Review Disco Elysium: Keren, Brilian, Fantastis!

Reading time:
November 25, 2019

Keindahan dalam Keputusasaan

Disco Elysium jagatplay 62
Selamat datang di Revachol!

Disco Elysium hadir dalam format kamera isometrik, seperti halnya sebagian besar game RPG yang dirilis dalam beberapa tahun terakhir ini. Ada pendekatan cita rasa kartun yang cukup kental lewat dunia dan desain karakter yang ia usung, yang kemudian dibalut dalam model tiga dimensi. Secara visual, ia memang menawan.

Yang menarik adalah fakta bahwa di luar presentasi yang terlihat sederhana ini, Disco Elysium sebenarnya didukung dengan beberapa efek yang keren dan akurat, seperti tata cahaya misalnya. Bergantung dari arah mana datangnya sumber cahaya, Anda bisa melihat bayangan yang berada di lokasi yang seharusnya. Akurasi ini terlihat memesona baik ketika Anda sekedar menggunakan senter untuk menerangi area gelap dengan bayangan objek di lokasi yang seharusnya, hingga ketika Anda bisa melihat bayangan Anda dan Kim Kitsuragi tercetak di tanah yang lebih rendah ketika Anda berlari di tempat lebih tinggi di sore hari. Disco Elysium juga mengusung sistem siang dan malam yang dinamis.

Jika harus berbicara soal satu sisi presentasi yang membuat kami jatuh hati? Tentu saja adalah desain kota Revachol itu sendiri. Walaupun pada dasarnya ia merupakan “arena bermain” Anda, namun lewat desin dan detail yang ditawarkan Revachol, Anda bisa memahami dan mengerti bahwa ini adalah sebuah kota yang memiliki sejarah, nilai politik, dan masalah sosial yang tengah berlangsung. Keping dan puing di beberapa bagian kota sebagai konsekuensi dari perang, mereka yang terjebak dalam gaya hidup alkohol dan obat-obatan terlarang, unjuk rasa massal yang menuntut kesetaraan hidup, hingga reruntuhan monumen masa lampau yang jadi saksi kekalahan Revachol. Lewat pendekatan detail yang tersedia di setiap sudut kota ini, Anda bisa merasakan nafas Revachol yang begitu indah, tetapi di sisi lain, juga menghasilkan aroma keputusasaan yang kentara.

Disco Elysium jagatplay 95
Penuh warna, penuh keputusasaan.
Disco Elysium jagatplay 70
Setiap NPC tidak hanya unik dari desain fisik, tetapi punya kepribadian, menyiratkan etnis hingga pandangan ideologi yang berbeda-beda.

Kesan Revachol yang “hidup” ini juga datang dari presentasi setiap karakter NPC yang bisa Anda temui dan ajak berbincang, yang tidak hanya menarik dari sisi desain saja, tetapi juga latar belakang, ideologi, hingga pandangan politik berbeda yang masing-masing darinya akan mempengaruhi cara mereka berbicara dan berpikir. Anda misalnya, bisa bertemu dengan seorang supir kontainer super rasis yang ketika pertama kali bertemu dengan Anda, langsung mengomentari penampilan fisik Kim Kitsuragi yang lebih “Asia” dan dianggap inferior. Anda juga bisa bertemu dengan seorang remaja putri yang sekedar berusaha menyambung hidup dengan bekerja di sebuah toserba dan menjawab apapun pertanyaan Anda dengan tanpa ketertarikan sama sekali. Ada pula pemimpin serikat buruh yang terlihat begitu borjuis dengan ragam pakaian mewah dan dekorasi ruang indahnya. Revachol adalah sebuah kota yang lewat desain dan presentasi penduduknya, realistis.

