Review Disco Elysium: Keren, Brilian, Fantastis!

Reading time:
November 25, 2019

RPG Tanpa Bertarung!

Disco Elysium jagatplay 137
Disco Elysium adalah sebuah game RPG tanpa sistem bertarung.

Apa satu elemen yang selalu terikat dengan sebuah game RPG, bahkan di Dungeons and Dragons sekalipun? Benar sekali, pertarungan. Bahkan di game seperti Pillars of Eternity dan Divinity Original Sin 2, kebebasan untuk menentukan skill seperti apa yang dibawa oleh masing-masing karakter atau kombinasi anggota party mana saja yang Anda bawa termasuk salah satu daya tarik utama. Pertanyaannya kini, kapan terakhirnya Anda memainkan sebuah game RPG, baik dari pasar barat ataupun Jepang, yang sama sekali tidak memuat sistem pertarungan sama sekali? Percaya atau tidak, hal inilah yang ditawarkan Disco Elysium. Game ini tidak memiliki sistem pertarungan sama sekali.

Walaupun demikian, ia tetap mempertahankan beberapa elemen khas sebuah game RPG yang kemudian diadaptasikan ke dalam sistem gameplay tanpa pertarungan ini. Sebagai contoh? Anda tetap bertemu dengan sistem HP dalam bentuk bar kuning dan Morale dalam bentuk bar biru yang jika salah satunya habis, akan berakhir dengan layar Game Over. Disco Elysium biasanya mengaitkan ragam opsi percakapan yang berkaitan dengan aktivitas fisik dengan HP, sementara yang berkaitan dengan keputusan-keputusan yang mempengaruhi harga diri berhubungan dengan Morale. Jika salah satunya tercederai, Anda akan mendapatkan informasi soal elemen mana yang berkurang. Berita baiknya? Selama perjalanan Anda, Anda juga masih bisa menemukan item penyembuh untuk masing-masing elemen tersebut.

Disco Elysium jagatplay 20
HP dan Morale akan bisa dipulihkan atau justru berkurang bergantung pada pilihan aksi dan opsi percakapan Anda.
Disco Elysium jagatplay 150
Equipment kini diadaptasikan menjadi sistem pakaian karakter utama yang tentu berpengaruh pada stats tertentu.

Lebih kerennya lagi? Mereka bahkan berhasil mempertahankan sistem equipment di dalam game RPG yang notabene tidak memiliki sistem pertarungan ini. Anda bisa mendadani sang karakter utama yang Anda gunakan, dari ujung kepala hingga ujung kaki dengan ragam pakaian yang Anda temukan di sepanjang perjalanan. Anda bisa menemukan topi, baju, jaket, celana, sepatu, hingga dasi. Setiap pakaian yang Anda kenakan ini sebagai gantinya, akan mempengaruhi stats dari 24 elemen yang sempat kami bicarakan sebelumnya, yang tentu berkaitan soal seberapa efektif pendekatan yang Anda ambil di situasi tertentu. Menariknya, status ini juga biasanya berkaitan dengan desain dan tujuan masing-masing pakaian. Pakaian rapi yang berhubungan dengan kepolisian misalnya, biasanya akan memberikan efek “+Authority”, sementara pakaian yang identik dengan buruh atau tunawisma bisa memberikan efek “+Physical Instrument”. Beberapa item juga biasanya memiliki efek plus dan minusnya sendiri.

Mengingat tidak ada pertarungan, tidak ada pula senjata. Sebagai gantinya, Anda bisa menggunakan item berbeda – Tools di masing-masing tangan sang karakter utama. Anda bisa membawa Plastic Bag untuk mengumpulkan botol kaca dan plastik layaknya pemulung untuk dijual nantinya, Prybar untuk membuka kontainer yang terkunci, Boombox untuk musik konstan yang berdendang di telinga, hingga Flashlight untuk menerangi tempat-tempat gelap yang Anda temui di sepanjang perjalanan. Disco Elysium juga mengusung sistem uang yang nantinya bisa Anda belanjakan untuk ragam kepentingan, dari membeli item penyembuh, membayar sewa kamar harian agar Anda tidak terlantar di jalanan, minuman keras dan narkotika, peta, hingga sekedar item tak penting seperti figurine. Oh ya, Anda bisa membeli figurine di sini.

