Review Playstation 5 (Hardware): Si Bongsor yang Buas!

Reading time:
February 25, 2021

Daya

Mengingat ia seringkali jadi bahan pertimbangan penting yang mempengaruhi keputusan belanja banyak gamer di Indonesia, konsumsi daya tentu saja jadi elemen yang pantas untuk diperhatikan. Kita semua tidak mau tagihan listrik berujung melonjak terlalu tinggi di akhir bulan atau lebih buruknya, harus berujung mematikan banyak perangkat elektronik di rumah / kos-an hanya untuk bisa menjalankan Playstation 5 itu saja. Berita baiknya? Playstation 5 menuntut konsumsi daya yang sangat rasional.

Satu hal yang unik dari pengujian kami, Playstation 5 ternyata menuntut konsumsi daya yang berbeda ketika menjajal game-game Playstation 4 dalam format backward compatibility pada saat dibandingkan dengan game Playstation 5 yang seharusnya.

Kami memilih Bloodborne dan Demon’s Souls Remake untuk menguji keduanya dan seperti yang bisa Anda prediksi, konsumsi daya untuk Backward tentu saja jauh lebih rendah dibandingkan game Playstation 5 yang seharusnya. Mengingat Playstation 5 juga mendukung beberapa fitur konsol modern, seperti Rest Mode dengan kesempatan untuk mengunduh game dan update di dalamnya, ada begitu banyak situasi yang mendorong beragam konsumsi daya yang bervariasi pula.

Lantas, apa yang kami temukan? Secara sederhana, kami menyusunnya ke dalam daftar berikut ini:

Playstation 5 watt 13
Dalam kondisi terhubung internet, Rest Mode memakan 4.5W – 5W.

Rest Mode (dengan internet terhubung): 4.5W – 5W

Rest Mode (sembari download game): 42W – 47W

Menu Utama (Idle): 50W – 52W

Playstation 5 watt 11
Game PS4 yang dimainkan dalam mode backward compatibility akan memakan power lebih rendah. Bloodborne hanya menuntut sekitar 90W saja.

Bloodborne (PS4 –Backward Compatibility): 90W

Marvel’s Spider-Man: Miles Morales (Visual Mode): 216W – 220W

Playstation 5 watt 7
Sementara untuk game Playstation 5 yang sesungguhnya, seperti Demon’s Souls Remake (Visual mode) menuntut setidaknya, 220W – 224W.

Demon’s Souls Remake (Visual Mode): 220W – 224W

NBA 2K21 Next-Gen (versi fisik dengan keping disc): 220W – 250W (Max)

Pengujian ini datang dengan hasil mengejutkan. Bahwa terlepas dari visualisasi fantastis yang diperlihatkan oleh Spider-Man: Miles Morales di mode visual yang notabene menyuntikkan fitur ray-tracing dalam skema open-world dan Demon’s Souls Remake yang datang dengan pengalaman visual memanjakan mata, game “terberat” Playstation 5 di library kami saat ini justru mengacu pada NBA 2K21 Next-Gen yang menuntut power hingga 250W. Kami sendiri tidak bisa menyimpulkan apakah konsumsi daya ekstra tersebut terjadi karena semata-mata karena game ini memang “berat”, atau fakta ia dimainkan dengan keping disc fisik juga berkontribusi pada hal tersebut.

NBA 2K21 20210223211710
NBA 2K21 Next-Gen menuntut daya tertinggi, hingga 250W. Namun kami tidak bisa menyimpulkan apakah hal ini semata-mata karena ia “berat” ataukah fakta bahwa kami memainkannya dalam format disc fisik ikut berkontribusi.

Dengan kebutuhan daya yang ia perlihatkan, terutama untuk game-game yang seharusnya, maka Playstation 5 bisa disebut sebagai mesin gaming yang “rasional” dari segi daya. Anda bisa membandingkannya misalnya, dengan PC gaming yang mengusung performa nyaris serupa.

Suhu

Jika ada satu hal yang tidak bisa dibantah dan dipungkiri adalah korelasi antara daya yang dibutuhkan dengan panas mesin yang dihasilkan. Game-game yang menuntut daya yang lebih besar tentu saja akan membuat mesin lebih panas, dan begitu juga sebaliknya. Dengan mengatur suhu ruangan di 25°C, data yang diperlihatkan mendukung informasi ini.