Satu hal lain yang tidak kalah menariknya adalah kepadatan informasi yang juga disertakan di dalam kota yang sebenarnya, tidak seberapa luas ini. Ada begitu banyak rahasia yang disimpan di setiap sudut, yang bergantung pada keputusan yang Anda ambil dan konsekuensi yang Anda tuai, bisa saja tidak pernah Anda ungkap sampai permainan Anda selesai. Anda mungkin tidak tahu apa sebenarnya isi salah satu kontainer yang terkunci rapat di salah satu sesi pelabuhan. Anda mungkin tidak tahu apa sebenarnya isi sebuah cerobong asap dari sebuah distrik dagang yang kabarnya “terkutuk”. Anda bisa saja berakhir tidak pernah mengunjungi salah satu gedung tua yang hampir runtuh untuk sebuah proses investigasi. Anda bahkan bisa berujung tidak pernah berbicara dan bertemu dengan satu NPC spesifik yang seharusnya menawarkan satu atau dua informasi baru untuk dicerna. Padatnya informasi Revachol yang menunggu untuk diungkap memang tidak akan pernah bisa Anda ungkap hanya dari 1 kali playthrough. Keterbatasan waktu melawan padatnya Revachol adalah salah satu pesona ekstra Disco Elysium.

Disco Elysium jagatplay 30
Revachol adalah kota yang padat informasi.

Lantas, bagaimana dengan sisi audio itu sendiri? Bersama dengan kualitas visual dan presentasi dunianya yang memesona, Disco Elysium juga mengusung kualitas audio yang tidak kalah keren. Hampir semua aspek yang ia usung, dari sekedar suara lingkungan, voice acting, hingga musik latar belakang yang menemani Anda membangun atmosfer yang memang ia butuhkan. Voice acting pantas menjadi elemen audio yang diapresiasi ekstra, karena setiap voice acting yang muncul memang menguatkan kepribadian karakter yang Anda temui, termasuk para NPC yang sekedar Anda ajak bicara. Voice acting partner utama Anda – Kim sepertinya jadi yang terbaik, mengingat citranya sebagai polisi yang dingin dan rasional terpancarkan lewat intonasi suara yang tenang dan dingin. Di tengah kepanikan Anda melewati setiap proses investigasi yang ada, mendengar suara Kim secara mengejutkan, menghasilkan efek yang sedikit menenangkan. Kerennya lagi? Bagian-bagian dari otak Anda yang terbagi (yang akan kita bicarakan nanti), juga mengusung kualitas VA yang fantastis.

Sementara dari sisi musik, pelan tapi pasti, Anda akan juga akan jatuh hati pada apa yang ditawarkan Disco Elysium. Ketika situasi tegang dan penuh misteri, musik yang tepat mengalun untuk memperkuat atmosfer tersebut, membuat setiap keputusan yang Anda ambil seolah semakin genting. Namun yang istimewa justru datang dari “musik sampingan” yang bisa Anda dengar di sepanjang proses eksplorasi. Dari musik disco yang disebut sebagai “Anod” yang berdendang repetitif namun cukup efektif untuk membuat kepala Anda bergoyang, dari sesi karaoke musik sedih yang bisa Anda picu dengan karakter utama Anda, hingga musik-musik asyik dari boombox yang bisa Anda bawa berkeliling untuk membuat kata Disco di Disco Elysium, memang benar adanya.

Dengan semua kombinasi sisi presentasi ini, di luar bentuk yang terlihat sederhana, Disco Elysium ternyata memuat keindahannya sendiri. Bahwa di dalamnya terbentuk tidak hanya visualisasi yang luar biasa keren, apalagi dengan kombinasi juga Artwork yang muncul pada saat Anda memicu setiap skill tree unik yang ia usung (yang nanti akan kita bicarakan juga), tetapi juga presentasi audio yang pantas untuk diacungi jempol. Disco Elysium adalah sebuah game yang menawan hati.

24

Disco Elysium jagatplay 5
Terbagi dalam 4 kategori besar, ada 24 elemen yang “mendefinisikan” karakter Anda di Disco Elysium.