Disco Elysium memang menjadikan proses investigasi sebagai fokus. Oleh karena itu, hampir sebagian besar pengalaman yang Anda lewati akan berkutat pada proses baca, baca, baca, dan baca untuk menggali lebih banyak informasi dan kemudian bergerak ke sumber informasi selanjutnya yang menurut Anda, memang relevan untuk dikejar. Sisanya tentu saja membangun karakter seperti apa yang ingin Anda racik dan kemudian memilih beragam opsi percakapan seperti apa yang Anda inginkan dan kemudian berhadapan dengan konsekuensi yang ada. Selain mencari siapa sebenarnya yang membunuh mayat yang tergantung, Anda juga bisa menggali informasi lebih dalam soal identitas Anda yang terlupakan. Tentu saja, Anda juga bisa bertemu dengan NPC-NPC lain yang akan memberikan misi sampingan yang bisa saja berhubungan atau tidak berhubungan dengan misi utama.

Disco Elysium jagatplay 148
Baca, baca, baca, baca, dan baca.
Disco Elysium jagatplay 116
Ia juga berhasil mengeseksekusi beberapa momen yang menggetarkan hati.

Satu hal fantastis lain dari Disco Elysium adalah bagaimana ia bisa membangun emosi dari sekedar sistem percakapan yang ia usung. Ada beberapa momen menyentuh yang muncul dan terasa punya keterikatan emosional, apalagi lewat efektivitas atmosfer yang mereka bangun via voice acting yang begitu natural hingga sekedar keheningan yang ia bawa. Salah satu yang paling berkesan di hati kami? Ketika Anda harus mengabarkan kematian seorang suami kepada sang istri, yang lewat desain rumah dan percakapan sebelumnya, datang dari keluarga ekonomi kelas bawah. Melihat sang istri yang terduduk diam di atas ranjang, di sebuah rumah sempit yang bahkan tidak punya banyak ruang untuk bernapas jadi salah satu momen yang menghancurkan hati kami. Bayangkan, mengabarkan bahwa sang suami tewas karena terbentuk besi pembatas pantai setelah mabuk-mabukan, dengan mayat yang terkapar membusuk selama beberapa hari sebelum kita temukan, bukanlah sebuah berita yang mudah disampaikan. Semuanya di tengah fakta bahwa Anda juga mengetahui, bahwa mereka juga memiliki seorang anak.

Game RPG tanpa sistem pertarungan seperti ini memang membuat Disco Elysium tampil sebagai game yang didesain tidak untuk semua gamer, bahkan untuk mereka yang mencintai game RPG dengan kebebasan nyaris mutlak ala Pillars of Eternity atau Divinity Original Sin 2 sekalipun. Karena pada akhirnya, daya tariknya memang terletak pada usaha untuk membongkar begitu banyak misteri sekaligus mengenal lebih baik lore dunia yang dibangun lewat Revachol itu sendiri. Kesemuanya dibangun lewat proses membaca, memilih, membaca, memilih, membaca, dan kembali memilih. Jika Anda mampu bertahan lewat proses seperti ini, Anda akan berhadapan dengan sebuah pengalaman yang mengagumkan.

Flow Informasi Menakjubkan

Disco Elysium jagatplay 78
Pujian pantas diarahkan pada caranya menangani arus informasi.

