Review Final Fantasy XII – The Zodiac Age: Masih Salah Satu JRPG Terbaik!

Reading time:
July 25, 2017

Terlihat Lebih Modern

Seperti yang mereka lakukan dengan X/X-2 dan Type-0, proses Remaster untuk FF XII juga didasarkan pada implementasi tekstur dalam definisi lebih tinggi dan ragam efek visual lainnya.
Seperti yang mereka lakukan dengan X/X-2 dan Type-0, proses Remaster untuk FF XII juga didasarkan pada implementasi tekstur dalam definisi lebih tinggi dan ragam efek visual lainnya.

Proses Remaster di industri game saat ini sepertinya terbagi menjadi dua bagian sama besar. Ada proyek Remaster lebih kompleks yang bahkan menawarkan pergantian engine atau model karakter untuk menghasilkan efek lebih signifikan, namun mempertahankan daya tarik gameplay utama yang ada.

Hasilnya? Adalah sebuah game lawas dalam bentuk yang benar-benar baru, seperti yang ditawarkan oleh Call of Duty 4: Modern Warfare Remastered, Crash Bandicoot N. Sane Trilogy, hingga Ratchet & Clank. Namun di sisi lain, tidak sedikit pula proyek Remaster di luar sana yang “sesederhana” diwarnai permak visual dengan mengandalkan tekstur dalam definisi lebih tinggi dan juga implementasi efek ekstra yang bisa dibilang, tak terlalu signifikan. Maka seperti yang terjadi dengan Final Fantasy X / X-2 HD dan Final Fantasy Type-0 HD, strategi terakhir ini juga lah yang diimplementasikan oleh Square Enix untuk Final Fantasy XII: The Zodiac Age ini.

Hadir dengan tekstur definisi lebih tinggi, strategi ini memang membuatnya terasa cukup relevan untuk disebut game generasi saat ini, yang tentu saja, terlihat jauh berbeda dengan kualitas visual di era Playstation 2 yang masih terlihat begitu “bergerigi”. Model karakter dan lingkungan yang ada terlihat jauh lebih tajam dan halus.

FF XII Zodiac Age jagatplay (81)
Efek depth of field yang memberikan kedalaman ekstra.
Masih
Masih “dihantui” bar hitam di bagian bawah layar untuk tiap cut-scene yang ada, terlepas apakah Anda menggunakan subtitle atau tidak.
Berita baiknya? Implementasi bar hitam ini juga membuat FMV-nya tak
Berita baiknya? Implementasi bar hitam ini juga membuat FMV-nya tak “sepecah” remaster yang lain.

Namun yang menghasilkan perbedaan signifikan adalah implementasi beberapa efek visual baru, seperti depth of field dan tata cahaya yang lebih baik. Ketika masuk dalam mode cut-scene sinematik misalnya, ia akan menghasilkan efek yang lebih dramatis. Namun sayangnya, ia juga masih mengusung sistem cut-scene yang sama seperti seri lawasnya. Alih-alih membuatnya penuh dalam resolusi 16:9, Anda justru akan menemukan bar hitam yang terletak di bagian bawah, tanpa ada opsi untuk membuat scene ini hilang. Bar hitam ini tetap akan ada di sana, terlepas apakah Anda mematikan atau menghidupkan subtitle yang ada. Efek positifnya? Setidaknya dengan strategi yang sama, cut-scene berbasis CGI yang ia tawarkan tak terlihat “sepecah” seri-seri HD Remater Final Fantasy yang lain. Ia masih terlihat halus di sana.

Tidak hanya memperbaiki sisi visual saja, Square Enix juga menawarkan sesuatu yang baru di sini, dari mode permainan hingga ekstra elemen yang lain, seperti musik misalnya. Anda kini disuguhkan dengan opsi untuk menikmati alunan OST Final Fantasy XII yang selama ini Anda kenal dalam format ulang atau rekonstruksi ulang yang lebih modern di dalamnya. Anda juga akan dibekali dengan opsi untuk menggunakan bahasa percakapan Jepang atau Inggris sesuai preferensi, dengan opsi pergantian yang akan bisa dieksekusi secara real-time tanpa perlu berpindah ke menu utama terlebih dahulu dan sejenisnya. Ada ekstra konten di luar sekedar visual saja.