Kehilangan total memori dari nama hingga lokasi dimana ia terbangun bukan satu-satunya masalah yang dialami oleh sang polisi yang menjadi karakter utama Anda. Ia juga mengemuka dengan sebuah masalah psikologis yang berat, dimana alih-alih satu suara saja, pikirannya terpecah menjadi beberapa bagian yang masing-masing siap untuk berkontribusi untuk memberikan pendapat dan masukan terkait beragam situasi yang ia hadapi. Beberapa di antaranya tampil sebagai sebagai suara sentral yang hanya muncul pada saat ia lengah atau tertidur, beberapa di antaranya secara aktif ikut campur saat dalam proses eksplorasi, sementara tidak sedikit pula situasi dimana suara-suara ini berbincang satu sama lain berusaha mempengaruhi keputusan yang akan Anda ambil.

Satu hal yang fantastis adalah bagaimana kondisi psikologis ini kemudian diadaptasikan menjadi pondasi sistem RPG yang ditawarkan oleh Disco Elysium. Anda akan memiliki 24 sifat dan kemampuan berbeda yang kemudian dikelompokkan menjadi 4 kategori besar: Intellect, Psyche, Physique, dan Motorics. Walaupun ke-24 sifat dan elemen ini tidak secara langsung berpengaruh pada percakapan dan diskusi di dalam otak sang karakter utama, namun setidaknya satu aspek dari setiap kategori biasanya akan ikut andil di dalamnya. Ke-24 bagian ini bisa Anda lihat sebagai keping-keping karakter utama yang akan menentukan kepribadian dan kemampuan seperti apa yang ia miliki.

Maka seperti selayaknya sebuah game RPG yang benar-benar mengusung sistem role-playing, bergantung pada prioritas Anda pada ke-24 sifat dan elemen sang karakter utama ini, ia akan menentukan soal opsi apa yang bisa dan tidak bisa Anda ambil. Sistem-nya sendiri klasik, menggunakan konsep “Skill Check” untuk setiap keputusan yang Anda pilih, lengkap dengan informasi soal seberapa tinggi atau rendah persentase keberhasilan yang ia usung. Tentu saja, setiap opsi yang diambil biasanya menuntut Skill Check untuk elemen yang berbeda satu sama lain, bergantung pada tema dan konsekuensi yang bisa dituai. Mengingat sistem Skill Check ini berbasis lemparan dadu seperti halnya Dungeon and Dragons, hasil yang Anda terima selalu acak. Oleh karena itu, tetap ada elemen keberuntungan di sini. Persentase tinggi soal sebuah opsi tidak selalu berbuntut keberhasilan dan begitu pula sebaliknya.

Disco Elysium jagatplay 17
Keberhasilan Anda melakukan aksi tertentu atau mengambil opsi percakapan spesifik akan bergantung pada tingginya elemen terkait + sistem Skill Check berbasis dadu layaknya game DnD yang seharusnya.
Disco Elysium jagatplay 138
Physical Instrument misalnya, berkaitan dengan kekuatan fisik karakter Anda untuk mendobrak atau menghancurkan banyak hal.

Sebagai contoh? Ada elemen bernama Electrochemistry – yang difokuskan sebagai kumpulan pengetahuan dan ketertarikan pada penggunaan obat-obat terlarang. Memberikan prioritas pada Electrochemistry akan membuat Anda “fasih” berbicara soal narkotika dan efektif saat berakhir menggunakan salah satunya. Anda akan berakhir mengenali lawan bicara manapun yang tengah menggunakan narkotika dengan hanya melihat simtom yang ia hasilkan. Contoh lain? Ada elemen bernama Physical Instrument – yang dikaitkan dengan kekuatan fisik sang karakter utama. Ada beberapa rintangan di dalam game, dari sekedar pintu yang terkunci atau kontainer yang bisa Anda buka paksa selama proses Skill Check berdasarkan jumlah point Physical Instrument Anda berujung “tembus”. Ada juga elemen lain seperti Suggestions, yang semakin tinggi point-nya, akan membuat Anda lebih mudah menyetir opini NPC atau sekedar meminta mereka melakukan sesuatu.

