Review Ghost of Tsushima: Tanah dan Katana Berlumur Darah!

Reading time:
July 14, 2020

Luar Biasa Indah!

Ghost of Tsushima adalah game yang benar-benar indah.

Memberikan label “luar biasa indah” memang bukan perkara mudah dan hanya beberapa game yang pantas untuk menyandang hal tersebut. Namun sejujurnya, ia bukanlah sebuah pujian yang berlebihan jika kita berbicara soal apa yang berhasil dilakukan Sucker Punch dengan Ghost of Tsushima. Bahwa mereka berhasil membuat pengalaman mengelilingi pulau terluar Jepang ini seperti sebuah mimpi terindah yang pernah Anda dapatkan, seperti menyusup masuk dalam lukisan masa lampau yang tidak tersentuh, namun di sisi lain – mempertahankan sensasi bahwa ia adalah sebuah game berbasis fantasi. Mengapa? Karena mustahil Anda berangkat ke Pulau Tsushima di Jepang sekarang dan menemukan bahwa terrain indah yang sama akan Anda temukan.

Ketika kami berbicara soal “luar biasa Indah”, kami berbicara soal kualitas yang terdengar mustahil bisa ditangani oleh sebuah konsol yang sudah berusia 7 tahun. Segala sesuatunya didesain sedramatis mungkin, bahkan terasa dibawa ke level lebih tinggi jika kita berbicara soal media kreatif berbasis cerita samurai seperti film atau anime sekalipun. Rumput tinggi, padang bunga berwarna cerah, hutan bambu dengan jalan-jalan kecil yang mudah menyesatkan, rawa-rawa dengan gertak kayu yang membelahnya, gunung tinggi berisikan pohon lebat, daun-daun berguguran, hingga beragam simbol keagamaan seperti patung Buddha, dewa Shinto, hingga pagoda yang menyeruak kuat. Setiap sudut dimana Anda mengeksplorasi Tsushima akan jadi pengalaman yang memanjakan mata. Ia akan jadi salah satu game terindah yang akan pernah Anda cicipi, dan kami tidak berlebihan untuk itu.

Setiap sudut pulau tampil bak surga nan dramatis.
Jika Anda berangkat dari TLOU II, model karakter Ghost of Tsushima mungkin terasa seperti “video game”. Namun seiring dengan waktu berjalan, Anda akan mulai terbiasa dan memberikan apresiasi ekstra pada apa yang berhasil dicapai Sucker Punch.

Apresiasi terhadap model karakter yang diusung Ghost of Tsushima akan sangat bergantung apakah Anda sempat mencicipi The Last of Us Part II sebelumnya atau tidak. Karena hal inilah yang terjadi pada kami. Ada sensasi bahwa prologue yang ia usung terasa lemah setelah berangkat dari The Last of Us Part II karena visualisasi dan animasi gerak karakter yang masih terasa seperti sebuah “video game” alih-alih film. Namun untungnya, setelah prologue berakhir dan proses eksplorasi open-world dibuka, Anda akan mulai terbiasa dan mulai melihatnya dengan kacamata non-komparasi yang lebih adil. Apresiasi akan tumbuh pada usaha untuk membuat karakter-karakter ini, pendukung ataupun antagonis, tetap mengakar pada kondisi Tsushima di kala itu dan tidak mati-matian berusaha menghadirkan karakter yang terlalu “berlebihan” dari sisi desain ataupun kepribadian. Variasinya juga akan membuat Anda terhibur, terutama untuk karakter badass sekelas Masako yang hidup untuk balas dendam.

Sisanya adalah sisi presentasi untuk memastikan bahwa pengalaman Samurai yang seharusnya juga Anda dapatkan dari sisi gameplay. Jin Sakai akan memiliki stance bertarung yang masing-masing dibuka dengan aksi pegang pedang yang berbeda-beda. Walaupun kami tidak bisa memastikan apakah animasi stance ini akurat dan memang merefleksikan gaya di dunia nyata, namun ekspresi gerak yang sama sempat terlihat di film samurai lawas seperti Harakiri (1962) misalnya. Animasi serangan yang datang dari setiap stance ini juga sederhana, cepat, dan terlihat mematikan, yang tentu saja diikuti dengan cipratan darah yang juga akan menempel di pakaian dan katana milik Jin. Untuk beberapa gerakan, Anda bahkan akan mendapatkan sedikit porsi mutilasi di sini.

Tenang saja, ada banyak darah yang siap mengucur dari aksi pertarungan Anda!