Dari sisi desain, posisi Playstation 5 memang unik. Bagian sisi terbuka yang terletak di bagian atas Playstation 5 sepenuhnya berfungsi sebagai tempat masuk udara untuk mendinginkan mesin. Dengan kamera thermal FLIR, Anda bisa melihat bagaimana bagian tersebut selalu tampil paling dingin dari keseluruhan mesin.

Semakin ke bawah, panas semakin terlihat di bagian sisi keping, walaupun tidak signifikan. Bagian terpanas di bagian depan mesin tentu saja terletak pada port dan drive blu-ray yang terkoneksi langsung dengan internal mesin. Sementara bagian terpanas dari keseluruhan Playstation 5 sudah pasti terletak di bagian belakang yang memang berperan sebagai exhaust yang seharusnya. Kamera FLIR memperlihatkan keseluruhan bagian belakang yang menguning, dengan kembali, bagian port menjadi area yang terpanas. Seperti yang kita bicarakan sebelumnya, panas bergantung pada konsumsi daya.

Karenanya, Anda akan menemukan bahwa panas yang dihasilkan Playstation 5 berbeda ketika memainkan game-game PS4 dalam format Backward Compatibility dibandingkan dengan memainkan game Playstation 5 yang seharusnya. Seperti yang kita bicarakan sebelumnya, Bloodborne di Playstation 5 hanya menuntut daya sekitar 90W dan karenanya menghasilkan panas lebih sedikit dibandingkan Demon’s Souls Remake yang berjalan konstan  di setidaknya 220W. Data yang dihasilkan adalah sebagai berikut:

Playstation 5 Suhu 7
Suhu belakang Playstation 5 bisa mencapai 50 Celcius. Bagian exhaust ini memang menjadi bagian terpanas dari konsol next-gen Sony ini.

Demon’s Souls Remake (Suhu Depan): 34°C – 36°C

Demon’s Souls Remake (Suhu Belakang): 48°C – 54°C

Playstation 5 Suhu 17
Konsumsi daya lebih rendah berarti panas yang juga lebih rendah. Perbedaannya terasa saat Anda menjajal Bloodborne dalam mode BC.

Bloodborne – PS4 BC (Suhu Depan): 31°C – 35°C

Bloodborne – PS4 BC (Suhu Belakang): 33 – 36°C

Playstation 5 Suhu 26
NBA 2K21 Next-Gen memicu suhu tertinggi, hingga menyentuh 60 Celcius.

Lantas, bagaimana dengan situasi NBA 2K21 Next-Gen yang dari pengujian daya, memang yang paling “memangsa” daya, bahkan hingga tercatat 250 W? Seperti yang bisa diprediksi, ia juga jadi game yang paling memicu panas di Playstation 5 yang kami jajal. Pada saat memainkan NBA 2K21 Next-Gen selama kurang lebih 1 jam, panas di bagian depan Playstation 5 berhasil menembus angka 43°C – 47°C, sementara bagian belakang, terutama di bagian port, bahkan menyentuh angka 60°C. Sekali lagi, kami tidak bisa mengambil kesimpulan pasti apakah ini terjadi karena NBA 2K21 Next-Gen yang memang berat ataukah ia dipengaruhi oleh fakta bahwa kami memainkannya lewat versi disc yang tentu saja, memutar.

Kebisingan

Berkaca pada apa yang terjadi dengan Playstation 4 di generasi sebelumnya, kebisingan memang jadi salah satu faktor yang memancing penasaran banyak orang soal performa Playstation 5. Seperti yang kita tahu, di tengah usia platform yang semakin menua dan kesulitan untuk menangani rilis game-game terbaru, Playstation 4 dan Playstation 4 Pro yang mau tidak mau harus mendorong performa ke batas maksimal dan karenanya menghasilkan panas berlebih, harus difasilitasi dengan kipas yang juga berputar super kencang.

