Review Death’s Gambit: Kematian yang Lebih Bersahabat!

Reading time:
August 29, 2018

Presentasi Fantastis

Deaths gambit jagatplay 44 1
Basis dunia pixelated yang keren, hampir seluruh aspek presentasi Death’s Gambit pantas diacungi jempol.

Jika ada satu hal yang menarik dari Death’s Gambit dan mungkin berakhir menjadi alasan utama Anda meiliriknya adalah presentasi visual yang ia tawarkan. Dua dimensi dengan gaya pixelated yang kental, ia memang terlihat berbeda dengan kebanyaka game Souls-like di pasaran di luar seri Souls, yang biasanya berujung mengejar antara visual AAA seperti Lords of the Fallen atau The Surge, atau pendekatan kartun yang lebih kental seperti Salt & Sanctuary misalnya. Death’s Gambit terlihat seperti game yang Anda temukan di era SNES, tetapi dengan framerate yang lebih tinggi.

Dari sisi teknis, memang tidak banyak efek visual yang bisa disuntikkan untuk menghasilkan kualitas visual yang memesona. Tetapi presentasinya berujung fantastis lewat kekuatan desain, terutama dari monster serta boss dan tentu saja, level yang ada. Ada atmosfer gothic yang kentara di sini, apalagi jika Anda sudah menyentuh tempat-tempat akhir dimana kastil tinggi tidak sekedar jadi rumah rasa frustrasi Anda, tetapi juga menjadi rumah bagi monster-monster raksasa yang siap untuk melibas Anda dengan begitu mudah. Acungan jempol juga pantas mengarah untuk desain boss yang mengagumkan, terutama mereka yang memang terlibat dalam cerita utama. Mengancam, garang, dengan komposisi warna pakaian dan animasi serangan yang tepat, Death’s Gambit mengeksekusi elemen yang satu ini dengan tepat.

Deaths gambit jagatplay 112
Kami jatuh cinta dengan desain musuh dan boss yang ada. Seorang sniper bersenjatakan laser di dunia dimana pedang sepertinya menyelesaikan semua masalah?!
Deaths gambit jagatplay 141
Beberapa musuh juga mampu menghadirkan efek unik di luar sekedar damage. Siap untuk melihat dunia Anda diputar-balikkan?
Deaths gambit jagatplay 67
Desain levelnya tidak sekedar mengandung misteri saja, tetapi seolah membuat eksistensi Anda terasa tak signifikan.

Satu yang menarik adalah bagaimana beragam lokasi berbeda di dunia Death’s Gambit juga tidak hanya diperkuat dengan desain yang unik saja, tetapi juga terkadang, memuat mekanik gameplay berbeda di dalamnya. Ada lokasi yang terlihat lebih futuristik dengan sistem permainan listrik positif – negatif yang akan mempengaruhi besar damage yang Anda terima dan keluarkan pada musuh-musuh yang muatan berbeda misalnya. Ada level yang desainnya memang mengharuskan Anda untuk merelakan diri dan tewas sebelum bisa bertarung dengan boss selanjutnya. Ada juga boss yang mampu membuat permukaan dimana Anda berpijak menjadi tidak rata dan membuat ancaman terbesar justru tewas karena berada di posisi yang salah. Semuanya juga dibarengi dengan desain level yang menakutkan, terasa magis, dan di beberapa tempat, menyiratkan kesan gothic yang menawan.

Lantas, bagaimana dengan sisi audio sendiri? Kami juga tidak akan segan memuji area yang satu ini mengingat banyak OST yang ditawarkan, terutama dari pertarungan boss, membantu membangun atmosfer ketengangan yang ada. Kualitas yang konsisten juga diperlihatkan oleh para voice actor yang berhasil membuat beberapa karakter utama di dalam cerita terasa jauh lebih dalam dan mengancam dbandingkan dengan sekedar menikmati visual mereka. Untuk urusan presentasi, Death’s Gambit memang pantas untuk diacungi jempol.

Mati yang Lebih Bersahabat

Deaths gambit jagatplay 8
Death’s Gambit memang sebuah seri Souls-like, namun ia terasa lebih bersahabat.