Untungnya, keindahan dari sisi presentasi visual ini juga diikuti dengan sisi audio yang memesona. Voice Acting untuk bahasa Inggris dan Jepang, yang bisa Anda pilih sejak awal permainan, bekerja dengan baik. Kami sendiri masih merekomendasikan VA Jepang untuk sensasi lebih otentik walaupun fakta bahwa beberapa gerak bibir karakter masih didasarkan pada bahasa Inggris terhitung cukup mengecewakan. Namun performa dari setiap voice acting karakter, baik utama ataupun pendukung, berhasil mendorong cerita dalam gerak yang natural dengan emosi yang seharusnya. Untuk urusan musik? Tidak ada yang perlu diragukan. Perjalanan Anda akan ditemani oleh musik-musik yang siap untuk mengobarkan dan menggugah emosi Anda ketika momen-momen ini tiba.

Dengan semua kombinasi sisi presentasi ini, Ghost of Tsushima siap tampil sebagai salah satu game terindah yang pernah Anda cicipi sejauh ini. Kemampuan mereka meracik pulau Tsushima tidak hanya sebagai tempat dimana darah harus tumpah atas nama perjuangan dan kehormatan, tetapi juga wilayah super indah yang tampil bak surga akan membuat pengalaman Anda tidak hanya semakin dramatis, tetapi secara konsisten memanjakan mata. Dipadukan dengan OST yang tepat sasaran dan cut-scene untuk mendorong sisi cerita yang pantas diapresiasi, Anda bisa menikmati sensasi sebuah game AAA berkualitas tinggi.

Pedang dan Bayangan

Samurai atau Ghost? Tenang, Anda tidak perlu memilih dan “terjebak” di pilihan ini.

Jika Anda mengikuti informasi terkait Ghost of Tsushima, terutama detail yang dibagi ajang State of Play beberapa waktu yang lalu, maka Anda sepertinya tidak akan asing lagi dengan peran sebagai Samurai dan Ghost yang sempat dipamerkan oleh Sucker Punch. Samurai terlihat berperang terbuka sementara Ghost, layaknya ninja, lebih berfokus pada aksi stealth dan menggunakan beragam tools unik untuk mencapai misi-misi ini dengan resiko yang lebih minim. Lantas, bagaimana sebenarnya cara kerja sistem ini?

Berita baiknya? Tidak ada sistem peran “eksklusif” di Ghost of Tsushima. Bahwa apa yang dilakukan oleh Sucker Punch via ajang State of Play kemarin hanya memberikan highlight bagi gaya bermain tertentu yang bisa Anda jajal. Anda selalu bisa bermain sebagai seorang Samurai dan Ghost kapanpun Anda inginkan, tanpa ada set Armor khusus yang akan “melimitasi” satu fungsi tertentu, dan sistem moral yang mungkin berakhir mengunci Anda harus memilih dari awal gaya bermain mana yang ingin Anda jalankan. Kata “Samurai” dan “Ghost” yang mengemuka di sini tidak lebih sekadar definisi di atas permukaan untuk menjelaskan apa yang sebenarnya tengah Anda perbuat. Anda menjalankan aksi mengikuti jalur Bushido? Anda tengah bermain bak seorang Samurai. Anda mengendap dan menghabisi musuh dari belakang? Anda tengah bermain bak seorang Ghost. Pilihan ini tidak terkunci, tidak membatasi gameplay, dan sama sekali tidak berpengaruh pada sisi cerita.

Definisi Samurai dan Ghost ini digunakan oleh Sucker Punch untuk semata-mata mendorong narasi dan salah satu elemen cerita utama dari seorang Jin Sakai. Bahwa kita berhadapan dengan seorang Samurai yang pelan tapi pasti, mulai menanggalkan kode-kode Bushido yang selama ini selalu terbenam di otak sebagai jalur ksatria yang terhormat, berfokus pada usaha untuk menundukkan pasukan Mongol dengan cara apapun, dan kemudian mengadopsi persona seorang “Ghost” yang sama sekali tidak terhormat di mata para Samurai – terlepas dari apapun misi dan visi akhir yang hendak ia capai. Dualitas Samurai dan Ghost ini hanya terbatas pada komposisi cerita yang hendak didorong oleh Sucker Punch dan tidak lebih. Anda tidak perlu banyak memusingkan gaya bermain yang Anda pilih karena selalu ada kebebasan untuk bergonta-ganti dan beradaptasi dengan situasi yang menurut Anda terbaik.

