Review Final Fantasy XII – The Zodiac Age: Masih Salah Satu JRPG Terbaik!
Sistem Gambits yang Masih Fantastis

Selain voice acts yang jauh lebih sempurna ketika beralih dari Final Fantasy X, yang notabene merupakan seri pertama Final Fantasy untuk Playstation 2, Final Fantasy XII juga menyediakan eksekusi perubahan mekanik gameplay yang signifikan darinya. Masih mengandalkan sistem ATB untuk menunggu giliran serang, ia kini mengusung sistem ala sebuah game MMORPG. Sebuah dunia luas yang menunggu untuk Anda eksplorasi, dengan sistem pertarungan yang terlihat lebih dinamis dan aktif. Namun jika harus berbicara soal inovasi terbaik yang ia tawarkan, maka Gambits sepertinya menjadi jawaban yang terbaik. Sebuah sistem yang kerennya, masih terasa relevan dan fantastis 10 tahun sejak versi originalnya. Sistem yang benar-benar hadir jauh lebih cepat dari masanya.
Jadi apa itu Gambits? Walaupun masih memberikan kesempatan bagi Anda untuk mengendalikan semua karakter party utama yang Anda bawa ke pertarungan, Anda juga bisa mengandalkan sisanya pada AI yang ada. Intinya adalah membuat pertarungan berjalan selancar dan secepat mungkin, tanpa perlu membuat Anda harus menentukan pilihan aksi dari detik ke detik lainnya. Menjawab tantangan tersebut, Square Enix mengembangkan sebuah sistem AI berbasis konfigurasi logika sederhana yang disebut sebagai Gambits. Input perintahnya sangat sederhana dan nyaris, tak pernah memperlihatkan kegagalan eksekusi sama sekali. Ada dua hal yang perlu Anda input dengan pernyataan sesederhana “Jika A maka Anda harus melakukan B” pada AI yang spesifik.


Lewat sebuah user-interface super sederhana, Anda bisa mengatur Gambits tiap karakter dengan sangat mudah. Sebagai contoh? Anda bisa memasukkan perintah seperti “Jika darah Vaan berada di bawah 30%, maka saya akan menggunakan Curaga” atau bisa seperti “Jika ada musuh di dekat saya, maka saya akan menyerang”, membuat setiap AI ini secara dinamis, mampu mendukung ragam strategi yang bisa Anda usung tanpa perlu melakukan pengaturan mikro di setiap saat. Dengan memasukkan Gambits “Heal di bawah 30%” pada karakter Penelo misalnya untuk Vaan yang Anda posisikan sebagai tanker, maka Anda tidak perlu takut bahwa karakter ini akan tewas selama Penelo memiliki MP untuk mengeluarkan magic tersebut. Anda bisa mengatur hampir semua hal, dari buff, menyembuhkan status ailments, menyerang, hingga strategi lebih kompleks dan spesifik seperti membuat AI menggunakan Dispel untuk menghapus keuntungan dari musuh tiap kali musuh menggunakan magic seperti Protect atau Reflect, misalnya.
Kerennya lagI? Bahkan 10 tahun setelahnya, Gambits masih membuktikan diri sebagai salah satu sistem paling inovatif yang pernah muncul di sejarah JRPG. Sebuah sistem yang memberikan kesempatan bagi Anda untuk mengatur bagaimana AI pendukung tim Anda bekerja, dan bukan sekedar membiarkan developer untuk mempersiapkannya bagi Anda. Apalagi, Anda juga bisa mengatur mana perintah yang akan dieksekusi dalam skala prioritas bagi si AI dengan meletakkan perintah Gambits mana yang berada di atas. Apakah Anda ingin AI lebih berfokus untuk menjadi healer? Atau aktivitas healing ini sepantasnya dieksekusi di sela-sela ketika ia menyerang? Anda bisa menentukan hal tersebut dengan menempatkan posisi Gambits itu sendiri.

Sedikit mengherankan memang bahwa setelah Final Fantasy XII, sistem ini tidak pernah lagi diimplementasikan oleh Square Enix di seri Final Fantasy manapun ataupun dicontek oleh produk kompetitor JRPG yang lain. Padahal di mata kami, kebebasan untuk mengatur tugas dan kerja AI untuk beradaptasi dengan pertarungan apapun yang Anda hadapi tetapi tetap punya kontrol penuh atas mereka, akan membuat beberapa judul game JRPG dengan elemen action sekalipun, akan berakhir terasa fantastis. Sulit rasanya untuk tidak membayangkan jika sistem serupa seperti ini diterapkan di Final Fantasy XV untuk ekstra elemen strategi.
Sensasi JRPG yang Begitu Dirindukan!

