Review Dreadout 2: Ngeri-Ngeri Sedap!

Reading time:
February 26, 2020

Ngeri-Ngeri Sedap

Dreadout 2 jagatplay part 2 5
Lewat atmosfer dan desain suara yang ia usung, Dreadout 2 masih mengerikan. Tetapi…

Seperti yang Anda tahu, kami termasuk gamer yang tidak menyenangi konsep yang disebut sebagai “jump-scare”. Karena alih-alih rasa takut, yang dipicu oleh jump scare adalah rasa kaget dan bukan ketakutan yang seharusnya. Berita baiknya? Dreadout 2 sama sekali tidak mengeksploitasi konsep ini untuk menghadirkan rasa ketakutan dan kecemasan untuk sensasi horror yang seharusnya. Sebagian besar rasa tersebut muncul dari desain musuh, bunyi, dan tentu saja atmosfer yang diracik sedemikian rupa untuk memicunya secara efektif. Tetapi sumber rasa horror paling utamanya, muncul dari tempat yang lain.

Sedikit lelucon dan tidak berlebihan, rasa ketakutan utama Dreadout 2 memang masih bersumber dari ragam masalah teknis yang masih menghuninya. Salah satu masalah teknis ini percaya atau tidak, bahkan membuat progress kami sempat terhenti dimana kami tidak bisa lagi melanjutkan permainan tanpa solusi konkrit yang bisa ditempuh. Bug yang dipicu oleh sistem checkpoint yang masih dipenuhi dengan celah ini membuat satu-satunya pintu yang harusnya kami lalui berujung terkunci secara permanen, tidak bisa lagi dibuka, tanpa solusi alternatif sama sekali. Mengingat ia juga hanya mengusung sistem auto-save tanpa save manual, kami juga tidak bisa kembali ke kondisi sebelum bug ini terjadi. Membuat satu-satunya solusi di kala itu hanyalah menunggu hotfix via patch atau memainkannya dari ulang dan memastikan kesalahan yang sama tidak terulang.

Berita baiknya? Digital Happiness sendiri berperan cukup aktif untuk memastikan beragam bug fatal ini terasi dengan cepat. Lewat hotfix / patch berukuran 53 MB yang ia keluarkan kemarin, ia berhasil menghabisi bug fatal yang sempat kami rasakan ini, memicu pintu yang terkunci sebelumnya untuk terbuka tanpa masalah, dengan progress cerita yang akhirnya bisa kembali bergerak. Lewat sebuah list panjang yang mereka lepas, Digital Happiness juga berbagi secara mendetail soal bug lain yang sudah mereka tangani, terutama untuk bug-bug fatal yang bisa mematikan progress permainan.

Dreadout 2 jagatplay PART 1 109 1
Sumber “kengerian” utamanya justru datang dari beragam bug yang bisa terpicu dan berakhir menghentikan progress Anda secara total.
Dreadout 2 jagatplay part 2 45
Sayangnya, setelah patch, beberapa bug ini masih bertahan. Namun tidak sefatal yang sudah diperbaiki.

Patch ini tentu saja pantas untuk dipandang sebagai komitmen untuk terus menyempurnakan Dreadout 2 di masa depan. Namun sayangnya, ia tidak menyelesaikan semua bug dan masalah pelik lain yang menghantui Dreadout 2. Sebagai contoh? Dalam proses kami menyelesaikan game ini setelah patch, kami masih menemukan bug yang lumayan mengganggu yang untungnya bisa teratasi dengan melakukan Load Checkpoint. Bug pertama membuat kami tidak bisa membuka sebuah rak key item padahal semua kunci sudah tersedia. Bug kedua? Lebih gila, boss terakhir yang seharusnya melewati beberapa fase menolak untuk muncul dan melanjutkan pertarungan semata-mata karena kami tidak sengaja memicu animasi serangan pemungkas untuk musuh kroco yang ia summon dengan lokasi yang berdekatan dengan posisi si boss. Untungnya, kali ini kami tidak perlu menunggu patch untuk bisa menerobosnya.

