Review RETURNAL: Surga Seru di Neraka Peluru!

Reading time:
April 29, 2021

Kekuatan Playstation 5

RETURNAL jagatplay part 2 28
RETURNAL datang dengan memanfaatkan secara penuh kemampuan dan fitur Playstation 5.

Kedekatan Housemarque dan Sony memang sudah jadi rahasia umum. Maka dengan RETURNAL pula, Sony menjadikannya sebagai salah satu judul periode rilis Playstation 5 yang siap dimanfaatkan untuk memamerkan kemampuan konsol generasi tersebut. Dari menit pertama Anda menikmatinya, Anda akan membangun rasa apresiasi tidak hanya karena urusan teknis presentasi saja, tetapi juga karena pendekatan estetika yang ditawarkan Housemarque. Kita bicara dari hal kecil seperti desain kostum astronot untuk Selene, efek beragam proyektil yang hadir bak neon, desain ekosistem Atropos yang beragam, hingga yang paling memesona – desain monster yang ada.

Karena pada akhirnya, Atropos bukanlah sebuah planet dengan hanya satu ekosistem saja. Seiring dengan perjalanan progress Anda, Anda akan dihadapkan pada variasi biome yang biasanya akan mengusung tema berbeda. Di dalamnya, Anda akan berhadapan dengan begitu banyak jenis monsteryang akan datang dengan bentuk dan pola serangan yang berbeda-beda. Setiap monster ini datang dengan desain memanjakan mata dan terlihat super mengancam. Bersama dengan proyektil warna-warni yang terkadang juga berisi informasi soal seberapa fatal ia bisa berakhir, ada kepuasan juga ketika melihat terjangan peluru-peluru ini datang dalam bentuk yang simetris. Ini jadi salah satu kekuatan utama RETURNAL di mata kami. Ia membangun sebuah citra dunia misterius dan menyeramkan dari sana.

RETURNAL jagatplay part 1 58 2
Pendekatan desain estetikanya, dan bukan teknis, adalah apa yang membuat RETURNAL memanjakan mata.
RETURNAL jagatplay part 1 85
Tidak terlihat ada tanda-tanda RT Reflections di dunia dan kostum Selene.

Berbicara dari sisi teknis visual, RETURNAL memang memamerkan kualitas yang pantas disandingkan dengan rilis game-game generasi terbaru. Dari sesi gaming kami, ia tidak mengusung teknologi ray-tracing, setidaknya RT Reflection yang saat ini sepertinya jadi “standar” untuk game-game next-gen. Hal ini terlihat dari bagaimana helm kostum yang dikenakan oleh Selene misalnya, tidak akan memantulkan apapun yang berada di depannya. Namun setidaknya, Anda yang menyenangi efek-efek partikel yang identik dengan game Housemarque masih akan terpuaskan di sini. Bahwa beberapa objek di lingkungan yang Anda temui, bisa hancur berantakan karena beragam jenis serangan yang muncul, membuat setiap dari mereka terlihat destruktif.

Namun pada akhirnya, pesona utama RETURNAL sebagai game eksklusif Playstation 5 datang dari kemampuannya memanfaatkan teknologi yang ditawarkan oleh Sony, terutama untuk DualSense. RETURNAL hadir dengan dukungan Adaptive Trigger dan Haptic Feedback yang membuat pengalaman bermain lebih imersif. Haptic Feedback yang memungkinkan getaran lebih kecil misalnya tidak hanya akan menerjemahkan derap langkah kaki Anda, tetapi juga mampu menyediakan informasi instan soal tersedianya Alt-Fire, mekanik berbasis cooldown yang akan sering Anda gunakan. Sementara Adaptive Trigger di tombol R2 akan menawarkan sensasi lawan berbeda-beda bergantung senjata dan varian yang Anda temui. Implementasi lebih fantastis tersedia di L2, dimana tombol ini akan hadir dengan dua level resistensi: di tengah untuk Aim dan tekan penuh untuk mengakses Alt-Fire senjata secara instan.