Membangun sebuah game yang didasarkan pada proses investigasi polisi untuk sebuah kasus kejahatan tentu saja bukan pekerjaan mudah, apalagi jika ia diracik menjadi sebuah game RPG yang menawarkan kebebasan proses eksplorasi, opsi percakapan, dan metode penyelidikan itu sendiri. Salah satu cara “paling aman” adalah melakukan pendekatan yang digunakan oleh Ryu Ga Gotoku yang menaruh tema cerita yang sama dalam sebuah game semi open-world – Judgment, namun mengusung garis cerita yang linear. Tidak ada kesempatan untuk menyimpang dari garis cerita utama, yang bergerak dari satu misi ke misi lain yang sudah ditentukan. Apa yang berusaha dilakukan Disco Elysium di sini terdengar seperti sebuah pondasi yang mustahil untuk dieksekusi. Namun percaya atau tidak, mereka melakukannya dengan fantastis.

Brilian adalah kata yang kembali kami pilih untuk mengapresiasi aliran informasi yang ditawarkan Disco Elysium. Mengapa? Karena informasi yang dibuka kepada Anda tidak hanya ditentukan dari 24 elemen yang sempat kami bicarakan sebelumnya, tetapi juga informasi seperti apa yang sudah Anda kumpulkan sebelum mencapai titik mendapatkan informasi terkait. Bahwa informasi yang Anda kumpulkan di titik A bisa mempengaruhi detail informasi di titik B dan sebaliknya. Konsep seperti ini menghasilkan sensasi proses investigasi yang lebih natural sekaligus mendorong potensi replayability Disco Elysium mengingat detail cerita yang Anda dapatkan sangat bergantung informasi apa yang Anda bongkar sebelumnya. Aliran informasi ini membuat Disco Elysium yang sudah mengagumkan, semakin mengagumkan.

Lebih sederhana jika kami memberikan contoh konkrit. Untuk proses review ini (dan memang karena gamenya sendiri memang seru dan mengagumkan), kami menempuh 2 playthrough berbeda. Playthrough pertama, kami berperan sebagai polisi yang mengandalkan logika dan kemampuan motorik tinggi. Sementara di playthrough kedua, kami jadi polisi dengan sisi supranatural lebih tinggi sekaligus didukung kemampuan fisik yang lebih tinggi. Yang membuatnya unik adalah kami berusaha melakukan beragam hal berbeda di playthrough kedua, sesuatu yang tidak kami lakukan di playthrough pertama. Pelan tapi pasti, Anda akan menemukan bahwa cara Anda melakukan investigasi dan mengumpulkan informasi bisa berbeda dan Disco Elysium akan beradaptasi dengan hal tersebut. Ini adalah salah satu contoh kasus soal cara Disco Elysium menangani flow informasi:

Di Playthrough 1, kami menginterogasi dengan intens seorang tersangka wanita, yang kita sebut saja sebagai “A”. Lewat aksi tanya dan jawab yang juga didukung oleh beberapa bukti ini, kita akhirnya mengetahui bahwa wanita ini ternyata berbohong. Ia menyembunyikan identitas aslinya dan beberapa informasi penting soal kasus pembunuhan yang terjadi tidak jauh dari kamarnya. Sang wanita ini kemudian memberikan nama wanita lain yang ia sebut, memang mencurigakan. Kita sebut saja wanita ini “B”. Wanita A merasa bahwa wanita B adalah seorang homoseksual yang memiliki ketertarikan seksual padanya dan oleh karena itu punya motif yang jelas untuk terlibat dalam kasus pembunuhan. Anda diminta untuk menginvestigasi salah satu mobil kontainer yang dikendarai oleh wanita B dan menemukan bahwa memang, di truk miliknya, Anda bisa melihat beragam foto wanita A tertempel di sana. Karena Anda sempat intens menginterogasi wanita A, sang karakter utama langsung mengenali bahwa ini adalah foto-foto wanita A, walaupun dipasangkan dengan wig berbeda. Terlihat ada obsesi yang jelas, motif yang rasional, dan ia jadi benang merah yang pantas untuk dikejar di proses investigasi lanjutan.