Namun tentu saja, setidaknya dari sudut pandang kami, daya tarik Final Fantasy XII: The Zodiac Age tentu bukan dari sekedar perbaikan visual yang ia tawarkan. Bahwa pada dasarnya, keinginan untuk mencicipinya akan didasarkan pada dua hal: nostalgia atau sekedar rasa penasaran untuk mengetahui daya tariknya setelah sempat melewatkannya di masa lalu. Sementara perbaikan visual yang membuatnya terlihat lebih modern tak lebih dari sekedar nilai jual tambah.

International Zodiac Job System

Ia sebenarnya merupakan rilis resmi International Zodiac Job System untuk pasar Barat, versi berbeda di era Playstation 2 yang sempat hanya tersedia di pasar Jepang saja.
Ia sebenarnya merupakan rilis resmi International Zodiac Job System untuk pasar Barat, versi berbeda di era Playstation 2 yang sempat hanya tersedia di pasar Jepang saja.

Hampir sebagian besar gamer yang hanya bisa mengerti bahasa Inggris saja, sepertinya akan melewatkan versi lain dari Final Fantasy XII yang sempat menyandang nama “International Zodiac Job System”. Mengapa? Karena versi yang penuh dengan ragam fitur baru dan mekanik berbeda ini memang hanya dirilis untuk pasar Jepang saja tahun 2007 silam, hanya untuk Playstation 2. Di kala itu, International Zodiac Job System memang hadir dengan voice acting Inggris, namun semua menu yang tersedia, hanya tersedia dalam bahasa Jepang saja. Square Enix juga tidak terlihat tertarik untuk membawa game ini ke pasar Barat, bahkan hingga peralihan generasi terjadi sekalipun. Cukup untuk membuat para fans berkumpul dan menciptakan proyek translasi terpisah yang bisa dinikmati via emulator. Berita baiknya? Baru di tahun 2017 ini, Square Enix mengerti soal potensi keuntungan yang bisa Anda dapatkan.

Maka, lewat The Zodiac Age, Final Fantasy XII: International Zodiac Job System tersebut akhirnya tiba secara resmi di pasar Barat, lengkap dengan proses Remaster yang menyempurnakan kualitas visual yang ada. Namun sebagian besar fitur “baru” yang tak pernah dinikmati oleh gamer Barat ini sebenarnya sudah ditawarkan oleh versi Playstation 2-nya sejak 10 tahun silam. Seperti nama yang ia usung, salah satu yang paling signifikan adalah perubahan sistem License Board yang ia usung.

Perubahan paling signifikan terletak pada sistem License Board yang terbagi atas 12 Jobs, dengan spesialisasi masing-masing.
Perubahan paling signifikan terletak pada sistem License Board yang terbagi atas 12 Jobs, dengan spesialisasi masing-masing.
Tidak hanya satu, Anda bisa menggabungkan dua Job berbeda untuk satu karakter.
Tidak hanya satu, Anda bisa menggabungkan dua Job berbeda untuk satu karakter.

Berbeda dengan game JRPG kebanyakan yang biasanya mengandalkan efektivitas karakter hanya pada level saja, Final Fantasy XII: The Zodiac Age menghadirkan sistem sekelas Jobs yang akan menentukan fokus pengembangan karakter dan juga rangkaian skill yang bisa digunakan. Terbagi ke dalam setidaknya 12 jenis pekerjaan yang ada, tiap karakter yang Anda gunakan akan bisa mengkombinasikan dua pekerjaan sekaligus secara maksimal.

