Cerita Mortal Kombat 11 Sekitar 8 Jam

Reading time:
March 14, 2019
mortal kombat 11 gameplay

Game fighting mungkin sebuah genre yang seringkali tidak memosisikan cerita sebagai sesuatu yang penting. Bahwa elemen tersebut diperlukan tidak lebih dari “pondasi” untuk memperkenalkan karakter baru atau sekedar membawanya ke seri yang lebih modern. Namun di tangan Netherrealm Studios, ia bisa tumbuh menjadi sesuatu yang lebih penting, serius, dan memesona. Strategi mereka adalah dengan meracik cerita sinematik penuh cut-scene dengan pendekatan ala film dan kemudian memosisikan cerita dari perspektif karakter petarung yang di setiap bagian, bisa berbeda-beda. Sudah diterapkan di Injustice 2, hal yang sama juga siap mereka angka di Mortal Kombat 11.

Via trailer sebelumnya, kita sepertinya sudah memahami sedikit plot terkait Mortal Kombat 11. Antagonis utama yang akan kita hadapi adalah Kronika – penguasa waktu yang tidak senang bahwa keseimbangan antara baik dan jahat sedikit tergeser dengan aksi Raiden. Oleh karena itu, ia ingin melebur timeline ke dalam satu ruang yang sama dan memulai segala sesuatnya lagi dari awal. Keinginan yang membuat karakter-karkater ikonik Mortal Kombat dari timeline berbeda kini bertemu di satu ruang yang sama.

mortal kombat 111
Cerita MK 11 disebut-sebut akan berdurasi sekitar 8 jam.

Dalam wawancara terbarunya bersama dengan GameReactor UK, Story Director Mortal Kombat 11 – Dominic Cianciolo menegaskan bahwa waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan mode campaign / cerita game fighting ini akan berkisar sekitar 8 jam. Sayangnya, ia enggan menyebut berapa lama dari waktu tersebut yang berisikan cut-scene dan yang benar-benar gameplay.

Mortal Kombat 11 sendiri rencananya akan dirilis pada tanggal 23 April 2019 mendatang untuk Playstation 4, Xbox One, Nintendo Switch, dan tentu saja – PC. Tertarik?

Source: GameReactor

Load Comments

PC Games

June 28, 2022 - 0

Review My Lovely Wife: Pilih Istri atau Iblis-Iblis Seksi!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh My Lovely Wife ini?…
May 23, 2022 - 0

Review Trek to Yomi: Estetika Sinema Masa Lampau!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Trek to Yomi ini? Mengapa…
May 11, 2022 - 0

Review Rogue Legacy 2: Banyak Anak, Banyak Masalah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Rogue Legacy 2 ini?…
April 21, 2022 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Jeremy Hinton (Xbox Asia)!

Menyambut rilis PC Game Pass untuk Indonesia, kami berkesempatan untuk…

PlayStation

March 30, 2022 - 0

Review Stranger of Paradise – FF Origin: Ayo Basmi CHAOS!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Stranger of Paradise: Final Fantasy…
March 23, 2022 - 0

Review Ghostwire – Tokyo: Berburu Setan Jepang!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Ghostwire: Tokyo ini? Mengapa…
March 21, 2022 - 0

Review Elden Ring: Cincin Menuntut Nyawa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan Elden Ring? Lantas, mengapa kami menyebutnya…
March 4, 2022 - 0

Preview Elden Ring: Senyum Merekah di Balik Tangis Darah!

Elden Ring akhirnya tersedia di pasaran dengan beberapa formula baru…

Nintendo

April 6, 2022 - 0

Review Kirby and The Forgotten Land: Ini Baru Mainan Laki-Laki!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kirby and the Forgotten…
March 25, 2022 - 0

Review Chocobo GP: Si Anak Ayam Kini Serakah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Chocobo GP ini? Mengapa…
March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…