Review Seven Deadly Sins – Knights of Britannia: Penuh Dosa!

Reading time:
February 21, 2018

Nonton Anime-nya Saja!

Kami yakin dengan semua hal yang disuntikkan Bandai Namco di Seven Deadly Sins: Knights of Britannia ini, gamer yang tidak familiar justru akan berakhir menjauhkan diri mereka dari pesona franchise ini yang sesungguhnya. Karena level presentasi yang ditawarkan Bandai Namco di sini memang di bawah standar dan gagal untuk mewakili daya tarik utama dari source material itu sendiri. Ketika semua aksi dan percakapan berakhir menjadi dialog tanpa ekspresi, maka sesi review ini pun kami anggap penting untuk dituliskan. JANGAN mengganggap versi anime Seven Deadly Sins akan separah versi video game-nya.

Kami hadir dengan rekomendasi kuat bahwa Anda, para penggemar anime aksi atau yang tidak terlalu suka dengan anime sekalipun, untuk memberikan kesempatan yang sepantasnya bagi Nanatsu no Taizai atau Seven Deadly Sins ini. Walaupun formatnya tidak interaktif seperti video game, namun ia menawarkan sesuatu yang lebih lewat pacing cerita dan perkembangan karakter itu sendiri. Ada lebih banyak dramatisasi, scene epik, scene pertarungan yang siap untuk membuat bulu kuduk Anda merinding, dan tentu saja penjelasan yang lebih solid terkait cerita yang ia tawarkan. Seusatu yang jauh jauh lebih baik daripada sekedar melihat karakter berdiri diam, berbicara dengan muka datar, sembari berusaha menjelaskan beragam istilah yang tidak Anda kenal sebelumnya.

Oleh karena itu, jika Anda termasuk gamer yang tidak terlalu familiar dengan franchise ini, tidak ada alasan untuk “membakar” uang Anda dengan membeli Seven Deadly Sins: Knights of Britannia saat ini. Nikmati saja terlebih dahulu versi anime-nya, yang menurut kami memang pantas dijajal, baru memutuskan apa ia pantas atau tidak. Jika Anda tetap bersikukuh terjun langsung masuk ke game ini tanpa ada pengetahuan dasar sama sekali, Anda pasti akan kebingungan.

Kesimpulan

Seven Deadly Sins Knights of Britannia jagatplay 94
kami berakhir tidak merekomendasikan Seven Deadly Sins: Knights of Britannia ini. Jika Anda memang ingin mengenal seri ini, masuklah via versi anime yang saat ini masih hanya satu season saja. Yang justru ditimbulkan oleh seri ini adalah sebuah rasa skeptis yang kian menguat soal banyak proyek adaptasi anime dari Bandai Namco di masa depan, terutama yang mengusung genre yang sama, seperti Boku No Hero Academia, misalnya. Semoga saja, ketakutan ini tidak terbukti.

Seven Deadly Sins: Knights of Britannia sepertinya mengusung masalah besar yang dihadapi oleh Bandai Namco saat ini. Bahwa di tengah belasan judul game yang mereka tawarkan untuk satu tahun terakhir ini, sepertinya jelas bahwa tidak semuanya akan hadir dengan penanganan dan kualitas yang sama, mengingat memang sebagian dari mereka datang dari developer yang berbeda-beda. Di satu sisi Anda mendapatkan game seperti Dragon Ball FighterZ, Ni No Kuni II, atau Ace Combat 7 nantinya, sementara di sisi lain ada proyek game dengan budget lebih rendah yang sepertinya dihadirkan sekedar untuk ditargetkan bagi para fans saja, khususnya untuk proyek adaptasi anime mereka. Untuk kategori kedua ini, kualitas yang seharusnya mengundang rasa optimisme ini justru berakhir mengundang lebih banyak rasa spektis. Dan sayangnya, Seven Deadly Sins: Knights of Britannia ini termasuk kelompok kedua.

Dari semua yang kami tuliskan di atas, Anda sepertinya sudah punya gambaran yang lebih jelas soal apa saja kekurangan Knights of Britannia ini dan mengapa ia tampil sebagai produk yang mengecewakan. Bahwa alih-alih hadir sebagai seri yang memang memenuhi apa yang fans inginkan atau sebuah seri yang didesain sedemikian rupa untuk membuat gamer pendatang baru tertarik untuk menikmati versi anime / manga-nya, ia justru berakhir jadi sebuah game fighting yang tidak punya kualitas memadai hampir di semua aspek. Memang ada beberapa aspek fan-service yang bekerja, namun hampir sebagian besar konten yang Anda dapatkan tidak lebih sebuah usaha setengah hati dengan target pasar yang tidak jelas.

Maka, kami berakhir tidak merekomendasikan Seven Deadly Sins: Knights of Britannia ini. Jika Anda memang ingin mengenal seri ini, masuklah via versi anime yang saat ini masih hanya satu season saja. Yang justru ditimbulkan oleh seri ini adalah sebuah rasa skeptis yang kian menguat soal banyak proyek adaptasi anime dari Bandai Namco di masa depan, terutama yang mengusung genre yang sama, seperti Boku No Hero Academia, misalnya. Semoga saja, ketakutan ini tidak terbukti.

Kelebihan

Seven Deadly Sins Knights of Britannia jagatplay 50
Game ini akan berakhir lebih buruk tanpa sosok Hawk.
  • Sesi bermain sebagai Diane raksasa cukup menyenangkan
  • Efek kehancuran membuat karakter terasa kuat
  • Setiap karakter punya animasi serangan berbeda
  • Hawk sebagai roster

Dosa

Seven Deadly Sins Knights of Britannia jagatplay 35
Why even bother..
  • Hadir tanpa cut-scene memadai atau potongan dari versi anime-nya
  • Tidak bersahabat untuk gamer yang tidak terlalu familiar dengan manga / anime
  • Konten repetitif
  • Mode pertarungan online tidak bisa diandalkan
  • Kualitas visual terasa lawas
  • Efek kehancuran berakhir tidak lebih dari gimmick
  • Terasa seperti proyek setengah hati

Cocok untuk gamer: yang punya uang berlebih dan bingung hendak dihabiskan untuk apa, sekedar butuh game fighting dalam format tiga dimensi

Tidak cocok untuk gamer: yang mencintai Seven Deadly Sins, yang mencintai genre fighting

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

PC Games

May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…
May 19, 2021 - 0

Review Rising Hell: Melompat Lebih Tinggi!

Kualitas game indie yang semakin solid, tidak ada lagi kalimat…
May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…

PlayStation

June 11, 2021 - 0

Review Ninja Gaiden – Master Collection: Bak Tebasan Pedang Tua!

Apa nama franchise yang menurut Anda melekat pada nama Koei…
June 8, 2021 - 0

Review Ratchet & Clank – Rift Apart: Masuk Dimensi Baru!

Menyebut Insomniac Games sebagai salah satu developer first party tersibuk…
June 8, 2021 - 0

Preview Guilty Gear Strive: LET’S ROCK!

Nama besar Arc System Works sebagai salah satu developer game…
May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…