RETURNAL jagatplay part 1 77 1
Adaptive Trigger dimaksimalkan untuk membuat sensasi guna senjata yang berbeda-beda di tangan Anda.
RETURNAL jagatplay part 2 69
RETURNAL juga bukti bahwa klaim 3D Audio milik Playstation 5 bukan sekadar gimmick!

Masih tidak cukup memanjakan? RETURNAL juga datang dengan implementasi 3D Audio berbasis teknologi Tempest 3D Audio milik Sony yang siap menawarkan efek mengagumkan ini terlepas dari apapun earphone / headset yang Anda gunakan. Memang sulit memang untuk menjabarkan sensasi audio ini menggunakan kata-kata, namun satu yang pasti, RETURNAL siap membuktikan bagaimana teknologi ini tidak akan hadir sekadar sebagai gimmick. Bahkan dengan earphone stereo sekalipun. Anda bisa mendengar raungan monster dari segala arah, bahkan yang muncul dari “atas” kepala Anda. Mendengarkan detail suara yang muncul, di luar bunyi senjata yang beberapa di antaranya unik, membuat aspek ini berkontribusi  signifikan pada pengalaman RETURNAL itu sendiri.

Apresiasi ekstra juga pantas untuk diarahkan pada OST yang mengalun, menemani aksi Anda untuk keluar dari Atropos. Housemarque lebih memilih konsep musik dengan sedikit elemen synth di dalamnya, alih-alih yang muncul dengan kekuatan dan kerasnya musik metal ala DOOM misalnya. Pemilihan gaya musik seperti ini berhasil menambahkan “bumbu” untuk elemen sci-fi yang ia hadirkan, yang secara unik juga terasa melebur sempurna dengan elemen seperti senjata, proyektil neon, hingga ragam musuh yang ia temui. Musik yang disajikan oleh RETURNAL memang tidak mendorong dirinya untuk Anda jadikan pusat perhatian, namun efektif untuk membangun atmosfer yang ada. Bahkan musik akan menjadi salah satu “tema” untuk musuh dan biome yang akan Anda hadapi nanti, yang tentu saja tidak akan kami jelaskan secara detail atas nama anti-spoiler.

Maka dari sisi presentasi, RETURNAL tampil fantastis. Bukan karena pencapaiannya di sisi teknis, tetapi lebih karena pilihan estetika yang diambil Housemarque untuk membangun Atropos dan misteri yang siap menyambut Selene di dalamnya. Desain monster, efek proyektil, kostum milik Selene, desain biome yang Anda temui, implementasi teknologi DualSense yang fantastis, hingga efek 3D audio yang ia usung menjadikannya sebagai salah satu ujung tombak Playstation 5.

Surga Seru di Neraka Peluru

RETURNAL jagatplay part 2 42
RETURNAL mengkombinasikan beberapa genre di satu ruang yang sama.

Dengan melihat ragam screenshot dan trailer yang dirilis Housemarque dan Sony selama periode marketing RETURNAL sepertinya sudah cukup memberikan Anda gambaran sebenarnya sensasi gameplay seperti apa yang ia usung. RETURNAL sendiri merupakan peleburan dari beberapa sub-genre action action adventure yang untungnya saling menyempurnakan. Pada akhirnya, ia menawarkan cita rasa game action third person shooter super seru di neraka yang penuh dengan peluru.

Di satu sisi, RETURNAL adalah sebuah game bullet-hell, genre yang memang tidak lagi asing dengan nama Housemarque selama ini. Ini berarti Anda akan berhadapan dengan musuh-musuh yang tidak hanya menembakkan satu atau dua proyektil saja ke arah Anda, tetapi puluhan hingga ratusan di satu waktu. Ini juga dikombinasikan dengan fakta bahwa tidak hanya beraksi sendiri, musuh-musuh ini juga datang dalam rombongan dan terkadang, dari segala arah. Untungnya, Anda sendiri dibekali dengan satu tombol Dash dengan sedikit invincibilty-frame di akhir untuk menghindarinya tanpa beresiko terluka sama sekali. Punya waktu cooldown sepersekian detik setelah dieksekusi, ini juga berarti Anda harus memikirkan timing yang tepat untuk mengeksekusinya. Ingat pula, ada jenis serangan berwarna istimewa yang didesain sedemikian rupa untuk tidak bisa dihindari dengan Dash ini.