“Saya masih tidak mengerti mengapa banyak penggemar Final Fantasy secara terbuka mengutuk dan membenci Final Fantasy XIII!”, pernahkah Anda mendengar pernyataan seperti ini muncul dari mulut teman Anda? Jika iya, maka besar kemungkinan ia mendasarkan pernyataan tersebut pada pengalaman gaming Final Fantasy-nya yang sepertinya dimulai dari seri yang menjadikan Lightning sebagai bintang utama tersebut. Mengapa? Karena bagi gamer yang sempat mencicipi seri seperti Final Fantasy XII terlebih dahulu, maka jelas bahwa Square Enix memang berupaya untuk membuat Final Fantasy XIII sebagai produk RPG yang lebih mainstream. Sebuah game JRPG yang cantik secara visual dan mengusung garis cerita linear seperti game action barat. Mencicipi Final Fantasy XII: The Zodiac Age seolah mengingatkan kembali pada kami, soal justifikasi kritik pedas tersebut.
Mengapa? Karena Final Fantasy XII: The Zodiac Age benar-benar menawarkan sensasi JRPG lawas yang begitu kami rindukan. Sebuah game JRPG yang tidak hanya menyediakan dunia yang luas dan beragam untuk Anda jelajahi, tetapi begitu banyak misteri yang tak akan bisa Anda pecahkan tanpa membuka dan membaca walkthrough sebelumnya. Sesuatu yang sepertinya kian langka di game-game modern saat ini, yang tak ragu untuk memberi tahu kepada Anda lewat clue di sana dan sini soal apa saja yang bisa Anda atau tidak bisa Anda lakukan di game mereka. Sementara di Final Fantasy XII, Anda harus menemukannya sendiri.


Ada banyak contoh sederhana yang fantastis terkait implementasi sistem seperti ini. Sebagai contoh? Sebuah item bernama “Serpent Skin”, misalnya, yang kami yakin di versi originalnya telah menjadi sumber bagi begitu banyak kekecewaan dan rasa frustrasi bagi gamer FF XII di PS2. Mengapa? Karena satu-satunya cara Anda untuk mendapatkan uang adalah dengan menjual loot yang Anda dapatkan dari para monster, termasuk monster buruan raksasa yang juga menjatuhkan hal yang sama. Berita buruknya? Semua loot ini akan masuk dalam kategori yang sama, mengindikasikan bahwa tidak ada yang signifikan untuk setiap dari mereka. Salah satunya adalah “Serpent Skin” yang Anda dapatkan dari side-quest perburuan di awal permainan. Karena disimpan begitu saja di bagian Loot dan berperan tak ubahnya bagian monster lainnya yang Anda bunuh, banyak gamer yang menjualnya begitu saja. Alangkah terkejutnya mereka ketika menemukan bahwa item tersebut ternyata esensial untuk salah satu side quest terselubung, yang berhadiah sebuah kunci yang akan membuka satu area rahasia, yang akan membuka satu ekstra Esper (Summon) di dalamnya. Begitu Anda menjual Serpent Skin tersebut, Anda bisa mengucapkan selamat tinggal padanya.
Maka hal seperti inilah yang banyak Anda temukan di Final Fantasy XII ini, beragam misi sampingan yang tak pernah memiliki clue jelas soal pemicu dan apa yang harus Anda lakukan untuk menyelesaikannya. Bahkan misi “Hunts” yang meminta Anda untuk memburu monster-monster super kuat yang mematikan pun punya lapisan misterinya tersendiri. Beberapa monster hanya akan hadir jika Anda menyelesaikan syarat dan ketentuan tertentu yang tak pernah dikomunikasikan secara eksplisit kepada Anda.


Ada monster yang hanya muncul jika semua karakter adalah perempuan, monster yang muncul hanya pada saat hujan atau salju, monster yang butuh area dibersihkan dari monster yang lain sebelum muncul, hingga monster yang menuntut Anda untuk menyelesaikan puzzle kompleks yang tak pernah Anda prediksi sebelumnya. Anda bahkan juga bisa berhadapan dengan monster sekelas Yiazmat yang memiliki 50 juta HP, terbesar di sepanjang sejarah Final Fantasy sebagai franchise atau Omega XII yang bisa membunuh Anda secara instan dengan tembakan laser super cepat. Berita baiknya? Setidaknya dibandingkan dengan 10 tahun lalu, Anda kini bisa mencari solusinya dengan cepat di dunia maya. Namun tetap saja, berusaha menemukan setiap dari mereka akan butuh perjuangan tersendiri.

Dibandingkan dengan apa yang kami capai 11 tahun yang lalu dengan rilis versi originalnya, kami masih menemukan banyak hal baru dan berbeda ketika mencicipnya lagi di versi The Zodiac Age ini, termasuk beberapa misi sampingan dan side quest yang tak pernah kami picu sebelumnya. Kami baru tahu untuk pertama kalinya, bahwa Final Fantasy XII memuat misi sampingan memancing yang dibutuhkan untuk membuka Greatsword terkuat di dalam game itu sendiri. Pancing sama yang akan membuat Anda bertemu kembali dengan Gilgamesh yang sempat Anda kalahkan sebelumnya. Atau fakta bahwa 10 kincir angin yang terletak di area bernama Cerobi Steppe ternyata bukan sekedar hiasan, tetapi juga mengusung puzzle di dalamnya.
Memainkan Final Fantasy XII kembali memang membuat kami mau tak mau, merindukan sensasi JRPG klasik seperti ini lagi. Sebuah game JRPG yang tidak hanya menawarkan dunia dengan penuh monster untuk Anda nikmati, tetapi begitu banyak rahasia dan tantangan untuk ditemukan dan ditundukkan.