Kipas tersebut kemudian menghasilkan suara dan kebisingan yang seringkali disamakan dengan bunyi pesawat jet. Lelucon ini semakin gencar ketika di akhir masa usianya sebelum berganti generasi, hampir semua game AAA akan memicu hal tersebut. Ini tentu saja tidak memperhitungkan potensi bahwa bisa jadi bahwa kipas yang bekerja keras tersebut adalah konsekuensi dari debu dan kotoran yang menumpuk di dalam Playstation 4 itu sendiri. Satu yang pasti, tidak ada yang ingin situasi yang sama dengan Playstation 4 ini terjadi di Playstation 5.

playstation 5 noise 9
Sunyi, Playstation 5 hanya mengeluarkan kebisingan sekitar 39-40 dB.

Walaupun kami tidak memiliki ruang kedap suara untuk memicu sebuah hasil yang “murni” akurat, kami dengan gembira bisa menyampaikan bahwa Playstation 5 adalah sebuah mesin gaming yang terhitung sunyi berdasarkan pengujian kami. Berbeda dengan suhu dan konsumsi daya dimana gaming dalam format BC ataupun game Playstation 5 berpengaruh pada hasil, hal yang serupa tidak terjadi di masalah kebisingan. Sesi gaming apapun yang Anda mainkan dari game-game versi digital biasanya akan berada di 39 – 40 dB.

Satu-satunya “kebisingan” yang bisa Anda dengar hanyalah ketika Anda menyuntikkan disc fisik di dalam mesin Playstation 5. Walaupun proses instalasi memang diharuskan terjadi, disc di dalam drive akan berputar sekali-kali dan karenanya menghasilkan bunyi spesifik. Terdengar lebih jelas di telinga, data memperlihatkan bahwa peningkatan kebisingan karena situasi seperti ini hanya berkisar sekitar +5 dB menjadi sekitar 44 dB – 45 dB saja. Ia berujung menarik perhatian lebih karena sebagian besar waktu Anda memainkan Playstation 5 memang berujung sunyi, dan karenanya, membuat bunyi putaran disc ini terdengar lebih signifikan. Jika Anda merupakan pemilik baru Playstation 5 yang masih mengandalkan disc fisik alih-alih digital, Anda tidak perlu khawatir.

SSD dan 3D Audio

Playstation 5 jagatplay 6
SSD dan 3D Audio menjadi dua fitur utama yang terus didengungkan Playstation 5.

Selain performa yang didesain untuk bisa memainkan game-game dengan resolusi 4K Native, ray-tracing, dan gaming dengan framerate hingga 120fps (biasanya dengan resolusi lebih rendah atau setting visual yang disesuaikan), salah satu keunggulan lain yang terus dijadikan Sony sebagai bahan marketing untuk Playstation 5 adalah SSD super cepat dan 3D Audio yang akan dijadikan salah satu andalan untuk menawarkan pengalaman bermain lebih imersif. SSD yang ia usung memang bekerja sebaik yang dibayangkan, namun untuk 3D Audio, implementasinya memang masih terhitung mudah.

Lewat pengujian yang sempat kami lemparkan di sisi perangkat lunak kemarin, implementasi teknologi SSD yang diusung oleh Playstation 5 memang tidak main-main. Untuk game-game Playstation 5 yang memang sudah memanfaatkan teknologi ini dengan maksimal, inisiasi loading dari menu utama hingga masuk in-game hanya membutuhkan waktu belasan hingga puluhan detik saja, seperti yang terjadi dengan Marvel’s Spider-Man: Miles Morales. Kami juga sempat membandingkan antara waktu loading Watch Dogs Legion versi Playstation 4 dan Playstation 5. Untuk versi Playstation 4, dimana kami menjajalnya di Pro, ia butuh lebih dari 2 menit untuk bisa masuk ke dalam in-game. Versi Playstation 5? Sekitar 47-48 detik saja!

Kecepatan SSD Playstation 5 memang tidak perlu lagi diragukan, namun ruang data 825 GB yang ia bawa dari rilis dengan sisa ruang sekitar 667 GB untuk digunakan memang harus diakui, meninggalkan masalah. Di luar game yang jelas akan menguras ruang data seperti Call of Duty misalnya, hampir sebagian besar game rilis Playstation 5, first party ataupun third party akan dengan mudah “menelan” ruang data ini dengan cepat. Dengan disc fisik pun, situasi ini tidak akan banyak berubah, mengingat proses instalasi tetap dibutuhkan untuk memainkan setiap dari mereka. Ruang yang mudah terasa terbatas ini bahkan cukup untuk mengganggu proses review kami, yang notabene, membuat kami harus memasang bergiliran game-game yang ingin kami uji di Playstation 5.