RETURNAL jagatplay part 2 6
Nikmati hujan peluru dari segala arah yang menanti Anda!
RETURNAL jagatplay part 1 10 1
Sebagai game rogue-like, kematian adalah hal yang lumrah.

Di sisi lain, game ini juga hadir sebagai game rogue-like. Anda yang tidak terlalu familiar dengan istilah ini bisa membandingkannya dengan game-game sekelas HADES dan Dead Cells, dimana kematian menjadi sesuatu yang lumrah. Kematian akan membawa Anda mau tidak mau mengulang segala sesuatunya dari awal, mencari dan mendapatkan kembali senjata dan upgrade apapun yang Anda butuhkan, menjajal level yang akan terus berubah di setiap kali Anda hidup kembali, sembari berjuang untuk mendorong sedikit progress di dalamnya. Game rogue-like selalu terasa brutal di awal-awal permainan, dan begitu juga RETURNAL. Dengan begitu banyak peluru menghujani Anda, dengan musuh yang datang dari segala arah, dan ditutup dengan pertempuran boss yang menanti di setap akhir biome, ia akan menguji komitmen dan konsistensi Anda.

Namun seperti game rogue-like pada umumnya juga, RETURNAL tetap akan datang dengan beberapa solusi untuk masalah yang berpotensi menimbulkan rasa frustrasi ini. Anda memang tidak diberikan kesempatan untuk mengatur tingkat kesulitan, namun Anda akan “dibantu” dengan beberapa upgrade permanen yang akan membuat perjalanan Anda lebih mudah. Sebagai contoh? Senjata. Bahwa apapun senjata baru yang Anda temukan di sepanjang playthrough Anda untuk pertama kalinya, akan secara otomatis ditambahkan dalam rotasi acak senjata yang bisa Anda dapatkan di siklus-siklus selanjutnya. Ini berarti, Anda berpotensi menggunakan senjata yang lebih kuat dan efektif selama playthrough awal dan membantu Anda untuk mendorong progress lebih jauh dari sebelumnya.

RETURNAL jagatplay part 2 61
Senjata yang Anda temukan akan masuk ke dalam rotasi secara permanen.
RETURNAL jagatplay part 1 32 1
Menggunakan Obolite, Anda bisa “berbelanja’ beberapa hal untuk memperkuat Selene.

Hal yang sama juga berlaku untuk Item dan Artefact yang baru Anda temukan selama playthrough. Apapun hal baru yang Anda temukan untuk membantu aksi Selene ini akan langsung dimasukkan dalam rotasi. Anda bisa mendapatkan dan menemukan mereka secara acak, atau menggunakan resource bernama “Obolite” yang tampil bak batu untuk Anda cari selama eksplorasi atau dijatuhkan musuh saat bertarung. Berbeda dengan Obolite yang akan hilang begitu siklus kematian tiba, Selene juga bisa menemukan resource lain bernama Ether yang akan tetap disimpan secara permanen sampai Anda menghabiskannya. Ether bisa digunakan untuk beragam kepentingan, dari menukarkannya dengan jenis item / artifact yang baru atau “menetralisir” beragam item dan equipment yang Anda temukan.

“Menetralisir”? Benar sekali, karena tidak semua item dan equipment yang ditemukan Selene akan tampil bersih. Beberapa di antara mereka siap menyediakan buff untuk membuatnya lebih kuat, namun dengan konsekuensi tertentu yang disebut “Malfunction” sebagai konsekuensi. Item ini biasanya bisa dibersihkan terlebih dahulu menggunakan Ether sebelum diambil atau Anda selalu punya opsi untuk menggunakannya begitu saja dan berhadapan dengan Malfunction yang datang bersamanya. Berita baiknya? Malfunction akan datang dengan requirement spesifik yang harus Anda lakukan untuk membuatnya bersih secara permanen, menghadirkan ekstra misi sampingan yang butuh Anda selesaikan untuk perjalanan lancar. Kebutuhannya bisa berkisar dari membunuh sejumlah musuh, menggunakan kunci untuk membuka pintu, atau sekadar mengumpulkan Obolite dalam jumlah tertentu.

