Review Code Vein: Souls Tanpa Stress!

Reading time:
October 2, 2019

Souls Tanpa Stress

Code Vein jagatplay part 1 208
Code Vein adalah sebuah game Souls-like termudah yang kami jajal sejauh ini. Tidak ada tantangan yang benar-benar menyulitkan selain pertarungan melawan kedua bedebah di dalam gambar ini.

Satu yang menarik dari Code Vein, terlepas dari citra yang terbangun dari ragam screenshot dan trailer yang dilepas sebelum rilis, bahkan demo alpha dan beta yang sempat mendorong Anda masuk ke dalam salah satu Depths, game ini ternyta tidak sesulit yang dibayangkan. Kami bahkan tidak ragu menyebutnya sebagai game “Souls-like” termudah yang pernah kami cicipi sejauh ini, hampir bebas stress, dan justru menyiratkan lebih kuat kesan action RPG-nya sendiri daripada sensasi Souls yang unik. Satu-satunya tantangan terberat yang kami jajal hanyalah pertarungan setidaknya 4 boss terakhir, terutama kombinasi Cannoneer & Blade Bearer yang memang menjengkelkan. Namun segala sesuatunya harusnya bisa Anda lewati dengan mudah, apalagi jika Anda berangkat sebagai veteran seri Souls.

Salah satu alasan mengapa Code Vein begitu “bersahabat” tentu terletak pada fakta bahwa Anda akan terus ditemani oleh seorang companion AI, yang tentu saja bisa Anda pilih. Setiap companion AI biasanya punya spesialisasi mereka masing-masing, seperti Mia yang lebih efektif di range dan Louis dengan pedang satu tangannya yang super cepat. Hadirnya companion AI yang secara konsisten membantu Anda bertarung ini juga diperkuat dengan AI yang cerdas dan pantas diacungi jempol. Mereka akan menyerang terlebih dahulu jika memang memungkinkan, mengeluarkan ragam skill untuk menghabisi musuh lebih cepat, menghasilkan efek status, hingga membabat mereka setiap kali kesempatan itu tiba. Setiap Companion AI ini berperan layaknya player kedua yang menemani aksi Anda sepanjang waktu.

Code Vein jagatplay part 1 41
Hadirnya Companion AI yang selalu menemani perjalanan Anda memang menurunkan tingkat kesulitan Code Vein.
Code Vein jagatplay part 1 100
AI ini memang begitu adaptif dan cerdas. Tidak hanya aktif bertarung, ia juga akan membantu menghidupkan Anda dengan skill yang tersedia sembari memastikan dirinya sendiri, bertahan hidup selama mungkin.

Namun bukan sekedar kemampuan bertarung saja yang membuat para companion AI ini tampil layaknya sebuah antibiotik untuk tingkat kesulitan Code Vein yang berperan tak ubahnya “demam”. Kehadiran mereka juga didukung dengan beberapa aksi lain yang mempermudah perjalanan Anda. Pertama, mereka juga bisa berbagi HP untuk membangkitkan Anda kembali secara instan ketika Anda tewas dan waktu cooldown skill yang terhitung cepat, membuat Anda selalu punya “nyawa kedua” bahkan lebih di banyak situasi. Kedua? Para AI ini juga efektif untuk menjadi pengalih perhatian monster atau boss hingga Anda bisa menyerang lebih leluasa. Kerennya lagi, para companion AI juga memiliki timing yang bagus untuk menggunakan item healing mereka, hingga Anda tidak perlu dipusingkan dengan kemampuan mereka bertahan hidup.

Ketiga? Bahwa hampir sebagian besar musuh yang Anda hadapi, bersama dengan diri Anda juga, akan memiliki animasi staggering alias mini-stun yang kemudian bisa dikombinasikan dengan lebih banyak serangan lanjutan setelah menerima serangan dalam jumlah tertentu. Dengan kombinasi serangan dua orang, kondisi stagger ini lebih mudah tercapai, hingga ada kesempatan sepersekian detik untuk terus memasukkan lebih banyak serangan sebelum mereka pulih. Keempat? Setiap AI Companion ini juga bisa mengakses serangan skill aktif, dari buff hingga animasi serangan yang tentu saja membantu Anda mengikis HP target, baik musuh ataupun boss, dengan cepat. Intinya, kehadiran para companion AI ini benar-benar sangat membantu dan mempermudah perjalanan Anda di Code Vein.

