Review Battlefield V: Mudah Terlupakan!

Reading time:
December 27, 2018

Ray-Tracing dengan RTX, Inikah Saatnya?

Battlefield V jagatplay PART 1 108
Battlefield V menjadi medan pengujian pertama untuk teknologi real time ray-tracing milik NVIDIA.

Salah satu teknologi yang mengikuti rilis Battlefield V dan menjadi salah satu alasan utama mengapa kami memilih PC sebagai platform menguji game shooter yang satu ini adalah fakta bahwa ia adalah game “uji coba” teknologi Real Time Ray-Tracing yang diusung oleh NVIDIA via kartu grafis RTX yang mereka sertakan. Teknologi yang ditawarkan di tingkat harga belasan juta Rupiah tersebut menjadi pembicaraan hangat karena disinyalir merupakan pondasi untuk teknologi “next-gen” industri game itu sendiri. Bahwa sistem pencahayaan lebih realistis ini akan menjadi sesuatu yang dikejar oleh banyak publisher dan developer game di masa depan untuk membawa kualitas visualisasi naik satu level lebih tinggi. Pertanyaannya kini, apakah ia pantas untuk dikejar?

Mengujinya dengan RTX 2080 dengan kesempatan untuk mengaktifkan fitur ini di atas setting visual tertinggi yang bisa ditawarkan oleh Battlefield V, kami bisa memahami daya tariknya. Bahwa untuk urusan visual, teknologi ray-tracing ini memang bukan omong kosong. Lewat sistem pencahayaan yang lebih realistis, dari bayangan hingga pantulan cahaya yang Anda temukan di dalam game menjadi benar-benar realistis. Dari hal kecil seperti bahan mobil di jalan yang kini bisa merefleksikan gerakan Anda lewat pantulan yang ada, kaca tram di tepi jalan yang kini bisa memantulkan tulisan bangunan seberang, hingga genangan air yang kini juga menangkap pantulan api di sekitar dengan maksimal. Untuk sebuah game dengan engine yang tidak pernah gagal memukau di PC, tambahan teknologi ini memang berhasil membuat Battlefield V bahkan terlebih lebih memanjakan mata.

Battlefield V jagatplay PART 1 122
Secara garis besar, teknologi ini benar-benar membuat Battlefield V yang sudah memesona dari sisi visual semakin memanjakan mata.
Battlefield V jagatplay PART 1 117
Namun berpengaruh di sisi gameplay? Sayangnya, tidak.

Namun tujuan dari Real Time Ray-Tracing dari RTX ini sebenarnya adalah gameplay. Bahwa di skenario terbaiknya, Anda bisa memanfaatkan pantulan tersebut untuk mendapatkan keuntungan strategis tertentu. Bahwa Anda bisa menggunakannya untuk melihat pantulan musuh yang mungkin diam-diam berusaha membunuh Anda dari belakang, atau sekedar memanfaatkan kaca yang ada untuk melihat situasi perang di sudut yang tidak tertangkap oleh sudut pandang Anda yang terbatas. Konsep inilah yang berusaha dikejar. Untuk kasus Battlefield V multiplayer sebagai proyek percontohan perdana, sayangnya Anda tidak akan mendapatkan hal tersebut. Real-time Ray Tracing yang diusung berujung hanya untuk sisi kosmetik saja. Pengaruhnya di sisi gameplay tergolong benar-benar minim mengingat multiplayer Battlefield V selalu menawarkan sisi pertempuran cepat yang tidak akan memberikan banyak ruang untuk sekedar diam dan menikmati sisi pantulan air ataupun kaca rumah terdekat. Sedikit saja Anda berdiam di posisi yang salah untuk menikmati kartu grafis RTX yang Anda beli? Bersiaplah menerima muntahan peluru di kepala secara instan.