Jika Anda lebih senang untuk bertarung secara terbuka dan mengayunkan katana Anda dengan bebas, maka Ghost of Tsushima menawarkan cukup banyak tantangan untuk itu. Pertarungan melee yang memuaskan akan menjadi intisari gameplay utama yang Anda dapatkan. Sama seperti 3-4 tebasan yang bisa Anda eksekusi untuk menghabisi satu musuh, musuh juga bisa melakukan hal yang sama jika Anda tidak hati-hati. Kondisi yang sama-sama rentan ini membuat pertarungan selalu berlangsung intens.

Dualitas antara konsep Samurai dan Ghost lebih banyak didorong dari sisi narasi dan tidak banyak berimbas pada gameplay.
Aktif melakukan block / parry akan membantu Anda mengatasi banyak situasi pertempuran.

Sistem pertarungan Ghost of Tsushima sebenarnya sederhana. Anda akan dibekali dengan tombol serangan biasa dan satu tombol serangan kuat – yang bisa digunakan untuk menghancurkan block musuh jika digunakan berkali-kali. Bersama dengannya, Anda juga akan dibekali dengan satu tombol block / parry dengan jendela eksekusi yang cukup lebar. Dengan clue sebuah sinar berwarna biru (sebagai tanda serangan bisa ditangkis / di-parry) dan merah (serangan tidak bisa tertangkis), Anda akan bisa menguasai jalannya pertarungan selama Anda mawas. Parry di timing yang sempurna akan membuka celah counter-attack dengan damage besar, sementara parry di timing yang kurang sempurna akan membuat gerak musuh sedikit grogi yang kemudian bisa Anda susul dengan serangan lanjutan.

Pertarungan di Ghost of Tsushima tentu saja tidak mudah. Selama perjalanan, Jin akan bertemu dengan banyak varian musuh dengan preferensi senjata yang berbeda pula. Secara garis besar, akan ada setidaknya 4 musuh yang Anda temui – yang bersenjatakan pedang, tombak, pedang + perisai, dan Brute dengan senjata yang lebih besar. Untuk menghadapi setiap dari mereka, Jin juga akan dibekali dengan 4 buah Stance berbeda yang masing-masing akan lebih efektif untuk digunakan untuk tipe musuh tertentu. Jika Anda menggunakan stance yang sesuai dengan musuh yang Anda hadapi, maka Anda akan lebih mudah menghancurkan aksi pertahanan mereka yang notabene berakhir dengan serangan katana yang lebih mudah masuk. Berita baiknya? Proses pergantian secara real-time ini juga diikuti dengan sedikit efek penghentian waktu untuk meminimalisir panik jika Anda harus berhadapan dengan banyak varian musuh sekaligus.

Salah satu kunci pertarungan game ini juga terletak pada resource berbentuk bulatan kuning yang disebut sebagai Resolve. Resolve bisa dikumpulkan dengan menyerang dan menghabisi musuh dengan jumlah maksimal yang bisa Anda tambahkan dengan menyelesaikan beberapa misi sampingan yang tersebar di peta. Resolve bisa digunakan untuk dua hal – memulihkan diri per 1 bulatan Resolve atau mengakses serangan spesial milik Jin yang bisa Anda buka dengan menyelesaikan requirement tertentu. Serangan spesial super mematikan ini akan menuntut Resolve berjumlah lebih besar namun akan dengan mudah mempercepat atau membalikkan situasi pertarungan. Kerennya lagi? Serangan-serangan spesial ini juga bisa digunakan Jin pada saat ia terlibat aksi duel – pertarungan 1vs1 sekalipun.

Resource bernama Resolve akan bisa digunakan untuk Healing dan mengakses serangan spesial milik Jin.
Apakah sesulit Souls-series? Tenang saja. Ada pilihan tingkat kesulitan di sini. Lagipula timing untuk melakukan block dan parry juga cukup bersahabat di sini.

Saatnya menjawab pertanyaan yang sepertinya berada di benak banyak dari Anda – apakah ia sesulit Souls series? Apakah Ghost of Tsushima masuk dalam kategori Souls-like? Berita baiknya, tidak, setidaknya di tingkat kesulitan Normal. Anda memang rentan dan bisa mati dengan mudah jika Anda tidak cukup mawas. Namun fakta bahwa Anda memiliki pilihan tingkat kesulitan di awal, memiliki jendela timing cukup “lebar” untuk mengeksekusi aksi Parry, dan variasi musuh yang gerakannya tidak sulit untuk dibaca akan membuat Anda tidak sulit menguasai jalannya pertarungan Ghost of Tsushima. Anda mungkin hanya butuh beberapa pertarungan di awal untuk membiasakan diri. Saran kami? Selalu bunuh para pemanah terlebih dahulu dan Anda akan memperbesar kemungkinan Anda untuk bertahan hidup.

