Dev. Horizon Zero Dawn Ingin Rilis Game Lebih Cepat, Rekrut 150 Karyawan Baru

Reading time:
July 19, 2018
Horizon Zero Dawn jagatplay 295 1 600x338 600x338

Kesuksesan lewat salah satu langkah penuh resiko yang bisa mereka ambil, apa yang berhasil dicapai Guerrilla Games dengan Horizon Zero Dawn memang pantas untuk diacungi jempol. Mereka memutuskan untuk “rehat” dari franchise Killzone yang sudah membesarkan namanya, dan berujung meracik sebuah judul game baru dengan pendekatan genre yang berbeda pula. Horizon Zero Dawn  yang memuat pertarungan melawan ragam robot binatang raksasa dengan cerita yang kompleks dan padat berujung dipuja-puji. Kesuksesan sama yang akhirnya membuat Guerrilla Games kini tumbuh semakin besar. Ambisi utama mereka? Berjuang untuk merilis game lebih cepat ke pasaran.

Guerrilla Games memastikan bahwa mereka akan pindah kantor ke tempat yang lebih besar tahun depan. Dengan ruang yang lebih luas, mereka juga akan mampu menampung lebih banyak karyawan. Lewat mulut sang CEO – Hermen Hulst, Guerrilla Games berencana untuk menambahkan setidaknya 150 karyawan ekstra, tumbuh dari developer dengan “hanya” 250 pekerja menjadi 400 pekerja. Mereka berambisi untuk mengembangkan dan merilis game lebih cepat. Dari Horizon Zero Dawn yang butuh waktu sekitar 6,5 tahun, menjadi dev. yang mampu menelurkan setidaknya satu game baru setiap 2 – 3 tahun. Mereka akan meracik game-game baru ataupun dari franchise yang sudah ada sebelumnya.

Horizon Zero Dawn JagatPlay part 2 15 600x338 1
Menyewa tempat baru dan meningkatkan jumlah pekerja dari 250 ke 400 orang, Guerrilla Games berambisi merilis game lebih cepat.

Ini tentu saja menjadi perkembangan yang menarik. Pertumbuhan Guerrilla Games sepertinya menjadi testimoni akan dua hal: bahwa strategi investasi Sony untuk meracik game-game single player yang kuat di sisi cerita terbayarkan manis dan juga fakta bahwa Guerrilla Games tetap membuka ruang untuk terus mengeksplorasi konsep dan ide berbeda lewat judul baru nantinya. Can’t wait!

Source: Eurogamer

Load Comments

PC Games

June 28, 2022 - 0

Review My Lovely Wife: Pilih Istri atau Iblis-Iblis Seksi!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh My Lovely Wife ini?…
May 23, 2022 - 0

Review Trek to Yomi: Estetika Sinema Masa Lampau!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Trek to Yomi ini? Mengapa…
May 11, 2022 - 0

Review Rogue Legacy 2: Banyak Anak, Banyak Masalah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Rogue Legacy 2 ini?…
April 21, 2022 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Jeremy Hinton (Xbox Asia)!

Menyambut rilis PC Game Pass untuk Indonesia, kami berkesempatan untuk…

PlayStation

March 30, 2022 - 0

Review Stranger of Paradise – FF Origin: Ayo Basmi CHAOS!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Stranger of Paradise: Final Fantasy…
March 23, 2022 - 0

Review Ghostwire – Tokyo: Berburu Setan Jepang!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Ghostwire: Tokyo ini? Mengapa…
March 21, 2022 - 0

Review Elden Ring: Cincin Menuntut Nyawa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan Elden Ring? Lantas, mengapa kami menyebutnya…
March 4, 2022 - 0

Preview Elden Ring: Senyum Merekah di Balik Tangis Darah!

Elden Ring akhirnya tersedia di pasaran dengan beberapa formula baru…

Nintendo

April 6, 2022 - 0

Review Kirby and The Forgotten Land: Ini Baru Mainan Laki-Laki!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kirby and the Forgotten…
March 25, 2022 - 0

Review Chocobo GP: Si Anak Ayam Kini Serakah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Chocobo GP ini? Mengapa…
March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…