Review Assassin’s Creed Origins: Kembali dengan Kekuatan Penuh!

Reading time:
November 16, 2017

Pengalaman “Action-RPG”

AC Origins part 2 jagatplay 57
Dengan sistem baru yang ia usung, AC Origins hadir dengan elemen RPG yang dominan.

Salah satu perubahan paling signifikan yang ditawarkan oleh Ubisoft di Origins adalah perubahan mekanisme gameplay menjadi lebih action RPG daripada action itu sendiri seperti seri-seri sebelumnya. Bahwa tidak seperti Black Flag, Unity, atau Assassin’s Creed 2 trilogi misalnya dimana sang karakter utama selalu punya kemampuan untuk menghabisi semua musuh dengan dua cara: stealth dengan hidden blade atau bertarung terbuka dengan sistem serang – counter yang bahkan bisa membunuh beberapa musuh secara signifikan, konsep action RPG membuat Origins harus dinikmati dengan cara yang berbeda dan diperlakukan unik. Sebuah pengalaman yang terhitung menyegarkan.

Kini, Bayek punya sistem level. Bukan sekedar angka yang digunakan untuk merepresentasikan seberapa kuat karakter Anda sekarang, tetapi juga untuk menjadi bahan pembanding dan penilai soal ancaman yang akan Anda hadapi nanti. Mengapa? Karena perbedaan level yang signifikan kini akan mempengaruhi performa Bayek. Jika perbedaan tersebut cukup tinggi hingga membuat musuh hadir dengan lambang tengkorak merah, maka Anda tidak akan bisa melawan ancaman tersebut, bagaimana pun caranya. Mereka akan selalu hadir dengan damage super besar yang bisa membunuh Anda dalam 1-2 kali pukulan, sementara di sisi lain, menerima damage super minim yang bahkan membuat bar mereka tidak terlihat berkurang sama sekali. Sistem inilah yang digunakan Ubisoft untuk “membatasi” gerak Anda dengan absennya sistem Tower yang ada.

Assassins Creed Origins jagatplay part 1 133
Setiap daerah punya rekomendasi level. Anda bisa menempuh resiko untuk mengeksplorasinya, namun semakin beda tingkat level dimana Anda di posisi lebih rendah, semakin mudah Anda tewas.
Assassins Creed Origins jagatplay part 1 69
Anda tidak akan mampu melawan musuh dengan level lebih tinggi yang punya lambang tengkorak merah di atasnya.

Benar sekali, Mesir super luas yang dijadikan Ubisoft sebagai “taman bermain” ini terbagi ke dalam banyak area berbeda yang didefinisikan garis batas ketika Anda membuka menu peta yang ada. Setiap area ini akan punya level rekomendasi untuk Bayek karena fakta bahwa ia akan dipenuhi dengan musuh-musuh dengan level yang di dalam jarak level tertulis tersebut, baik musuh manusia, boss, ataupun binatang liar sekalipun. Dengannya, gerak Anda akan “dibatasi” untuk mengikuti alur tersendiri, sesuai dengan progress level Anda. Anda yang misalnya masih mengendalikan Bayek level 5 memang bisa bergerak ke area level 30 tanpa limitasi, namun fakta bahwa setiap musuh di sana bisa membunuh Anda dengan 1-2 panah dengan tanpa kesulitan akan secara rasional membuat Anda menghindarinya. Berita baiknya? Limitasi tersebut akan semakin kendur seiring dengan tingginya level Anda, karena ia membuka lebih banyak kesempatan untuk menjelajahi area yang ada dengan aman.

