Review Dead or Alive 6: Padat dan Puas!

Reading time:
March 15, 2019

Sensualitas Tetap Kunci

dead or alive 6 jagatplay part 1 70
Semua klaim “mengurangi sensualitas” yang sempat didengungkan di awal pengenalan Dead or Alive 6 adalah omong kosong.

Setelah mencicipinya selama kurang lebih 18 jam, kami sepertinya tidak ragu untuk berkesimpulan bahwa semua jargon yang sempat ditelurkan oleh Koei Tecmo dan Team Ninja selama setahun terakhir soal bagaimana mereka hendak mengurangi sensualitas di Dead or Alive 6 berujung tidak lebih dari sebuah omong kosong belaka. Sensualitas, terutama yang menyangkut karakter wanita, tetaplah jadi daya tarik kunci game ini dan bahkan pelan tapi pasti, tumbuh menjadi motivasi mengapa Anda harus terus memainkannya. Tidak ada “kesopanan” sama sekali di game fighting keren yang satu ini.

Tidak perlu masuk lebih dalam, kita cukup melihat engine teranyar tanpa-nama nan misterius Dead or Alive 6 yang masih menjadikan visualisasi karakter wanita yang tampak seperti boneka tidak bercela sebagai fokus. Setiap karakter wanita ini, terlepas apapun usianya, seperti memenuhi deskripsi seorang sosok wanita “sempurna” dari sisi visual. Proporsi tubuh yang memanjakan mata, dipadukan kulit yang terlihat begitu halus, wajah super imut, dan voice acting khas karakteristik anime yang “moe” masih akan terus menemani Anda. Setiap karakter ini, mau diakui ataupun tidak, tetaplah menjadi fokus Dead or Alive 6.

dead or alive 6 jagatplay part 1 18 1
Desain karakter wanita indah bak boneka dengan elemen “moe” yang kuat tetap jadi daya tarik Dead or Alive 6.
Dead or Alive 6 jagatplay part 2 27
“Sensor” kekerasan untuk karakter yang terlihat di bawah umur terkonfirmasi lewat sistem kamera yang berbeda.

Walaupun demikian, engine teranyar ini juga memberikan ekstra detail tentu pada presentasi visual yang ada. Selain sistem keringat bercucuran yang juga berpengaruh pada material pakaian yang dikenakan karakter, hingga beberapa membuatnya berujung tembus pandang ala Dead or Alive 5 yang kembali di seri keenam ini, engine baru ini juga hadir dengan efek visual lebih keren. Dari sekedar efek kehancuran kostum yang minimal yang bisa dipicu dengan serangan pemungkas, hingga tubuh yang bisa terlihat memar dan berdarah jika Anda terus menjadi korban pukulan dan tendangan. Kami juga bisa mengkonfirmasikan bahwa sedikit proses “sensor” juga terjadi. Karakter-karakter dengan rupa gadis di bawah umur seperti Nico, Honoka, dan Marie Rose tidak akan memperlihatkan reaksi kesakitan eksplisit dengan efek zoom ala karakter lain jika dihantam dengan serangan pemungkas lawan yang mengarah ke wajah.

Kesemuanya tersebut tetap dikombinasikan dengan konten yang menjadikan sensualitas, tetap jadi daya tarik utama. Dari physics payudara yang walaupun sempat diklaim akan “realistis sesuai kondisi” dari Team Ninja, tetap berujung jadi gerak memantul berlebihan yang benar-benar tidak mencerminkan kondisi dunia nyata, terutama jika sang karakter menggunakan pakaian yang sedikit terbuka. Seperti balon air yang terpasang, sedikit saja gerak cukup untuk membuat buah dada karakter wanita bergerak tidak natural. Namun setidaknya akurasi perubahan bentuknya cukup pantas diacungi jempol, apalagi ia tertekan misalnya.

Dead or Alive 6 jagatplay part 2 53
Physics payudara “realistis”? Menggila sepertinya adalah kata yang lebih tepat. Namun untuk beberapa animasi, ia memang akurat.
Dead or Alive 6 jagatplay part 2 44
Kostum sensual kini dijadikan unlockables yang menggoda untuk dikejar.

