Review Sword Art Online – Fatal Bullet: Ternyata Asyik!

Reading time:
February 28, 2018

Multiplayer yang Justru, Lemah

SAO Fatal Bullet PART 2 jagatplay 15
Mode multiplayer justru jadi kelemahan SAO: Fatal Bullet ini.

Setelah terus menggembar-gemborkan diri sebagai game action RPG yang bisa dinikmati dalam mode multiplayer, harapan untuk mendapatkan game third person shooter dengan mode multiplayer ala The Division atau Borderlands ternyata berakhir kandas. Fatal Bullet bukanlah sebuah game single-player yang punya mode multiplayer terintegrasi di dalamnya. Bandai Namco memutuskan untuk membuat keduanya sebagai mode terpisah. Jadi alih-alih seperti The Division atau Destiny misalnya yang memungkinkan Anda untuk sekedar mengeksplorasi game ini bersama-sama, sembari ngobrol menyenangkan, ia justru berakhir jadi game multiplayer konvensional. Ini berarti, ia punya mode terpisah spesifik dengan fungsi yang terbatas.

Sword Art Online: Fatal Bullet sendiri membagi mode multiplayer tersebut menjadi dua bagian besar: PVP dan Co-Op. Tidak ada mode eksplorasi atau mode yang memungkinkan Anda untuk menyelesaikan game dari awal sampai akhir secara bersama-sama. Mode Co-Op akan meminta Anda untuk saling bekerjasama untuk menundukkan monster spesifik tertentu, yang biasanya sudah Anda temukan di mode cerita yang ada, namun dengan status yang lebih tinggi. Sisa slot yang tidak terisi akan digantikan secara otomatis dengan karakter NPC pendukung untuk ekstra damage dan dukungan. Menundukkan monster-monster ini akan berakhir dengan reward EXP dan material yang di titik tertentu, memang pantas dikejar.

SAO Fatal Bullet PART 2 jagatplay 12
Di mode Co-Op, Anda akan bertarung melawan boss bersama-sama.
SAO Fatal Bullet PART 2 jagatplay 19
Di PvP, Anda vs team lain akan berlomba-lomba menghasilkan damage terbesar untuk monster besar yang akan terus hilir mudik berusaha menghajar Anda.

Sementara mode PVP hadir dengan mekanisme yang cukup unik. Alih-alih langsung membawa dua tim untuk saling bertarung satu sama lain, ada objektif spesifik di sini. Kedua belah tim yang saling melawan harus berlomba-lomba menghasilkan damage sesignifikan mungkin pada monster raksasa level tinggi yang akan memburu keduanya. Gamer bisa saling menghabisi satu sama lain untuk menciptakan waktu respawn, yang pada akhirnya, tentu saja akan berkontribusi pada kesempatan untuk “menggebuk” si monster raksasa dan meraih kemenangan. Mode ini dibagi ke dalam dua sub-mode terpisah, yang meminta Anda untuk memerankan karakter spesifik SAO atau yang memungkinkan Anda untuk menggunakan karakter avatar Anda dengan semua senjata dan skill yang ia usung. Pemenang dari mode ini tentu saja, akan mendapatkan reward yang pantas.

Sayangnya, seperti kasus yang terjadi dengan mode multiplayer banyak game Bandai Namco belakangan ini, koneksi yang diusung juga berada dalam format P2P. Ini berarti, kenikmatan mode multiplayer akan sangat bergantung pada seberapa reliable koneksi user yang diposisikan sebagai host. Kami sendiri sempat menjajalnya beberapa kali dan berakhir dengan pengalaman yang tidak “halus”. Terhubung dengan host yang tidak bisa diandalkan, gameplay penuh lag dan delay benar-benar membuatnya sulit untuk dinikmati. Untung saja, game ini bisa dinikmati secara penuh dalam format offline, tanpa ada kekurangan sedikitpun.

SAO Fatal Bullet PART 2 jagatplay 16
Tidak ada mode free-roam multiplayer. Anda tidak bisa melakukan eksplorasi secara online, sayangnya.
SAO Fatal Bullet PART 2 jagatplay 4
P2P again.. *sigh*

Aneh memang bahwa melihat semua presentasi trailer dan screenshot yang mereka lepas selama ini, Sword Art Online: Fatal Bullet justru berakhir lebih fantastis sebagai game single-playe daripada multiplayer. Menikmatinya secara offline dengan para AI jauh lebih seru dan intens daripada “terjebak” dalam mode multiplayer penuh delay yang justru menjengkelkan.

Kesimpulan

SAO Fatal Bullet PART 2 jagatplay 29
Sword Art Online: Fatal Bullet berakhir melebihi ekspektasi yang kami arahkan padanya di awal. Ia berakhir jadi sebuah game shooter yang seru dan menyenangkan dengan cerita dan karakterisasi yang solid. Walaupun kami sendiri tidak melihatnya sebagai game yang harus Anda mainkan saat ini juga, Anda bisa memasukkannya ke dalam radar belanja ketika harganya turun ke tingkat yang lebih rasional di masa depan.