Apalagi untuk mesimulasikan sensasi Samurai yang seharusnya, terutama jika mengacu pada film Samurai lawas selama ini, Anda juga berkesempatan untuk memicu gerakan bernama “Standoff”. Standoff akan membuat Jin berteriak untuk menarik perhatian musuh di sekitar, yang kemudian akan berujung pada kesempatan untuk menghabisi beberapa musuh dengan hanya satu kali sabet saja. Sistemnya sederhana – Anda diminta untuk menahan tombol segitiga dan melepasnya ketika musuh berada dalam animasi serang, yang bisa diikuti dengan serangan 1-hit-kill yang sama hingga 5 musuh berurutan. Sebuah solusi tercepat untuk menipiskan jumlah musuh secara signifikan. Walaupun terdengar imbalance, Standoff datang dengan konsekuensi yang tidak kalah fatal. Beberapa jenis musuh akan mengeluarkan animasi serangan “palsu” dengan beberapa di antaranya datang dengan animasi cepat yang juga mengejutkan,

Jika Anda malas bertarung secara terbuka, maka opsi untuk melewati jalan sebagai seorang Ghost juga terbuka. Dengan fokus pada stealth, ini akan jadi pilihan gameplay yang jauh lebih minim resiko. Apalagi mengingat tidak ada limitasi gaya gameplay, Anda selalu punya ruang untuk “kembali ke jalan Samurai” setiap kali aksi Anda ketahuan dan bertarung terbuka kembali menjadi solusi terbaik. Usaha Anda untuk menghabisi para pasukan Mongol secara diam-diam ini akan berfungsi layaknya game stealth seperti pada umumnya. Jin akan dibekali dengan kemampuan “radar” untuk mengetahui posisi musuh untuk ekstra informasi yang bisa Anda gunakan untuk bergerak tanpa masalah. Ada pula posisi rumput lebih tinggi yang bisa digunakan untuk bersembunyi jika dibutuhkan, serta desain level penuh celah seperti kolong rumah atau celah di bagian belakang tenda untuk bisa Anda susupi untuk ekstra keuntungan strategis. Sisanya? Menggunakan beragam tools seperti Kunai ataupun Smoke Bomb jika Anda merasa Anda memang membutuhkannya.

Sementara saat berubah jadi “Ghost”, Anda yang familiar dengan sebagian besar game stealth tidak akan kesulitan menguasai mekaniknya.
Pohon Skill dengan begitu banyak cabang dan pilihan.

Terlepas dari apakah Anda lebih dominan bermain sebagai Samurai ataupun Ghost, Ghost of Tsushima tetap menyediakan kesempatan bagi Anda untuk memperkuat masing-masing aspek tersebut lewat sistem Skill Tree yang tersedia. Dengan point yang akan Anda dapatkan setiap kali Anda naik level dari menyelesaikan beragam misi dan menundukkan musuh yang ada, Anda bisa mengalokasikannya untuk membuat beberapa aspek menjadi lebih kuat. Anda misalnya, bisa membuat sisi Ghost Anda kini mampu mengeksekusi Chain-Assassination yang membuat Anda bisa menghabisi beberapa musuh secara stealth sekaligus. Atau sekadar membuat “radar” Anda kini bisa menangkap posisi musuh dalam lingkup lebih luas untuk ekstra kemudahan untuk proses eksplorasi dan looting.

Karena pelan tapi pasti, Anda akan mulai secara rutin memeriksa apakah setiap wilayah yang Anda kunjungi memang memiliki loot yang pantas untuk dikejar atau tidak. Mengadopsi sedikit elemen RPG di dalamnya, Anda bisa memperkuat katana, busur panah, dan armor Anda untuk mendapatkan damage ataupun efek serangan yang lebih kuat. Tidak ada sistem atribut berbasis angka ala game RPG memang, namun sebagian besar Armor yang bisa Anda dapatkan akan menawarkan buff tertentu, yang membuatnya terkadang lebih cocok untuk digunakan di gaya bermain spesifik. Sebagai contoh? Ada armor yang membuat aksi Stealth Anda lebih sulit untuk diisi musuh, ada pula yang membuat damage serangan melee Anda melonjak drastis. Katana, Armor, dan Bow Anda akan bisa di-upgrade selama Anda memiliki material dan Supply (mata uang) dalam jumlah yang cukup.