Masalah lain juga mengakar pada proses balancing yang masih buruk untuk boss-boss dimana kamera menjadi senjata utama Anda. Sebagian boss ini adalah “hantu” yang bisa menembus objek dan bergerak cepat. Di sebuah situasi dimana pergerakan bidik kamera Anda begitu lambat dan tidak sebanding dengan gerak cepat mereka, apalagi ketika Anda berada di ruang sempit dimana sang hantu bisa menembus tembok dan muncul dari mana saja, ia selalu berakhir jadi pertarungan yang memicu rasa frustrasi. Apalagi beberapa AI ini, seperti pertarungan melawan boss kuntilanak di salah satu chapter, juga diikuti dengan kemampuannya untuk menghindari jepretan kamera Anda yang notabene, punya sedikit waktu jeda di dalamnya. Tembusnya pertarungan boss-boss seperti ini tentu saja membuat Anda mempertanyakan kira-kira seperti apa sebenarnya proses uji kualitas yang terjadi di belakang layar Dreadout 2.

Dreadout 2 jagatplay PART 1 112 1
Pertarungan boss, terutama yang menggunakan kamera, masih terasa kurang balance.

Semua masalah teknis ini, apalagi dengan bug yang berpotensi untuk menghalangi progress permainan Anda secara total, maka sensasi “ngeri-ngeri sedap” Dreadout 2 justru muncul dari kondisi yang tidak konsisten ini. Bahwa di luar pertarungan tidak balance di beberapa titik dan atmosfer mencekam yang ia usung, tidak ada yang lebih menyeramkan selain menemukan situasi dimana Anda tidak tahu apakah kematian yang baru saja Anda alami atau proses “Exit Game” dengan aksi auto-save yang baru Anda picu akan menghasilkan bug fatal atau tidak. Sensasi ngeri-ngeri sedap yang siap untuk membuat senyum aja menjadi rasa kesal jika Anda tengah “sial”.

Namun setidaknya, dengan patch hotfix yang mereka keluarkan dengan cepat untuk memperbaiki bug fatal kemarin, kita sepertinya bisa mengantisipasi bahwa Digital Happiness akan berjuang keras untuk menyelesaikan masalah-masalah teknis ini secepat yang mereka bisa. Sebuah jaminan yang cukup untuk membuat Anda yang sudah menginvetasikan uang Anda, sedikit lebih tenang.

Kesimpulan

Dreadout 2 jagatplay PART 1 85 1
Dreadout 2 tetap tampil sebagai game horror racikan developer lokal yang memesona. Bahwa keberanian mereka untuk mengusung sesuatu yang baru dan berbeda dalam desain yang jelas terasa lebih ambisius bekerja dengan cukup baik dan pantas untuk disambut dengan tangan terbuka. Tetapi sulit untuk mengenyampingkan harapan bahwa seandainya saja mereka menginvetasikan waktu lebih banyak untuk memastikan rilis yang lebih bersih masalah teknis.

Dreadout 2 adalah sebuah seri sekuel yang datang dengan penambahan gameplay yang penuh resiko, yang untungnya terbayar dengan manis di mata kami. Penambahan sesi pertarungan melee yang ternyata tidak segila seri “Souls” yang sempat diprediksi sebelumnya berhasil mengukuhkan sensasi survival horror yang lebih solid, yang jelas terinspirasi dari beberapa judul besar seperti Silent Hills dan The Evil Within. Semuanya dilebur dengan konsep dunia semi open-world yang memberikan ekstra lapisan cerita dan misi sampingan untuk diselesaikan. Ia menawarkan sisi presentasi visual yang lebih baik dari seri pertama bersama dengan cita rasa “sangat Indonesia” yang menghadirkan nilai ekstra bagi gamer Indonesia yang tentu saja familiar dengan nilai-nilai ini.

