Review Taiko No Tatsujin – Drum Session: Bergendang Senang!

Reading time:
November 11, 2017

Pilihan Lagu yang Keren!

Taiko PS4 jagatplay 1
Ia memuat pilihan lagu Jepang super keren!

Jika ada satu hal yang kami cintai dari Taiko No Tatsujin adalah pilihan lagu yang mereka tawarkan di sini. Terlepas dari fakta bahwa Anda memainkan gendang / bedug yang notabene tidak menghasilkan beragam nada sama sekali, ia masih mampu membuat permianan Anda terasa seru lewat pilihan lagu yang disuntikkan di dalamnya. Acungan dua jempol dan apresiasi memang pantas diarahkan pada Bandai Namco untuk apa yang mereka lakukan dengan judul yang satu ini.

Maka seperti yang bisa diprediksi, 100 persen dari lagu-lagu yang Anda temui di Taiko No Tatsujin adalah lagu berbahasa Jepang. Jadi, untuk Anda yang tidak terlalu familiar dengan lagu-lagu Jepang, akan ada dua reaksi yang bisa muncul: pertama, rasa ketidaktertarikan karena musik-musik ini tidak akan punya makna apapun di mata dan telinga Anda. Namun bagi gamer yang berpikiran sedikit terbuka, konsekuensi kedua, menjadi pintu masuk untuk mengenali lagu-lagu berbahasa Jepang ini walaupun Anda tidak mengerti lirik yang tengah mereka nyanyikan. Sementara bagi gamer yang cukup mengikuti perkembangan musik Jepang populer selama ini, ia memuat konten yang akan siap membuat Anda tergoda.

Taiko PS4 jagatplay 22
Namun sayangnya, informasi terkait lagu-lagu ini masih didominasi tulisan Jepang.
Taiko PS4 jagatplay 24
Musik dibagi ke banyak kategori.

Dibagi ke dalam beberapa kategori terpisah seperti: Pop, Anime, Classical, Namco, hingga Game Music, Taiko No Tatsujin menyediakan cukup banyak konten lagu Jepang untuk membuat Anda jatuh hati sejak pandangan pertama. Tidak kesemua dari lagu tersebut bisa disebut sebagai “baru”, namun populer sepertinya adalah pilihan kata yang tepat, terutama dari keputusan untuk memilih beberapa lagu yang sudah terhitung tua. Pemilihan kategori genre juga sedikit dipertanyakan mengingat ada penyederhanaan yang membuat beberapa lagu populer yang bukan POP, tetapi dimasukkan ke dalam POP. Contohnya? Babymetal, misalnya.

Namun sulit untuk tidak mengakui bahwa keputusan untuk memasukkan lagu-lagu super populer ini memang salah satu daya tarik Taiko No Tatsujin ini. Di awal Anda masuk ke menu pilihan lagu, Anda sudah disambut dengan RADWIMPS – Zen Zen Zense yang notabene merupakan OST untuk anime super populer – Kimi No Nawa (Your Name). Masuk lebih dalam, dan Anda akan menemukan lagu dari Babymetal – Gimme Chocolate, Orange Range – Ikenai Taiyou yang super klasik, hingga Kyary Pamyu Pamyu dengan Ninja Re Bang Bangnya. Fakta bahwa game ini menyertakan satu lagu dari band visual kei favorit kami pribadi – X-Japan dengan “Kurenai” bahkan membuat kami cukup bias untuk hendak memberikan angka sempurna untuk game yang satu ini.

Sementara dari kategori Anime, Anda akan berhadapan dengan OST anime-anime populer dari Attack on Titan, One Piece, Dragon Ball Super, hingga Kemono Friends! Kategori lain seperti “Variety” misalnya, bahkan memuat lagu viral dari Pikotaro – PPAP. Benar sekali, Anda bisa memainkan lagu Pen-Pineapple-Apple-Pen di sini!

Dengan sekitar 70 lagu yang dibagikan dalam beragam kategori berbeda, Anda akan disuguhkan dengan begitu banyak pilihan yang mungkin akan menarik hati Anda karena familiaritas atas source lagu originalnya, atau justru baru jatuh cinta dengan lagu tersebut setelah mendengarnya pertama kali di Taiko No Tatsujin. Namun perlu diingat, Anda tidak akan mendapatkan lagu penuh untuk setiap lagu ini, melainkan potongan beberapa menit saja. Kami juga menyayangkan keputusan untuk mempertahankan deskripsi dan judul dalam bahasa Jepang yang membuat sebagian besar dari kita mungkin akan gagal mencari dan menemukan penyanyi asli dari tiap lagu ini jika tidak mencarinya dari sumber informasi yang lain. Padahal versi yang kami uji ini adalah versi Asia aka “versi bahasa Inggris” yang tersedia di pasaran saat ini.

“Si Bedug”

Taiko Jagatplay 25
Anda yang ingin mendapatkan pengalaman bermain lebih definitif, bisa membeli versi bundle dengan kontroler Taiko terpisah.

Ada dua cara untuk menikmati Taiko No Tatsujin ini. Seperti game ritmik pada umumnya, Anda bisa menggunakan DualShock 4 Anda dengan sama efektifnya. Cara kedua? Tentu saja untuk pengalaman imersif, Anda bisa membeli versi bundle dengan kontroler bedug terpisahnya yang dijual dengan kisaran harga sektiar 1,5 juta Rupiah di Indonesia. Ukurannya memang tidak sebesar yang Anda bayangkan, terutama untuk Anda yang sempat mencicipinya di mesin arcade yang memang menyuntikkan ukuran yang sesungguhnya. Namun ia tetap didesain untuk menghadirkan pengalaman Taiko definitif untuk Anda yang tertarik. Karena mau tak mau harus diakui, apalah artinya memainkan Taiko tanpa sang bedug utama.

