Review Fallen Legion – Sins of an Empire: Indonesia Pantas Bangga!

Reading time:
August 11, 2017

Presentasi yang Sangat “Vanillaware”

Anda yang sempat mencicipi game Vanillaware di masa lalu akan merasa familiar dengan pendekatan visual yang ditawarkan oleh Fallen Legion ini.
Anda yang sempat mencicipi game Vanillaware di masa lalu akan merasa familiar dengan pendekatan visual yang ditawarkan oleh Fallen Legion ini.

Presentasi sepertinya jadi salah satu kekuatan utama Fallen Legion itu sendiri. Mengambil pendekatan gambar tangan animasi yang menemani perjalanan epik Anda untuk menyelamatkan sang kerajaan, Anda yang sempat mencicipi game-game racikan Vanillaware di masa lalu seperti Odin’s Sphere atau Dragon’s Crown sepertinya akan mengapresiasi penuh apa yang ingin dicapai oleh Mintsphere dengan game action RPG yang satu ini. Acungan dua jempol tidak hanya pantas diarahkan pada pendekatan visual saja, tetapi juga desain yang ia usung. Karakter-karakter yang ditawarkan menghadirkan atmosfer fantasi yang kentara, didukung dengan animasi serangan, desain musuh, dan beragam arena pertarungan yang tampil memanjakan mata.

Tidak bermaksud meremehkan, namun begitu baiknya kualitas presentasi yang ia tawarkan, hingga cukup untuk membuat kami tak akan pernah berpikir bahwa game ini adalah racikan developer Indonesia jika kami tak mendapatkan informasi tersebut sebelumnya. Pendekatan ala “Vanillaware” yang mereka tawarkan berakhir memang cocok untuk memfasilitasi daya tarik cerita  dan gameplay Fallen Legion itu sendiri. Ia terlihat sederhana, tetapi di sisi lain, mampu menghadirkan sensasi seolah Anda tengah menikmati sebuah buku cerita interaktif yang hidup. Satu yang pasti, Anda bisa merasakan keseriusan mereka untuk memastikan Fallen Legion memang menghadirkan kualitas yang mampu bersaing dengan game-game rilis terkini.

Digambar tangan, kekuatan presentasinya bisa disandingkan dengan rilis game AAA sekalipun. Akan ada banyak momen yang membuat Anda terpesona.
Digambar tangan, kekuatan presentasinya bisa disandingkan dengan rilis game AAA sekalipun. Akan ada banyak momen yang membuat Anda terpesona.

Presentasi gemilang yang ia tawarkan tidak hanya mengakar dari sisi visual saja, tetapi juga audio. Mintsphere bahkan berhasil merekrut talenta sekelas Xanthe Huynh – suara di balik karakter Haru Okumura dari Persona 5  sebagai pengisi suara untuk Cecille. Walaupun dialog karakter protagonis utama ini tidak bisa dibilang banyak, namun penghayatan yang ia tawarkan di sesi singkat dialog yang ada memang mampu membawa Fallen Legion lebih tinggi. Acungan dua jempol besar juga pantas diarahkan pada musik pengiring game yang satu ini, dari awal hingga akhir permainan. Tepat sasaran, memperkuat atmosfer yang ada, kualitas musik yang muncul darinya tidak akan kalah dengan game racikan developer luar yang selama ini Anda kenal.

Tanpa cut-scene, cerita gelap Fallen Legion sebenarnya bisa lebih emosional jika ia juga menyertakan cut-scene aktif dengan menggunakan visual in-game. Alih-alih seperti visual novel, hanya memperlihatkan dua artwork karakter dengan barisan dialog.
Tanpa cut-scene, cerita gelap Fallen Legion sebenarnya bisa lebih emosional jika ia juga menyertakan cut-scene aktif dengan menggunakan visual in-game. Alih-alih seperti visual novel, hanya memperlihatkan dua artwork karakter dengan barisan dialog.
Tunggu..tunggu.. lu siapa yak??!
Tunggu..tunggu.. lu siapa yak??!

