Review Final Fantasy XII – The Zodiac Age: Masih Salah Satu JRPG Terbaik!
Trial Mode

Mengikuti rilis International yang kami sebutkan sebelumnya, Square Enix juga sebenarnya sempat menambahkan beberapa konten ekstra di dalamnya. Yang paling sederhana, adalah dua buah mode New Game + untuk Anda yang masih ingin mencicipinya untuk kesekian kalinya. Dua mode New Game + ini adalah “Strong” dan “Weak”. Strong bisa didapatkan dengan menyelesaikan mode cerita yang ada. Membuang semua item, equipment, dan License Board yang sudah Anda buka dari playthrough sebelumnya, New Game + Strong akan membuat semua karakter yang Anda mainkan dimulai dari level 80 dan masih bisa mendapatkan exp. points hingga level 99. Sementara mode Weak berlaku sebaliknya. Mode ini akan membuat karakter Anda terkunci hanya di Level 1 saja tanpa exp, hingga mau tak mau, Anda harus mengandalkan equipment dan status dari license board untuk memperkuat karakter yang ada. Untuk mode terakhir ini, Anda harus menundukkan tantangan baru yang ditawarkan Square Enix di versi ini.
Benar sekali, kita berbicara soal Trial Mode. Mode yang satu ini akan menuntut Anda untuk bertarung melawan varian musuh dan boss dalam format 100 lantai. Begitu Anda menyelesaikan tantangan di 1 lantai, Anda bisa beralih ke lantai selanjutnya secara otomatis dan menempuh proses serupa hingga lantai terakhir. Setiap 10 lantai, Anda akan berkesempatan untuk menyimpan progress Anda. Kekuatan karakter Anda akan sangat bergantung pada level karakter dan equipment di cerita utama yang Anda pilih, dengan reward yang tak kalah menggoda. Tentu saja, ini bukan mode yang mudah untuk diselesaikan.


Seperti layaknya sebuah mode yang ditujukan untuk menguji kekuatan karakter Anda, ada dua hal yang membuat Trial Mode ini sulit. Pertama, bahwa semua status ailments yang Anda terima di satu lantai akan terus berlanjut hingga lantai-lantai selanjutnya hingga Anda menyembuhkannya secara manual. Ini berarti, status Blind yang Anda dapatkan di lantai 49 misalnya, akan tetap ada di sana saat bertarung di lantai 50 hingga Anda menyembuhkanya. Kesulitan kedua? Adalah fakta bahwa mode ini tak main-main menghadirkan musuh untuk Anda tundukkan. Ia memuat hampir semua musuh yang tersedia di cerita utama, baik Esper, Hunts, hingga ragam boss rahasia untuk Anda kalahkan, sebelum Anda bisa beralih ke lantai selanjutnya. Benar sekali, Anda juga akan menemukan musuh sekelas Yiazmat dan Omega Mark XII, atau sekelas Shadowseer yang menyebalkan di sini.
Hadir sebagai mode terpisah, Trial Mode tampil sebagai tantangan ekstra yang sempurna untuk Anda yang memang menginginkan pengalaman bermain lebih panjang dari game yang sayangnya, punya tingkat kesulitan yang cukup rendah di cerita utama ini. Setidaknya, lewat Trial Mode, Anda akan dihadapkan pada ragam tantagan yang tak akan sekedar bisa diselesaikan dengan hanya sekedar menyerang membabi buta dan menang, terutama untuk level-level akhir.
Kesimpulan

Bukan sekedar sebuah nostalgia, tetapi juga sebuah kehormatan untuk menikmati kembali salah satu game JRPG terbaik yang pernah dirilis, itulah yang bisa kami simpulkan dari Final Fantasy XII: The Zodiac Age ini. Bahwa daya tariknya tidak lagi tertarik pada sekedar peningkatan visual atau gubahan OST yang direkonstruksi ulang saja, tetapi juga ragam perubahan mekanik gameplay signifikan yang pernah didapatkan oleh gamer di pasar Barat sebelumnya. Penambahan dan perubahan fitur yang cukup untuk menawarkan sesuatu yang baru dan berbeda untuk gamer yang tak pernah mencicipi versi International Zodiac Job System sebelumnya yang memang sempat tersedia hanya dalam bahasa Jepang saja. Menikmati game ini kembali benar-benar membuat kami rindu akan eksekusi konsep JRPG klasik yang tak sekedar berfokus pada cerita saja, tetapi juga berani berinovasi dari sisi gameplay hingga menawarkan mekanik gameplay yang akan membuat perhatian Anda sulit berpaling. Sebuah kombinasi elemen yang membuatnya nyaris sempurna.
Tentu saja, beragam kelemahan di masa lalu yang sempat ia tawarkan, masih terasa sempurna. 10 tahun tak bersua, dan kami pun masih sulit untuk menyukai Vaan sebagai karakter, yang membuat kami masih melihat Balthier atau Asche sebagai karakter yang lebih cocok disebut sebagai protagonis utama. Elemen lain seperti eksekusi Esper yang tak terasa terlalu signifikan dalam gameplay juga jadi kekurangan lainnya, di luar tingkat kesulitan cerita utama yang proses scaling-nya begitu buruk jika dibandingkan dengan ragam aktivitas sub-quest yang harus Anda tempuh. Scaling yang bahkan tak jarang membuat Anda bisa menundukkan boss terakhir tanpa melihat layar sama sekali, selama Anda sudah mengeksekusi Gambits yang tepat.
Namun di luar kekurangan tersebut, tak ada alasan bagi gamer penggemar JRPG untuk melewatkan Final Fantasy XII: The Zodiac Age. Bagi gamer barat yang tak pernah mencicipi versi International Zodiac Job System karena kendala bahasa, ia hadir dengan begitu banyak perubahan konten, mekanik, dan ftur yang membuat pengalamannya terasa nostalgic, namun menyegarkan di saat yang sama. Sementara gamer penggemar JRPG yang tak pernah mencicipi seri ini sebelumnya akan dihindangkan sebuah versi terbaik dari ragam elemen yang ada, termasuk visual.
Kelebihan

- Cerita yang masih terasa solid
- Peningkatan visual cukup signifikan
- Turbo Speed Mode
- Perubahan konten dan gameplay yang membuatnya terasa menyegarkan
- Perburuan monster yang masih adiktif
- Fran
- Voice acting dengan aksen yang masih solid
- Dunia yang penuh rahasia
Kekurangan

- Vaan
- Tingkat kesulitan cerita utama yang tidak scaling dengan level karakter
- Esper yang tetap tak terasa menarik
- Bar hitam yang mengganggu
Cocok untuk gamer: yang sempat mencicipi versi original FF XII, mencintai JRPG yang unik dan sulit
Tidak cocok untuk gamer: yang mudah frustrasi dengan tingkat kesulitan tinggi, sempat menyelesaikan versi International Zodiac Job System