Code Vein jagatplay part 1 175
Serangan “keroyokan” Anda dan AI ini biasanya dengan mudah memicu efek stagger / mini-stun pada musuh yang bisa diikuti dengan serangan lanjutan.
Code Vein jagatplay part 1 31
Kecepatan gerak di atas rata-rata dan sistem roll yang imbalance juga berkontribusi pada kemudahan Code Vein.

Tidak hanya itu saja, sistem roll di Code Vein juga harus diakui, imbalance alias tidak seimbang. Sebagai salah satu mekanik tidak terhindarkan di game-game Souls-like, roll biasanya datang dengan kelemahannya sendiri: antara mengikis bar stamina dengan cukup signifikan hingga terkadang Anda harus mengorbankan 1-2 kali kesempatan serang karenanya atau karena frame nihil damage yang terhitung pendek, sehingga timing harus selalu tepat. Sementara di Code Vein? Roll seperti jawaban yang mutlak untuk semua masalah Anda. Ia tidak banyak mengikis stamina, ia hadir dengan range cukup jauh hingga Anda selalu bisa menghindari tidak hanya varian jenis serangan tetapi juga menjaga jarak, dan ia manawarkan frame nihil damage yang cukup besar hingga kesempatan bertahan hidup Anda terhitung tinggi. Rajin-rajin melakukan roll di kondisi terdesak, bahkan berturut-turut, akan membantu Anda melewati begitu banyak serangan mengancam.

Tidak cukup sampai di sana? Sistem kenaikan level di Code Vein juga berkontribusi untuk membuat game ini terasa jauh lebih bersahabat dan bebas stress. Mengapa? Karena seperti game action RPG, Code Vein mengunci sistem kenaikan status dengan kenaikan level. Ini berarti, tidak ada kesempatan untuk memperkuat status spesifik karakter Anda, mengingat segala sesuatunya terjadi secara otomatis. Sistem seperti ini membuat tidak ada build karakter di Code Vein yang bisa berakhir “salah”. Proses scaling kekuatan menyatu dengan level yang Anda raih, menciptakan karakter yang dari sisi status, selalu seimbang. Ini juga membuat Anda akan selalu over-powered jika kembali mengunjungi daerah yang sudah Anda bersihkan sebelum dan juga selalu punya status yang cukup kuat untuk berhadapan dengan ancaman baru di tempat yang baru. Ini sistem yang juga berakhir membuat kami merasa bahwa alih-alih Souls-like, Code Vein memang lebih pantas disebut sebagai game action RPG.

Code Vein jagatplay part 1 158
Sistem leveling tanpa alokasi atribut memastikan karakter selalu hadir dengan build yang seimbang dan siap mengatasi ancaman seperti apapun.
Code Vein jagatplay part 1 86
Belum cukup? Ada “serangan pemungkas” dengan damage super besar yang bisa Anda gunakan untuk menghabisi musuh biasa di kondisi terdesak.

Semuanya dibungkus dengan animasi serangan musuh yang kesemuanya selalu tampil besar dan jelas, sehingga Anda yang jeli selalu punya timing untuk melakukan roll dan menghindari mereka. Kami jarang bertemu dengan musuh yang punya serangan super cepat dengan animasi pembuka yang tidak bisa terbaca sama sekali. Dari semua jenis musuh yang Anda temui, hanya satu jenis musuh spesifik – Lost yang menggunakan serangan bela diri tangan kosong yang hadir dengan serangan cepat tanpa animasi pembuka, membuatnya menjadi musuh Code Vein paling menyebalkan yang kami temui. Sisanya? Dengan sedikit kesabaran, bisa Anda antisipasi. Apalagi Anda juga diperkuat dengan serangan spesial lain yang bisa Anda eksekusi di saat terdesak, dengan menjadikan sebuah bar biru khusus bernama Focus sebagai resource, yang siap untuk menghasilkan damage super besar yang terkadang bisa membunuh musuh-musuh ini secara instan. Untungnya serangan ini sendiri tidak bisa dipicu melawan boss.

