Review Death’s Gambit: Kematian yang Lebih Bersahabat!

Reading time:
August 29, 2018
Deaths gambit jagatplay 167

Adalah sesuatu yang mengagumkan bahwa sebuah game yang sukses dan begitu populer, berakhir melahirkan sebuah sub-genre baru dari genre yang cukup populer. Mengusung action RPG sebagai basis, dengan tingkat kesulitan super tinggi yang siap membuat gamer frustrasi, dipadukan dengan desain level yang cukup terbuka dan desain tantangan yang selalu terasa rasional untuk bisa ditangani, tentu saja kita bicara soal seri Souls dari From Software dan Bandai Namco. Komitmen dan konsisten pada kualitas di atas popularitas yang terus melejit, banyak gamer yang berbondong-bondong untuk berusaha menawarkan daya tarik yang sama. Tidak hanya game AAA saja, tetapi juga proyek game indie yang pantas untuk diantisipasi. Sub-genre tersebut kini lebih dikenal “Souls-like”, yang juga jadi daya tarik yang hendak ditawarkan oleh Death’s Gambit dari White Rabbit.

Sempat diperkenalkan beberapa tahun yang lalu lewat sebuah trailer yang memesona, kesempatan untuk menjajal dan merasakan langsung daya tariK Death’s Gambit akhirnya tiba bersama dengan proses rilis resmi yang menuju ke beberapa platform gaming generasi saat ini. Di atas permukaan, ia memang terlihat seperti sebuah proses adopsi konsep Souls-Like ke dunia dunia dua dimensi dan tidak lebih. Pertarungan melawan boss yang sulit, dunia yang cukup terbuka, dan sistem kematian dengan konsekuensi tertentu bisa dipastikan menjadi bagian darinya. Namun proses memainkan game ini ternyata berujung pada satu konklusi yang pasti, bahwa Death’s Gambit punya identitas kuat tersendiri.

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Death’s Gambit ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai kematian yang lebih bersahabat? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

(Dimainkan dan di-review dengan SI HITAM MK.I)

 

Plot

Deaths gambit jagatplay 44
Cerita Death’s Gambit sendiri disajikan secara eksplisit dengan cut-scene keren.

Berbeda dengan cara From Software menangani seri Souls dan Bloodborne dari sisi cerita, dimana benang merah soal cerita semestanya meluncur dari beragam keterangan implisit yang tersebar di sepanjang permainan, Death’s Gambit menempuh jalur yang eksplisit. Cerita disajikan dalam bentuk cut-scene.

Bangkit dari kematian di tengah perang dimana pasukan Anda kalah dan dibantai oleh kekuatan yang melampaui manusia biasa, Anda berperan sebagai seorang prajurit bernama Sorun yang menemukan dirinya tidak lagi bisa mati. Ia membangun sebuah kontrak dengan Death sendiri untuk sebuah tugas yang super berat. Death mengungkapkan bahwa orang-orang yang telah menghabisi pasukan Suron sebenarnya adalah orang-orang yang tidak biasa.

Deaths gambit jagatplay 94
Ditunjuk sebagai “Champions” milik Death, misi Anda adalah mencari sumber kekuatan para Immortals.
Deaths gambit jagatplay 131
Pertempuran antara kedua kubu yang sama-sama tak bisa tewas tersebut, tak terhindarkan.

Mereka disebut sebagai “The Immortals”, orang-orang yang berhasil menemukan sumber kekuatan bernama “Source” yang membuat mereka pada dasarnya, tidak bisa mati. Sumber kekuatan tersebut mereka sembunyikan di dalam tempat bernama Caer Siorai, dengan beberapa tokoh antagonis lainnya tersebar untuk menjaga area tersebut. Death tentu saja tidak senang dengan kondisi ini dan menggunakan Sorun sebagai “pahlawannya” untuk membuat nyawa-nyawa yang sempat hampir berada di tangannya tersebut, kembali ke tempat yang seharusnya. Pelan tapi pasti, Sorun memahami bahwa perang ini ternyata berakhir jauh lebih personal dibandingkan apa yang ia percayai.

Deaths gambit jagatplay 123
Memasuki beragam sisi dunia yang misterius ini, perjalanan Anda tentu saja, tak akan mudah.

Lantas, mampukah Sorun menyelesaikan tugas dari Death tersebut? Pertempuran seperti apa saja yang harus mereka lalui? Bagaimana karakter-karakter ini bersinggungan dengan kehidupan personal Sorun itu sendiri? Anda tentu saja harus memainkan Death’s Gambit ini untuk mendapatkan jawaban pasti dari pertanyaan-pertanyaan ini.

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

September 29, 2021 - 0

Review SAMUDRA: Dalam Lautan Dalam Pesan!

Berkembang dengan signifikan selama beberapa tahun terakhir ini, para talenta…
August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…
June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…

PlayStation

October 15, 2021 - 0

Review Demon Slayer – Kimetsu no Yaiba- The Hinokami Chronicles: Pemuas Para Fans!

Meledak dan langsung menjadi salah satu anime yang paling dicintai…
October 6, 2021 - 0

Review Far Cry 6: Revolusi yang Minim Revolusi!

Sebuah franchise shooter andalan, posisi inilah yang harus dipikul oleh…
October 1, 2021 - 0

Review Lost Judgment: Peduli Rundungi!

Sebuah langkah yang jenius atau ekstrim penuh resiko yang terhitung…
September 27, 2021 - 0

Review Diablo II Resurrected: Bentuk Baru, Cinta Lama!

Blizzard dan kata “remaster” sejauh ini memang bukanlah asosiasi yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…