Review Call of Duty – Black Ops 4: Ternyata Tepat Sasaran!

Reading time:
November 2, 2018
COD Black Ops 4 part 1 jagatplay 74

Menyebutnya gila memang tidak berlebihan. Dari sebuah game yang berhasil mencuri perhatian dunia karena kemampuannya menyajikan cerita dengan karakter memorable dan begitu banyak momen dramatis di dalam mode campaign, menjadi sebuah game yang kini hanya “sekedar” menjual mode multiplayer saja. Tetapi di sisi lain, hal inilah yang sepertinya diinginkan gamer. Diklaim berbasiskan data yang mereka kumpulkan, langkah ekstrim inilah yang dilakukan Treyarch dan Activision dengan Call of Duty: Black Ops 4 yang dilepas ke pasaran beberapa minggu yang lalu. Dan sejauh kami mencicipinya, secara mengejutkan, langkah ekstrim yang satu ini ternyata berujung terbayar manis.

Anda yang sempat membaca preview kami sepertinya sudah punya sedikit gambaran apa yang ditawarkan oleh Call of Duty: Black Ops 4. Dalam waktu singkat, kami sebenarnya sudah menjajal tiga mode terpisah yang ia jadikan sebagai andalan: mode multiplayer konvensional yang kini juga didukung dengan beberapa format permainan baru, mode battle-royale “Blackout” yang memesona, dan akhirnya mode zombie yang dijadikan sebagai alternatif untuk Anda yang lebih menginginkan sensasi yang lebih kooperatif. Kami pada akhirnya harus mengakui, bahwa pengalaman multiplayer yang ditawarkan ternyata berakhir dengan kesan yang kuat. Hasilnya? Dibandingkan dengan seri-seri Calll of Duty yang lain, kami memang menghabiskan waktu paling banyak dengan Black Ops 4.

Lantas, apa yang sebenarnya ia tawarkan? Mengapa kami menyebutnya sebagai sebuah game yang tepat sasaran? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

Tanpa Mode Campaign

COD Black Ops 4 part 1 jagatplay 7
Seperti yang sempat diumumkan sebelumnya, Black Ops 4 hadir tanpa mode campaign.

Maka seperti yang kami bicarakan sebelumnya, Call of Duty: Black Ops 4 memang tidak mengusung mode campaign single-player sama sekali. Ini berarti tidak ada lagi mode cerita dimana Anda berperan sebagai satu atau beberapa karakter deengan kemampuan militer luar biasa. Ini berarti tidak ada pula kelanjutan kisah dari atmosfer sci-fi yang sudah super kental di Black Ops 3. Namun bukan berarti, ia tidak memuat basis cerita di dalamnya.

Treyarch melakukan hal yang serupa dengan apa yang dilakukan oleh Ubisoft dengan Rainbow Six: Siege. Ada basis cut-scene yang menjelaskan apa yang terjadi dan motivasi yang mendorong konflik yang muncul di Black Ops 4. Namun tidak diceritakan dalam sesuatu yang sifatnya interaktif, melainkan potongan film terpisah yang pasif. Masih berhubungan dengan keluarga “Mason” yang kini berujung merekrut 10 pasukan elite terbaik di dunia untuk melawan sebuah ancaman yang misterius. Mengingat Black Ops 4 mengambil setting di tahun 2043, sementara Black Ops 3 di tahun 2065, seri ini sebenarnya merupakan sebuah seri prekuel.

COD Black Ops 4 part 1 jagatplay 14
Seperti konsep Rainbow Six: Siege, sedikit intipan cerita dan latar belakang setiap Specialist meluncur lewat mode tutorial bernama “Specialist HQ”.
COD Black Ops 4 part 1 jagatplay 10
Masih “khas” COD, potongan cut-scene masih punya level dramatisasi yang Anda harapkan.

Kisah-kisah ini dilemparkan via sebuah mode yang disebut sebagai “Specialist HQ”, yang seperti Rainbow Six: Siege, sebenarnya didesain sebagai sebuah mode tutorial untuk menjelaskan peran, fungsi, dan bagaimana cara skill setiap Specialist ini bekerja. Lewatnya Anda juga akan disuguhkan potongan video yang menjelaskan siapa sebenarnya Specialist ini masing-masing dan latar belakang cerita yang mereka usung. Seperti kebiasaan Call of Duty di masa lalu, beberapa di antara mereka akan berujung tetap sedramatis yang Anda bayangkan, kualitas yang Anda rindukan. Walaupun sayangnya, segala sesuatunya kini tidak lagi interaktif.

COD Black Ops 4 part 1 jagatplay 12
Berbicara soal timeline, Black Ops 4 diposisikan sebagai prekuel dari Black Ops 3.

Pendekatan seperti ini mungkin mengecewakan, dan hal itu pula yang kami rasakan. Sulit rasanya untuk membuang kesan kuat bahwa dasar cerita yang diusung oleh Black Ops 4 ini sebenarnya punya potensi untuk muncul sebagai mode campaign yang kuat. Namun sayangnya, untuk sekedar mempresentasikannya kepada gamer yang masih peduli, mereka juga memutuskan untuk menyematkannya dalam mode sejenis tutorial yang sudah pasti tidak dilirik ataupun dinikmati oleh gamer-gamer “veteran” FPS yang tidak perlu lagi belajar soal bagaimana cara menembak atau memanfaatkan ragam skill Specialist dalam situasi pertempuran tertentu. Treyarch di mata kami, seharusnya membubuhkan latar belakang cerita dan cut-scene keren tersebut di beberapa mode multiplayer yang mereka suntikkan. Ia bisa diracik untuk menggantikan mode loading dan sejenisnya untuk membantu membangun apresiasi soal dunia yang hendak mereka bangun.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

PC Games

August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…
June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…
June 17, 2021 - 0

JagatPlay: Interview dengan Tom Hegarty & John Ribbins (OlliOlli World)!

Tidak semua gamer mungkin pernah mendengar game yang satu ini,…

PlayStation

September 14, 2021 - 0

Review DEATHLOOP: Kesenangan Berulang, Berulang, Berulang!

Kami yakin sebagian besar dari Anda tentu saja sudah familiar…
September 8, 2021 - 0

Review Tales of Arise: Dahaga yang Terpuaskan!

Salah satu seri JRPG yang paling konsisten lahir di industri…
August 27, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Yasuhiro Kitao (Elden Ring)!

Impresi pertama yang begitu kuat dan mengagumkan, tidak ada lagi…
August 27, 2021 - 0

Impresi Elden Ring: Souls dengan Rasa Berpetualang!

Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar nama From Software saat…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…