PS5 SSD 3D Audio 3
667 GB ruang data akan mudah terasa penuh. Proses hapus dan unduh ulang tidak terhindarkan.
Playstation 5 UI jagatplay 17 1
Belum adanya informasi soal SSD NVME mana yang resmi didukung Playstation 5 pada saat review ini ditulis, memang jadi kondisi yang sedikit mengecewakan.

Kebutuhan ruang data yang terbatas ini datang dengan berita baik dan berita buruk. Berita buruk lebih dulu? Terlepas dari presentasi teknis yang sempat mereka utarakan di awal pengenalan Playstation 5 hingga artikel review ini ditulis, Sony masih belum mengumumkan SSD NVME expansion apa saja yang bisa digunakan untuk Playstation 5. Belum ada timeline lebih pasti kira-kira kita kapan akan mendapatkan kepastian tersebut. Maka sementara menunggu informasi lebih pasti, kita “terjebak” pada ruang 667 GB yang akan terus menuntut Anda me-rotasi game-game yang ingin Anda mainkan dan pertahankan. Bagi gamer fisik, ini mungkin hanya perihal memasukkan disc mereka ke dalam mesin Playstation 5 dan menunggu. Bagi gamer digital? Ini berarti proses mengunduh ulang game-game Playstation 5 ini, mengingat dukungan penyimpanan data ke storage eksternal saat ini hanya tersedia untuk game-game PS4 saja.

Berita baiknya? Ada sinyal positif datang dari Remedy dan game CONTROL: Ultimate Edition mereka yang belum lama ini dirilis. Game yang didukung dengan tekstur definisi tinggi dan teknologi ray-tracing ini berhasil dirilis di Playstation 5 dengan hanya ukuran 25 GB saja, hampir setengah dari ukuran di versi Playstation 4 dan PC. Walaupun Remedy tidak angkat bicara, namun pencapaian ini diklaim datang dari teknologi kompresi-dekompresi data bernama Kraken yang disuntikkan Sony untuk Playstation 5. Teknologi ini memungkinkan game dengan konten sama untuk datang dengan data yang jauh lebih kecil. Jika memang Kraken diadopsi lebih banyak developer di luar sana, maka ukuran 667 GB yang diusung Playstation 5, tanpa dukungan storage expansion sekalipun, seharusnya akan lebih dari cukup.

Fitur selanjutnya yang didorong oleh Sony dengan Playstation 5 adalah 3D Audio. Ide utamanya adalah untuk memastikan headset apapun di luar sana, tidak hanya headset 3D Audio yang mereka rilis bersama dengan Playstation 5, akan bisa menjalankan fitur yang seharusnya bisa membuat pengalaman bermain lebih imersif ini. Ini berarti headset stereo Anda sekalipun, kini harusnya bisa mensimulasikan ruang suara yang lebih luas, dimana Anda bisa mendengar dan merasakan suara sekecil apapun datang dari beragam sudut di dalam game itu sendiri. Menjajalnya di beberapa game Playstation 5, 3D Audio sayangnya masih belum terasa optimal.

Menggunakan earphone kami yang terpasang di DualSense, yang kemudian diikuti dengan aksi kalibrasi via setting yang memang tersedia, 3D Audio tidak bekerja sebaik yang dibayangkan. Audio game seperti Marvel’s Spider-Man: Miles Morales, CONTROL, ataupun Demon’s Souls Remake masih terasa seperti audio stereo yang seharusnya, tanpa banyak meninggalkan kesan surround. Hampir semua aksi yang Anda lakukan menghasilkan audio yang tetap terasa muncul di depan Anda, dalam jarak yang dekat.

PS5 SSD 3D Audio 2
Implementasi 3D Audio Playstation 5 saat ini memang terhitung belum optimal.
MAIDEN 20210225111449
Demo 3D Audio terbaik di Playstation 5 saat ini justru datang dari Maiden – demo Resident Evil Village untuknya.