Namun tentu saja, bukan berarti presentasi ini hadir tanpa kekurangan. Jika ada satu hal yang cukup kami sesali darinya adalah keputusan untuk menawarkan cerita hanya lewat dialog ala visual novel begitu saja. Anda tidak akan bertemu dengan cut-scene sama sekali di game ini kecuali beberapa potong artwork pasif di beberapa momen penting game. Padahal, setidaknya di mata kami, ia esensial untuk mempresentasikan cerita dengan lebih jelas. Melihat karakter-karakter utama ini sekedar berdiri mematung berakhir cukup mengecewakan. Kebutuhan untuk mengingat kembali beragam nama yang terlibat di dalamnya juga sedikit merepotkan. Akan lebih membantu, jika seperti yang diterapkan oleh Supergiant Games di Pyre, untuk memberikan highlight tertentu pada nama yang penting. Apalagi, sebagai seorang putri kerajaan, Anda akan bertemu dengan banyak “masalah” dengan nama-nama ini.

Gameplay Super Solid

Terlihat seperti Valkyrie Profile? Fallen Legion punya sistem pertarungan yang lebih intens.
Terlihat seperti Valkyrie Profile? Fallen Legion punya sistem pertarungan yang lebih intens.

Fallen Legion: Sins of an Empire adalah sebuah game RPG yang solid. Di permukaan, terlepas dari penampilannya yang begitu Vanillware, gameplay yang ia tawarkan mungkin akan langsung mengingatkan Anda pada franchise JRPG klasik – Valkyrie Profile. Bahwa setiap karakter yang Anda bawa, termasuk Cecille – si karakter utama dialokasikan pada satu tombol tertentu. Jadi tidak berbasiskan beragam menu pilihan untuk tiap aksi yang ada, Anda hanya perlu menekan satu tombol ini untuk meminta mereka untuk bergerak. Namun apakah sistemnya menyontek Valkyrie Profile? Tenang saja, Fallen Legion: Sins of an Empire menawarkan sesuatu yang berbeda, kompleks, dan jauh lebih menarik dari apa yang Anda temukan di Valkyrie Profile.

Dengan hanya menekan tombol yang dialokasikan pada satu karakter spesifik, Anda bisa memintanya untuk menyerang. Namun tidak bisa melakukannya secara bebas, setiap slot ini akan punya “Action Points” yang harus dikorbankan setiap kali melakukan aksi ini. Tiap karakter punya maksimal tiga Action Points yang jika habis, akan pelan tapi pasti, mengisi diri kembali selama Anda tidak melakukan aksi apapun. Dengan tiga karakter yang Anda bawa (minus Cecille), ini berarti Anda punya kesempatan untuk menghasilkan 9 serangan bertubi-tubi dengan karakter-karakter yang Anda bawa. Tenang saja, seleksi hero Exemplars yang ditawarkan cukup beragam, dengan masing-masing punya peran dan karakteristik serang yang cukup jelas. Ada Exemplars yang efektif untuk bertahan, ada yang punya serangan jarak jauh dengan damage besar namun mengusung HP lebih kecil, sementaar ada pula yang punya statistik cukup berimbang.

Satu tombol untuk satu karakter.
Satu tombol untuk satu karakter.
Ada bar slot di bagian bawah layar yang akan memberikan buff dan efek tertentu jika berhasil diisi penuh.
Ada bar slot di bagian bawah layar yang akan memberikan buff dan efek tertentu jika berhasil diisi penuh.

