDRA: Dalam Lautan Dalam Pesan!

Berkembang dengan signifikan selama beberapa tahun terakhir ini, para talenta…
August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…
June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…

PlayStation

October 15, 2021 - 0

Review Demon Slayer – Kimetsu no Yaiba- The Hinokami Chronicles: Pemuas Para Fans!

Meledak dan langsung menjadi salah satu anime yang paling dicintai…
October 6, 2021 - 0

Review Far Cry 6: Revolusi yang Minim Revolusi!

Sebuah franchise shooter andalan, posisi inilah yang harus dipikul oleh…
October 1, 2021 - 0

Review Lost Judgment: Peduli Rundungi!

Sebuah langkah yang jenius atau ekstrim penuh resiko yang terhitung…
September 27, 2021 - 0

Review Diablo II Resurrected: Bentuk Baru, Cinta Lama!

Blizzard dan kata “remaster” sejauh ini memang bukanlah asosiasi yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…