Review Death’s Gambit: Kematian yang Lebih Bersahabat!
Misteri Besar

Namun selama proses memainkan game ini sembari mencari informasi lebih mendalam terkait mekanik gameplay yang ia tawarkan, Death’s Gambit juga ternyata mengusung satu elemen misterius yang membuatnya terasa jauh lebih menarik. Sesuatu yang disebut sebagai “FEA”.
“FEA” atau kependekan dari FEAR ini merupakan salah satu status yang terikat pada karakter Anda. Namun berbeda dengan STR, END, atau FIN misalnya yang bisa di-upgrade dengan menggunakan Shards ala game Souls-like pada umumnya, FEA adalah sebuah atribut yang berdiri sendiri dan tidak bisa diganggu. Bertambah atau berkurangnya status yang satu ini akan sangat bergantung pada aksi yang Anda ambil dan secara menakjubkan, opsi yang Anda pilih selama menjalani petualangan Anda sebagai seorang “Champions” Death. Beberapa berspekulasi bahwa atribut yang satu ini, bahkan mempengaruhi konten cerita seperti apa yang Anda dapatkan.
Hal ini rasional mengingat struktur penceritaan Death’s Gambit, walaupun eksplisit seperti yang kami bicarakan sebelumnya dimana ia disajikan lewat cut-scene dan dialog, ia berujung tidak sepenuhnya linear. Dalam pengertian, cut-scene yang Anda dapatkan tidak selalu bergerak runtut sesuai dengan garis cerita itu sendiri. Anda akan menemukan cut-scene yang baru terbuka jika Anda tewas melawan satu boss tertentu misalnya atau bahkan sekedar tewas melawan musuh biasa. Ada cut-scene yang tiba-tiba berujung pada pertarungan boss acak, namun tidak memberikan hukuman apapun jika Anda gagal. Ada pula sekuesn cerita yang tiba-tiba masuk ketika Anda kalah dari boss, yang juga memancing rasa penasaran kami apakah ini berarti kami akan melewatkannya jika berhasil membunuhnya di percobaan pertama atau tidak. Banyak yang percaya, bahwa atribut FEA ini berpengaruh pada cerita seperti apa yang Anda dapatkan.


Berusaha mencari informasi di Wikia juga tidak banyak membuahkan hasil, selain sebuah spekulasi bahwa Anda bahkan berkesemapatan untuk menikmati ending rahasia jika berhasil menyelesaikan Death’s Gambit ini dengan angka FEA “0”. Kami berakhir menyelesaikan NG pertama kami dengan angka FEA “29” tanpa memahami dari mana semua angka ini berasal. Sebuah misteri yang sepertinya, menarik untuk membawa Anda kembali setelah masuk ke NG+ misalnya. Karena percaya atau tidak, semakin jago Anda bermain, semakin sedikit Anda tewas, maka tampaknya semakin sedikit pula jumlah cut-scene cerita yang Anda temukan. Aneh memang.
Kesimpulan

Death’s Gambit memang bukanlah sebuah game Souls-Like yang sempurna. Ketika menjajalnya di satu jam permainan awal, kami harus mengakui sempat membencinya. Masalah teknis seperti kontrol yang tidak intiutif mencederai pengalamn pertama kami. Tetapi ketika kami mulai memaksa diri untuk menyelami apa yang berusaha ia tawarkan, Death’s Gambit pelan tapi pasti, mulai memperlihatkan daya tariknya ke permukaan. Desain dunia dan boss yang menawan, soundtrack yang menggugah, sistem FEA yang misterius, semuanya dibalut dengan mekanik gameplay unik yang membuatnya terasa jauh lebih bersahabat dibandingkan seri-seri Souls-like yang lain. Bahwa selalu ada progress di kematian yang harus Anda pikul.
Di luar masalah teknis seperti kontrol yang tidak intuitif dan hitbox yang perlu dipertanyakan tersebut, ada juga masalah lain yang terlihat kecil, namun berkontribusi pada ketidaknyaman kami. Dari hal sepele, seperti animasi mati misalnya. Harus melihat sebuah adegan dimana Death dengan scythe besarnya mencabut nyawa Anda dengan gerak yang membutuhkan waktu beberapa detik misalnya akan menarik di awal, namun akan mulai terasa menjengkelkan dan buang-buang waktu di akhir-akhir permainan. Tidak adanya sistem teleport antara checkpoint juga menjadi pilihan sistem yang dipertanyakan.
Namun sulit rasanya untuk membantah, bahwa di luar semua kekurangan tersebut, Death’s Gambit berhasil menawarkan sebuah daya tarik game action RPG Souls-like yang tetap solid. Tidak cukup mudah untuk membuat Anda bisa memandangnnya dengan sebelah mata, namun tidak cukup sulit untuk membuat Anda ingin membanting kontroler Anda ke sudut ruangan. Disandingkan dengan harga yang terjangkau, kami merekomendasikannya. Namun ingat, Anda harus membiasakan diri dengan skema kontrol tak intuitifnya terlebih dahulu!
Kelebihan

- Desain dunia dan karakter yang keren
- Tingkat kesulitan tidak terlalu tinggi
- Beberapa boss menuntut solusi berbeda
- Voice acting dan OST
- Status “FEA” yang misterius
- Cara penyajian cerita
Kekurangan

- Kontrol tak intuitif
- Sistem kematian mudah membuat karakter over-leveled
- Tidak ada sistem teleport antar checkpoint
- Animasi cabut nyawa Death yang makin terasa buang-buang waktu
- Hitbox tak konsisten yang mudah dieksploitasi
Cocok untuk gamer: pencinta seri Souls, penikmat game indie dengan cerita dan dunia yang menarik
Tidak cocok untuk gamer: yang sulit membiasakan diri dengan skema kontrol baru, yang mengharapkan game dengan tingkat kesulitan tak rasional