Kerennya lagi? Terlepas dari fakta bahwa beberapa elemen ini memang esensial untuk proses investigasi Anda, Disco Elysium juga memperkenalkan elemen-elemen lain, dari ke-24 yang ia tawarkan, yang justru lebih berperan penting saat proses eksplorasi. Jika Anda berfokus meningkatkan Intellect misalnya, ada elemen bernama “Ensiklopedia” yang akan secara otomatis menyediakan informasi-informasi faktual soal lokasi, nama penting dalam sejarah, hingga informasi yang mungkin esensial untuk proses investigasi Anda. Jika Anda meningkatkan Psyche, ada elemen unik bernama “Shivers” yang berperan seperti indera keenam. Berbeda dengan ensiklopedia yang menyediakan informasi faktual, Shivers terkadang menyediakan informasi-informasi yang tidak terasa relevan dengan apa yang Anda temukan dan rasakan, namun berakhir menyediakan clue untuk sesuatu yang mungkin baru akan Anda temukan di beberapa jam setelahnya atau mungkin, di area baru yang baru Anda temukan nanti. Terkadang, jika Anda memerhatikan Shivers ini dengan saksama, Anda akan menemukan banyak momen “AHA!” ketika Anda tiba di lokasi yang ia bicarakan.

Sementara ada beberapa elemen juga yang jika Anda beri ekstra point, akan mempermudah proses investigasi yang Anda lakukan sebagai seorang polisi. Sebagai contoh? Perception. Semakin tinggi Perception yang Anda ambil, semakin sensitif pula Anda pada stimulus visual, suara, dan bau yang muncul di sekitar Anda. Jika Anda berjalan di ruangan yang gelap misalnya, suara angin di sudut ruangan misalnya, bisa memberi tahu Anda soal ruangan rahasia yang tersimpan di sana. Atau ketika Anda melakukan proses investigasi dan menemukan bahwa di bawah mayat yang tergantung, Anda bisa melihat jejak kaki di atas salju yang tumpang tindih satu sama lain. Perception membantu Anda mengenali bahwa jejak-jejak kaki ini eksis dan bisa jadi berhubungan dengan kasus pembunuhan yang ada. Perception bahkan juga akan membantu Anda mendapatkan informasi soal ada berapa jejak kaki yang unik, ukuran mereka masing-masing, yang kemudian bisa menjadi basis untuk proses investigasi lanjutan yang Anda lakukan.

Disco Elysium jagatplay 89
Visual Calculus misalnya memungkinkan Anda melihat seperti apa rupa sebuah objek sebelum ia hancur.
Disco Elysium jagatplay 146
Thoughts – alias pikiran yang terinternalisasi akan menjadi bagian dari kepribadian Anda. Ia akan mempengaruhi banyak hal, bahkan percakapan.

Salah satu bagian yang paling fantastis tentu saja terletak pada fakta bahwa Anda memiliki kebebasan penuh untuk membentuk karakter utama yang Anda gunakan ini, yang berdasarkan prioritas yang Anda berikan untuk 4 kategori besar – 24 elemen berbeda akan menentukan seperti apa jalur proses investigasi yang Anda lakukan. Belum cukup sampai di sana, Disco Elysium juga menawarkan sistem lain bernama – Thoughts.

Bahwa tidak cukup dengan mendulang EXP Points lewat beragam opsi percakapan, informasi yang Anda kumpulkan, dan misi yang Anda selesaikan, yang akan berujung pada Skill Points yang bisa Anda distribusikan ke dalam kategori-kategori ini, Anda juga bisa membuka ruang baru untuk elemen lain bernama “Thoughts” yang seperti halnya di psikologi manusia yang sesungguhnya, butuh waktu untuk diinternalisasi. Opsi dan varian Thoughts biasanya muncul sebagai konsekuensi dari percakapan yang Anda lakukan bersama dengan beberapa NPC. Hadir layaknya sebuah pohon skill dengan slot yang terbatas, Thoughts akan memberikan Anda buff permanen yang spesifik selama ia bertahan di slot yang sudah tersedia, yang terkadang juga diikuti dengan nerf untuk beberapa elemen kepribadian lain yang sang karakter utama. Tidak jarang Anda menemukan Thoughts dalam kapasitas “seimbang” yang misalnya memberikan Anda -1 Logic, namun membuat narkotika punya efek yang lebih efektif atau lama.