Namun tentu saja, Dreadout 2 tidak bisa dibilang sebagai game yang sempurna. Bahwa pada akhirnya, ia tetaplah game horror ambisius yang diracik dalam kapasitas sebuah game indie, terutama dari jumlah resource. Ada beberapa banyak pilihan yang kami pertanyakan, dari sistem bahasa campur aduk, balancing yang masih kurang untuk beberapa pertarungan boss, minimnya indikator untuk beberapa hal penting seperti ketersediaan misi sampingan dan HP misalnya,  hingga masalah bug yang fatal. Masalah lain yang juga pantas dibicarakan? Cerita yang tidak terasa koheren. Bahwa terlepas dari fakta bahwa kita memahami siapa Linda, sulit untuk menangkap kegentingan konflik yang tengah ia hadapi. Minimnya penjelasan dan cut-scene yang relevan membuat kami sulit mengerti lore yang ia usung, seperti keterkaitan Siska dengan tokoh antagonis yang baru.

Tentu saja, Dreadout 2 tetap tampil sebagai game horror racikan developer lokal yang memesona. Bahwa keberanian mereka untuk mengusung sesuatu yang baru dan berbeda dalam desain yang jelas terasa lebih ambisius bekerja dengan cukup baik dan pantas untuk disambut dengan tangan terbuka. Tetapi sulit untuk mengenyampingkan harapan bahwa seandainya saja mereka menginvetasikan waktu lebih banyak untuk memastikan rilis yang lebih bersih masalah teknis. Namun dengan harga yang ia usung dengan konten yang ada, kami tetap merekomendasikannya.

Kelebihan

Dreadout 2 jagatplay PART 1 51
Linda still total bae..
  • Linda
  • Peningkatan visual signifikan dibandingkan seri pertama
  • Dengan konsep semi open-world untuk sisi eksplorasi
  • Cita rasa Indonesia penuh lelucon, terutama di desain kota
  • Kehadiran sisi aksi berbasis serangan melee yang menawarkan sesuatu yang baru dan berbeda
  • Kini dengan ekstra misi sampingan
  • Atmosfer yang tetap mencekam
  • Desain monster baru yang keren

Kekurangan

Dreadout 2 jagatplay PART 1 15
Ada setan / hantu berbahasa Inggris dan ada pula yang berbahasa Indonesia atau Sunda? Apa yang terjadi di sini?
  • Voice acting campur aduk yang sulit dirasionalisasi
  • Masih dipenuhi bug
  • Beberapa boss, terutama pertarungan menggunakan kamera, butuh balancing lebih jauh
  • Tanpa bar HP, seberapa “tanky” Linda terasa inkonsisten
  • Cerita terasa tidak koheren

Cocok untuk gamer: yang mencintai seri Dreadout pertama, menginginkan game survival horror dengan cita rasa lokal

Tidak cocok untuk gamer: yang mengharapkan kemulusan dan kualitas game AAA berbugdet tinggi, tidak senang dengan setan lokal

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…
June 17, 2021 - 0

JagatPlay: Interview dengan Tom Hegarty & John Ribbins (OlliOlli World)!

Tidak semua gamer mungkin pernah mendengar game yang satu ini,…
June 17, 2021 - 0

Menjajal OlliOlli World: Game Skateboard Imut nan Ekstrim!

Berapa banyak dari Anda yang seringkali melewatkan judul game-game “kecil”…
May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…

PlayStation

June 29, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Yoko Taro (NieR Series)!

Menyebutnya sebagai salah satu developer paling eksentrik di industri game…
June 24, 2021 - 0

Preview Scarlet Nexus: Bak Menikmati Anime Aksi Berkualitas!

Komitmen Bandai Namco untuk menawarkan game-game dengan cita rasa anime…
June 21, 2021 - 0

Review Guilty Gear Strive: Wangi Kemenangan!

Sepak terjang Arc System Works di genre game fighting memang…
June 16, 2021 - 0

Review Final Fantasy VII Remake INTERGRADE (+ INTERMISSION): Selangkah Lebih Sempurna!

Mencapai sebuah keberhasilan untuk konsep yang di atas kertas nyaris…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…