Masih belum cukup, RETURNAL juga menyuntikkan ekstra sistem serupa untuk build Anda selama permainan. Bersifat seperti layaknya Artifact yang akan bisa memperkuat aspek Selene hingga ia tewas, Anda juga bisa memungut item organik bernama Parasites selama proses eksplorasi. Bedanya dengan Artifact? Parasites datang dengan efek negatif bersama dengan efek positif yang ia bawa, membuat Anda mau berpikir keras selama mempertimbangkan untuk menggunakannya atau tidak. Apakah menurut Anda, cooldown lebih lama dash itu sebanding dengan efek item healing yang lebih kuat 20%? Apakah efek damage saat jatuh sepadan dengan potensi untuk mendapatkan lebih banyak Obolite? Parasites akan terus muncul untuk membuat Anda berpikir keras soal apa yang pantas dan tidak pantas untuk dikorbankan.

RETURNAL jagatplay part 2 68
Parasites datang dengan “konsekuensi” yang harus dipertimbangkan.
RETURNAL jagatplay part 2 83
Senjata yang sama tidak selalu “sama”.

Maka semua sistem tersebut dilebur bersama dengan mekanik tembak-menembak yang memuaskan. RETURNAL tidak hanya akan menawarkan banyak varian senjata untuk Anda gunakan, dari rocket launcher, handgun, hingga senjata alien yang mampu menembakkan laser berbasis pylon terpasang, tetapi juga menyuntikkan sifat yang berbeda-beda di dalamnya. Bahwa setiap senjata ini bisa jadi punya efek yang unik. Sebagai contoh? Handgun saja misalnya. Ia bisa jadi memuat trait “Homing Missiles” yang akan menembakkan roket kecil bersama peluru yang ada hingga “Burst Mode” yang hadir dalam format tembakan 3 peluru. Tentu saja senjata yang Anda temui dan Trait-nya sekali lagi, jatuh pada sistem rotasi acak.

Alhasil dari kombinasi rogue-like ini, RETURNAL sayangnya dengan satu kelemahan yang pantas untuk dibicarakan. Bahwa elemen RNG alias keacakan yang diusung masih terasa begitu dominan, alih-alih berimbang seperti game rogue-like lainnya. Anda tidak punya kendali sama sekali untuk jenis senjata, trait senjata, artifact, parasites, hingga item seperti apa yang Anda dapatkan. Terkadang Anda akan menemukan situasi dimana “kesialan” Anda begitu dominan  hingga tidak ada satupun senjata favorit Anda, dengan kombinasi trait fantastis yang begitu Anda nikmati sebelumnya, jatuh untuk Anda gunakan. Anda bahkan mulai bisa memprediksi apakah Anda akan selamat untuk waktu yang cukup lama atau tidak untuk satu siklus berdasarkan faktor RNG ini. Game seperti HADES misalnya, masih setidaknya membiarkan Anda memilih senjata di awal.

RETURNAL jagatplay part 2 93
Porsi RNG di dalam siklus RETURNAL masih terhitung dominan.
RETURNAL jagatplay part 2 10
Reload di timing yang tepat akan memicu “Overload” yang akan mendinginkan senjata secara instan dan menawarkan buff tertentu.

