15 Hal yang Tak Akan Pernah Dirasakan Gamer Muda!

Reading time:
March 20, 2017
feat-image

Seperti halnya semua teknologi yang ada di dunia ini, video game adalah sebuah industri yang juga maju dan berkembang seiring dengan bergeraknya zaman. Mengadopsi banyak teknologi sebagai fitur pendukung, perkembangan ini tak selalu berakhir dengan peningkatan performa yang diasosiasikan dengan peningkatan kualitas visual yang signifikan saja. Kehadirannya membuat platform gaming kini tak lagi “eksklusif” untuk gaming, tetapi juga untuk beragam fungsi yang lain. Namun yang menarik, tak hanya perubahan internal saja yang membuat industri game berubah dari satu generasi ke generasi lainnya. Kehadiran teknologi di luar industri game juga bisa berpengaruh pada cara kita berinteraksi dengan hobi kita yang satu ini. Sesuatu yang membuat gamer, mau tidak mau, ikut beradaptasi.

Hasilnya? Mengikuti perkembangan zaman, ada begitu banyak rutinitas dan tingkah laku gamer yang ikut “terkikis” seiring dengan majunya perkembangan teknologi yang ada. Bahwa sesuatu yang sempat dilakukan gamer yang tumbuh besar di era tahun 1990-an misalnya, berakhir tak Anda temukan di tahun 2017ini karena tak lagi terasa relevan. Sementara di sisi lain, video game terus jadi hobi yang  menarik begitu banyak gamer “pendatang baru” yang baru hendak mengenal apa yang ditawarkan oleh industri yang satu ini. Kelompok yang bisa kita asosiasikan sebagai para gamer muda, baik dari sisi umur ataupun karena terlambat mengenal video game itu sendiri. Mereka yang baru mengenal video game setidaknya dari satu generasi sebelumnya, dari Playstation 3, Xbox 360, Nintendo Wii, ataupun PC itu sendiri.

Menjadi sesuatu yang menarik, bahwa ada begitu banyak rutinitas dan kejadian yang sempat dialami oleh gamer tua, namun berakhir tak harus dilalui oleh para gamer muda sama sekali. Bagi para gamer tua yang sudah mencicipi industri game selama beberapa generasi dan mengikuti pertumbuhannya, ia berakhir menjadi sebuah nostalgia yang menarik untuk dibagi dan diceritakan kepada gamer muda. Seperti yang kami lakukan saat ini.

Lantas, dari semua aktivitas gaming yang sempat harus dilalui oleh gamer tua, manakah yang menurut kami berakhir menjadi tak sekedar “cerita” untuk para gamer muda? Berikut adalah list dari JagatPlay:

  1. 1001 in 1

1000 in 1

Menemukan sebuah disc yang memuat kompilasi game di dalamnya saja sudah jadi pemandangan langka saat ini. Dengan ukuran game yang kian membesar dan tak sebanding dengan media rilis yang ada, Anda mungkin hanya bisa menemukan 3-4 game di dalam satu disc blu-ray sekalipun. Sementara di era NES? Tak sulit untuk menemukan bahwa satu keping catridge berukuran standar tersebut bisa memuat hingga 1.000 – 10.000 game di dalamnya. Maka Anda akan menemukan catridge dengan judul “1001 in 1” yang secara rasional, tentu saja sulit untuk diabaikan begitu saja. Namun sayangnya, produk seperti ini biasanya hanya memuat sekitar belasan game original. Sisa ratusan hingga ribuan lainnya berakhir tak lebih dari game bootleg yang sama, namun dengan karakter atau sekedar warna lingkungan yang berbeda. Tetapi tetap saja, sulit untuk menemukan kompilasi “aneh” seperti ini di industri game modern.

  1. Verifikasi Rumor

harvest moon cow

Enaknya hidup di era akses internet yang mudah seperti ini? Bahwa hanya dengan sekedar mengetik kata kunci saja, Anda sudah bisa mencari tahu apakah sebuah rumor berakhir benar atau tidak. Di masa lalu, rumor adalah salah satu motivasi yang membuat Anda terus memainkan sebuah game atau bahkan, mengulanginya lagi. Selalu ada pembicaraan hangat soal apa yang bisa / tidak bisa Anda lakukan, dan satu-satunya cara untuk melakukan verifikasi adalah dengan mengujinya sendiri. Dari pengalaman kami, Harvest Moon: Back to Nature merupakan salah satu yang paling sering mendapatkan rumor seperti ini. Pindah ke kota lain? Susu cokelat? Menikah dengan dua wanita sekaligus? Saatnya mencoba semuanya!

  1. It’s all about gameplay!

musashi

Seberapa stabil framerate? Seberapa tinggi resolusi? Seberapa baik kualitas visual yang ia tawarkan? Seberapa realistis animasi yang disuntikkan? Pembicaraan soal hal-hal teknis seperti ini memang menghujani setiap rilis game-game raksasa di industri modern. Namun di masa lalu, ketika era NES hingga Playstation pertama misalnya, Anda tak akan pernah bertemu dengan fokus seperti ini. Video game dinilai dari sekedar sisi gameplay atau seberapa baik ia merepresentasikan atmosfer dunia yang ia tawarkan, dan tak lebih. Bahwa pembicaraan antara sesama gamer juga seringkali berakhir dengan diskusi soal daya tarik gameplay, dan tak ada yang lain. Sesuatu yang sepertinya tak lagi akan bisa dirasakan oleh gamer-gamer muda saat ini. Bahwa pembicaraan soal framerate saja, misalnya, cukup untuk membuat kita mengabaikan sebuah game yang padahal, memuat konten luar biasa di dalamnya.

  1. Menunggu Majalah Game

tablod fantasi

Satu perasaan yang hampir mustahil Anda reka ulang di industri game modern saat ini? Adalah rasa penasaran dan senang setiap kali menunggu rilis edisi tabloid atau majalah game terbaru, mengingat ia menjadi satu-satunya sumber informasi Anda terkait industri yang satu ini. Lewat sesi berita, Anda mendapatkan rumor soal game-game terbaru. Lewatnya juga, Anda juga terkadang bisa mendapatkan walkthrough cukup komprehensif dengan deretan cheat code di dalamnya. Hafal soal kapan tabloid atau majalah tersebut tiba di kota Anda, Anda tak akan ragu untuk menyisihkan sedikit uang jajan untuk mendapatkannya. Di kota-kota yang lebih kecil misalnya, Anda bisa berakhir mendapatkan majalah-majalah game ini seminggu lebih terlambat, bahkan lewat loper koran besar sekalipun. Majalah favorit kami di masa lalu? Tentu saja, tabloid Fantasi.

Tags:

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…
January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…

PlayStation

May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…
April 29, 2021 - 0

Review RETURNAL: Surga Seru di Neraka Peluru!

Apa yang langsung muncul di benak Anda begitu kita berbicara…
April 23, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Toylogic & Square Enix (NieR Replicant ver.1.22474487139…)!

Tidak perlu menyelam terlalu jauh. Melihat nama “ver.1.22474487139…” yang didorong…
April 23, 2021 - 0

Preview RETURNAL: Brutal, Gila, Menyenangkan!

Ada yang istimewa memang saat kita membicarakan hubungan antara Sony…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…