Review Astral Chain: Ikat Rantai Aksi!

Reading time:
September 9, 2019

Post-Game

Astral Chain jagatplay part 1 241
Astral Chain tetap menawarkan kesempatan untuk “menyelami” kembali misi sebelumnya mengingat ada area atau item yang memang baru bisa diraih setelah Anda mendapatkan Legion baru sesuai cerita.

Astral Chain bukanlah sebuah game action yang bisa dihitung “panjang”. Terbagi ke dalam 11 chapter terpisah, yang seperti kami bicarakan tadi, terbagi atas proses eksplorasi dan aksi ke dalam proporsi yang cukup seimbang, Anda hanya akan butuh waktu sekitar 15-20 jam untuk menyelesaikan cerita utama yang ada. Namun tentu saja ada sedikit sensasi “Metroidvania” di sini. Ada beberapa hal yang tidak akan bisa Anda buka, selesaikan, atau hancurkan pada saat menempuh cerita sesuai progress karena proses akuisisi Legion baru yang memang bergantung pada cerita. Namun Astral Chain menyediakan kesempatan untuk mengeksplorasi kembali misi sebelumnya kapanpun Anda inginkan, bahkan ketika Anda tengah berupaya menyelesaikan progress cerita saat ini.

Sayangnya, Platinum Games tidak bisa dibilang mengeksekusi sistem ini secara manis. Apa pasal? Karena alih-alih menyediakan satu opsi misalnya yang memungkinkan Anda mengeksplorasi secara bebas, proses main ulang misi ini tetap terikat pada cerita yang ada.

Anda memang bisa memilih dari titik cerita mana / chapter Anda ingin memulainya, namun Anda tetap harus mengikuti sisi cerita yang memang terikat pada chapter tersebut. Ini berarti melewati cut-scene (yang untungnya bisa di-skip), melawan varian musuh atau boss yang memang tersemat, hingga kembali berhadapan dengan barisan event dan peti-peti harta karun yang sudah Anda buka sebelumnya. Menyelesaikan ulang misi seperti ini atas nama membuka hal yang Anda lewatkan memang terkadang, menyebalkan. Lebih buruknya lagi? Ketika Anda kembali ke Chapter saat ini, alih-alih langsung melanjutkan dari save data terakhir, Anda juga dituntut untuk memulai segala sesuatunya kembali dari awal Chapter. Untungnya, misi sampingan dan item yang sudah didapatkan tetap akan bertahan dan tercatat.

Astral Chain jagatplay part 1 249
Sayangnya, alih-alih eksplorasi bebas, memainkan ulang misi seperti ini tetap terikat pada sisi cerita, membuat Anda harus mereka ulang segala sesuatunya.
Astral Chain jagatplay part 1 256 1
Misi sampingan yang ia tawarkan cukup beragam, termasuk yang meminta Anda menyeimbangkan Joy-Con.

Misi sampingan yang disediakan oleh Astral Chain juga lumayan beragam dan tidak harus selalu berakhir dengan kondisi dimana Anda harus berakhir membasmi Chimeras atau melawan boss-boss berukuran besar. Ada misi-misi pula yang meminta Anda mengejar dan menangkap tersangka menggunakan rantai Legion Anda, ada yang meminta Anda sekedar mencari informasi dan mencocokkan clue dengan pertanyaan yang muncul, hingga menggunakan Legion Anda untuk berburu-buru key item. Variasi seperti ini memang tidak bisa dibilang membuat Astral Chain tidak repetitif, namun reward yang dihadirkan sendiri cukup untuk jadi motivasi yang kuat.

Lantas, bagaimana dengan konten post-game itu sendiri? Anda yang mencintai sisi aksi Astral Chain akan menyukainya. Walaupun kami sendiri masih belum menyelesaikan tantangan ini secara penuh, mengingat sebagian besar dari mereka akan berujung pada pertempuran dengan tingkat kesulitan tinggi yang siap untuk membuat tangan Anda kram, Astral Chain akan menawarkan setidaknya 70 buah case baru untuk Anda selesaikan. Dipandu oleh NPC – Olive, setiap tantangan ini biasanya akan berakhir dengan pertarungan-pertarungan yang bahkan lebih menantang daripada pertempuran di cerita utama. Beberapa di antaranya bahkan cukup untuk membuat Anda merasa frustrasi.

Astral Chain Part 2 jagatplay 101
Post-Game memang tidak menawarkan cerita ekstra, tapi menyediakan sekitar 70 ekstra tantangan baru yang siap untuk menguji kemampuan Anda.
Astral Chain Part 2 jagatplay 100
Are you ready?!

Namun sayangnya, ia tidak didukung dengan cerita tambahan atau ending rahasia (namun harus dicatat kami belum menyelesaikan keseluruhan 70 case tambahan post-game). Kondisi ini membuat konten post-game Astral Chain terdengar sederhana, tetapi di sisi lain, menyediakan ekstra kesibukan untuk Anda yang memang masih belum mau beralih darinya.