Salah satu permasalahan dari adaptasi teknologi terbaru juga adalah optimalisasi. Kami cukup bersyukur untuk memutuskan merilis review ini lebih lama dari yang dibayangkan, karena dalam jangka waktu mingguan tersebut, NVIDIA sudah melepas sebuah driver yang membuat performa Battlefield V PC dengan Ray-Tracing jauh lebih bisa ditoleransi. Karena ketika artikel preview dilepas untuk pertama kalinya, mengaktifkan fitur ini berarti harus mengorbankan setidaknya 50% framerate dari yang seharusnya. Namun kini kabarnya, RTX sudah berada di tahan pengorbanan performa sekitar 25% yang tentu saja, jauh lebih baik. Namun tentu saja, dengan harga perangkat yang lebih mahal, ini jadi pengorbanan yang butuh ekstra waktu untuk dipertimbangkan.

Battlefield V jagatplay PART 1 199
Ada pengaruh di sisi performa yang harus berujung jadi kompromi walaupun berita baiknya, semakin optimal dengan update terbaru.
metro exodus nvidia rtx
Kami sendiri lebih merekomenasikan Anda melihat seperti apa performa RTX di Metro Exodus, game single player lebih “pelan” untuk menikmati teknologi baru ini.

Jadi, apakah Anda harus menikmati Battlefield V PC dengan teknologi real-time ray tracing yang selama ini didengungkan? Untuk kualitas visualisasi lebih mumpuni, mungkin iya. Namun dengan semua “syarat & ketentuan berlaku”, khususnya dari fakta bahwa ia tidak begitu banyak berpengaruh pada sisi gameplay dan mengorbankan performa yang ada. Bagi kami pribadi, pembuktian sesungguhnya teknologi ray-tracing nantinya justru teletak pada game-game single-player yang memungkinkan Anda untuk menentukan pace gameplay Anda sendiri untuk menikmatinya. Salah satu game terdekat untuk hal tersebut? Tentu saja, Metro Exodus. Tahan diri dulu Anda terkait teknologi ini dan lihat seperti apa pengaruhnya tidak hanya di sisi visual saja, tetapi juga gameplay di game single-player nantinya. Saat Anda menunggu, kesempatan untuk mengadopsi teknologi ini di harga yang lebih murah juga terbuka.

Kesimpulan

Battlefield V jagatplay PART 1 116
Untuk saat ini, sulit rasanya untuk tidak melihatnya sebagai game shooter yang mudah dilupakan. Kualitasnya tidak cukup mengimbangi timing rilisnya yang berdekatan dengan game-game raksasa lain yang tahun ini, berhasil tampil lebih gila dan berbeda dibandingkan apa yang diharapkan gamer pada umumnya. Ketika dihadapkan pada game-game tersebut, Battlefield V tidak terasa istimewa.

Battlefield V adalah sebuah game shooter perang dunia kedua yang pantas untuk diacungi jempol. Setelah masa beta yang cukup meragukan, DICE berhasil mengadaptasikan beragam feedback yang sudah disampaikan gamer untuk menghasilkan rilis final dengan sensasi dan kualitas seri Battlefield utama yang seharusnya. Presentasi mengagumkan dari sisi visual dan audio menangkap atmosfer perang dunia yang tetap epik dan menegangkan, lengkap dengan sistem pertempuran yang kini lebih berfokus pada kerjasama tim. Namun pada akhirnya, Anda yang sempat mencicipi seri Battlefield yang lalu masih akan berhadapan dengan pengalaman yang tidak banyak berbeda di luar beragam fitur dan mekanik baru yang disuntikkan. Ini masalah game shooter dengan pertempuran skala besar dan sistem kehancuran penuh strategi yang belum bisa diimbangi oleh game manapun.

Namun bukan berarti game ini sempurna. Dua keluhan utama kami adalah mode single-player yang sayangnya terasa setengah hati dan mengecewakan, serta tambahan fitur baru yang justru gagal melampaui seri sebelumnya soal skala epik dari pertempuran itu sendiri. Kami juga harus mengakui bahwa kami termasuk kelompok yang sepertinya melihat keputusan EA untuk menyebar konten tambahan mereka sepanjang tahun sebagai sebuah langkah yang buruk. Tidak hanya karena mereka akan dilampaui produk-produk lebih menarik di jangka waktu penantian tersebut saja, tetapi juga besar kemungkinan bahwa komunitas akan mulai beralih ke produk lain dan jumlah pemain tidak lagi ramai. Keputusan untuk menggeser rilis mode battle-royale ke tahun 2019 mendatang adalah kebijakan yang aneh.

