Review Detroit – Become Human: Memahami Arti Manusia!

Reading time:
May 25, 2018

Kesimpulan

Detroit Become Human jagatplay 277 1
Detroit: Become Human tetap mampu menawarkan kualitas sebuah game Quantic Dream yang solid, memukau, dan menarik untuk dinikmati. Ada sesuatu yang baru dan menyegarkan di cerita soal AI yang mulai sadar dan mawas diri ini, apalagi mengingat ia dibungkus dengan sisi presentasi yang terlihat begitu memukau.

Sebuah game yang memesona adalah kata yang kami pilih untuk menjelaskan daya tarik Detroit: Become Human itu sendiri. Ia memang tidak sempurna, namun untuk ukuran game Quantic Dream, ia hadir dengan kualitas yang melebihi semua judul yang sempat mereka rilis sebelumnya. Presentasi dari sisi visual, audio, hingga animasi yang fantastis menyelimuti sebuah presentasi dunia yang tetap realistis, dengan konflik sosial dan ekonomi yang bisa Anda percayai akan terjadi di masa depan. Ia juga tidak ragu menawarkan semua skenario gelap yang bisa terjadi sebagai konsekuensi teknologi seperti ini, dari tumbuhnya masyrakat kelas dua, rasisme, hingga eksploitasi seksual untuk para Android yang ada. Semuanya disajikan di atas sebuah cerita yang solid yang siap untuk menyediakan begitu banyak cabang cerita yang masing-masing, juga dipresentasikan dengan kualitas yang sepadan.

Namun seperti yang kami bicarakan, ia sendiri tidak sempurna. Hanya ada satu keluhan di mata kami, namun punya efek yang cukup membuat kualitas Detroit: Become Human itu melemah. Benar sekali, ia adalah sensasi bahwa konflik yang ia tawarkan lemah karena pendekatan cerita dan opsi yang cukup tendensius. Jadi alih-alih meracik cerita seperti yang Anda inginkan untuk masing-masing karakter ini, Anda akan menemukan banyak momen dimana situasi yang muncul adalah situasi yang punya “benar dan salah”, alih-alih sesuatu yang abu-abu dimana semua pilihan berakhir bisa terjustifikasi. Hanya ada satu atau dua momen dimana Anda mungkin akan merasa punya konflik moral. Sisanya? Terasa seperti soal pilihan ganda di pelajaran kewarganegaraan, misalnya.

Namun di luar kelemahan tersebut, Detroit: Become Human tetap mampu menawarkan kualitas sebuah game Quantic Dream yang solid, memukau, dan menarik untuk dinikmati. Ada sesuatu yang baru dan menyegarkan di cerita soal AI yang mulai sadar dan mawas diri ini, apalagi mengingat ia dibungkus dengan sisi presentasi yang terlihat begitu memukau.

Kelebihan

Detroit Become Human jagatplay 228 1
KARA Engine membuat Detroit: Become Human terlihat fantastis.
  • Kualitas visual terasa mengagumkan
  • OST yang cukup untuk membuat bulu kuduk merinding
  • Cerita cukup memancing rasa penasaran
  • Cabang skenario yang begitu banyak
  • Kualitas presentasi tiap iterasi jawaban konsisten
  • Konflik sosial dan ekonomi yang realistis
  • Banyak pertanyaan dan situasi yang “menggelitik”
  • Fitur Flowchart
  • Video behind the scene sebagai bonus

Kekurangan

Detroit Become Human jagatplay 209
Pilihan masih terasa tendensius.
  • Minim situasi dengan konflik moral
  • Pilihan masih terasa tendensius

Cocok untuk gamer: pencinta game interactive story, penggemar game Quantic Dream

Tidak cocok untuk gamer: yang sekedar menginginkan game penuh aksi, tidak terlalu senang dengan konsep AI mawas diri yang klise

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

PC Games

June 17, 2021 - 0

JagatPlay: Interview dengan Tom Hegarty & John Ribbins (OlliOlli World)!

Tidak semua gamer mungkin pernah mendengar game yang satu ini,…
June 17, 2021 - 0

Menjajal OlliOlli World: Game Skateboard Imut nan Ekstrim!

Berapa banyak dari Anda yang seringkali melewatkan judul game-game “kecil”…
May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…
May 19, 2021 - 0

Review Rising Hell: Melompat Lebih Tinggi!

Kualitas game indie yang semakin solid, tidak ada lagi kalimat…

PlayStation

June 16, 2021 - 0

Review Final Fantasy VII Remake INTERGRADE (+ INTERMISSION): Selangkah Lebih Sempurna!

Mencapai sebuah keberhasilan untuk konsep yang di atas kertas nyaris…
June 11, 2021 - 0

Review Ninja Gaiden – Master Collection: Bak Tebasan Pedang Tua!

Apa nama franchise yang menurut Anda melekat pada nama Koei…
June 8, 2021 - 0

Review Ratchet & Clank – Rift Apart: Masuk Dimensi Baru!

Menyebut Insomniac Games sebagai salah satu developer first party tersibuk…
June 8, 2021 - 0

Preview Guilty Gear Strive: LET’S ROCK!

Nama besar Arc System Works sebagai salah satu developer game…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…