Yang menarik, selain sistem upgrade dan kesempatan mendapatkan armor yang mempengaruhi jenis buff apa yang bisa dipakai Jin, Anda juga bisa mengejar dan mencari ragam aksesoris jimat bernama Charm yang biasanya akan terkunci pada Shrine-Shrine yang tersebar di banyak lokasi. Shrine yang biasanya terletak di sebuah infrastuktur yang hancur berantakan ini menuntut Anda untuk melakukan sedikit aksi platforming untuk bisa dicapai, yang biasanya juga ditutup dengan landscape super indah di akhir.

Kunjungi Shrine untuk ekstra jimat!
Ingin sekadar “bergaya”? Tenang ada banyak pilihan item yang sifatnya hanya kosmetik saja.

Ada pula kesempatan untuk mengejar item-item equipment lain seperti topeng, sarung katana, dan helmet yang di sini berfungsi untuk sekadar item kosmetik saja. Item-item bisa Anda dapatkan dengan melakukan beberapa aksi, dari menemukan lokasi spesifik bernama Place of Honor, mencari lokasi spesifik untuk berkontemplasi dan menulis puisi haiku, hingga sekadar mencari bendera-bendera klan Samurai yang tercecer di sepanjang pulau Tsushima. Tenang saja, kuda kendaraan Anda juga mendapatkan sedikit ekstra modifikasi lewat pilihan saddle yang bisa Anda sematkan.

Keputusan untuk tidak “mengunci” gaya bermain antara Samurai dan Ghost tentu jadi pilihan yang cukup mengejutkan dari Sucker Punch, apalagi mengingat dualitas Famous-Infamous yang selalu menyertai seri Infamous di masa lalu. Dengan hanya mendorong pondasi kedua konsep ini untuk punya nilai hanya dari sisi narasi, setidaknya Ghost of Tsushima memberikan ruang lebih besar bagi gamer untuk beradaptasi dengan ragam situasi permainan alih-alih dipaksa untuk berkutat hanya pada satu jenis gaya bermain saja. Anda yang tergoda selalu punya ruang untuk beraksi bak seorang Samurai ataupun Ghost dan menentukan sendiri dimana preferensi Anda pada akhirnya, menetap.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

November 24, 2020 - 0

Review Call of Duty – Black Ops Cold War: Eksekusi Campaign Fantastis!

Industri game dan akhir tahun berarti membicarakan soal rilis game-game…
November 18, 2020 - 0

Preview Call of Duty – Black Ops Cold War: Konspirasi Tidak Basi!

Akhir tahun di industri game berarti menikmati kembali seri terbaru…
October 23, 2020 - 0

Menjajal DEMO Little Nightmares II: Jaminan Merinding!

Jika Anda secara aktif mengikuti JagatPlay, maka ada satu elemen…
September 28, 2020 - 0

Review HADES: Super Duper Nagih!

Supergiant Games? Berapa banyak dari Anda yang pernah mendengar nama…

PlayStation

November 20, 2020 - 0

Review Genshin Impact: Inovasi dan Adiksi Uji Hoki!

Berapa banyak dari Anda yang saat ini tengah sibuk memainkan…
November 17, 2020 - 0

Review Kingdom Hearts – Melody of Memory: Nostalgia Telinga!

Menyebutnya sebagai salah satu franchise dengan plot paling kompleks memang…
November 13, 2020 - 0

Review Watch Dogs Legion: Bersatu Kita Teguh, Bercerai Tetap Seru!

Kontroversial, memancing cemooh di awal rilis, namun tetap berakhir sukses…
November 10, 2020 - 0

Preview Assassin’s Creed Valhalla: Dalam Lindungan Odin!

“Ini bukan lagi seri Assassin’s Creed”, pergeseran genre dengan cita…

Nintendo

July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…
June 5, 2020 - 0

Preview Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Format Terbaik!

Nintendo Wii adalah sebuah fenomena yang unik di industri game.
April 15, 2020 - 0

Review Animal Crossing – New Horizons: Sesungguhnya Game Super Hardcore!

Tumbuh menjadi sensasi internet dalam waktu singkat, banyak gamer yang…