Memang, sistem pertarungan di AC Origins tidak lagi semudah dan sesederhana seri-seri AC sebelumnya. Di masa lalu, dengan sistem serang dan counter, Anda bisa dengan mudah membunuh puluhan pasukan musuh dan menyusunnya seperti bukit tanpa berkeringat. Di Origins, sistem pertarungan didesain untuk menghasilkan pengalaman lebih intens lewat sudut pandang kamera belakang bahu untuk mengakomodasi pertarungan 1 vs 1. Selain menyerang, Anda kini juga bisa bertahan dengan menggunakan shield, melakukan rolling untuk menghindari serangan, dan tentu saja mengkombinasikan serangan kuat dan lemah untuk mencapai efektivitas tinggi sebagai mesin pembunuh. Musuh yang Anda hadapi juga akan beragam, dari sekedar pemanah, prajurit biasa dengan shield, Brute yang alot dan menggunakan senjata berat dengan range tinggi, hingga pasukan khusus dengan tameng besar yang butuh strategi tersendiri untuk ditundukkan. Tidak ada lagi sistem counter di sini, Anda harus bertarung “susah payah” melawan setiap dari mereka.

Assassins Creed Origins jagatplay part 1 96
Selamat tinggal sistem counter. Sensasi pertarungan lebih dibangun untuk membuat pertarungan 1 vs 1 terasa lebih intens.
AC Origins part 2 jagatplay 56
Ubisoft tidak berbohong ketika menyebut dunia Origins sebagai dunia AC terbesar yang pernah mereka racik.
Assassins Creed Origins jagatplay part 1 192
Sistem equipment dibagi ke dalam beragam level kelangkaan. Senjata langka biasanya hadir dengan efek tertentu.

Di sinilah, sistem action RPG milik AC Origins bersinar. Bukan dari sekedar angka damage yang akan muncul di layar setiap kali Anda menyerang, tetapi lewat sistem equipment Bayek yang kini diperlakukan layaknya genre tersebut. Bayek sendiri bisa menggunakan dua varian senjata melee dan panah, tanpa ada limitasi soal apa yang bisa / tidak bisa Anda gunakan. Setiap senjata akan punya kecepatan dan kemampuan masing-masing. Yang menarik? Adalah sensasi RPG yang masuk lewat sistem kelangkaan equipment dan juga ragam efek yang bisa ia hasilkan. Senjata-senjata yang masuk ke level Legendary misalnya, kini bisa memunculkan kabut racun untuk membuat musuh tebatuk-batuk, api untuk membuat mereka terbakar, hingga efek Sleep yang kadang-kadang membuat mereka tertidur. Tidak hanya itu saja, status efek lain seperti efektivitas untuk menghasilkan critical hit, kemampuan untuk menyerap darah, hingga kecepatan untuk mengumpulkan Adrenaline yang bisa digunakan untuk mengeluarkan serangan spesial juga diterapkan di sini.

Semakin kuat dan langka equipment Anda, semakin “mudah” pula Anda melewat setiap tantangan yang ada. Yang menarik, tantangan ini tidak selalu datang dari manusia. Mesir masa lampau ternyata memuat banyak tantangan dari lingkungan sekitar, terutama binatang liar yang menyertainya. Anda bisa bertarung melawan singa, buaya, burung pemakan bangkai, hingga kuda nil yang siap untuk memangsa Anda di darat ataupun ketika berselancar di Sungai Nil dengan perahu yang ada. Berita baiknya? Menghajar mereka akan memungkinkan Anda mengumpulkan resource untuk proses crafting. Sistem crafting di sini memang sedikit berbeda dengan apa yang Anda pikirkan. Bahwa ia lebih dialihkan untuk memperkuat item yang secara permanen digunakan oleh Bayek, dan bukannya untuk meracik sebuah senjata unik misalnya. Dengan resoure ini, Anda akan bisa membuat pertahanan Bayek lebih kuat, meninggakan damage serangan melee, atau sekedar membuat Hidden Blade Anda lebih efektif.

Assassins Creed Origins jagatplay part 1 188
Tidak hanya manusia, Mesir juga dipenuhi binatang buas.
Assassins Creed Origins jagatplay part 1 20
Pohon skill terbagi dalam tiga kategori besar.

