1 Tahun Bersama dengan PC JagatPlay – SI HITAM MK.I!

Reading time:
July 30, 2018
si jagatplay pc si hitam mk1 1

Waktu berlalu dengan begitu cepat. Sedikit aneh memang jika kita harus membuka artikel teknis seperti ini dengan menggunakan kalimat yang terdengar begitu klise ini. Namun percaya atau tidak, hal inilah yang terjadi. Tidak terasa sudah setahun kami memperkenalkan secara resmi PC yang kami percaya sebagai ujung senjata untuk mengisi JagatPlay setiap harinya, baik untuk kepentingan penulisan artikel, review game, live-streaming, hingga sekedar untuk hiburan – Si Hitam MK.I. Bekerjasama dengan PT. Nusantara Jaya Teknologi (NJT) yang juga menjadi distributor resmi untuk beberapa merk komponen PC ternama seperti Gigabyte dan Cooler Master, kami membangun mesin gaming mid-end yang didasarkan pada satu identitas – bahwa ia harus menjadi mesin gaming yang secara rasional tetap mumpuni tetapi juga “terjangkau”. Tidak ada niat untuk membangun sebuah PC high-end dengan spesifikasi yang berlebihan di sini.

Menarik memang, bahwa dengan waktu kami bersama Si Hitam MK.I selama setahun terakhir ini, kami seolah mendapatkan justifikasi dan pembenaran bahwa spesifikasi dan kerjasama yang kami bangun memang sudah tepat. Tidak ada masalah, performa tetap mumpuni untuk menangani game-game PC yang hendak kami review, sangat bisa diandalkan untuk proses live-streaming, kapasitas ruang cukup besar untuk membuat file multimedia yang kami butuhkan, hingga menjalankan aplikasi pendukung kerjaan yang kami butuhkan tanpa masalah. Hingga pada batas, bahwa usia penggunaan “1 tahun” ini justru diingat oleh pihak NJT sendiri sebagai pihak sponsor. Mereka hadir dengan tangan terbuka dan menawarkan opsi untuk tetap mempertahankan Si Hitam MK.I dengan spesifikasi seperti ini atau justru, mulai melakukan proses upgrade dan mulai beralih ke MK. II. Ini jadi pertanyaan paling esensial.

Setelah berkonsultasi dengan tim JagatReview yang lain, kami akhirnya mengambil keputusan apa yang akan kami lakukan dengan Si Hitam MK.I. Apa itu ini? Ini dia:

 

si jagatplay pc si hitam mk1 46
Kami memutuskan untuk tetap bertahan dengan si MK.I setidaknya untuk 6 bulan – 1 tahun ke depan.

Tetap Bertahan dengan Si Hitam MK.I

 

 

Setelah melalui proses diskusi dengan reviewer notebook gaming kami – Gatot Tri Yuwono terkait kebutuhan spesifikasi seperti apa yang bisa kami pinta untuk membuat Si Hitam MK.I jauh bisa lebih diandalkan di masa depan, dengan jawaban yang harus tetap mereprentasikan identitas sebuah PC Gaming di kelas mid-end, maka keputusan paling rasional adalah tetap bertahan dengan Si Hitam MK.I setidaknya hingga melihat perkembangan PC hingga 6 bulan ke depan. Apalagi mengingat desas-desus terkait teknologi GPU baru yang mungkin muncul dari NVIDIA. Ada beberapa alasan yang mendasari keputusan ini:

So Far.. So Good..

si jagatplay pc si hitam mk1 17
So far so good..

Sebagai sebuah PC Gaming yang kami racik setahun yang lalu dengan identitas mid-end yang memang menjadi pondasi, Si Hitam MK.I menjalankan tugasnya dengan sangat baik sejauh ini. Walaupun sebagian besar game AAA di-review dengan menggunakan Playstation 4 di JagatPlay.com karena review code yang memang didasarkan pada platform tersebut, kami masih secara konsisten menjajal game-game teranyar yang menarik dengan menggunakan PC yang satu ini. Beberapa muncul dari developer AAA, namun tidak sedikit pula yang datang dari developer indie. Dan sejauh ini, spesifikasi yang ia tawarkan mampu menangani tugas tersebut dengan sangat baik.

Harus diakui memang, GTX 1060 6 GB Gigabyte AUROS yang kami pilih dan menjadi varian untuk dinding terakhir spesifikasi PC mid-end memang tidak akan bisa lagi menangani beberapa game rilis terbaru, terutama yang mengusung konsep open-world, di kualitas visualisasi paling maksimal sembari mendapatkan framerate stabil di 60fps. Game seperti Final Fantasy XV atau Ghost Recon: Wildlands misalnya haya bisa berjalan di framerate sekitar 45-50fps di kualitas visualisasi paling maksimal, dan begitu juga di The Witcher 3: Wild Hunt. Namun kami pribadi, tidak bermasalah untuk sedikit berkompromi dengan sedikit kualitas visualisasi lebih rendah untuk framerate lebih stabil. Sebagai gamer yang sering menikmati game-game tebaru di Playstation 4 dengan framerate 30fps, apa yang ditawarkan oleh SI Hitam MK.I selama setahun terakhir ini masih terasa nyaman dan pantas.

si jagatplay pc si hitam mk1 23
GTX 1060 6GB yang masih mampu menangani game-game rilis terbaru di kualitas terbaik, Walaupun di genre open-world misalnya, kompromi pada framerate mulai harus dilakukan.
si jagatplay pc si hitam mk1 26
Processor sempat jadi bahan pertimbangan “terberat” untuk memulai proses upgrade ke MK.II. Namun, diskusi internal meyakini bahwa 4 Core tetap bisa diandalkan.

