Review Shadow of the Colossus Remake: Sebuah Kesempurnaan!

Reading time:
February 1, 2018

Pesan Bagi Gamer Pendatang Baru

Shadow of the Colossus jagatplay 20
Shadow of Colossus Remake menjadi sebuah proyek yang menggoda bagi gamer yang sempat mencicipi seri lawasnya, ataupun pendatang baru.

Sepertinya sudah jelas bahwa tujuan Sony menggandeng Bluepoint Games untuk mengemas ulang Shadow of the Colossus dalam format lebih baik dan lebih keren untuk Playstation 4 adalah dua: Pertama, tentu saja menarik pasar para gamer yang sempat mencicipi seri masa lampaunya dan jatuh cinta. Perbaikan visual super signifikan sekaligus tetap mempertahankan rasa familiar di sisi gameplay adalah format eksploitasi nostalgia yang sepertinya akan anti-gagal di dalam rilis seperti ini. Kami adalah salah satunya contohnya. Namun tentu saja, ada pasar kedua yang ingn mereka kejar: gamer-gamer yang baru terjun ke dalam eksosistem Playstation lewat Playstation 4 dan belum pernah mencicipi Shadow of the Colossus sebelumnya. Gamer-gamer ini sudah pasti pernah mendengar soal game racikan TeamICO ini dan bahkan, mendengar pengakuannya sebagai salah satu game terbaik di pasaran. Dengan rilis Remake ini, tidak ada lagi momen yang lebih baik untuk terjun dan masuk ke dalam salah satu pengalaman gaming terbaik yang bisa Anda dapatkan.

Tetapi tentu saja, ada satu hal yang perlu dicatat. Mengingat ini adalah sebuah game Remake yang tidak menawarkan perubahan signifikan dari konten dan gameplay, maka informasi dunia maya apapun yang Anda temukan untuk Shadow of the Colossus Playstation 2 yang meluncur di tahun 2005 silam, masih bisa digunakan di versi Remake ini. Dengan usia yang sudah menginjak 13 tahun dan popularitas yang sempat tinggi, maka hampir semua walkthrough ataupun playthrough yang Anda temukan saat ini akan berfungsi di level paling optimal. Bahwa hampir mustahil ia tidak akurat dan akan membantu Anda menyelesaikan Shadow of the Colossus ini dengan begitu cepat. Permasalahannya? Ini bukan pengalaman yang seharusnya dinikmati gamer pendatang baru yang baru ingin masuk dan mengenal Shadow of the Colossus ini lewat versi remake PS4 ini. Karena alih-alih membantu, ia justru akan mencederai.

Shadow of the Colossus jagatplay 26
Untuk apa Anda membeli sebuah game puzzle jika Anda mencari semua jawabannya di internet? Hal yang sama juga perlu Anda terapkan di Shadow of Colossus Remake ini.
Shadow of the Colossus jagatplay 73
Cari jalan, uji solusi, dan bereksperimen hingga Anda frustrasi. Itulah intisari dari pengalaman Shadow of the Colossus yang sesungguhnya.

Mengapa? Karena tingkat kesulitan dan tantangan Shadow of Colossus tidak terletak pada tingkat kesulitan membunuh para Colossi yang ada, setidaknya di tingkat kesulitan yang normal. Bahwa sumber tantangan berkerja layaknya sebuah game puzzle, dimana seperti yang kami bicarakan sebelumnya, tantangan utamanya terletak pada dua titik: mencari lokasi setiap Colossi yang ada dan kemudian mencari cara untuk menundukkan mereka. Dan percaya atau tidak, semua game puzzle apapun yang Anda temukan, dari Shadow of the Colossus hingga Portal misalnya, akan terasa sangat-sangat mudah ketika Anda memainkannya dengan walkthrough ataupun playthrough. Karena alih-alih berpikir, bereksperimen, dan mencari solusi yang notabene merupakan sumber pengalaman yang seharusnya, Anda datang dengan sebuah jawaban pasti yang secara otomatis, akan membuat segala sesuatunya tidak relevan. Tidak ada lagi usaha untuk mencari para Colossi dan tidak ada lagi tantangan untuk mencari titik lemah mereka. Pertanyaannya kini, untuk apa Anda memainkan Shadow of the Colossus?

Maka kami sendiri menyarankan bagi gamer pendatang baru, untuk menjauhi segala jenis spoiler dan waltkhrough yang kini tersedia lengkap. Mainkan dengan inisiatif Anda sendiri, tanpa mengacu pada bimbingan eksternal untuk pengalaman Shadow of the Colossus paling optimal. Silakan bersikap sedikit “curang” dengan mengintip konten tersebut jika memang Anda sudah benar-benar tersesat dan mulai merasa frustrasi, dan melihat game ini sebagai produk yang tidak lagi menyenangkan. Namun sebelum perasaan tersebut muncul, jangan tergoda untuk mengintip, sedikit pun.