Mengingat genre-nya yang pantas dimasukkan ke dalam area “Souls-like”, Anda yang sempat mencicipi seri Souls dari From Software sepertinya tidak akan asing lagi dengan pengalaman gameplay seperti apa yang ditawarkan oleh game yang satu ini. Benar sekali, perjalanan dari satu titik checkpoint ke titik checkpoint sembari bertahan hidup dari musuh biasa dan pertarungan boss yang siap untuk membunuh Anda dengan beberapa kali pukulan, akan mendominasi pengalaman Anda dengan Death’s Gambit. Namun berbeda dengan seri Souls yang mengusung sistem teleport untuk kembali ke area sebelumnya, Death’s Gambit memberikan Anda seekor kuda dan sebuah jalur lurus horizontal bawah tanah agar Anda bisa bergerak ke area-area sebelum dan sesudah area yang tengah membuat Anda sibuk ini.

Namun sebelum berbicara lebih lanjut terkait mekanik dan identitas unik game yang satu ini, Death’s Gambit harus kami akui, bukanlah sebuah game Souls-like yang sempurna. Pertama, ia masih mengandung banyak masalah teknis. Dari konfigurasi keyboard di versi PC yang selalu kembali ke default dan harus Anda setting ulang setiap kali mematikan dan menghidupkan game ini kembali, mekanisme kontrol yang butuh penyesuaian sebelum bisa terasa nyaman, hingga warna karakter utama yang sayangnya – terkadang membuat ia sulit dibedakan dari latar belakang layar yang tengah Anda nikmati. Kedua dan yang paling signifikan? Adalah hitbox yang tidak konsisten. Terkadang Anda akan menemukan serangan Anda masuk, tetapi juga terlewatkan tanpa alasan yang jelas. Tetapi Anda juga bisa memanfaatkan “kelemahan” ini untuk keuntungan Anda sendiri, seperti saat bertarung melawan boss misalnya. Menyerang dari jarak dekat, benar-benar dekat apalagi dengan absennya sistem collision antara model karakter yang ada, akan membuat perjalanan Anda lebih mudah.

Deaths gambit jagatplay 140
Tidak sempurna, ada beberapa hal yang pantas dicatat dari Death’s Gambit, seperti hitbox yang terkadang terasa tak konsisten.
Deaths gambit jagatplay 161
Ada dua hal yang membuat kami menyebutnya sebagai seri Souls-like yang menangani kematian karakter dalam kapasitas yang lebih bersahabat.

Dari sisi mekanik, Death’s Gambit memang terlihat seperti game Souls-Like pada umumnya. Namun pada akhirnya, ia memuat beberapa mekanik uniknya sendiri, yang berakhir membuatnya terasa berbeda. Bagi kami? Dibandingkan dengan seri Souls, Bloodborne, ataupun game Souls-like yang pernah kami jajal sebelumnya, Death’s Gambit memang terasa jauh lebih bersahabat.. Ada dua hal yang membuat kami menyimpulkannya demikian.

Pertama, adalah konsekuensi kematian yang tidak terlalu berat dibandingkan game-game Souls dan Souls-like pada umumnya. Game dengan genre ini biasanya membuat Anda harus menjatuhkan semua resource “uang” yang berhasil Anda kumpulkan, yang biasanya berhubungan dengan experience points, kenaikan level, dan juga kesempatan untuk membeli item. Namun tidak di Death’s Gambit ini. Untuk setiap kali Anda tewas, yang Anda jatuhkan justru adalah Feathers – alias item penyembuh Anda. Sementara untuk resource yang berhasil Anda kumpulkan sebelumnya, semuanya akan tetap bertahan. Hasilnya? Adalah sebuah karakter yang tetap hadir dengan progress, terlepas dari fakta bahwa Anda berakhir mati, mati, dan mati kembali.