Tidak hanya itu saja, di bawah layar, Anda juga akan melihat sebuah bar yang memperlihatkan kombinasi seperti apa yang Anda telurkan. Anda akan menemukan bahwa akan ada slot spesifik yang punya efek tertentu, seperti efek api yang berarti akan berakhir dengan serangan spesial karakter apapun yang berhasil mengeksekusi serangan mereka di slot tersebut. Terkadang, Anda juga akan menemukan efek seperti 2X damage atau healing, misalnya di baris yang sama. Percaya atau tidak, kehadiran mekanisme sederhana seperti ini menambahkan lapisan strategi tersendiri untuk Fallen Legion: Sins of an Empire ini. Mengapa? Karena Anda harus mengira-ngira atau bahkan menghitung alokasi serangan berbasis AP Anda misalnya, untuk memastikan bahwa yang mengeluarkan serangan spesial akhir memang karakter yang Anda inginkan. Walaupun terkadang, harus diakui, menekan sembarangan atas nama panik juga seringkali berhasil.

Satu kata kunci lain dari sistem pertarungan yang ditawarkan oleh Fallen Legion adalah timing. Ada dua mekanisme dari sistem ini yang akan sangat membantu jalannya pertempuran Anda. Mengingat bahwa sistem pertarungan RPG yang ia usung adalah aktif, dimana serangan Anda ataupun musuh Anda berkesempatan untuk menggagalkan animasi pihak yang dilawan, maka menunggu hingga timing yang tepat menjadi lebih esensial. Karena sistem sebelumnya yang kami bicarakan, soal bar di bagian bawah layar ini, hanya akan terpenuhi jika serangan berhasil masuk tanpa mendapatkan damage serangan / digagalkan oleh musuh. Anda bisa menunggu musuh menyerang terlebih dahulu baru mengeksekusinya, atau mungkin mengakses kombinasi tersebut secepat mungkin sebelum mereka sempat melakukan apapun.

Dengan sistem pertarungan yang aktif, serangan bisa saling membatalkan. Hal ini membuat timing menjadi lebih esensial.
Dengan sistem pertarungan yang aktif, serangan bisa saling membatalkan. Hal ini membuat timing menjadi lebih esensial.
Melakukan parry dengan timing tepat akan memberikan keuntungan strategis signifikan.
Melakukan parry dengan timing tepat akan memberikan keuntungan strategis signifikan.

Timing kedua terletak pada pentingnya mengeksekusi parry serangan musuh dengan tepat. Di awal permainan atau ketika Anda bertarung dengan musuh biasa, ini memberikan kesempatan untuk memulihkan setidaknya 1 AP dari tiap karakter secara instan sekaligus memastikan block serangan yang tidak akan mengurangi HP Anda sama sekali. Namun seiring dengan progress permainan, terutama ketika melawan boss, ia punya peran lebih signifikan. Tidak lagi sekedar menganulir damage besar yang bisa mereka hasilkan, setiap parry yang berhasil masuk juga akan membalikkan semua jenis serangan yang mereka lontarkan pada Anda, termasuk yang menghasilkan efek status tertentu sekalipun. Tidak jarang, keberhasilan ini juga berakhir dengan kesempatan stun, yang memungkinkan Anda untuk menyerang bebas tanpa menggunakan AP sama sekali. Dengan periode yang terhitung singkat, Anda bisa berupaya melemparkan damage sebesar mungkin di sini.

Lantas, apa peran Cecille? Apakah ia tidak berguna di pertarungan,  mengingat dari tadi kami hanya berbicara soal tiga karakter Exemplars yang bisa ia bawa? Cecille sendiri punya peran yang unik dalam pertempuran. Ia akan menempati posisi yang fixed dalam party dengan satu tombol (di versi PS4 ini, segitiga), untuk mengakses kemampuannya. Berbeda dengan Exemplars yang didasarkan pada AP, kemampuan Cecille berbentuk tiga buah skill berbeda yang proses cooldown-nya ditentukan oleh seberapa aktif serangan para Exemplarsnya. Di versi standar, begitu skill ini sudah penuh dan tersedia, ia bisa digunakan untuk menyerang musuh, menyembuhkan HP Legion Anda, hingga menghidupkan mereka kembali jika tewas. Cecille sendiri tidak bisa menerima damage sama sekali dan akan tewas seketika jika mendapatkan serangan. Berita baiknya? Musuh tidak akan bisa menyerang Cecille secara langsung tanpa menundukkan para Exemplars yang ada.