Seperti game action RPG pada umumnya pula, akan ada cabang pohon skill yang bisa Anda perkuat dengan setiap Skill Point yang Anda dapatkan ketika menaikkan level atau menyelesaikan misi sampingan tertentu. Kategori skill di AC Origins ini dibagi menjadi tiga kategori besar: Melee, Range, dan Seer. Kedua kategori awal sepertinya sudah Anda pahami, sementara Seer bisa disederhanakan sebagai skill yang difokukan pada penggunaan consumables / item. Sebagai contoh? Anda bisa menggunakan Smoke Screen untuk kabur dari musuh atau sekedar Sleep Dart untuk melumpukan musuh dari kejauhan tanpa kekerasan jika Anda berfokus di Seer. Cukup efektif untuk digunakan di situasi tertentu.

Sistem permainan kini juga tidak lagi “mengunci” Anda di satu solusi tertentu. Bahwa ada kebebasan untuk menyelesaikan ragam misi yang ada, utama ataupun sampingan, dengan gaya bermain terbaik Anda. Anda bisa menyelesaikannya dengan stealth yang minim resiko, atau menghunuskan pedang Anda secara terbuka di setiap kesempatan yang ada. Salah satu yang menarik adalah pertarungan boss yang ditawarkan oleh game yang satu ini. Hadir dengan darah yang alot dan serangan istimewa yang siap untuk membuat Anda kalang kabut sejak menit pertama, selama perbedaan levelnya tidak signifikan, setiap boss ini akan menghadirkan tantangan yang cukup solid. Seperti game action 1 vs 1, butuh strategi untuk menentukan timing yang tepat untuk kapan menyerang, bertahan, dan menghindar. Tidak hanya manusia, boss ini juga bisa berakhir menjadi binatang tidak masuk akal yang siap untuk membuat organ tubuh Anda menjadi bubur dalam hitungan tertentu.

AC Origins part 2 jagatplay 50
Pertarungan 1 vs 1 melawan boss / mini-boss jadi highlight tersendiri.
AC Origins part 2 jagatplay 77
Anda bisa berakhir over-leveled dan membuat pertarungan di misi utama menjadi terlalu mudah.
AC Origins part 2 jagatplay 112
Holy…

Walaupun kehadiran sistem ini membuat Origins menjadi lebih baik dan lebih menantang, namun ia juga memuat satu kelemahan besar. Benar sekali, balancing. Mengingat level adalah “segalanya” dan dunia didesain terbuka untuk Anda terus hanya menyelesaikan misi sampingan, mendapatkan exp, menaikkan level, dan mendapatkan equipment langka yang kuat, selalu ada kesempatan Anda berakhir punya level lebih tinggi dibandingkan dengan musuh di cerita utama atau sekedar di dunia dimana misi tersebut terletak. Dan ketika level Anda terlalu tinggi, setiap musuh yang Anda hadapi akan terasa seperti sebuah lelucon besar. Beberapa kali pukulan, dan mereka akan tewas. Oleh karena itu, demi pengalaman bermain yang lebih optimal, kami sendiri menyarankan Anda untuk tidak menyimpang “terlalu jauh” dar misi utama untuk memastikannya tetap terasa menantang. Tidak ada proses balancing mengikuti level Anda di sini, sayangnya.

Misi Sampingan = Lebih Punya Makna, Tapi Belum Optimal

AC Origins part 2 jagatplay 23
Ada begitu banyak aktivitas yang bisa Anda lakukan di dunia super luas ini.

“Sebuah game open-world” dengan sejuta ikon dan aktivitas yang tidak menarik, itulah keluhan utama seri-seri Assassin’s Creed di masa lalu. Bahwa game yang satu ini memang tidak terkenal karena desain misi sampingan mereka yang bermakna. Sebagian besar dari aktivitas tersebut berakhir dengan meminta Anda untuk membunuh atau mengumpulkan sesuatu yang tersembunyi, untuk sebuah reward yang terkadang, terasa tidak sepadan. Setelah kesuksesan The Witcher 3, Ubisoft sepertinya belajar sesuatu dari game racikan CD Projekt Red tersebut. Sesuatu yang mereka implementasikan dengan cukup baik di AC Origins.