Code Vein jagatplay part 2 1
Anda yang ingin punya ekstra tantangan selalu punya opsi untuk menjelajahi dunia Code Vein seorang diri.

Namun bukan berarti, Anda yang membutuhkan tantangan yang lebih berat, tidak difasilitasi oleh Code Vein di sini. Salah satu solusi paling mujarab adalah dengan “membuang” companion AI Anda dan bertarung sendiri layaknya sebuah seri Souls yang seharusnya. Opsi tersebut selalu tersedia ketika Anda mengunjungi hub utama, yang bisa dieksekusi dengan sekedar “memutus companionship” dengan karakter yang mengikuti Anda sebelumnya. Namun kami juga harus mengingatkan bahwa tindakan beresiko yang mengamplifikasi tingkat kesulitan ini, tidak akan diikuti dengan reward apapun. Code Vein tidak akan memberikan Anda sesuatu yang baru atau istimewa jika Anda berupaya menyelesaikannya tanpa dibantu Companion. Ini lebih ke soal menantang diri Anda sendiri atas nama cita rasa masokis yang lebih kentara.

Multiplayer Tak Sempurna

Code Vein jagatplay part 2 6
Sayangnya, sisi multiplayer-nya tak bisa dibilang sempurna.

Untuk Anda yang masih merasa kesulitan dengan pertarungan di Code Vein, bahkan dengan AI Companion sekalipun, masih ada solusi lain yang bisa Anda tempuh – dengan fitur multiplayer kooperatif yang ia hadirkan. Dengan menu online terpisah yang bisa Anda akses tanpa ketentuan dan syarat berlaku (seperti menggunakan item atau lokasi spesifik seperti game Souls-like pada umumnya), Anda bisa memanggil bala bantuan. Lantas, bagaimana sistem ini bekerja?

Jika Anda adalah pihak yang kesulitan dan memanggil bala bantuan, maka player yang mengunjungi dunia Anda akan tampil sendiri tanpa membawa companion dari dunia mereka, sementara Anda sendiri tetap akan didampingi oleh companion AI Anda sebelumnya. Player yang mengunjungi dunia orang lain akan secara otomatis mengalami scaling kekuatan dan status bergantung pada si “tuan rumah” dan dunia yang tengah ia jelajahi. Ini berarti sang bala bantuan bisa berakhir hadir dengan jumlah HP dan damage serangan yang disesuaikan. Sang pengunjung juga akan memiliki item regenerasi yang hanya dibatasi maksimal hingga 5 buah saja, tanpa kemampuan untuk mengaktifkan Mistle untuk melakukan refresh jumlah tersebut. Sang tamu juga tidak bisa berinteraksi dengan apapun yang tersedia di dunia tuan rumah, termasuk tuas untuk membuka pintu sekalipun.

Bagi karakter yang berkunjung untuk membantu player yang lain, ada beberapa keuntungan yang membuatnya menarik untuk dikejar. Pertama, tentu saja Haze. Berbeda ketika Anda bermain solo, berapa pun Haze yang berhasil Anda kumpulkan selama proses multiplayer akan bisa Anda bawa pulang ke dunia Anda sendiri, tanpa pengurangan, walaupun jika Anda berakhir tewas dan gagal memenuhi misi Anda sekalipun. Ini menjadi metode farming Haze yang lebih minim resiko. Kedua? Mode multiplayer juga menyediakan resource lain bernama Medals yang esensial jika Anda hendak mengejar trophy Platinum di versi Playstation 4 atau sekedar ingin pamer dengan status dan banner Anda saat menjelajahi mode multiplayer yang lain.

Namun sayangnya, mode multiplayer di Code Vein memang terhitung tidak sempurna. Masih ada beberapa hal yang sepertinya kurang dipikirkan matang, di luar kerja server dan sinkronisasi minim masalah yang memang pantas untuk diacungi jempol. Keluhan ini misalnya muncul dari konsekuensi kematian itu sendiri. Alih-alih membiarkan Anda dan tuan rumah untuk terus berjuang bersama hingga Anda berhasil mengalahkan boss misalnya, Anda atau tuan rumah yang sempat tewas akan langsung “dibuang” ke dunia masing-masing dan harus mengulang proses matchmaking lebih awal. Tidak ada kesempatan untuk memilih dan menentukan apakah Anda ingin tetap bersama atau tidak di akhir, yang harus diakui, terkadang jadi opsi yang esensial. Namun berita baiknya? Setidaknya sistem revive dari companion AI akan langsung otomatis berlaku untuk karakter tamu dan karakter tuan rumah ketika salah satu atau keduanya terperangkap dalam kondisi terdesak.