Pertarungan “penuh sopan santun” yang sempat didengungkan juga berujung omong kosong. Pakaian bertarung default masing-masing karakter memang terlihat lebih tertutup, namun bukan berarti ia mewakili semua kostum yang ada. Hampir semua kostum setiap karakter wanita yang ada di Dead or Alive 6 berujung mengikuti formula di Dead or Alive 5, dimana beberapa di antaranya tampil begitu terbuka dengan belahan dada yang akan sulit untuk membuat Anda memalingkan wajah. Pakaian-pakaian yang secara rasional memang tidak cocok untuk dibawa bertarung tersebut kini menjadi unlockables yang harus Anda perjuangkan, sekaligus motivasi untuk bertarung yang akan kami bahas selanjutnya. Dengan ekstra keringat, efek kehancuran kostum, pergerakan payudara yang berlebihan, dan pakaian super terbuka? Dead or Alive 6 adalah Dead or Alive yang selama ini Anda kenal.

dead or alive 6 jagatplay part 1 94 1
Kini juga dengan efek kulit lebam.

Sementara dari sisi presentasi musik, selain sekedar jadi BGM yang menemani aksi Anda di belakang layar sembari menunggu pertempuran misalnya, tidak ada yang pantas untuk dipuji karena kesemuanya terasa tidak istimewa. Acungan jempol tentu pantas mengarah pada voice acting dan opsi dual-audio yang diusung. Untuk game seperti ini, voice acting Jepang tentu kami rekomendasikan, terutama untuk menangkap trope anime yang kental dengan beberapa karakter yang diusung. Dengan bahasa Jepang yang ia tawarkanlah, Anda baru bisa menikmati kualitas “moe” yang seharusnya.

Maka dari sisi presentasi sangat bisa disimpulkan bahwa Anda yang senang dengan desain dan daya tarik sensualitas Dead or Alive selama ini tidak perlu khawatir bahwa kesemuanya akan berbeda di seri keenam ini. Ini masih seri Dead or Alive yang Anda kenal dengan semua daya tariknya.

Sistem Pertarungan yang Memuaskan

dead or alive 6 jagatplay part 1 191
Lebih dari sekedar sensualitas, Dead or Alive 6 adalah salah satu game fighting dengan sensasi paling memuaskan yang kami jajal.

Anda mungkin merasa bahwa Dead or Alive 6 adalah game fighting yang sekedar menjual karakter wanita cantik dan kostum sensual di atasnya? Berita baiknya, tidak demikian adanya. Percaya atau tidak, sensasi pertarungan yang ditawarkan oleh Team Ninja dan Koei Tecmo di seri ini adalah salah satu sistem bertarung paling memuaskan yang pernah kami jajal. Ada yang menarik dari sistemnya yang pada dasarnya sederhana, tetapi di sisi lain, tetap punya kedalaman untuk dikuasai. Sistem yang akan membuat Anda kecanduan melemparkan beragam tendangan dan pukulan yang ada.

Dead or Alive 6 pada dasarnya punya sistem serupa dengan game fighting pada umumnya. Ada dua buah tombol terpisah yang ditujukan untuk pukulan dan tendangan, serta tombol arah dan kombinasi putaran tombol arah yang bisa digunakan untuk mengeksekusi jenis serangan tertentu. Setiap karakter juga punya karakteristiknya sendiri-sendiri, dari yang berfokus pada grapple hingga yang punya kecepatan mumpuni untuk combo juggling yang lebih gampang. Anda juga bisa mengkombinasikan dua buah tombol sekaligus (pukul dan tendang misalnya) untuk efek serangan yang berbeda. Sisanya? Memanfaatkan lingkungan yang terkadang bisa menambah ekstra damage ke serangan Anda. Dari yang memungkinkan Anda berpindah tempat, meledak, mendorong musuh Anda kembali ke arena untuk dieksekusi dengan lebih banyak kombo, hingga yang sekedar menghasilkan efek pantul. Anda yang sempat mencicipi Dead or Alive sudah pasti merasa familiar dengan sistem seperti ini.

dead or alive 6 jagatplay part 1 73 1
Di atas permukaan, ia terasa dan terlihat sederhana.
dead or alive 6 jagatplay part 1 80 1
Namun pada akhirnya, terutama di mode online, “silat otak” dan kemampuan menentukan timing akan jadi kunci kemenangan.

Satu hal yang fantasti dari Dead or Alive 6 adalah bagaimana sebagian besar mekanisme pertarungan yang Anda jalani, terutam saat bertarung online melawan player lain, lebih banyak berisikan pertarungan pikiran dan strategi. Apa pasal? Karena ia berpusat pada dua hal – timing dan prediksi. Dead or Alive 6 masih mempertahankan sistem Hold, dimana dengan menekan tombol arah dan satu tombol ekstra, karakter Anda bisa membalikkan semua jenis serangan dan tendangan dari beragam sudut berbeda. Terus menyerang dengan kombinasi serangan yang sama berarti memperbesar kesempatan serangan Anda diprediksi oleh lawan. Ketika mereka bisa menerka, membaca, dan mulai menghadapi Anda dengan hold? Maka Anda akan memangsa angka damage dalam jumlah besar tanpa bisa bertindak apapun.