Satu-satunya pendekatan 3D Audio yang terasa berbeda, masih menggunakan konfigurasi earphone yang sama, justru terjadi di demo Resident Evil Village khusus untuk Playstation 5 – Maiden. Tanpa mengaktifkan fitur Virtual Surround yang kerennya juga tersedia di in-game dan hanya mengaktifkan fitur 3D Audio dari Playstation 5, Anda bisa merasakan perbedaan yang kentara. Mengingat sebagian besar “audio” yang dihadirkan memang kesunyian, suara-suara kecil yang muncul tiba-tiba, dari benda jatuh hingga derap kaki di kejauhan berada dalam akurasi yang pantas untuk diacungi jempol. Anda bisa mendengar dan mengetahui darimana suara-suara ini berasal, apakah dari depan, samping, belakang, dan mengira-ngira seberapa jauh ia. Ingat, semuanya dicapai dengan menggunakan earphone stereo standar.

Mengecewakan dan menenangkan di saat yang sama, melihat status 3D Audio Playstation 5 saat ini. Di satu sisi, jelas bahwa tidak semua game Playstation 5, bahkan dari developer first party sudah memaksimalkannya dan karenanya, cukup mengecewakan. Akan jauh lebih baik jika Sony mulai berbagi informasi soal game-game mana saja yang implementasi 3D Audio-nya bisa dijadikan sebagai acuan untuk dijadikan sebagai standar benchmark kira-kira kualitas seperti apa yang bisa dicapai oleh fitur yang satu ini. Di sisi yang lain? Kehadiran demo Maiden Resident Evil Village saat ini cukup untuk membuktikan bahwa 3D Audio bukanlah gimmick, bahkan ketika Anda menggunakan earphone stereo sekalipun.

Pages: 1 2 3
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

November 4, 2025 - 0

Review Trails in the Sky 1st Chapter: Remake Terindah Untuk Game JRPG Klasik

Trails in the Sky 1st Chapter menjadi remake yang teramat…
June 21, 2025 - 0

Review Clair Obscur Expedition 33: RPG Turn-Based nan Indah, Seru, & Memilukan

Clair Obscur: Expedition 33 menjadi bukti akan pentingnya passion dan…
June 19, 2025 - 0

Review Monster Hunter Wilds: Keindahan Maksimal di Tengah Derasnya Adrenalin

Monster Hunter Wilds berhasil gabungkan beragam elemen terbaik dari seri…
November 29, 2024 - 0

Palworld Dan Terraria Crossover Event Akan Hadir Pada 2025

Palworld dan Terraria umumkan event crossover yang akan digelar pada…

PlayStation

November 4, 2025 - 0

Review Trails in the Sky 1st Chapter: Remake Terindah Untuk Game JRPG Klasik

Trails in the Sky 1st Chapter menjadi remake yang teramat…
June 21, 2025 - 0

Review Clair Obscur Expedition 33: RPG Turn-Based nan Indah, Seru, & Memilukan

Clair Obscur: Expedition 33 menjadi bukti akan pentingnya passion dan…
June 19, 2025 - 0

Review Monster Hunter Wilds: Keindahan Maksimal di Tengah Derasnya Adrenalin

Monster Hunter Wilds berhasil gabungkan beragam elemen terbaik dari seri…
December 7, 2024 - 0

Preview Infinity Nikki: Game Indah Di Mana Baju Adalah Pedangmu

Kesan pertama kami setelah memainkan Infinity Nikki selama beberapa jam;…

Nintendo

November 4, 2025 - 0

Review Trails in the Sky 1st Chapter: Remake Terindah Untuk Game JRPG Klasik

Trails in the Sky 1st Chapter menjadi remake yang teramat…
June 30, 2025 - 0

Review Nintendo Switch 2: Upgrade Terbaik Untuk Console Terlaris Nintendo

Nintendo Switch 2 merupakan upgrade positif yang telah lama ditunggu…
July 28, 2023 - 0

Review Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Tak Sesempurna yang Dibicarakan!

Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang tak sesempurna yang dibicarakan…
May 19, 2023 - 0

Preview Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Kian Menggila dengan Logika!

Apa yang ditawarkan oleh Legend of Zelda: Tears of the…