15 Hal yang Tak Akan Pernah Dirasakan Gamer Muda!

Reading time:
March 20, 2017
  1. Beli Buku Walkthrough

old book

Video game sejak awal eksistensinya, memang tak selalu menawarkan produk yang “sederhana”. Bahwa tak sedikit game yang mengusung mekanik yang begitu kompleks atau konten yang terlalu kaya untuk dieksplorasi oleh Anda pribadi begitu saja. Berita buruknya? Anda tak punya internet untuk memberi tahu Anda solusi atau jawaban untuk semua pertanyaan yang ada. Untuk game seperti Suikoden 2 yang punya 108 karakter, Final Fantasy VIII yang punya Guardian Forces rahasia, hingga Harvest Moon yang penduduknya masing-masing memiliki tanggal ulang tahun yang berbeda-beda, buku walkthrough ekstra menjadi pembelian yang esensial. Namun tak seperti buku walkthrough saat ini yang justru dijadikan sebagai “koleksi”, buku ini di masa lampau memang butuh dibaca dan dipelajari untuk memastikan Anda memainkannya secara optimal. Berita buruknya? Tak sedikit dari buku-buku ini yang berakhir ditranslasikan dengan software, membuat isinya bahkan tak memuat kalimat rasional yang bisa dimengerti. Sisanya, Anda harus menerka-nerka.

  1. Disc 3 Rusak

legend of dragoon multiple disc

Dengan ambisi untuk menciptakan sebuah game dengan konten cerita yang padat, tetapi juga mempertahankan kualitas visual yang sepadan, tak sedikit game di masa lalu yang kemudian memutuskan untuk “memecah” gamenya menjadi beberapa keping disc. Hal ini tentu saja tidak terlalu bermasalah jika Anda memainkannya di luar negeri dengan konten game yang masih original. Namun di Indonesia yang di kala itu masih mengandalkan versi bajakan, rilis multi-disc seperti ini selalu berakhir jadi bencana baru. Kualitas kopian yang tak bisa diandalkan sering berujung pada rilis game yang rusak di disc tertentu, dan selalu di tengah perjalanan seru Anda untuk menyelesaikannya. Tak jarang Anda bertemu dengan rilis dimana semua disc 3 dari 4 buah disc yang tersedia di toko yang sama berakhir tak bisa dimainkan. Solusi terbaik adalah mencari informasi soal teman Anda yang punya game yang sama, meminjam dengan harapan milik mereka tak rusak seperti milik Anda.

  1. Angkat Tangan

alundra

Bagi gamer muda yang menikmati era modern gaming seperti saat ini, kata “menyerah” hanyalah ditujukan untuk gamer yang tak mengerti cara menggunakan Google. Bahwa jika mereka terjebak di satu pertarungan atau puzzle tertentu, mereka bisa tinggal mencari solusinya di Google atau bahkan melihat langkah menyelesaikannya langsung di Youtube. Di era tanpa internet, Anda tidak akan mendapatkan “kemudahan”seperti ini. Jika majalah game langganan Anda berakhir tak membahas game yang Anda mainkan, maka bukan tak mungkin bahwa Anda berakhir menyerah untuk menyelesaikannya karena terjebak di sebuah level, puzzle, musuh tanpa jalan keluar sama sekali, walaupun Anda sudah berpikir cukup keras. Lebih buruknya lagi? Kalau ternyata teman-teman Anda juga tidak memainkan game yang sama dan Anda tak punya ruang untuk berdiskusi sama sekali. Maka Anda berakhir akan menatap layar yang sama dengan tatapan kosong, menyerah, mulai melupakannya, dan akhirnya beralih ke game baru yang lain. Kami sempat mengalami hal ini di Alundra 2 dan Tales of Destiny pertama.

Di atas adalah 15 buah kejadian yang sepertinya tidak akan pernah dirasakan oleh gamer-gamer muda yang baru mengenal industri game dari generasi platform saat ini atau satu generasi sebelumnya. Dimana kemudahan untu mendapatkan internet yang cepat, dengan Youtube yang kini memuat konten game yang cukup komprehensif, cukup untuk membuat mereka tak perlu lagi terjebak dalam “mimpi buruk” yang sempat menghantui gamer-gamer tua yang tumbuh besar dengan NES, SNES, atau Playstation pertama. Dimana video game bisa berakhir menjadi dua hal: sebuah memori indah yang akan terus Anda kenang atau sebuah memori buruk yang tak henti-hentinya ingin Anda bicarakan di hadapan para gamer muda yang tak akan bisa mengerti dan memahami kesulitan tersebut, seperti yang kami lakukan sekarang.

Bagaimana dengan Anda sendiri, terutama gamer-gamer tua? Dari semua hal yang sempat terjadi pada aktivitas gaming Anda, mana yang menurut Anda mungkin tidak akan pernah dirasakan oleh mereka yang masih muda? Feel free to comment and expand the list!

 

Tags:

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

PC Games

May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…
May 19, 2021 - 0

Review Rising Hell: Melompat Lebih Tinggi!

Kualitas game indie yang semakin solid, tidak ada lagi kalimat…
May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…

PlayStation

June 11, 2021 - 0

Review Ninja Gaiden – Master Collection: Bak Tebasan Pedang Tua!

Apa nama franchise yang menurut Anda melekat pada nama Koei…
June 8, 2021 - 0

Review Ratchet & Clank – Rift Apart: Masuk Dimensi Baru!

Menyebut Insomniac Games sebagai salah satu developer first party tersibuk…
June 8, 2021 - 0

Preview Guilty Gear Strive: LET’S ROCK!

Nama besar Arc System Works sebagai salah satu developer game…
May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…