Assassins Creed Origins jagatplay part 1 147
Ada aktivitas yang bisa Anda selesaikan, dari sekedar menghancurkan patung.
Assassins Creed Origins jagatplay part 1 156
Hingga menjadi pembalap Chariot super unggul.

Sebelum kita masuk lebih dalam ke misi sampingan yang kita bicarakan, Ubisoft memang memenuhi dunia Mesir masa lampaunya dengan begitu banyak aktivitas. Sebagian besar misi tersebut diselubungi dengan ikon tanda tanya yang tidak akan ketahuan seperti apa aktivitasnya hingga Anda berjalan mendekatinya. Ia bisa berakhir dengan usaha untuk membunuh Captain dan mencuri harta karun di Outpost tertentu, membersihkan satu area dari binatang, mencari sebuah papyrus, menghancurkan patung Ptolemy, hingga mencari sebuah tablet kuno yang menuntut Anda untuk masuk ke dalam piramida yang ada. Aktivitas-aktivitas yang akan memberikan Anda experience points, uang, dan juga kemungkinan – equipment dengan beragam tingkat kelangkaan berbeda. Tetapi tidak hanya itu saja, ada beragam misi sampingan lain yang ditandai dengan tanda seru berwarna putih.

Tidak seperti misi sampingannya di masa lalu, ia kini mengusung pendekatan yang lebih solid. Setiap misi sampingan yang juga disisipkan rekomendasi level untuk menyelesaikannya ini akan punya cerita uniknya masing-masing. Ia akan dipresentasikan dengan cut-scene, punya klimaks dan ending cerita yang bahkan terkadang dibagi ke dalam beberapa misi terpisah, dan terkadang punya reward yang lebih pantas untuk dikejar. Tidak selalu ditandai oleh tanda seru berwarna putih ini, beberapa misi sampingan ini juga bisa Anda temukan “tak sengaja” ketika mengeksplorasi luasnya Mesir, dengan cut-scene yang biasanya tiba-tiba dimulai tanpa Anda prediksi sebelumnya. Tidak hanya kualitasnya saja yang meningkat lewat pendekatan cerita seperti ini, ia membuat posisi Bayek sebagai MedJay terasa lebih penting. Karena Anda bisa melihat betapa signifikannya peran ini untuk memastikan rakyat Mesir, ataupun rakyat Romawi dan Yunani yang tengah tinggal di Mesir, untuk hidup tenang.

AC Origins part 2 jagatplay 13
Setiap misi sampingan kini hadir dengan cerita dan cut-scene khusus.
AC Origins part 2 jagatplay 17
Namun sayangnya, mengingat tugas yang harus Anda jalankan dan kuantitasnya yang tersebar di seluruh penghujung dunia, ia bisa berakhir repetitif.

Tetapi terlepas dari desain cerita yang lebih solid dan dengan cut-scene di Origins ini, ia terbilang masih belum optimal. Mengapa? Karena pada akhirnya, misi sampingan ini berakhir dengan tujuan akhir yang terbatas dan kurang beragam. Sebagian besar darinya akan meminta Anda antara membunuh seseorang spesifik, menyelamatkan seseorang dari penjara yang dijaga di dalam Outpost, atau sekedar mengambil sesuatu yang dibutuhkan. Dengan jumlah yang begitu banyak, namun menawarkan pengalaman serupa satu sama lain, Anda yang mudah bosan akan merasa bahwa desainnya memang repetitif. Seiring dengan progress dan waktu permainan yang kian lama, Anda akan mulai mengabaikan cerita yang ada dan langsung melompat masuk ke aksi untuk mencari reward yang ada.