Oleh karena itu, strategi berbasis timing juga menjadi elemen penting dalam pertempuran strategi ini. Begitu satu serangan masuk dan proses juggling combo bisa dilakukan, Anda selalu punya kesempatan untuk berhenti selama sepersekian detik sebelum melanjutkan serangan kombinasi selanjutnya. Mengapa? Untuk memastikan timing hold yang digunakan oleh lawan atau sekedar defense menjadi tidak lagi relevan. Kombinasi serangan kaki dan tangan, atas dan bawah tubuh, juga akan menjadi solusi yang tidak kalah mumpuni. Apalagi mengingat bahwa terlepas dari betapa besarnya damage serangan balasan dari sistem Hold ini, ia adalah sesuatu yang tidak selalu “terbayar manis”. Terus melakukan hold secara random dan gagal berarti membuka pertahanan Anda untuk diserang dan begitu pula sebaliknya. Ini adalah sebuah sistem yang mumpuni, tetapi di sisi lain, butuh dipelajari. Anda juga dituntut untuk bermain cerdas, beradaptasi, dan membaca “kebiasaan gerak” milik musuh untuk memaksimalkannya.

Maka yang Anda dapatkan dari kombinasi sistem seperti ini adalah sebuah sensasi pertarungan (terutama melawan orang lain, offline ataupun online) yang tidak pernah tidak memuaskan. Setiap kali juggling combo yang Anda lakukan masuk, Anda berhasil “mengalahkan” setidaknya dua jenis sistem pertahanan – Hold dan Guard yang notabene akan menganulir itu semua. Ketika Anda berhasil melakukan Hold dan melakukan counter serangan musuh dan melihat damage besar yang dihasilkan, ada rasa bangga bahwa langkah tidak mudah tersebut membuat Anda berhasil membalikkan keadaan. Bahkan dari sekedar aksi Guard juga membuktikan bahwa Anda berhasil membaca serangan atas-bawah musuh dan kini memberikan Anda peluang untuk menyerang balik untuk memenangkan pertarungan yang ada. Kepuasan tersebut kian maksimal ketika “perang otak” Anda ditutup dengan aksi Grapple untuk aksi Guard musuh yang mulai mencium bau ketakutan.

dead or alive 6 jagatplay part 1 182 1
Hadirnya sistem Hold sebagai sistem “High Risk High Reward” selalu memesona.
dead or alive 6 jagatplay part 1 91 1
Semuanya dikemas dalam efek pertarungan yang memang terasa kuat dan destruktif.

Dengan sistem yang sebenarnya sederhana namun butuh penguasaan karakter dan kecepatan animasi mereka ini, Dead or Alive 6 selalu terasa memuaskan. Diperkuat dengan sistem efek serangan yang biasanya diikuti bunyi pukulan yang kuat dan sedikit efek getaran, membuat segala sesuatunya terasa destruktif. Apalagi jika serangan kuat Anda berujung melambungkan tubuh musuh ke ujung level, membuatnya menyentuh pinggir level yang biasanya hadir dengan efek tertentu dan ekstrra damage, yang kemudian diikuti dengan ekstra kombinasi serangan dari Anda. Setiap momen yang muncul di Dead or Alive 6 seolah terbayar manis. Tidak hanya dari keahlian Anda menguasai serangan kombinasi saja, tetapi mencari celah untuk menyerang, bertahan, dan mengeluarkan counter secara instan.

Sistem pertarungan ini juga menyematkan sistem bar Power dalam dua kotak terpisah. Ada dua jenis hal yang bisa Anda lakukan dengannya – Break Hold dan Break Blow. Break Hold, seperti halnya sistem Hold yang kami bicarakan sebelumnya, akan otomatis menganulir serangan kombinasi apapun yang meluncur dengan mengorbankan 1 bar Power. Sementara untuk Break Blow, Anda bisa melihatnya sebagai serangan pemungkas yang memakan 2 bar Power, namun menghasilkan damage besar dan memicu efek kerusakan pakaian pada musuh. Serangan Break Blow juga bisa dibuka dengan serangan kombinasi Critical Stun untuk membuat musuh tidak banyak bisa melawan. Sistem Break Hold juga bisa diposisikan sebagai “solusi” untuk melawan jenis serangan Break Blow ini.