Cecille ikut berkontribusi dengan sistem berbeda.
Cecille ikut berkontribusi dengan sistem berbeda.
Sistem equipment diganti dengan sistem Gemstone yang akan mempengaruhi status Legion dan terkadang, skill Cecille.
Sistem equipment diganti dengan sistem Gemstone yang akan mempengaruhi status Exemplars dan terkadang, skill Cecille.

Fallen Legion: Sins of an Empire sayangnya, tidak menghadirkan sistem equipment sama sekali. Satu hal yang bisa Anda otak-atik dari Exemplars Anda hanyalah sebuah sistem “Equipment” bernama Gemstones. Didapatkan dari beragam kesempatan Anda ketika mengeksplorasi atau bertarung, Gemstones berperan sebagai buff / debuff untuk karakter Exemplars yang Anda gunakan dan Cecille. Bagi Cecille, beberapa Gemstones bisa menggantikan peran skill defensifnya menjadi ofensif, memperkuat daya serang party secara keseluruhan. Beberapa gemstones juga diarahkan untuk menghasilkan efek berbeda bagi anggota Exemplars secara spesifik, seperti memperkuat damage atau membuat damage block mereka lebih efektif.

Selalu intens, strategi bertarung akan berubah sesuai dengan jenis party musuh yang Anda hadapi.
Selalu intens, strategi bertarung akan berubah sesuai dengan jenis party musuh yang Anda hadapi.

Di atas sistem gameplay solid ini, adalah desain monster yang benar-benar, pantas untuk diacungi jempol. Walaupun Anda akan menemukan iterasi yang berulang, namun kombinasi party musuh yang Anda lawan selalu menawarkan tantangan tersendiri. Strategi bertarung melawan tiga tengkorak dengan pedang misalnya, akan berbeda dengan strategi melawan party musuh yang berisikan seorang Phalanx di depan dengan dua mage yang terus mengeluarkan magic di belakang, misalnya. Dengan serangan magic yang sulit di-parry, strategi untuk menghadapi party kedua akan lebih baik jika terus menyerang secara intensif daripada menunggu seperti di party pertama, misalnya. Pertarungan boss juga diisi dengan desain visual dan serangan boss yang tidak kalah keren, cukup untuk membuat Anda terpesona.

Namun sayangnya, terlepas dari desain gameplay yang di mata kami terasa solid, Fallen Legion: Sins of an Empire punya satu masalah besar yang menurut kami, sedikit disayangkan untuk sebuah game yang dirilis di era modern saat ini. Benar sekali, kesan linear yang ia usung.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

PC Games

November 25, 2021 - 0

Review Gunfire Reborn: Aksi Tanpa Basa-Basi!

Jika kita bicara soal developer asal timur Asia sekitar 10…
September 29, 2021 - 0

Review SAMUDRA: Dalam Lautan Dalam Pesan!

Berkembang dengan signifikan selama beberapa tahun terakhir ini, para talenta…
August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…

PlayStation

November 19, 2021 - 0

Preview Battlefield 2042: Masa Depan Tak Selalu Cerah!

Ada yang datang dengan antisipasi tinggi, tetapi tak sedikit pula…
November 19, 2021 - 0

Review GTA The Trilogy – The Definitive Edition: Bak Lelucon Besar!

Merayakan ulang tahun sebuah franchise legendaris adalah sebuah langkah yang…
November 17, 2021 - 0

Menjajal Elden Ring (Network Test): Makin Cinta, Makin Mantap!

Apa yang bisa Anda dorong lebih jauh dengan formula Souls-like…
November 15, 2021 - 0

Review Headset PULSE 3D Wireless – Midnight Black: Tiga Dimensi dalam Telinga!

Apa yang mendefinisikan sebuah pengalaman generasi terbaru? Bagi Sony dan…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…