Satu yang menarik dari sistem Thoughts ini adalah bagaimana ia bisa merepresentasikan dan membentuk kepribadian Anda lewat sistem reward dan punishment yang ia usung. Terkadang, tidak selalu berhubungan dengan pekerjaan Anda sebagai polisi, ia juga bisa berhubungan dengan ideologi dan politik yang Anda usung.

Anda misalnya, bisa memilih dan menginternalisasi Thoughts soal sosialisme dan percaya bahwa sudah seharusnya kaum borjuis berbagi kekayaan mereka dengan lebih merata. Thoughts ini akan membuat semua opsi percakapan yang mengarah pada paham sosialisme akan memberikan Anda extra EXP di akhir diskusi, sementara apapun yang mengarahkan dukungan kepada pihak pemodal akan memberikan Anda -1 Morale di akhir. Jika Thoughts ini bertahan, maka Anda mulai harus memilih percakapan yang “menguntungkan” Anda yang pelan tapi pasti, semakin mengamplifikasi kepribadian dan pilihan ideologi tersebut. Lebih kerennya lagi? Disco Elysium menyuntikkan begitu banyak Thoughts berbasis politik dan ideologi ini, termasuk segila rasisme dimana Anda melihat ras Anda lebih superior dan tetap membuatnya terasa cocok dan relevan dengan cerita dan setting yang ada. Masih belum cukup untuk Anda? Salah satu Thoughts bahkan bisa berakhir memberikan perk -20% Zoom Out yang membuat Anda mampu mendorong kamera isometrik yang ia usung lebih jauh, memberikan Anda sudut pandang lebih luas, mempermudah Anda mencari objek-objek penting nan menarik. Brilian!

Disco Elysium jagatplay 10
24 buah elemen berbeda ini akan menentukann siapa sebenarnya karakter yang tengah Anda cicipi.

Maka dengan kombinasi-kombinasi ini, Disco Elysium menawarkan hal termutlak di dalam sebuah game RPG – kebebasan untuk membangun karakter Anda. Bukan dari hal sedangkal kosmetik, melainkan elemen-elemen kompleks yang membangun dan mempengaruhi kepribadian seperti apa yang ia usung, tindakan seperti apa yang bisa ia ambil, dan percakapan seperti apa yang “normal” meluncur dari mulutnya. Memang Anda tetap akan terikat pada mekanik acak Skill Check di beragam situasi, namun persentase keberhasilan yang ia usung tetap berkaitan erat dengan prioritas yang Anda ambil.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

PC Games

September 29, 2021 - 0

Review SAMUDRA: Dalam Lautan Dalam Pesan!

Berkembang dengan signifikan selama beberapa tahun terakhir ini, para talenta…
August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…
June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…

PlayStation

October 15, 2021 - 0

Review Demon Slayer – Kimetsu no Yaiba- The Hinokami Chronicles: Pemuas Para Fans!

Meledak dan langsung menjadi salah satu anime yang paling dicintai…
October 6, 2021 - 0

Review Far Cry 6: Revolusi yang Minim Revolusi!

Sebuah franchise shooter andalan, posisi inilah yang harus dipikul oleh…
October 1, 2021 - 0

Review Lost Judgment: Peduli Rundungi!

Sebuah langkah yang jenius atau ekstrim penuh resiko yang terhitung…
September 27, 2021 - 0

Review Diablo II Resurrected: Bentuk Baru, Cinta Lama!

Blizzard dan kata “remaster” sejauh ini memang bukanlah asosiasi yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…