Kesimpulan

Shadow of the Colossus jagatplay 80
Shadow of the Colossus Remake adalah sebuah kelahiran kembali yang di mata kami, sempurna dan fenomenal. Untuk gamer yang sempat mencicipinya di era Playstation 2, kami sangat merekomendasikannya. Bagi Anda yang belum pernah mencicipinya? Kami bahkan lebih merekomendasikannya lagi. 

Seperti bertemu dengan mantan kekasih Anda yang sudah berpisah selama 13 tahun, dengan perasaan yang tidak pernah hilang, dan kini kembali dengan kualitas yang lebih memesona di segala aspek, pengalaman seperti inilah yang akan Anda temukan di Shadow of the Colosuss remake versi Playstation 4 jika Anda sudah sempat menikmati pesonanya di masa lampau. Bahwa tangan dingin Bluepoint Games kembali melahirkan salah satu game remake terbaik di industri game, dengan penanganan yang sepantasnya untuk salah satu game terbaik tidak hanya di era Playstation 2, tetapi juga lintas platform, sepanjang masa. Ia kini hadir dengan kualitas visualisasi jauh lebih baik, penanganan OST yang masih begitu indah, penambahan fitur dan penyesuaian skema kontrol untuk era gaming modern, hingga penanganan cerita fantastis yang masih tetap dipertahankan di dalamnya.

Untuk saat ini, kami sendiri menyebut penanganan proses Remake ini terhitung sempurna dengan sedikit hal yang pantas untuk dikeluhkan dari perspektif sebagai gamer yang jatuh hati dan sangat menikmati versi original Playstation 2-nya di masa lalu. Namun kami bisa memahami bahwa ada beberapa hal yang mungkin akan membuat gamer pendatang baru mengeluh karena rasa tidak familiarnya dengan skema gameplay dan sensasi yang tetap dipertahankan sejak era Playstation 2, dari sistem kamera hingga gerak Agro yang masih sulit dikendalikan di kecepatan penuh. Namun bagi mereka yang familiar, ini adalah ekstra sensasi nostalgia yang seolah membawa kita kembali ingat mengapa Shadow of the Colossus begitu unik di masanya. Jika satu hal yang sangat kami sayangkan, namun tidak termasuk kekurangan karena di luar konteksnya sebagai sebuah proyek remake, adalah minimnya tambahan konten. Karena percaya atau tidak, selama 13 tahun terakhir ini, data yang muncul memang memperlihatkan beberapa desain Colossi yang berujung tidak hadir di versi final untuk beragam alasan yang ada. Proyek remake dari Bluehole Studio ini akan jauh lebih menarik, jika tambahan konten untuk para veteran seperti ini, disuntikkan ke dalamnya.

Tetapi di luar kekecewaan kecil tersebut, Shadow of the Colossus Remake adalah sebuah kelahiran kembali yang di mata kami, sempurna dan fenomenal. Untuk gamer yang sempat mencicipinya di era Playstation 2, kami sangat merekomendasikannya. Perubahan visual yang begitu signifikan akan membuat Anda merasa mencicipi pengalaman yang seharusnya. Dengan fakta bahwa usianya sudah menginjak 13 tahun, kami cukup yakin sebagian besar dari Anda pun sudah lupa dengan strategi pertempuran melawan beberapa Colossi, menciptakan pengalaman gaming yang kembali segar. Bagi Anda yang belum pernah mencicipinya? Kami bahkan lebih merekomendasikannya lagi. Ada alasannya mengapa Shadow of the Colossus begitu dicintai dan dipuja-puji, dan tidak ada timing lebih baik untuk terjun masuk dan mengerti. Tetapi sekali, perlu diingat, no walkthrough and playtrough until you want to give up.. Salah satu game terbaik yang pernah ada!

Kelebihan

Shadow of the Colossus jagatplay 55
Masih salah satu pengalaman gaming terbaik yang pernah kami cicipi.
  • Everything

Kekurangan

Shadow of the Colossus jagatplay 115
A masterpiece, indeed..
  • Nothing

Cocok untuk gamer: pencinta Shadow of the Colossus, yang menginginkan sebuah game unik yang tiada tara

Tidak cocok untuk gamer: yang mengharapkan sensasi action cepat ala game modern saat ini, mendambakan karakter yang over-powered

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

September 29, 2021 - 0

Review SAMUDRA: Dalam Lautan Dalam Pesan!

Berkembang dengan signifikan selama beberapa tahun terakhir ini, para talenta…
August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…
June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…

PlayStation

October 15, 2021 - 0

Review Demon Slayer – Kimetsu no Yaiba- The Hinokami Chronicles: Pemuas Para Fans!

Meledak dan langsung menjadi salah satu anime yang paling dicintai…
October 6, 2021 - 0

Review Far Cry 6: Revolusi yang Minim Revolusi!

Sebuah franchise shooter andalan, posisi inilah yang harus dipikul oleh…
October 1, 2021 - 0

Review Lost Judgment: Peduli Rundungi!

Sebuah langkah yang jenius atau ekstrim penuh resiko yang terhitung…
September 27, 2021 - 0

Review Diablo II Resurrected: Bentuk Baru, Cinta Lama!

Blizzard dan kata “remaster” sejauh ini memang bukanlah asosiasi yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…