Karena dengan resource untuk kenaikan level yang terus bertahan seperti ini, seberapa banyak pun Anda mati, resource tersebut akan bertambah banyak. Mati-mati berkali-kali melawan musuh-musuh yang berkontribusi pada angka tersebut berarti menambah jumlah resource bernama “Shards” ini. Pada akhirnya? Akan terkumpul jumlah yang cukup untuk membuat karakter Anda naik level, yang berarti ekstra atribut untuk didistribusikan pada status yang ada, dan berujung membuat karakter Anda lebih kuat. Mati terus menerus dan mengumpulkan banyak Shards ini justru akan menguntungkan Anda di akhir, karena kenaikan level yang sudah pasti terjadi. Untuk sebuah game Souls-like, resiko yang ditawarkan dari sistem kematian Death’s Gambit memang tidak bisa dibilang besar.

Deaths gambit jagatplay 154
Alih-alih EXP, justru item penyembuh Anda – Feathers yang akan jatuh setiap kali Anda tewas. Jika ingin menggunakannya di jumlah maksimal, Anda tentu harus “memungutnya” kembali di lokasi Anda tewas.
Deaths gambit jagatplay 151
Shards – resource level up Anda akan terus terakumulasi dengan sistem ini, terlepas dari betapa seringnya Anda tewas.

Bahkan, si Feathers alias item penyembuh ini juga menjadi pondasi untuk mekanik lain. Anda bisa mendistribusikan jumlahnya untuk memperbesar jumlah damage yang Anda keluarkan. Ini berarti, semakin banyak jumlah Feathers yang Anda distribusikan untuk memperkuat damage, semakin sedikit pula Feathers yang Anda bisa bawa dan gunakan untuk memulihkan HP Anda. Sebuah tindakan yang tentu saja beresiko untuk game sulit seperti ini, namun terbayarkan di kondisi tertentu. Menariknya? Anda juga bisa mengeksploitasi mekanik ini untuk melakukan satu hal yang membuat resiko tersebut, bahkan semakin rendah. Mengingat bahwa Anda akan menjatuhkan 1 Feathers setiap kali Anda mati, mekanik ini otomatis akan dianulir jika Anda mendedikasikan semua Feathers yang ada ke dalam mekanik penguatan damage. Anda bisa melakukan hal ini setiap kali menemukan lokasi baru untuk membuat proses scouting + pengumpulan Shards Anda menjadi tidak punya resiko sama sekali. Bergerak pelan tapi pasti, dari satu checkpoint ke checkpoint lainnya.

Deaths gambit jagatplay 22
Jumlah total Feathers yang dibawa bisa dialihkan untuk memperkuat damage.
Deaths gambit jagatplay 128
Jika Feathers jatuh setiap kali Anda mati. Maka cara terbaik adalah mengalokasikan semua Feathers ke damage, lakukan scouting, dan mencoba ke checkpoint selanjutnya. Dengan demikian, tidak akan ada Feathers yang jatuh setiap kali Anda mati.

Kedua, adalah sistem pertarungan itu sendiri. Jika seri Souls lain lebih mengedepankan kemampuan evade dan parry Anda serta menyerang di timing yang tepat, Death’s Gambit justru menyuntikkan sebuah mekanik RPG klasik – yakni Skills. Ditenagai oleh sebuah resource bernama Souls, Skill aktif ini akan mampu menghasilkan damage super besar jika dieksekusi, yang juga terbagi berdasarkan senjata apa yang Anda pilih dan gunakan. Jadi, alih-alih menyerang terus-menerus sembari memastikan Anda tetap punya jumlah stamina yang cukup untuk melakukan evade atau menaikkan perisai, Death’s Gambit justru lebih mendorong Anda untuk memanfaatkan skill-skill tersebut untuk efek yang lebih destruktif. Memerhatikan waktu cooldown dan memastikannya berotasi lebih cepat, satu serangan skill yang meluncur bisa berujung menghasilkan damage hingga berkali-kali lipat dibandingkan serangan biasa. Serangan biasa diluncurkan bukan lagi sekedar untuk damage, tetapi mengumpulkan Souls demi mengeksekusi serangan Skill selanjutnya. Berfokus pada sistem seperti ini membuat Death’s Gambit punya identitas-nya sendiri.

Deaths gambit jagatplay 72
Serangan skill dari kategori senjata yang Anda gunakan akan menghasilkan damage signifikan dibandingkan serangan biasa.
Deaths gambit jagatplay 150
Anda justru didorong untuk bermain agresif di Death’s Gambit.