Tiap Jobs akan menghadirkan status yang bisa Anda naikkan atau rangkaian skill yang berbeda. Sebagai contoh? Time Battlemage, misalnya, adalah jenis Job yang memungkinkan karakter menguasai magic berbasis waktu seperti Haste, Stop, atau Vanish sembari mempertahankan efektivitasnya dalam bertarung. Anda juga bisa berhadapan dengan job Uhlan, yang menjadikan tombak sebagai senjata utama. Mengkombinasikan dua Job mana yang menurut Anda efektif untuk tiga karakter party Anda akan menentukan efektivitas tim Anda.

Salah satu perubahan yang paling kami sambut baik adalah kehadiran mode bernama Turbo Speed Mode yang bisa Anda akses dengan hanya menggunakan satu tombol saja. Seperti namanya, Turbo Speed Mode ini akan memungkinkan Anda untuk mempercepat jalannya permainan dari 2x hingga 4x kecepatan normal. Ia mempengaruhi hampir semua aspek permainan di luar cut-scene, seperti ketika bertarung atau sekedar berlari mengeksplorasi lingkungan yang ada. Ia menjawab keluhan di versi original yang memang terasa cukup lambat, apalagi mengingat beberapa tantangan yang mengharuskan Anda untuk bolak-balik mengeksplorasi area yang sama. Walaupun akan mempercepat waktu permainan Anda, kami sendiri masih menghabiskan tak lebih dari 60 jam permainan untuk menyelesaikan ragam tantangan di FF XII: The Zodiac Age ini, walaupun sebagian besar sudah ditempuh dengan menggunakan Turbo Mode.

Turbo Mode menjawab keluhan soal lambatnya FF XII di versi original!
Turbo Mode menjawab keluhan soal lambatnya FF XII di versi original!
Tak ada lagi limitasi damage di 9.999
Tak ada lagi limitasi damage di 9.999

Beberapa perubahan lain yang kami sambut baik juga hadir dari ragam perubahan yang membuatnya terasa lebih modern dan menyegarkan di saat yang sama, setidaknya jika dibandingkan dengan versi original yang kami cicipi di Playstation 2 setidaknya, 10 tahun yang lalu. Hal-hal seperti Break Damage Limit juga ditawarkan versi ini, memungkinkan karakter yang cukup kuat untuk menghasilkan damage di atas angka 9.999 ketika berada di level super tinggi. Perubahan juga dilakukan untuk beberapa item dan Magic yang kini tidak akan lagi bisa Anda temukan di tempat yang sama dengan versi originalnya. Sebagai contoh? Magic sekuat dan sepenting Hastega misalnya, bisa Anda temukan di salah satu merchant di versi original. Namun untuk di versi International dan juga The Zodiac Age ini, satu-satunya cara mendapatkannya hanyalah mendapatkannya dari dungeon akhir permainan yang dipenuhi dengan banyak monster super kuat.

Salah satu perubahan signifikan di sektor ini juga adalah cara mendapatkan salah satu senjata terkuat – Zodiac Spear. Di versi original, ia memiliki ketentuan terbodoh yang pernah Anda temukan di game JRPG manapun, walaupun kesempatan untuk mendapatkannya di awal permainan memang akan memudahkan jalan Anda untuk menyelesaikan ragam tantangan yang ada. Di versi original, Zodiac Spear hanya bisa Anda dapatkan dari sebuah peti jika Anda berhasil memenuhi syarat untuk tidak membuka beberapa peti spesifik yang Anda temukan di sepanjang perjalanan. Jika Anda “khilaf” dan membuka salah satu peti terlarang (yang sama sekali tak punya perbedaan dari sisi bentuk dan warna), maka kesempatan Anda untuk mendapatkan Zodiac Spear akan langsung dianulir. Di The Zodiac Age, sistem tersebut dirubah menjadi format yang lebih standar dan rasional. Zodiac Spear kini menjadi “hadiah” untuk salah satu side-quest yang cukup butuh waktu untuk diselesaikan, dengan tingkat kesulitan yang cukup tinggi.

Masih ingat dengan sistem
Masih ingat dengan sistem “bodoh” untuk mendapatkan Zodiac Spear di versi original? Cara untuk mendapatkannya kini berbeda!
Open all the chest!
Open all the chest!

