Review World of Final Fantasy: Tak Hanya Menggemaskan!

Reading time:
November 2, 2016
world-of-final-fantasy-jagatplay-part-1-1

Anda belum pernah mendengar nama World of Final Fantasy sebelumnya? Bukan sesuatu yang mengherankan jika melihat strategi yang diperlihatkan Square Enix terkait judul yang satu ini. Dari perkenalan awalnya, ia sudah kalah populer dengan Final Fantasy VII Remake yang diumumkan setelahnya di panggung utama E3, membuat semua gamer tak membicarakan World of Final Fantasy sama sekali. Dan kini, terlepas dari rangkaian screenshot dan trailer yang dilepas ke dunia maya, World of Final Fantasy juga dirilis cukup “berdekatan” dengan Final Fantasy XV, proyek jauh lebih besar yang memancing lebih banyak percakapan. Popularitasnya memang sedikit tenggelam, namun bukan berarti ia tak punya daya tarik yang harus dicicipi banyak gamer JRPG di seluruh dunia.

Anda yang sudah membaca artikel preview kami sebelumnya sepertinya sudah punya gambaran yang lebih jelas soal apa itu World of Final Fantasy. Bagi kami, sensasi awal mencicipi seri yang satu ini tak banyak berbeda dengan apa yang kami rasakan di masa lalu ketika berhadapan dengan Kingdom Hearts untuk pertama kalinya. Sebuah seri yang terasa berbeda, namun melebur semua sensasi nostalgia seri Final Fantasy klasik Anda ke dalam satu ruang yang sama. Ia kemudian membungkusnya dengan lapisan cerita baru yang mungkin terasa klise, dengan mekanik gameplay yang menyerupai seri Ni No Kuni atau Pokemon. Impresi pertamanya sendiri terhitung solid, namun desain karakter chibi-nya lah yang jadi daya tarik utama.

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh World of Final Fantasy? Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang tak hanya sekedar menggemaskan saja? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

Plot

World of Final Fantasy mengusung plot klise yang sepertinya sudah banyak Anda cicipi di game-game JRPG di masa lalu. Namun dengan gaya penceritaan yang cukup unik di akhir.
World of Final Fantasy mengusung plot klise yang sepertinya sudah banyak Anda cicipi di game-game JRPG di masa lalu. Namun dengan gaya penceritaan yang cukup unik di akhir.

Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar bahwa game ini mengusung nama Final Fantasy di dalamnya, dengan desain karakter chibi yang lucu? Dari sisi cerita, Anda sepertinya sudah bisa menebak kira-kira konten seperti apa yang Anda dapatkan. Dan seperti yang diprediksi, Anda tidak salah. Tak ada yang istimewa dari intisari cerita World of Final Fantasy itu sendiri, karena Anda kembali berhadapan dengan sebuah skenario klasik yang sepertinya sudah diceritakan berulang kali dari beberapa generasi platform gaming selama ini – kisah karakter utama yang berusaha menyelamatkan dunia dari seorang tokoh antagonis super kuat dengan motivasi yang lemah. Hal yang sama juga akan Anda dapatkan di World of Final Fantasy ini.

Anda berperan sebagai kembar - Lann dan Reynn yang terbangun di sebuah dunia misterius tanpa ingatan apapun.
Anda berperan sebagai kembar – Lann dan Reynn yang terbangun di sebuah dunia misterius tanpa ingatan apapun.
Menjelajahi dunia lain - Grimoire dan menangkap kembali monster yang mereka sebut Mirages diyakini akan membuat ingatan mereka kembali.
Menjelajahi dunia lain – Grimoire dan menangkap kembali monster yang mereka sebut Mirages diyakini akan membuat ingatan mereka kembali.

Anda berperan sebagai saudara kembar – Lann dan Reynn  yang terbangun di sebuah dunia yang super aneh. Terlepas dari bentuknya yang indah, dunia ini sepertinya tak memiliki penghuni yang lain, selain mereka berdua. Selain mengenal diri mereka sendiri dan satu sama lain, Lann dan Reynn tak punya lagi ingatan yang lain, sesuatu yang akhirnya memotivasi mereka untuk bergerak menuju ke sebuah dunia magis yang lain – Grimoire. Seorang wanita misterius berbaju putih bernama Enna Kros menyebut bahwa ingatan mereka akan kembali jika mereka menyelusuri Grimoire dan mulai menangkap monster-monster kecil yang mereka sebut sebagai Mirages. Lann dan Reynn yang tak punya banyak alternatif pun menurut.