Tetapi di luar kekurangan tersebut, Battlefield V tetaplah sebuah game Battlefield yang selama ini Anda kenal dari sisi multiplayer. Sebuah game shooter yang mengakomodasi mimpi Anda yang ingin bertempur di perang skala besar dengan peran, kendaraan berat, dan sistem kehancuran di dalamnya. Kondisi rekomendasi kami bisa saja berubah seiring dengan tambahan konten di masa depan, namun untuk saat ini, sulit rasanya untuk tidak melihatnya sebagai game shooter yang mudah dilupakan. Kualitasnya tidak cukup mengimbangi timing rilisnya yang berdekatan dengan game-game raksasa lain yang tahun ini, berhasil tampil lebih gila dan berbeda dibandingkan apa yang diharapkan gamer pada umumnya. Ketika dihadapkan pada game-game tersebut, Battlefield V tidak terasa istimewa.

Kelebihan

Battlefield V jagatplay PART 1 173
Sistem yang lebih mendorong kerjasama dalam tim memang menghasilkan pendekatan gaya bermain yang berbeda.
  • Sistem progression peran dan senjata lumayan baik
  • Kualitas visualisasi dan audio yang memesona
  • Perang yang kini lebih menekankan kerjasama
  • Sensasi Battlefield yang seharusnya

Kekurangan

Battlefield V jagatplay PART 1 265
Single-player-nya berujung menjadi konten yang pendek dan mengecewakan.
  • Sisi single-player lemah dan terasa setengah hati
  • Terasa kurang epik dibandingkan Battlefield 1
  • Mode battle-royale tidak tersedia saat rilis

Cocok untuk gamer: yang mencintai sensasi multiplayer Battlefield, menginginkan perang multiplayer skala besar

Tidak cocok untuk gamer: yang menginginkan sensasi lebih epik daripada Battlefield 1, membutuhkan game perang dengan pace super cepat dan singkat

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

January 20, 2023 - 0

Review A Space for the Unbound: Standar Tertinggi Game Indonesia Saat Ini!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh A Space for the Unbound?…
October 18, 2022 - 0

Review Uncharted Legacy of Thieves (PC): Drake Pindah Rumah!

Seperti apa performa dan fitur yang ditawarkan oleh Uncharted Legacy…
September 23, 2022 - 0

Review IMMORTALITY: Misteri Dalam Misteri Dalam Misteri!

Apa yang sebenarnya  ditawarkan oleh IMMORTALITY? Mengapa kami menyebutnya game…
August 19, 2022 - 0

Review Cult of the Lamb: Menyembah Setan Sambil Bertani!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Cult of the Lamb ini?…

PlayStation

February 3, 2023 - 0

Review DualSense Edge: Melebur Fungsi dan Fitur dalam Kemewahan!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh DualSense Edge ini? Mengapa kami…
January 30, 2023 - 0

Review Dead Space Remake: Isak Tangis di Luar Angkasa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Dead Space Remake ini? Apa…
December 22, 2022 - 0

Review Crisis Core – Final Fantasy VII Reunion: Reunian dengan Muka Baru!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Crisis Core – Final Fantasy…
December 8, 2022 - 0

Review Star Ocean – The Divine Force: Bukan Melesat, Malah Meleset!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Star Ocean: The Divine Force?…

Nintendo

November 2, 2022 - 0

Review Bayonetta 3: Tak Cukup Satu Tante!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Bayonetta 3? Mengapa kami menyebutnya…
September 21, 2022 - 0

Review Xenoblade Chronicles 3: Salah Satu JRPG Terbaik Sepanjang Masa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…
August 4, 2022 - 0

Preview Xenoblade Chronicles 3: Seperti Sebuah Keajaiban!

Kesan pertama apa yang ditawarkan Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…
April 6, 2022 - 0

Review Kirby and The Forgotten Land: Ini Baru Mainan Laki-Laki!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kirby and the Forgotten…