15 Hal yang Tak Akan Pernah Dirasakan Gamer Muda!

Reading time:
March 20, 2017
  1. Demo bentuk Disc

ps1 demo disc

Di era modern saat ini, walaupun tak semua game menawarkan hal tersebut, namun sebagian besar demo game kini ditawarkan dalam format digital. Bahwa untuk mendapatkan gambaran soal game teranyar yang baru hendak dirilis tersebut, Anda bisa mengunduhnya dari halaman store masing-masing platform yang ada. Di masa lalu, demo tidak didistribusikan dengan cara seperti ini. Seperti halnya sebuah game kompilasi, demo-demo (setidaknya di era Playstation) akan digabungkan ke dalam satu disc yang sama dan kemudian didistribusikan via majalah atau event-event yang ada. Berisikan beberapa buah game, demo seperti ini biasanya menyertakan mekanik gameplay final dan sedikit potongan cerita di dalamnya. Kami bahkan masih mengingat bagaimana disc demo untuk Playstation di masa lalu, punya lapisan CD berwarna hitam yang terlhat keren dan istimewa.

  1. Multiplayer Ngintip

medal of honor splitscreen

Aneh memang. Seiring dengan kehadiran platform generasi terbaru yang notebene memiliki kemampuan kasar yang lebih kuat, multiplayer offline justru menjadi sesuatu yang kian sulit untuk ditemukan. Bahwa fokus sebagian besar developer saat ini lebih digunakan untuk memanfaatkan ruang ekstra tersebut untuk menghasilkan game dengan visualisasi keren. Di masa lalu, ketika internet masih terhitung sebagai “barang mewah”, game multiplayer masih mengusung konsep offline yang kemudian  berakhir dengan gaya split-screen. Bahwa untuk mode kompetitif sekalipun, Anda harus berbagi layar dengan lawan. Game-game seperti Crash Team Racing, Medal of Honor: Underground, hingga Twisted Metal hadir dengan sistem seperti ini. Hasilnya? Selalu ada persetujuan tidak tertulis di awal permainan untuk tidak saling melihat layar yang lain, apalagi jika Anda bermain game seperti Medal of Honor: Underground yang notabene merupakan game FPS.

  1. Ketik Perintah di MS-DOS

prince ofpersia

Popularitas Windows memang menghasilkan sebuah sistem operasi dengan user-interface yang begitu mudah untuk dikuasai. Dengan berbasiskan ikon beragam bentuk dan warna, Anda hanya perlu menggerakkan mouse dan beberapa klik di sana-sini untuk mengakses program apapun yang Anda inginkan, termasuk video game. Namun di masa lalu, ketika komputer masih menggunakan Floppy Disk berukuran 5,25 inchi dengan MS-DOS sebagai sistem operasi, memainkan game tak sesederhana saat ini. Game-game di masa itu seperti Prince of Persia atau Digger, misalnya, membutuhkan perintah yang harus Anda ketik secara manual untuk memulainya. Perintah yang mau tak mau, harus Anda kuasai untuk mengakses game-game favorit tersebut.

  1. Memory Save Terbatas

memory card

Dengan kapasitas ruang data yang semakin besar dan murah saat ini, save data yang berukuran super kecil saat ini memang tak lagi jadi masalah. Bahkan beberapa game, memberikan kebebasan bagi gamer untuk menciptakan save data sebanyak yang mereka inginkan, tanpa konsekuensi apapun. Sebuah “kemewahan” yang tak dimiliki oleh gamer Playstation di masa lalu. Bahwa sebuah memory card terbagi menjadi sistem blok dengan jumlah maksimal 16 untuk versi standar. Ada game yang membutuhkan hanya 1 blok save saja, namun ada juga yang tak ragu untuk “memangsa” 16 blok langsung jika dibutuhkan. Hasilnya? Ada kebutuhan untuk memiliki banyak memory card sekaligus. Jumlah block save juga bahkan menjadi bahan pertimbangan sebelum Anda membeli sebuah game tertentu. Bayangkan dengan kondisi saat ini dimana Anda bisa bertemu dengan belasan save slot tanpa masalah.

Tags:

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

PC Games

May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…
May 19, 2021 - 0

Review Rising Hell: Melompat Lebih Tinggi!

Kualitas game indie yang semakin solid, tidak ada lagi kalimat…
May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…

PlayStation

June 11, 2021 - 0

Review Ninja Gaiden – Master Collection: Bak Tebasan Pedang Tua!

Apa nama franchise yang menurut Anda melekat pada nama Koei…
June 8, 2021 - 0

Review Ratchet & Clank – Rift Apart: Masuk Dimensi Baru!

Menyebut Insomniac Games sebagai salah satu developer first party tersibuk…
June 8, 2021 - 0

Preview Guilty Gear Strive: LET’S ROCK!

Nama besar Arc System Works sebagai salah satu developer game…
May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…