Mengejutkan, sepertinya adalah kata yang tepat untuk mendeskripsikan pengalaman Sword Art Online: Fatal Bullet untuk kami. Sebagai gamer yang tidak pernah mencintai SAO dan selalu skeptis dengan versi video gamenya yang selalu menargetkan fans sebagai target utama, Fatal Bullet berakhir menjadi sebuah game yang justru bertolakbelakang dari ketakutan tersebut. Seru, asyik, dan begitu bersahabat untuk gamer yang tidak telalu mengenal SAO, ini adalah sebuah game yang hadir dengan pertimbangan desain yang terhitung matang. Gameplay menyenangkan, cerita yang cukup membuat rasa penasaran meninggi, hingga sekedar fan-service yang membuat mata Anda termanjakan hanyalah sedikit dari daya tarik judul yang satu ini. Dari game SAO yang kami cicipi selama ini, ini mungkin jadi seri pertama yang berakhir dengan persepsi dan sensasi yang positif. Ia juga menghadirkan satu mode khusus bernama “KIRITO MODE” yang meminta Anda untuk memerankan Kirito pada kisah Death Gun seperti di versi anime, dengan konten yang terhitung singkat.

Walaupun  demikian, ini tentu bukan game yang sempurna. Selain desain musuh yang terhitung sangat minim, kami juga harus menyoroti para AI karakter pendukung yang Anda bawa ke pertempuran. Sebagian besar waktu mereka beraksi memang diperkuat dengan aksi yang adaptif pada situasi pertempuran yang terjadi. Namun tidak jarang, kelemahan AI pada banyak game, juga terjadi di sini. Mereka berakhir tidak melakukan hal yang Anda inginkan atau terjebak tengah berlari, tanpa mampu melampaui sebuah objek misalnya. Di kasus kami? Beberapa kali kami menemukan kondisi dimana kami terjebak dalam satu ruangan dengan banyak musuh dan tewas cepat, sementara tiga karakter AI sisanya masih jauh berada di belakang ruangan, entah tengah melakukan apapun. Gerakan evade yang terhitung lambat untuk gerak musuh yang secara tidak adil, punya jangkauan jauh, juga sesuatu yang butuh proses balancing lebih jauh.

Namun terlepas dari kekurangan tersebut, Sword Art Online: Fatal Bullet berakhir melebihi ekspektasi yang kami arahkan padanya di awal. Ia berakhir jadi sebuah game shooter yang seru dan menyenangkan dengan cerita dan karakterisasi yang solid. Walaupun kami sendiri tidak melihatnya sebagai game yang harus Anda mainkan saat ini juga, Anda bisa memasukkannya ke dalam radar belanja ketika harganya turun ke tingkat yang lebih rasional di masa depan.

Kelebihan

SAO Fatal Bullet jagatplay part 1 110
For the plots..
  • Penuh Fan-Service
  • Cerita yang menarik
  • Scene berbasis CGI yang niat
  • Gameplay seru dan menyenangkan
  • Proses grinding tidak melelahkan
  • Fast Travel bisa dilakukan dari mana saja
  • Kirito bukan karakter utama
  • Bersahabat untuk gamer yang tidak mengenal atau tidak suka dengan SAO
  • Dual-wielding terasa memuaskan
  • Pace gameplay yang cepat membuat Anda terus sibuk

Kekurangan

SAO Fatal Bullet jagatplay part 1 100 1
Serangan musuh yang punya range besar terkadang membuat aksi dodge atau roll Anda berakhir tidak relevan.
  • Desain boss terlalu monoton dan sedikit
  • AI terkadang tak adaptif
  • Dodge terasa lambat dengan jarak pendek, tidak sebanding dengan serangan musuh yang cepat dan jauh
  • Butuh variasi misi sampingan

Cocok untuk gamer: pencinta action RPG, penggemar SAO

Tidak cocok untuk gamer: yang ingin bermain dengan Kirito dengan fokus, haus adegan “eksplisit” berbasis karakter SAO

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

September 29, 2021 - 0

Review SAMUDRA: Dalam Lautan Dalam Pesan!

Berkembang dengan signifikan selama beberapa tahun terakhir ini, para talenta…
August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…
June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…

PlayStation

October 15, 2021 - 0

Review Demon Slayer – Kimetsu no Yaiba- The Hinokami Chronicles: Pemuas Para Fans!

Meledak dan langsung menjadi salah satu anime yang paling dicintai…
October 6, 2021 - 0

Review Far Cry 6: Revolusi yang Minim Revolusi!

Sebuah franchise shooter andalan, posisi inilah yang harus dipikul oleh…
October 1, 2021 - 0

Review Lost Judgment: Peduli Rundungi!

Sebuah langkah yang jenius atau ekstrim penuh resiko yang terhitung…
September 27, 2021 - 0

Review Diablo II Resurrected: Bentuk Baru, Cinta Lama!

Blizzard dan kata “remaster” sejauh ini memang bukanlah asosiasi yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…