JagatPlay: Wawancara dengan Toylogic & Square Enix (NieR Replicant ver.1.22474487139…)!

Reading time:
April 23, 2021
feat image wawancara square

Tidak perlu menyelam terlalu jauh. Melihat nama “ver.1.22474487139…” yang didorong Square Enix untuk rilis ulang seri NieR Replicant saja sudah memberikan cukup banyak bukti siapa sebenarnya otak eksentrik yang bekerja di belakangnya. Angka yang merupakan hasil akar pangkat dua dari 1,5 tersebut seolah hendak menegaskan posisinya sebagai proyek Remaster Plus dan bukan sebuah remake habis-habisan seperti yang dilakukan Final Fantasy VII selama ini. Dan hasilnya?  Anda yang sudah membaca artikel review kami sebelumnya sepertinya memahami betapa besar rasa cinta kami pada game ini, yang berhasil tampil modern sembari mempertahankan semua elemen yang berhasil membuatnya begitu dicintai di masa lalu. Kesempatan untuk menyelami otak di belakang layar pengembangannya secara menakjubkan, juga tiba!

Difasilitasi oleh perusahaan PR Indonesia yang sepertinya dipercaya oleh Square Enix untuk memperkenalkan NieR Replicant ver.1.22474487139… ke lebih banyak gamer Indonesia, kami berkesempatan untuk “berbincang-bincang” dengan dua otak di balik seri ini – Saki Ito (Director) dari Toylogic dan Yosuke Saito (Producer) dari Square Enix. Wawancara dilakukan menggunakan email dalam bahasa Inggris dan kemudian dibalas oleh kedua belah pihak tersebut dalam bahasa Inggris juga, namun dengan respon pada pertanyaan yang berbeda-beda.

Lantas, apa saja yang meliputi proses belakang layar pengembangan NieR Replicant ver.1.22474487139… ini? Apa saja informasi menarik terkait dengannya? Berikut adalah hasil wawancara kami:

Nier Replicant remaster jagatplay 27

A: Proses modernisasi sebuah game klasik tentu saja bukan pekerjaan yang mudah. Bagaimana pendekatan Toylogic untuk proyek ini? Apakah tim merasa harus menjaga sensasi seri originalnya atau dari awal, ambisinya adalah memastikannya tampil se-modern mungkin terutama di gameplay?

Ito-san: Mengingat sebagian besar porsi kode video game tertulis langsung dia dalam program itu sendiri,  jumlah kode yang harus kami analisa dan mengerti benar-benar banyak.

Untungnya, salah satu programmer yang dulunya sempat mengerjakan seri NieR original 11 tahun yang lalu sekarang bekerja di Toylogic. Jadi saya bisa bertanya langsung ke dia atau memintanya melakukan research hal-hal yang tidak bisa saya mengerti. Namun pada akhirnya saya tetap butuh banyak belajar dan itu terjadi hingga akhir proses pengembangan.

Untuk urusan gameplay, saya berusaha mengisi perbedaan yang ada dengan visi “memori indah yang saya bayangkan dari versi original”. Dengan kata lain, saya akan main versi originalnya saat sibuk mengembangkannya dan kemudian bertanya pada diri sendiri apa yang kira-kira kurang: “Apakah ini memang perasaan saya seperti memainkan game ini pertama kali dulu?”.

Ketika kamu sudah mengerjakan game untuk waktu yang sangat lama, kamu jadi bisa lupa dengan proyek yang lain. Jadi kami akan main versi originalnya, kembali ke pengembangan, lalu main NieR: Automata, terus kembali lagi, dengan terus-menerus membandingkan kesemuanya.

A: Ada alasan mengapa lebih memilih Replicant daripada Gestalt? Mengingat ada kesempatan orang-orang lebih menyukai karakter yang berbeda.

Saito-san: Di skala global, memang lebih sedikit orang yang pernah memainkan Replicant daripada Gestalt. Oleh karena itu, kami berujung memilih Replicant.

A: Berbicara soal desain ulang karakter terutama untuk yang ikonik seperti Kaine misalnya. Bagaimana Toylogic menangani proses desain seperti ini? Bagaimana membuatnya terasa menyegarkan tetapi familiar di saat yang sama?

Ito-san: Jika karakter-karakter yang muncul terasa nostalgic tetapi juga fresh, itu karena kita memang mengambil banyak inspirasi dari game NieR yang lain, termasuk NieR: Automata. Kami jadi memahami bahwa ada sesuatu yang unik dari “NieR style”, yang kemudian kami gabung dengan detail lain seperti tekstur kulit hingga pantulan mata. Pergerakan wajah juga kita racik ulang dari awal supaya mewakili emosi karakter dengan lebih baik. Kombinasi ini membuat kami bisa meracik karakter yang terasa lebih hidup dan manusiawi di saat yang sama.

drakengard

A: Gamer-gamer yang datang dari Automata terlebih dahulu akan berujung mempelajari Replicant dan mau-tidak-mau akan mengenal hubungannya dengan Drakengard alias “Drag-On Dragoon”.  Apakah kalian sudah siap dengan permintaan remaster / remake terkait seri ini di masa depan?

Saito-san: Untuk saat ini sih tidak ada rencana apapun. Tapi kami akan selalu bisa mempertimbangkan ulang jika memang NieR Replicant ver. 1.22 ini terjual banyak sekali!

A: Apakah ada hal khusus yang ingin Anda sampaikan untuk gamer-gamer yang datang karena Automata terlebih dahulu?

Saito-san: Tidak ada yang khusus sebenarnya. Kami sengaja meraciknya agar tidak pernah ada masalah seri mana yang Anda nikmati terlebih dahulu.

nier replicant jagatplay

A: Apakah ada pesan khusus untuk para fans di Indonesia?

Ito-san: Saya punya impresi yang kuat bahwa game-game kompetitif itu paling populer di Indonesia, namun kami tetap berharap mereka akan menikmati NieR. Jika sampai ada rumor bahwa “popularitas NieR meledak di Indonesia!”, saya yakin Square Enix akan langsung membuat NieR: Battle Royal. Saya yakin mereka akan berakhir membuat game multiplayer NieR. Saya yakin..

Saito-san: Terima kasih untuk semua support yang ada. Kami akan terus bekerja keras, jadi tolong terus dukung kami!

NieR Replicant ver.1.22474487139… sendiri akan tersedia untuk Playstation 4, Xbox One, dan tentu saja – PC (via Steam). Bagaimana dengan Anda sendiri? Berapa banyak dari Anda yang menantikan game yang satu ini?

Load Comments

PC Games

May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…
May 19, 2021 - 0

Review Rising Hell: Melompat Lebih Tinggi!

Kualitas game indie yang semakin solid, tidak ada lagi kalimat…
May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…

PlayStation

June 11, 2021 - 0

Review Ninja Gaiden – Master Collection: Bak Tebasan Pedang Tua!

Apa nama franchise yang menurut Anda melekat pada nama Koei…
June 8, 2021 - 0

Review Ratchet & Clank – Rift Apart: Masuk Dimensi Baru!

Menyebut Insomniac Games sebagai salah satu developer first party tersibuk…
June 8, 2021 - 0

Preview Guilty Gear Strive: LET’S ROCK!

Nama besar Arc System Works sebagai salah satu developer game…
May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…