Kami juga mengerti bahwa “titik lemah” terbesar yang sebenarnya butuh mendapatkan upgrade adalah prosessor yang ada. Kami sempat mempertimbangkan untuk mengganti motherboard Gigabyte untuk mengakomodasi varian processor Intel yang lebih baik. Namun kembali, untuk merepresentasikan sebuah PC budget mid-end yang realistis, terkadang ada beberapa hal yang harus dipikirkan dan dikorbankan untuk memotong beragam pengeluaran yang bisa terjadi. Di Si Hitam MK.I, kompromi tersebut terjadi di Processor. Kami memutuskan untuk bertahan dengan processor yang terhitung mulai lawas ini karena pada dasarnya, ia masih mampu menangani game-game terbaru tanpa masalah. Karena terlepas dari tren jumlah core yang kian bertambah, sebagian besar game saat ini masih bisa “didorong” dengan processor 4 yang memiliki kecepatan tinggi, alih-alih jumlah core yang banyak. Untuk setidaknya 6 bulan – 1 tahun ke depan, ia masih jadi opsi yang rasional.

Sementara dari aspek yang lain, segala sesuatunya berjalan dengan seharusnya. Terlepas dari debu di dalam “kamar” JagatPlay yang cukup banyak, cooler dari Cooler Master masih menjalankan tugasnya dengan baik. Beberapa kasus padam listrik mendadak yang anehnya masih terjadi di Jakarta juga terlihat tidak punya efek apapun sementara pada si Hitam MK.I. “Kerja keras” dan “penyiksaan” yang kami lakukan dengan PC ini, apalagi mengingat ia sempat tidak dipadamkan selama beberapa hari karena aktivitas kami binge-watching beberapa film seri ataupun anime juga tidak lantas membuat PC yang satu ini bermasalah. Kombinasi durabilitas komponen dan suhu dalam ruangan yang terjaga karena AC membuat kami tidak pernah khawatir soal PC yang satu ini.

si jagatplay pc si hitam mk1 75
Menjadi target “penyiksaan” kami, bahkan di beberapa kondisi sempat tidak dimatikan selama berhari-hari karena aksi binge-watching anime / series dan seringkali berakhir ketiduran, durabilitasnya tetap menghadirkan kinerja tanpa masalah.
si jagatplay pc si hitam mk1 28
Dengan konten game untuk review dan konten multimedia unduhan legal dan ilegal sekalipun, ruang data kedua drive masih tersisa lebih dari 50%.

Diperkuat dengan Silicon Power Slim S60 480 GB sebagai SSD dan SEAGATE Firecuda 2 TB sebagai ruang penyimpanan data ekstra selama 1 tahun terakhir, data besar yang kami butuhkan untuk melakukan proses pengujian game ataupun sekedar menikmati konten multimedia – legal dan ilegal pun bukan sesuatu yang mengkhawatirkan. Game-game open-world yang kami uji, baik untuk kapasitas review ataupun iseng tentu saja lebih cocok dialihkan untuk dimainkan langsung via SSD yang untungnya, di sini berukuran besar, untuk meminimalisir masalah teknis yang mungkin muncul. Sementara Firecuda 2TB tetap dijadikan gudang untuk ragam film pengujian, termasuk film-film 4K berdurasi puluhan GB, untuk proses menguji monitor atau televisi 4K misalnya. Untuk penggunaan 1 tahun terakhir, masing-masing ruang ini masih menyisakan kapasitas luang hingga lebih dari 50%.

Maka dengan fakta bahwa kinerja kami selama tahun terakhir ini untuk beragam aktivitas, baik untuk proses uji review game, mengerjakan artikel, ataupun sesi live-streaming aktif yang dilakukan secara rutin hadir tanpa masalah berarti, maka kami belum menemukan kebutuhan untuk melakukan upgrade Si Hitam MK.I ini.

Pages: 1 2
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…

PlayStation

May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…
May 12, 2021 - 0

Ratchet & Clank – Rift Apart: “Emas” Playstation 5 Selanjutnya!

Usia yang masih “muda” bukan berarti menjadi alasan untuk tidak…
May 10, 2021 - 0

Review Resident Evil Village: Aksi Minim Ngeri!

Sebuah siklus? Sebuah strategi yang nyatanya berhasil? Atau memang rutinitas…
May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…