Kombinasi elemen ini juga berakhir membuat Death’s Gambit, tidak seperti halnya game-game seri Souls-like lain yang lebih mendorong Anda untuk menunggu, bertahan, dan membaca serangan musuh, menjadi game yang lebih membuat aksi agresif sebagai pilihan tindakan yang lebih rasional. Tidak ada collision dengan musuh berarti kesempatan untuk terus menyerang dari jarak dekat, mengumpulkan resource cukup untuk mengeksekusi skill, memulihkan diri dan melakukan roll jika dibutuhkan, dan kemudian melakukan hal yang sama kembali. Menunggu dan berusaha membaca gerakan musuh saja akan membuat Anda terbunuh dengan cepat, setidaknya dari kelas karakter dual-dagger yang kami gunakan. Death’s Gambit justru terasa lebih mudah jika Anda meloncat masuk dalam pertarungan, menyerang secepat mungkin, mengeluarkan skill, dan hanya membaca gerak musuh ketika Anda berada di level stamina sekarang yang butuh istirahat.

Dengan kekuatan dua identitas yang unik ini, Death’s Gambit memang terasa seperti sebuah game Souls-Like yang punya ciri khas berbeda yang berujung mendorong konsep permainan yang berbeda. Sisanya? Hampir serupa. Ada kesempatan untuk meng-upgrade senjata Anda, mendapatkan loot dari musuh yang jatuh, berhadapan dengan beragam musuh yang bisa menghasilkan efek berbeda, serta tingkat damage yang siap untuk menghabisi Anda begitu cepat. Mekanik unik ini jugalah yang membuat kami merasa bahwa pada akhirnya, Death’s Gambit terasa jauh lebih bersahabat dari seri-seri Souls-like yang pernah kami cicipi sebelumnya.

Pages: 1 2 3
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

November 4, 2025 - 0

Review Trails in the Sky 1st Chapter: Remake Terindah Untuk Game JRPG Klasik

Trails in the Sky 1st Chapter menjadi remake yang teramat…
June 21, 2025 - 0

Review Clair Obscur Expedition 33: RPG Turn-Based nan Indah, Seru, & Memilukan

Clair Obscur: Expedition 33 menjadi bukti akan pentingnya passion dan…
June 19, 2025 - 0

Review Monster Hunter Wilds: Keindahan Maksimal di Tengah Derasnya Adrenalin

Monster Hunter Wilds berhasil gabungkan beragam elemen terbaik dari seri…
November 29, 2024 - 0

Palworld Dan Terraria Crossover Event Akan Hadir Pada 2025

Palworld dan Terraria umumkan event crossover yang akan digelar pada…

PlayStation

November 4, 2025 - 0

Review Trails in the Sky 1st Chapter: Remake Terindah Untuk Game JRPG Klasik

Trails in the Sky 1st Chapter menjadi remake yang teramat…
June 21, 2025 - 0

Review Clair Obscur Expedition 33: RPG Turn-Based nan Indah, Seru, & Memilukan

Clair Obscur: Expedition 33 menjadi bukti akan pentingnya passion dan…
June 19, 2025 - 0

Review Monster Hunter Wilds: Keindahan Maksimal di Tengah Derasnya Adrenalin

Monster Hunter Wilds berhasil gabungkan beragam elemen terbaik dari seri…
December 7, 2024 - 0

Preview Infinity Nikki: Game Indah Di Mana Baju Adalah Pedangmu

Kesan pertama kami setelah memainkan Infinity Nikki selama beberapa jam;…

Nintendo

November 4, 2025 - 0

Review Trails in the Sky 1st Chapter: Remake Terindah Untuk Game JRPG Klasik

Trails in the Sky 1st Chapter menjadi remake yang teramat…
June 30, 2025 - 0

Review Nintendo Switch 2: Upgrade Terbaik Untuk Console Terlaris Nintendo

Nintendo Switch 2 merupakan upgrade positif yang telah lama ditunggu…
July 28, 2023 - 0

Review Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Tak Sesempurna yang Dibicarakan!

Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang tak sesempurna yang dibicarakan…
May 19, 2023 - 0

Preview Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Kian Menggila dengan Logika!

Apa yang ditawarkan oleh Legend of Zelda: Tears of the…