Kesimpulan

Astral Chain Part 2 jagatplay 48
Astral Chain adalah game aksi ala Platinum Games yang menawarkan semua daya tarik produk mereka sejauh ini, tetapi setingkat lebih baik lewat pendekatan visual menarik, gameplay unik, dan “keribetan” yang bahkan siap untuk membuat tangan Anda kram. Tidak ada alasan untuk tidak melirik dan terjun ke game aksi yang memesona ini!

Platinum Games sekali lagi membuktikan diri mengapa mereka pantas menyandang predikat sebagai salah satu developer game action terbaik di industri game saat ini. Astral Chain menjadi testimoni yang fantastis bagaimana pengalaman dan kehebatan mereka tidak hanya mampu meracik game action intens dengan identitas unik yang familiar saja, tetapi juga diperkuat dengan pengetahuan teknis yang berhasil meracik sebuah game dengan visualisasi indah di tengah keterbatasan Switch sebagai platform. Kombinasi musik menggugah, beragam jalur upgrade untuk memperkuat karakter, cut-scene dengan cita rasa anime yang kental, dengan variasi musuh dan desain Legion yang memanjakan mata, sulit rasanya untuk tidak jatuh hati pada Astral Chain sejak pandangan pertama.

Namun tentu saja, Astral Chain bukanlah sebuah game yang sempurna. Ada beberapa masalah yang pantas untuk dibicarakan, dari efek visual yang terkadang membuat situasi pertarungan menjadi “terlalu ramai” untuk bisa diperhatikan dengan matang hingga kualitas cerita yang sayangnya, harus diakui terlalu klise. Namun salah satu keluhan terbesar kami masih terletak pada masalah klasik – kamera yang juga terjadi di Astral Chain ini.

Ketika pertarungan berakhir melawan begitu banyak musuh di satu layar yang sama, kamera terkadang bergerak terlalu dekat hingga “menembus” karakter utama Anda, membuat pertarungan semakin sulit. Sistem kamera yang juga didukung fitur lock-on ini juga terkadang memancing rasa frustrasi ketika ia menolak untuk “mengunci” target musuh yang Anda inginkan, terutama yang berada di posisi melayang. Padahal pertarungan tidak bisa selesai, sebelum ia tewas. Sisi stealth yang tersedia di beberapa misi juga terasa “dipaksakan” dan tidak menarik.

Di luar kekurangan tersebut, Astral Chain adalah game aksi ala Platinum Games yang menawarkan semua daya tarik produk mereka sejauh ini, tetapi setingkat lebih baik lewat pendekatan visual menarik, gameplay unik, dan “keribetan” yang bahkan siap untuk membuat tangan Anda kram. Tidak ada alasan untuk tidak melirik dan terjun ke game aksi yang memesona ini!

Kelebihan

Astral Chain jagatplay part 1 144
UWU
  • Kualitas visualisasi
  • Desain dunia, karakter, Legion, dan musuh
  • Konsep eksplorasi yang memaksimalkan fungsi Legion
  • Aksi pertarungan yang intens
  • Beberapa misi sampingan hadir dengan “kegilaan” yang menarik
  • Marie
  • Sistem kendali Legion yang siap untuk membuat tangan Anda kram
  • Musik yang tepat sasaran
  • Konten post-game yang siap membuat Anda sibuk
  • Cut-scene epik ala anime.

Kekurangan

Astral Chain Part 2 jagatplay 64
Ceritanya sayangnya, berakhir super klise. Sesuatu yang sepertinya sudah bisa diprediksi sejak awal oleh Anda yang mencintai manga / anime.
  • Cerita super klise
  • Kamera terkadang berakhir menyebalkan
  • Efek serangan “terlalu ramai”
  • Sistem Lock-On kadang salah mengunci target yang diinginkan
  • Sisi stealth tidak menarik

Cocok untuk gamer: yang mencintai game action yang keren, suka dengan anime / manga

Tidak cocok untuk gamer: yang mudah bingung dengan tombol yang kompleks, tidak suka dengan cerita yang klise

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

September 29, 2021 - 0

Review SAMUDRA: Dalam Lautan Dalam Pesan!

Berkembang dengan signifikan selama beberapa tahun terakhir ini, para talenta…
August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…
June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…

PlayStation

October 15, 2021 - 0

Review Demon Slayer – Kimetsu no Yaiba- The Hinokami Chronicles: Pemuas Para Fans!

Meledak dan langsung menjadi salah satu anime yang paling dicintai…
October 6, 2021 - 0

Review Far Cry 6: Revolusi yang Minim Revolusi!

Sebuah franchise shooter andalan, posisi inilah yang harus dipikul oleh…
October 1, 2021 - 0

Review Lost Judgment: Peduli Rundungi!

Sebuah langkah yang jenius atau ekstrim penuh resiko yang terhitung…
September 27, 2021 - 0

Review Diablo II Resurrected: Bentuk Baru, Cinta Lama!

Blizzard dan kata “remaster” sejauh ini memang bukanlah asosiasi yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…