Berita baiknya? Setidaknya RETURNAL masih mempertahankan beberapa elemen konsisten dari sisi mekanik yang bisa Anda manfaatkan untuk “mempermudah” pengalaman yang ad di luar Dash. Ada sistem ala Gears of War bernama Overload yang meminta Anda menekan tombol reload di timing spesifik untuk mendapatkan reload instan sekaligus buff jika Anda memiliki artifact / parasites yang berhubungan dengan itu. Ada pula sistem bernama “Adrenaline” yang akan menghadiahi Anda beragam buff dari efektivitas Overloard, Obolite lebih banyak, hingga serangan melee lebih destruktif jika Anda berhasil membunuh musuh terus-terusan tanpa sekalipun terkena damage. Ini memberikan insentif kuat bagi Anda untuk terus bermain aktif dengan Dash di luar tentu saja, potensi mati dan mengulang segala sesuatunya dari awal. Tidak menerima damage di RETURNAL juga membuka kesempatan bagi Anda untuk mempertebal bar HP setiap kali Anda menemukan item penyembuh saat eksplorasi yang akan langsung dialokasikan ke sana alih-alih menyembuhkan Anda.

Perlahan tapi pasti Anda akan juga akan memahami bagaimana RETURNAL akan “menurunkan” tingkat kesulitan yang ada setelah Anda berhasil menembus titik tertentu, terutama dari desain level. Anda memang bisa jadi bertemu dengan mini-boss yang mau tidak mau harus Anda lawan saat eksplorasi, namun Anda tidak perlu mengulang pertarungan melawan boss akhir di setiap biome tiap kali Anda tewas selama Anda sudah mengalahkannya satu kali. Anda selalu punya opsi untuk melewati biome yang sudah Anda “tundukkan” sebelumnya dan melompat efektif ke biome selanjutnya yang belum Anda kalahkan jika Anda menginginkannya. Konsekuensi positif? Cepat. Konsekuensi negatif? Ini berarti Anda melewatkan semua peti, item healing, dan resource apapun yang seharusnya bisa membantu Anda menundukkan biome selanjutnya.

Konsep yang sama juga mereka terapkan dengan key item yang berhasil Anda dapatkan, yang langsung diposisikan sebagai item permanen. Ini berarti untuk biome yang biasanya memiliki pintu raksasa dengan kunci spesifik yang harus dicari dan diburu sebelum Anda bisa bertemu dengan boss, Anda tidak akan perlu lagi mencari kunci yang sama jika Anda sudah mendapatkannya dan langsung bertarung dengan si boss jika Anda menginginkannya. Lebih asyik lagi? RETURNAL membagi keseluruhan cerita yang terbagi dalam 6 biome ke dalam 2 bagian besar (per 3 biome). Ini berarti, setelah melewati tiga buah biome dan memasuki biome keempat, tewasnya Anda akan membawa Anda kembali ke biome keempat alih-alih pertama.

RETURNAL jagatplay part 2 27
Tenang, ada “checkpoint” permanen setelah 3 biome pertama.

Maka semua kombinasi ini menghasilkan sebuah game bullet-hell dan rogue-like yang intense. Apalagi, RETURNAL tidak berusaha tampil casual sama sekali. Dengan jumlah musuh dan proyektil yang meluncur, menghabisi Anda dan memaksa Anda untuk mengulang progress permainan dari awal adalah sesuatu yang tidak sulit untuk dilakukan. Untungnya, bersama dengan komitmen dan konsistensi Anda untuk mendorongnya lebih jauh, ada kesempatan untuk mendapatkan lebih banyak upgrade permanen dan karenanya, sensasi permainan yang menjadi lebih mudah.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

PC Games

May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…
May 19, 2021 - 0

Review Rising Hell: Melompat Lebih Tinggi!

Kualitas game indie yang semakin solid, tidak ada lagi kalimat…
May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…

PlayStation

June 11, 2021 - 0

Review Ninja Gaiden – Master Collection: Bak Tebasan Pedang Tua!

Apa nama franchise yang menurut Anda melekat pada nama Koei…
June 8, 2021 - 0

Review Ratchet & Clank – Rift Apart: Masuk Dimensi Baru!

Menyebut Insomniac Games sebagai salah satu developer first party tersibuk…
June 8, 2021 - 0

Preview Guilty Gear Strive: LET’S ROCK!

Nama besar Arc System Works sebagai salah satu developer game…
May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…