Review Dreadout 2: Ngeri-Ngeri Sedap!

Reading time:
February 26, 2020

Berangkat dari sebuah konsep potensial yang dieksekusi dengan cukup baik, Dreadout memang tumbuh menjadi salah satu game racikan developer Indonesia tersukses di pasaran. Seri pertamanya berhasil menarik perhatian tidak hanya gamer lokal saja, tetapi juga gamer mancanegara, termasuk Youtuber besar sekelas Pewdiepie. Popularitas ini tentu saja membuat Dreadout terus tumbuh, hingga bergerak ke ranah layar lebar dan game VR. Tidak mengherankan jika sang seri kedua – Dreadout 2 yang diperkenalkan beberapa tahun lalu langsung tumbuh menjadi salah satu game yang cukup diantisipasi. Apalagi Digital Happiness sepertinya hendak menyuntikkan sesuatu yang baru dan berbeda di dalamnya.

Anda yang sudah membaca artikel preview kami sebelumnya tentu sudah memiliki gambaran lebih jelas apa yang hendak ditawarkan Dreadout 2. Kami sendiri mengakui bahwa sensasi yang ia tawarkan memang cukup baru dan berbeda, terutama lewat penyematan sistem gameplay lebih action menggunakan senjata melee di dalamnya. Desain-desain baru ini membuatnya terasa seperti peleburan konsep game horror yang sempat ditawarkan oleh Outlast, The Evil Within, dan Silent Hill di dalam satu ruang yang sama, yang juga diikuti dengan cita rasa lokal yang menyeruak kuat dari beberapa sisi. Walaupun demikian, ia tetap bukanlah sebuah game yang sempurna terutama karena “sensasi” indie yang masih terlalu kuat.

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Dreadout 2? Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang menawarkan sensasi ngeri-ngeri sedap? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

Plot

Anda kembali memerankan Linda yang harus bertahan hidup setelah malapetaka di seri pertama yang menghabisi teman-temannya.

Mengikuti angka “2” yang kini tersemat di belakang namanya, Dreadout 2 memang diposisikan sebagai seri sekuel langsung dari Dreadout pertama. Berita baiknya? Anda yang tidak memainkan seri pertamanya bisa langsung meloncat masuk berkat fitur “Story Before” yang juga disertakan. Fitur ini akan memberikan gambaran cukup jelas soal konflik seperti apa yang terjadi di seri pertama dan siapa itu Linda.

Dreadout 2 mengambil timeline setelah kejadian di seri pertama. Linda yang masih anak SMA masih terus berhadapan dengan ragam kasus supranatural yang untungnya, tetap ia bisa tundukkan menggunakan jepretan kamera andalannya – Irisphone. Setelah kasus kematian yang menimpa teman-temannya dan rasa bersalah yang sulit untuk dihapuskan begitu saja, Linda kini harus berhadapan dengan mimpi buruk dan ancaman yang lebih besar. Bahwa tidak lagi melibatkan dirinya dan keluarganya yang memang dianggap memilih garis darah istimewa berkaitan dengan dunia tak kasat mata ini, ia harus berjuang melawan kekuatan baru yang berpotensi menghancurkan dunia.

Linda kini harus berhadapan dengan ancaman yang baru.
Kekuatan gelap yang tidak hanya mempengaruhi dunia manusia saja, tetapi juga sifat para hantu.

Ancaman ini muncul dalam sosok wanita misterius yang terus menghantuinya. Kehadiran wanita dengan kostum hitam ini tidak hanya mengancamnya secara fisik, tetapi juga memicu situasi paranormal yang kian absurd. Ia bisa membuat makhluk halus yang tadinya damai, kini “iseng” dan mengganggu manusia. Makhluk halus yang agresif ini juga mulai mempengaruhi dunia fisik dan menimbulkan kehancuran, meninggalkan pertanyaan besar soal wilayah sekitar tempat tinggal Linda. Proses investigasi yang dilakukan dari satu lokasi ke lokasi yang lain juga mengindikasikan keterlibatan Siska – sang guru wanita yang berujung membuka “topeng”-nya di seri Dreadout pertama.

Mampukah Linda mengatasi ancaman yang baru ini?

Lantas, apa yang sebenarnya terjadi pada Linda? Musuh baru seperti apa yang harus ia hadapi? Mampukah ia menyelamatkan kota yang ia cintai dari ancaman yang satu ini? Anda tentu saja harus memainkan Dreadout 2 untuk mendapatkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini.

Pages: 1 2 3
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…
November 24, 2020 - 0

Review Call of Duty – Black Ops Cold War: Eksekusi Campaign Fantastis!

Industri game dan akhir tahun berarti membicarakan soal rilis game-game…
November 18, 2020 - 0

Preview Call of Duty – Black Ops Cold War: Konspirasi Tidak Basi!

Akhir tahun di industri game berarti menikmati kembali seri terbaru…
October 23, 2020 - 0

Menjajal DEMO Little Nightmares II: Jaminan Merinding!

Jika Anda secara aktif mengikuti JagatPlay, maka ada satu elemen…

PlayStation

December 28, 2020 - 0

Review Cyberpunk 2077: Terjebak Ilusi Korporasi!

Game dengan hype terbesar di tahun 2020 ini, tidak ada…
December 15, 2020 - 0

Preview Cyberpunk 2077: Berandal Masa Depan!

Menyebutnya sebagai game dengan hype terbesar di tahun 2020 ini…
December 4, 2020 - 0

Review Assassin’s Creed Valhalla: Saga Sang Penjarah!

Tidak lagi mengusung sistem rilis tahunan dan memberikan sedikit ruang…
December 3, 2020 - 0

Preview Immortals Fenyx Rising: Dewa dan Monster!

Perhatian untuk proyek yang satu ini memang terhitung besar ketika…

Nintendo

July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…
June 5, 2020 - 0

Preview Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Format Terbaik!

Nintendo Wii adalah sebuah fenomena yang unik di industri game.
April 15, 2020 - 0

Review Animal Crossing – New Horizons: Sesungguhnya Game Super Hardcore!

Tumbuh menjadi sensasi internet dalam waktu singkat, banyak gamer yang…