Pelan tapi pasti, mereka menemukan informasi bahwa ibu mereka terperangkap oleh kekuatan jahat dari Bahamut Army, pihak yang juga mulai menguasai dan menindas Grimoire.
Pelan tapi pasti, mereka menemukan informasi bahwa ibu mereka terperangkap oleh kekuatan jahat dari Bahamut Army, pihak yang juga mulai menguasai dan menindas Grimoire.
Dengan jalan yang ternyata saling terkait, mereka kini juga berusaha mencari dan menundukkan Bahamut Army. demi ibu mereka dan juga demi Grimoire.
Dengan jalan yang ternyata saling terkait, mereka kini juga berusaha mencari dan menundukkan Bahamut Army. demi ibu mereka dan juga demi Grimoire.

Mengejutkannya, Grimoire ternyata bukan dunia lain seperti yang mereka bayangkan. Dunia yang satu ini ternyata dipenuhi oleh kehidupan manusia-manusia berukuran super kecil dan bentuk chibi yang menyebut diri mereka sendiri sebagai Lilikins, sementara manusia besar seperti halnya Lann dan Reynn disebut sebagai Jiants. Lann dan Reynn untungnya punya kemampuan untuk berubah bentuk kapanpun mereka inginkan. Perlahan tapi pasti, ingatan mereka kembali. Kedua kembar ini yakin bahwa kunci kembalinya ingatan mereka terletak pada sosok yang mereka yakini sebagai ibu mereka sendiri, yang saat ini dikunci oleh Bahamut Army, pasukan jahat sama yang mulai perlahan tapi pasti, menguasai dan menundukkan kerajaan-kerajaan di Grimoire. Dengan kepentingan yang saling  berhubungan satu sama lain, Lann dan Reynn pun berpetualang.

Namun satu hal yang aneh, Grimoire sepertinya bukan dunia yang “asing” untuk mereka. Beberapa Mirages kelas tinggi ternyata punya ingatan yang jelas soal siapa mereka dan status mereka sebagai Mirage Keeper – pengendali Mirage itu sendiri. Tak hanya itu saja, dunia Grimiore juga dipenuhi dengan ramalan soal dua orang Jiants yang datang dari dimensi lain dan bisa menghasilkan satu dari dua konsekuensi yang ada – kemakmuran atau kehancuran total untuk dunia ini.

Namun ada satu hal yang unik. Beberapa Mirages legendaris mengenal siapa mereka dan Grimoire sendiri punya ramalan terkait dua raksasa dari dunia lain, yang mengacu pada Lann dan Reynn.
Namun ada satu hal yang unik. Beberapa Mirages legendaris mengenal siapa mereka dan Grimoire sendiri punya ramalan terkait dua raksasa dari dunia lain, yang mengacu pada Lann dan Reynn.

Lantas, siapa sebenarnya Lann dan Reynn ini? Mengapa Grimoire sepertinya hidup dan berputar dengan keduanya sebagai fokus? Tokoh antagonis seperti apa pula yang mereka hadapi? Semua jawaban dari pertanyaan tersebut bisa Anda dapatkan dengan memainkan World of Final Fantasy ini.

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

September 29, 2021 - 0

Review SAMUDRA: Dalam Lautan Dalam Pesan!

Berkembang dengan signifikan selama beberapa tahun terakhir ini, para talenta…
August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…
June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…

PlayStation

October 15, 2021 - 0

Review Demon Slayer – Kimetsu no Yaiba- The Hinokami Chronicles: Pemuas Para Fans!

Meledak dan langsung menjadi salah satu anime yang paling dicintai…
October 6, 2021 - 0

Review Far Cry 6: Revolusi yang Minim Revolusi!

Sebuah franchise shooter andalan, posisi inilah yang harus dipikul oleh…
October 1, 2021 - 0

Review Lost Judgment: Peduli Rundungi!

Sebuah langkah yang jenius atau ekstrim penuh resiko yang terhitung…
September 27, 2021 - 0

Review Diablo II Resurrected: Bentuk Baru, Cinta Lama!

Blizzard dan kata “remaster” sejauh ini memang bukanlah asosiasi yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…