Code Vein jagatplay part 2 13
Salah satu pihak tewas? Selamat melakukan matchmaking kembali.
Code Vein jagatplay part 2 18
Membantu proses eksplorasi player lain yang notabene memakan waktu lebih lama, justru hadir dengan reward timpang yang begitu minim hingga ia terasa buang-buang waktu.

Kedua? Adalah reward dalam bentuk Medals yang terhitung timpang. Code Vein sendiri membagi pengalaman multiplayer ini ke dalam dua area besar – Story dan Depths. Bergantung dimana Anda menjawab atau memanggil bala bantuan, maka di situlah pula fitur co-op akan aktif. Sebagai contoh? Jika Anda memilih menjawab permintaan tolong di Depths, maka co-op akan berkisar pada misi-misi Depths. Sementara jika Anda menjawabnya di area-area di luar Depths, maka co-op akan berkisar pada misi utama yang tengah dijajal player lain, yang berarti menyangkut proses eksplorasi dan akan berakhir di pertarungan boss di area tersebut.

Permasalahannya, mengingat Medals hanya akan jatuh 1 buah di setiap pertarungan boss atau mini-boss, maka proses co-op di sisi Story sama sekali tidak menggoda. Mengapa? Karena Anda bisa saja berakhir melakukan proses eksplorasi bersama si tuan rumah, selama 20 menit – 1 jam, bertarung melawan 1 boss di akhir dan hanya mendapatkan 1 Medals saja sebagai reward. Sementara di Depths, yang notabene pendek dan bisa berisikan 3 mini-boss dan 1 buah boss besar di akhir, Anda bisa mendapatkan 4-5 buah Medals sekaligus hanya dalam waktu belasan menit saja.

Code Vein jagatplay part 2 38
Atas nama Medals, membantu aksi gamer lain di Depths menjadi solusi lebih rasional.

Ketimpangan ini tentu saja membuat gamer-gamer yang mengejar Medals lebih memilih untuk melakukannya di Depths, alih-alih membantu gamer yang tengah kesulitan di sisi Story. Butuh proses balancing yang lebih baik di sisi reward untuk membuat keduanya terasa pantas untuk dikejar, apalagi dengan eksplorasi di co-op Story yang tentu saja menuntut waktu lebih banyak. Belum lagi potensi untuk mati di co-op Story juga lebih tinggi, yang bisa saja berakhir membuat aksi bantu-membantu tuan rumah Anda ternyata harus berakhir sebelum Anda mendapatkan medal sama sekali. Membingungkan memang.

Maka dengan mode multiplayer co-op seperti ini, Code Vein yang pada dasarnya sudah terhitung sebagai sebuah seri Souls-like yang bebas stress, kini tampil lebih mudah. Ada sedikit scaling kekuatan musuh memang yang membuat mereka lebih tebal di sisi HP, namun sama sekali tidak cukup signifikan untuk menawarkan tantangan bagi tim yang alih-alih berisikan 2 orang, kini berisikan 3 orang dengan senjata dan skill yang lebih mematikan.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

PC Games

May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…
May 19, 2021 - 0

Review Rising Hell: Melompat Lebih Tinggi!

Kualitas game indie yang semakin solid, tidak ada lagi kalimat…
May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…

PlayStation

June 11, 2021 - 0

Review Ninja Gaiden – Master Collection: Bak Tebasan Pedang Tua!

Apa nama franchise yang menurut Anda melekat pada nama Koei…
June 8, 2021 - 0

Review Ratchet & Clank – Rift Apart: Masuk Dimensi Baru!

Menyebut Insomniac Games sebagai salah satu developer first party tersibuk…
June 8, 2021 - 0

Preview Guilty Gear Strive: LET’S ROCK!

Nama besar Arc System Works sebagai salah satu developer game…
May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…