Satu perubahan lainnya yang jarang sekali dibicarakan, namun signifikan dari sudut pandang kami, adalah bagaimana ia juga mengubah efek untuk beberapa skill yang berhasil membuatnya terasa lebih mudah dibandingkan versi original. Salah satu contohnya adalah serangan Techniks bernama “Wither” yang deskripsinya menuliskan efek penurunan strength pada musuh yang dilawan. Di versi original, Anda tidak akan bisa menggunakan Wither sama sekali di musuh berjenis Boss manapun. Namun di The Zodiac Age, hal berkebalikan justru terjadi. Anda bisa menggunakannya untuk melemahkan damage boss manapun secara permanen, termasuk Yiazmat atau Omega XII, yang digadang sebagai dua boss terkuat di game ini sekalipun. Membuat pertarungannya menjadi lebih sederhana dan mudah dikuasai dibandingkan dengan versi originalnya.

Perubahan-perubahan yang ditawarkan oleh versi The Zodiac Age ini memang menghasilkan efek positif yang berbeda pada dua jenis varian gamer. Bagi gamer seperti kami yang sempat mencicipi versi original dan satu-satunya versi barat Final Fantasy XII yang tersedia, perubahan sistem yang cukup signifikan seperti ini menawarkan pengalaman permainan baru, yang tidak lagi sekedar mengandalkan sensasi nostalgia saja. Sementara untuk gamer yang baru hendak terjun lewat versi Remaster ini, mereka mendapatkan sebuah pengalaman Final Fantasy XII yang lebih modern, rasional, dan tentu saja, sempurna.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

November 4, 2025 - 0

Review Trails in the Sky 1st Chapter: Remake Terindah Untuk Game JRPG Klasik

Trails in the Sky 1st Chapter menjadi remake yang teramat…
June 21, 2025 - 0

Review Clair Obscur Expedition 33: RPG Turn-Based nan Indah, Seru, & Memilukan

Clair Obscur: Expedition 33 menjadi bukti akan pentingnya passion dan…
June 19, 2025 - 0

Review Monster Hunter Wilds: Keindahan Maksimal di Tengah Derasnya Adrenalin

Monster Hunter Wilds berhasil gabungkan beragam elemen terbaik dari seri…
November 29, 2024 - 0

Palworld Dan Terraria Crossover Event Akan Hadir Pada 2025

Palworld dan Terraria umumkan event crossover yang akan digelar pada…

PlayStation

November 4, 2025 - 0

Review Trails in the Sky 1st Chapter: Remake Terindah Untuk Game JRPG Klasik

Trails in the Sky 1st Chapter menjadi remake yang teramat…
June 21, 2025 - 0

Review Clair Obscur Expedition 33: RPG Turn-Based nan Indah, Seru, & Memilukan

Clair Obscur: Expedition 33 menjadi bukti akan pentingnya passion dan…
June 19, 2025 - 0

Review Monster Hunter Wilds: Keindahan Maksimal di Tengah Derasnya Adrenalin

Monster Hunter Wilds berhasil gabungkan beragam elemen terbaik dari seri…
December 7, 2024 - 0

Preview Infinity Nikki: Game Indah Di Mana Baju Adalah Pedangmu

Kesan pertama kami setelah memainkan Infinity Nikki selama beberapa jam;…

Nintendo

November 4, 2025 - 0

Review Trails in the Sky 1st Chapter: Remake Terindah Untuk Game JRPG Klasik

Trails in the Sky 1st Chapter menjadi remake yang teramat…
June 30, 2025 - 0

Review Nintendo Switch 2: Upgrade Terbaik Untuk Console Terlaris Nintendo

Nintendo Switch 2 merupakan upgrade positif yang telah lama ditunggu…
July 28, 2023 - 0

Review Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Tak Sesempurna yang Dibicarakan!

Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang tak sesempurna yang dibicarakan…
May 19, 2023 - 0

Preview Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Kian Menggila dengan Logika!

Apa yang ditawarkan oleh Legend of Zelda: Tears of the…