Di Playthrough 2, kami mengambil jalur yang berbeda. Kami tidak pernah menginterogasi secara intens wanita A, tidak mengetahui identitas aslinya, tidak pernah membicarakan soal wanita B dan motivasi yang mungkin tercipta di antara keduanya. Kami lebih memilih untuk memahami dinamika antara gerakan protes buruh yang terjadi di pelabuhan dan perusahaan ekspedisi dimana mereka bekerja – Wild Pines. Berbicara dengan representatif dari Wild Pines, kami menemukan bahwa ada masalah penyebaran narkotika yang disinyalir menggunakan kontainer mereka. Proses interogasi dengan beberapa buruh pelabuhan ternyata membawa Anda kembali ke mobil kontainer yang sama dengan Playthrough 1. Yang menarik? Karena Anda tidak kenal dekat wanita A, Anda tidak merasa bahwa mobil ini spesial. Ketika membuka isinya, sang karakter utama hanya berkomentar bahwa ia melihat beberapa foto wanita (tidak mengenali mereka sebagai wanita A). Karena terbatasnya informasi ini, jalur investigasi lanjutan Anda tentu akan berbeda dengan Playthrough 1.

Salah satu hal keren lainnya juga terletak pada seberapa adaptifnya Disco Elysium pada hal yang Anda lakukan atau tidak lakukan. Di playthrough pertama misalnya, kami berhasil menyelesaikan game ini dengan terungkapnya misteri siapa sebenarnnya sang pelaku dengan tanpa mendapatkan kembali senjata api kami yang hilang. Absennya senjata api kami ini ternyata bisa diadaptasikan dalam salah salah satu sekuens intens perseteruan dua kelompok yang diikuti aksi tembak-menembak, yang membuat Anda tetap bisa punya peran penting tanpa sama sekali menggunakan senjata Anda. Contoh lain? Salah satu scene yang bisa berakhir dengan Anda tertembak di pinggul juga misalnya, akan mempengaruhi seberapa lincah Anda untuk ikut berdansa disco bersama dengan anak-anak muda yang lebih hip. Jika Anda berdansa sebelum tertembak, ini bukan masalah. Jika Anda berdansa setelah tertembak? Maka Skill Check yang Anda butuhkan juga ikut naik.

Ini hanya beberapa contoh kecil soal bagaimana Disco Elysium menangani aliran informasi yang mengikuti aksi Anda dan kemudian beradaptasi soal informasi mana yang akan dibuka kepada Anda dan mana yang akan disembunyikan sesuai dengan aksi sebelumnya. Pertama, sistem seperti ini menghasilkan sensasi proses investigasi yang lebih natural. Kedua, ia membuka banyak jalur penyelesaian kasus lewat variasi cabang informasi yang bisa Anda gali. Ketiga? Dengan Revachol sendiri yang sudah didesain padat informasi, Anda bisa saja mengulang permainan dan bertemu dengan sesuatu yang tidak pernah Anda temukan sebelumnya, berkali-kali.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

PC Games

September 29, 2021 - 0

Review SAMUDRA: Dalam Lautan Dalam Pesan!

Berkembang dengan signifikan selama beberapa tahun terakhir ini, para talenta…
August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…
June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…

PlayStation

October 15, 2021 - 0

Review Demon Slayer – Kimetsu no Yaiba- The Hinokami Chronicles: Pemuas Para Fans!

Meledak dan langsung menjadi salah satu anime yang paling dicintai…
October 6, 2021 - 0

Review Far Cry 6: Revolusi yang Minim Revolusi!

Sebuah franchise shooter andalan, posisi inilah yang harus dipikul oleh…
October 1, 2021 - 0

Review Lost Judgment: Peduli Rundungi!

Sebuah langkah yang jenius atau ekstrim penuh resiko yang terhitung…
September 27, 2021 - 0

Review Diablo II Resurrected: Bentuk Baru, Cinta Lama!

Blizzard dan kata “remaster” sejauh ini memang bukanlah asosiasi yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…