Review Summer Lesson: Tenggelam Dalam Dunia Fantasi!

Reading time:
April 25, 2017
summer-lesson14

Virtual Reality adalah masa depan industri game, sudah berapa sering Anda mendengar kalimat yang satu ini? Teknologi yang selama ini hanya “eksis” dalam film-film sci-fi atau novel dengan tema futuristik tersebut kini tersedia dalam ragam perangkat komersial yang masing-masing darinya, punya kelemahan dan kelebihan mereka masing-masing. Tujuannya adalah meracik sebuah pengalaman gaming yang tak akan bisa Anda dapatkan dari sekedar sensasi gaming konvensional dua dimensi. Sebuah pengalaman yang lebih “imersif” karena memosisikan Anda untuk masuk ke dalam game yang Anda cicipi itu sendiri, merasakannya dari sudut pandang kamera dan cerita yang terasa lebih realistis. Satu yang menarik? Ia juga membuka peluang bagi konsep game yang tak mungkin akan Anda dapatkan sebelumnya.

Ada begitu banyak eksperimen yang dilakukan para developer dan publisher, besar ataupun kecil, untuk memanfaatkan dunia virtual reality ini secara optimal. Salah satu cara yang paling “umum” digunakan adalah menjadikannya sebagai pondasi untuk sebuah game FPS dengan ragam tema, dari action hingga horror. Kelengkapan teknologi motion controller juga menyempurnakan sensasi tengah memegang senjata, atau sekedar sumber cahaya untuk menerangi atmosfer yang begitu gelap dan mencekam. Namun ternyata tidak terbatas di sana saja. Beberapa developer Jepang hadir dengan sebuah ide yang lebih “dekat” dengan kultur negara tersebut, seperti beberapa produk Hatsune Miku atau Idolm@ster yang justru menawarkan simulasi konser dalam format VR. Atau seperti yang dilakukan Bandai Namco dengan Summer Lesson.

Ada beberapa hal yang membuat Summer Lesson terus dibicarakan. Pertama, bahwa ia sendiri sudah eksis sejak Playstation VR masih menyandang nama “Project Morpheus”. Prototype pertama VR milik Sony tersebut butuh pembuktian konsep dan sekedar pertunjukan potensi seperti apa yang bisa dimanfaatkan darinya. Alih-alih terjebak pada konsep action atau sekedar pengalaman pasif yang memicu adrenalin di dunia nyata, Bandai Namco menawarkan konsep “nyeleneh” yang mungkin tak pernah terpikirkan oleh Anda. Meminta Anda berperan sebagai seorang guru les yang tengah mengajar seorang murid super manis bernama Hikari Miyamoto, Summer Lesson yang dirilis di Playstation VR ini menancapkan identitasnya dengan kuat di industri game.

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Summer Lesson ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai sebuah game yang siap membuat Anda tenggelam dalam dunia fantasi? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

Plot

Anda akan berperan sebagai guru privat dari seorang siswi manis bernama Hikari Miyamoto.
Anda akan berperan sebagai guru privat dari seorang siswi manis bernama Hikari Miyamoto.

Bandai Namco sendiri tidak hanya melepas seri ini dan menamakannya sekedar Summer Lesson, tetapi juga membubuhkan nama “Hikari Miyamoto” di sampingnya. Walaupun tak ada konfirmasi lebih lanjut, namun ini sepertinya menjadi basis untuk memudahkan ditambahkannya konten lebih banyak karakter di masa depan lewat DLC berbayar. Sementara di sisi lain, Anda berperan sebagai karakter guru yang sama.

Anda berperan sebagai seorang guru les privat tanpa nama yang diminta untuk mengunjungi rumah seorang siswi muda. Anda ternyata diminta oleh Ibu seorang siswi bernama Hikari Miyamoto untuk membantu performa sekolah sang anak di musim libur panas yang terbatas. Mengapa? Karena  seperti orang tua pada umumnya, sang ibu juga khawatir bahwa sang anak akan gagal berhadapan dengan ujian yang kini berada di depan mata. Hikari yang sibuk dengan ekstrakurikuler Softball yang begitu ia cintai memang mulai mengesampingkan tugas utamanya sebagai pelajar tersebut, sesuatu yang sangat bisa dimengerti muncul dari seorang anak remaja.

Ibu Hikari ingin Anda membantu nilai akademisnya yang anjlok. Jika tak kunjung membaik di sesi ujian remedial setelah musim panas berakhir, Hikari tak diperbolehkan menikmati lagi ekskul favoritnya - Softball.
Ibu Hikari ingin Anda membantu nilai akademisnya yang anjlok. Jika tak kunjung membaik di sesi ujian remedial setelah musim panas berakhir, Hikari tak diperbolehkan menikmati lagi ekskul favoritnya – Softball.
Anda hanya punya waktu 7 hari untuk melakukan hal tersebut!
Anda hanya punya waktu 7 hari untuk melakukan hal tersebut!

Anda sendiri berperan sebagai seorang guru privat dengan pendekatan metode belajar yang cukup modern. Anda yakin bahwa untuk mencapai hasil maksimal dengan Hikari, Anda butuh mengembangkan aspek lain selain sekedar inteligensi, termasuk juga motivasi dan kreativitasnya. Sisa tugas Anda adalah mengatur sebuah tabel rencana belajar yang efektif untuk memaksimalkan 7 hari tersebut. Sementara di sisi lain, Hikari juga tertarik untuk mempelajari hidup Anda lebih jauh secara personal, berusaha memanfaatkan waktu untuk sekedar ngobrol, bertukar cerita, atau membahas ragam masalah yang tengah ia hadapi.

Mampukah Hikari mendapatkan nilai yang lebih baik setelah libur musim panas di bawah bimbingan Anda? Atau seperti ancaman sang ibu, ia harus keluar dari kegiatan ekstrakurikuler yang begitu ia senangi atas nama mengejar prestasi akademis? Tantangan seperti apa yang harus Anda hadapi? Jawaban dari semua pertanyaan tersebut bisa Anda dapatkan dengan memainkan Summer Lesson ini.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

PC Games

September 29, 2021 - 0

Review SAMUDRA: Dalam Lautan Dalam Pesan!

Berkembang dengan signifikan selama beberapa tahun terakhir ini, para talenta…
August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…
June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…

PlayStation

October 15, 2021 - 0

Review Demon Slayer – Kimetsu no Yaiba- The Hinokami Chronicles: Pemuas Para Fans!

Meledak dan langsung menjadi salah satu anime yang paling dicintai…
October 6, 2021 - 0

Review Far Cry 6: Revolusi yang Minim Revolusi!

Sebuah franchise shooter andalan, posisi inilah yang harus dipikul oleh…
October 1, 2021 - 0

Review Lost Judgment: Peduli Rundungi!

Sebuah langkah yang jenius atau ekstrim penuh resiko yang terhitung…
September 27, 2021 - 0

Review Diablo II Resurrected: Bentuk Baru, Cinta Lama!

Blizzard dan kata “remaster” sejauh ini memang bukanlah asosiasi yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…