“Bukankah The Witcher 3 juga sama?”. Benar sekali, jika harus ditelusuri lebih dalam, variasi misi di The Witcher 3 sebenarnya tidak terlalu berbeda pula. Namun ada yang membuat kualitas misi sampingan di game racikan CD Projekt Red tersebut lebih sempurna dibandingkan dengan apa yang berusaha ditawarkan oleh Ubisoft di AC: Origins ini. Pertama? Pembicaraanya tidak selalu soal Geralt yang diminta tolong oleh satu karakter NPC tertentu, seperti halnya di AC Origins. Terlepas dari apapun misi yang harus Anda selesaikan, di AC Origins, ia selalu dimulai dengan permintaan NPC kepada Bayek sebagai MedJay untuk menyelesaikan apapun masalah yang mereka hadapi. Yang kedua? The Witcher 3 punya sistem opsi percakapan. Ini membuat pengalaman menjadi lebih interaktif, menyegarkan, apalagi mengingat hasil misi sampingan bisa berubah sesuai dengan pilihan Anda. Ada elemen reaksi dan konsekuensi di situ. Sementara di AC Origins? Misi sampingan ini masih berakhir linear.

Assassins Creed Origins jagatplay part 1 19
Satu hal yang berhasil dilakukan oleh desain seperti ini adalah memperkuat peran Bayek sebagai seorang “Medjay”

Tetapi apresiasi tetap harus diberikan kepada Ubisoft yang mulai berhasil membangun cerita yang lebih solid untuk misi sampingan yang ada, dengan cut-scene yang juga berakhir manis. Jika ada satu hal yang berhasil ia lakukan adalah membuat title “MedJay” yang disandang Bayek bukan sekedar sebuah gelar tanpa makna. Bagi kami, ini adalah arah potensial yang menarik untuk dieksplorasi lebih dalam di seri-seri Assassin’s Creed masa depan.

Sementara dari sisi online, Anda tidak akan menemukan misi kooperatif seperti di masa lalu. Elemen online kini ditawarkan dalam format sistem “balas dendam”, dimana seperti Shadow of War, Anda bisa membalaskan dendam user lain yang tewas karena musuh tertentu. Begitu berhasil, Anda akan mendapatkan reward yang memang terlalu menggoda untuk tidak dikejar. Tidak ada mode multiplayer yang menuntut Anda untuk terlibat secara aktif.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

PC Games

May 23, 2022 - 0

Review Trek to Yomi: Estetika Sinema Masa Lampau!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Trek to Yomi ini? Mengapa…
May 11, 2022 - 0

Review Rogue Legacy 2: Banyak Anak, Banyak Masalah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Rogue Legacy 2 ini?…
April 21, 2022 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Jeremy Hinton (Xbox Asia)!

Menyambut rilis PC Game Pass untuk Indonesia, kami berkesempatan untuk…
April 18, 2022 - 0

Review Grammarian Ltd: Indo Versus Inggris!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Grammarian Ltd ini? Mengapa kami…

PlayStation

March 30, 2022 - 0

Review Stranger of Paradise – FF Origin: Ayo Basmi CHAOS!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Stranger of Paradise: Final Fantasy…
March 23, 2022 - 0

Review Ghostwire – Tokyo: Berburu Setan Jepang!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Ghostwire: Tokyo ini? Mengapa…
March 21, 2022 - 0

Review Elden Ring: Cincin Menuntut Nyawa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan Elden Ring? Lantas, mengapa kami menyebutnya…
March 4, 2022 - 0

Preview Elden Ring: Senyum Merekah di Balik Tangis Darah!

Elden Ring akhirnya tersedia di pasaran dengan beberapa formula baru…

Nintendo

April 6, 2022 - 0

Review Kirby and The Forgotten Land: Ini Baru Mainan Laki-Laki!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kirby and the Forgotten…
March 25, 2022 - 0

Review Chocobo GP: Si Anak Ayam Kini Serakah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Chocobo GP ini? Mengapa…
March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…