Penimbun Nintendo Switch di AS Disinyalir Gunakan Bot

Reading time:
April 20, 2020
switch lite

Langka dan kini dipenuhi dengan kasus harga yang melejit tinggi, Nintendo Switch memang bukan mesin gaming yang mudah didapatkan di masa karantina saat ini. Banyak yang menyakini bahwa keterbatasan stok karena melambatnya proses produksi pabrik-pabrik yang sebagian besar bertempat di Vietnam dan China menjadi alasan utama, di luar timing rilis game dengan hype tinggi, seperti Animal Crossing: New Horizons misalnya. Satu yang menarik, terlepas dari janji Nintendo unutk segera mengembalikan stock ke pasaran secepat yang mereka bisa, kondisi ini tidak kunjung membaik. Di Amerika Serikat setidaknya, masalah utamanya terletak pada satu kata – bot.

Proses investigasi yang dilakukan oleh situs gaming – Motherboard meyakini bahwa salah satu alasan kelangkaan stock Nintendo Switch di Amerika Serikat terjadi karena maraknya penggunaan bot di kalangan penimbun. Salah satu bot yang disebut sebagai “Bird Bot” tersebut didesain sedemikian rupa untuk memeriksa secara konsisten stock Nintendo Switch baru di beragam retailer dan akan langsung membelinya secara otomatis begitu tersedia. Bersifat open source dan digunakan oleh cukup banyak orang via komunitas Discord, Nintendo Switch yang ditimbun tersebut tentu dijual kembali dengan harga tinggi. Nitnendo Switch standar di Amerika Serikat kini dibanderol di harga USD 500 via eBay.

nintendo switch1
Laporan investigasi dari Motherboard meyakini bahwa penimbun Nintendo Switch di AS menggunakan bantuan bot untuk aksi beli dan jual kembali.

Dengan kenyataan pahit ini, terlepas dari usaha keras Nintendo untuk melakukan restock Switch secepat mungkin, maka kecil kemungkinan harga akan berubah dengan cepat ke angka normal seperti sebelum COVID-19 menyerang. Belum ada pernyataan resmi dari Nintendo soal langkah-langkah untuk mengantisipasi aksi beli dan jual kembali via bot ini. Bagaimana menurut Anda sendiri? Apakah langkah ini secara moral bisa diterima di tengah situasi seperti ini ataukah tidak etis?

Source: Motherboard

Load Comments

PC Games

June 17, 2021 - 0

JagatPlay: Interview dengan Tom Hegarty & John Ribbins (OlliOlli World)!

Tidak semua gamer mungkin pernah mendengar game yang satu ini,…
June 17, 2021 - 0

Menjajal OlliOlli World: Game Skateboard Imut nan Ekstrim!

Berapa banyak dari Anda yang seringkali melewatkan judul game-game “kecil”…
May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…
May 19, 2021 - 0

Review Rising Hell: Melompat Lebih Tinggi!

Kualitas game indie yang semakin solid, tidak ada lagi kalimat…

PlayStation

June 16, 2021 - 0

Review Final Fantasy VII Remake INTERGRADE (+ INTERMISSION): Selangkah Lebih Sempurna!

Mencapai sebuah keberhasilan untuk konsep yang di atas kertas nyaris…
June 11, 2021 - 0

Review Ninja Gaiden – Master Collection: Bak Tebasan Pedang Tua!

Apa nama franchise yang menurut Anda melekat pada nama Koei…
June 8, 2021 - 0

Review Ratchet & Clank – Rift Apart: Masuk Dimensi Baru!

Menyebut Insomniac Games sebagai salah satu developer first party tersibuk…
June 8, 2021 - 0

Preview Guilty Gear Strive: LET’S ROCK!

Nama besar Arc System Works sebagai salah satu developer game…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…