Taiko Jagatplay 22
Selain game, Anda juga akan mendapatkan dua buah stick, sebuah stand dari plastik, dan sebuah taplak khusus untuknya.
Taiko Jagatplay 28
Koneksi berbasis USB yang disematkan di bagian belakang.

Untuk paket penjualannya sendiri, Anda akan mendapatkan hal esensial yang Anda butuhkan. Akan ada game Playstation 4 untuk Taiko No Tatsujin itu sendiri, lengkap dengan aksesoris sebuah taplak kecil dengan bahan kain, dan tentu saja si kontroler bedug itu sendiri yang bisa Anda koneksikan ke Playstation 4 lewat kabel USB yang disertakan. Bersamanya juga Anda akan mendapatkan dua buah stick pukulan berbahan dasar plastik dan sebuah rangkaian berbahan plastik yang bisa dipasangkan ke si bedug untuk membuatnya lebih nyaman untuk dimainkan.

Taiko Jagatplay 6
Dengan bahan plastik yang mendominasi, Anda tidak perlu takut memukul bedug ini dengan penuh semangat.
Taiko Jagatplay 19
Bagian terbawah diberikan sedikit bahan perekat untuk membuatnya tidak bergeser terlalu jauh saat dimainkan.

Berita baiknya? Ukuran yang jauh jauh lebih kecil dibandingkan dengan versi arcadenya ini masih bisa dinikmati dan nyaman dijajal, namun dengan catatan, Anda menempatkannya di angle yang tepat. Dengan pondasi yang di bawahnya juga diletakkan sejenis bahan perekat, aksi Anda, segila apapun tidak akan berakhir menggesernya hingga tidak ada resiko untuk memukulnya dengan penuh antusiasme. Mengingat ia juga menggunakan bahan plastik untuk keseluruhan permukaan gendang itu sendiri sehingga durabilitasnya terjamin, kecuali Anda memang hadir dengan niat untuk merusak perangkat ini sejak awal.

Namun memang harus diakui, di angle yang buruk – bahkan di kondisi ketika Anda memosisikanya setara dengan setidaknya tinggi dada Anda, maka ada resiko yang harus ditempuh. Benar sekali, lengan yang menekuk berpotensi berakhir membuat sudut pukul Anda menjadi terlalu miring, dan justru di saat “panas” berakhir memukul dashboard kontroler yang terletak di bagian paling bawah. Mengingat bagian yang satu ini tidak didesain untuk menerima pukulan Anda, tentu saja ia bisa saja berakhir menjadi sesuatu yang buruk. Kehadiran dashboard kecil di bagian bawah ini memang membantu Anda bisa melakukan navigasi menu dengan mudah tanpa harus menggunakan DualShock 4 Anda.

Taiko Jagatplay 15
Anda harus mengatur sedikit ketinggian dan sudut, hanya untuk memastikan Anda tidak berakhir memukul area bawah Taiko yang memang lebih rapuh.
Taiko Jagatplay 27
Sayangnya, di mode kompetitif online, tidak ada terlihat opsi untuk melawan hanya pemain yang menggunakan kontroler Taiko, misalnya. Mengingat ia bisa berakhir jadi handicap jika Anda melawan gamer yang menggunakan DualShock 4.

Namun satu yang sempat kami pertanyakan adalah kehadiran kontroler terpisah ini tidak “dilihat” Bandai Namco sebagai bahan pertimbangan untuk meracik mode multiplayer kompetitif online yang lebih balance. Sejauh apa yang kami tahu dan kami jajal, Anda yang bermain menggunakan drum tetap akan disandingkan dengan gamer lain yang lewat akurasi yang mereka perlihatkan, kami asumsikan masih menggunakan DualShock 4. Hasilnya? Kecuali jika Anda benar-benar hebat dengan menggunakan kontroler bedug ini, akan jauh lebih cepat dan sederhana untuk menggunakan kontroler di mode kompetitif seperti ini. Akan lebih baik jika Bandai Namco mengeluarkan opsi untuk mode terpisah, mengingat di sisi lain, ada resiko bahwa jumlah pemain yang terlalu sedikit untuk memastikannya tetap aktif.

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

September 29, 2021 - 0

Review SAMUDRA: Dalam Lautan Dalam Pesan!

Berkembang dengan signifikan selama beberapa tahun terakhir ini, para talenta…
August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…
June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…

PlayStation

October 15, 2021 - 0

Review Demon Slayer – Kimetsu no Yaiba- The Hinokami Chronicles: Pemuas Para Fans!

Meledak dan langsung menjadi salah satu anime yang paling dicintai…
October 6, 2021 - 0

Review Far Cry 6: Revolusi yang Minim Revolusi!

Sebuah franchise shooter andalan, posisi inilah yang harus dipikul oleh…
October 1, 2021 - 0

Review Lost Judgment: Peduli Rundungi!

Sebuah langkah yang jenius atau ekstrim penuh resiko yang terhitung…
September 27, 2021 - 0

Review Diablo II Resurrected: Bentuk Baru, Cinta Lama!

Blizzard dan kata “remaster” sejauh ini memang bukanlah asosiasi yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…