Dengan variasi animasi serangan tiap karakter yang berbeda pula, kepuasan Dead or Alive 6 sebagai game fighting memang pantas untuk diacungi jempol. Tentu saja, sensasi maksimal tersebut pantas Anda rasakan saat bermain online melawan gamer lainnya di seluruh dunia dan bukan sekedar mengandalkan AI saja. Melihat bagaimana player-player ini menggunakan serangan kombinasi yang belum pernah Anda lihat sebelumnya dan berusaha beradaptasi langsung di saat pertarungan selalu jadi keseruan tersendiri.

dead or alive 6 jagatplay part 1 95
Break blow untuk serangan pemungkas!
dead or alive 6 jagatplay part 1 6
Dead or Alive 6 diperkuat mode offline yang cukup beragam. Salah satu yang terbaik? Quest Mode!

Namun bukan berarti, Dead or Alive 6 sama sekali tidak menawarkan konten yang cukup untuk gamer yang hanya ingin bermain offline dan melawan AI saja. Jika Anda termasuk salah satu gamer seperti ini, Anda bisa bernafas tenang. Selain Story Mode (yang sekali lagi kami tegaskan bisa membuat Anda terpingkal-pingkal karena konsepnya yang absurd), Anda juga akan bisa menikmati mode standar yang lain seperti Arcade dan Survival misalnya. Anda yang tertarik untuk belajar sistem kombo terbaik setiap karakter bisa menantang diri sendiri via mode Combo Challenge dan tentu saja Tutorial untuk yang sekedar ingin menjajal ragam serangan standar yang dibutuhkan. Untuk gamer “mata keranjang” yang sekedar ingin menangkap momen pertarungan terbaik yang ada, ada mode khusus untuk mengakomodir sistem Photo Mode di dalamnya. Lewat mode Spectator atau Viewer, Anda bisa menggunakan video Replay pertarungan Anda atau membiarkan dua karakter AI saling bertarung satu sama lain sembari Anda berdiri di belakang kamera, siap untuk menangkap setiap momen tersebut dalam format yang lebih “artistik”.

Namun salah satu bagian terbaik mode “offline” Dead or Alive 6 terletak di fitur baru yang disebut sebagai Quest Mode. Pada dasarnya Anda bisa menyederhanakannya sebagai sebuah mode arcade, namun dengan sedikit twist di dalamnya. Alih-alih meminta Anda sekedar bertarung dan mengalahkan musuh apapun yang berada di hadapan Anda, Quest Mode yang dibagi ke dalam ratusan skenario terpisah ini memuat sebuah objektif khusus di dalamnya. Dengan masing-masing darinya memuat tiga buah bintang terpisah, Anda akan mendapatkan setiap darinya dengan menyelesaikan objektif spesifik yang dibutuhkan. Semakin banyak bintang, semakin banyak reward. Salah satu yang terpenting? Tentu saja “Costume Pattern” yang akan kita bicarakan selanjutnya.

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

August 10, 2022 - 0

Review Marvel’s Spider-Man Remastered PC: Siap Kembali Berayun!

Marvel's Spider-Man Remastered akhirnya tersedia di PC. Apa saja yang…
August 2, 2022 - 0

Review Beat Refle: Pijat Refleksi Super Seksi!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Beat Refle ini? Mengapa kami…
July 22, 2022 - 0

Review As Dusk Falls: Ini Baru Game Drama Berkualitas!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh As Dusk Falls ini?…
June 28, 2022 - 0

Review My Lovely Wife: Pilih Istri atau Iblis-Iblis Seksi!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh My Lovely Wife ini?…

PlayStation

August 15, 2022 - 0

Review Digimon Survive: Seru Iya, Bosan Juga Iya!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Digimon Survive? Mengapa kami menyebutnya…
July 18, 2022 - 0

Review STRAY: Kocheng Oren Mah Bebas!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh STRAY? Mengapa kami menyebutnya…
March 30, 2022 - 0

Review Stranger of Paradise – FF Origin: Ayo Basmi CHAOS!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Stranger of Paradise: Final Fantasy…
March 23, 2022 - 0

Review Ghostwire – Tokyo: Berburu Setan Jepang!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Ghostwire: Tokyo ini? Mengapa…

Nintendo

August 4, 2022 - 0

Preview Xenoblade Chronicles 3: Seperti Sebuah Keajaiban!

Kesan pertama apa yang ditawarkan Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…
April 6, 2022 - 0

Review Kirby and The Forgotten Land: Ini Baru Mainan Laki-Laki!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kirby and the Forgotten…
March 25, 2022 - 0

Review Chocobo GP: Si Anak Ayam Kini Serakah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Chocobo GP ini? Mengapa…
March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…